Nama : Zalianti Jahratun Nisya
2213053005
IDENTITAS JURNAL
Judul : PENDIDIKAN NILAI MORA DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL
Nama Jurnal : Cakrawala Pendidikan
Penulis : sudiati
Halaman : 209-221
Tahun : 2009
ABSTRAK
Menggunakan bahasa bahasa inggris.
Moral value education is both a demand and a need for human beings as a manifestation of togetherness in terms of nations and countries with a variety of problems. Moral value education is an alternative problem solution which is local, regional, national, and international in nature. However, such countries emphasize moral value education on moral ethic values, especially on values related to human rights that are universal and global in nature. The concept of moral value education proposed by Kohlberg and Miller tends to be individualistic. The approaches to moral value education include inculcating, modelling, facilitating, and skill development approaches, and the methods include dogmatic, deductive, inductive, and reflective methods.
PENDAHULUAN
Kompleksitas mengemuka dalam tatanan global yang ditandai dengan munculnya berbagai masalah dan isuisu global seperti pelanggaran hak-hak asasi manusia , fenomena kekerasan, dan penyalahgunaan narkotika. Di samping itu, revolusi teknologi telekomunakasi dan transportasi menghadirkan sejumlah kemudahan untuk melakukan aktivitas kehidupan di se-gala bidang. Kerjasama dalam bidang ekonomi, politik, kebudayaan dan militer dijalin tanpa dibatasi oleh jarak antarwilayah negara. Di lain hal, globalisasi dapat melahirkan kompetisi yang kurang sehat. Dengan kata lain kompleksitas global memiliki banyak keuntungan bagi yang kuat, tetapi sebaliknya keadaan itu dapat menghancurkan kehidupan bangsa yang kalah bersaing.
PEMBAHASAN
Empat negara itu dapat mewakili karakteristik bangsa dengan latar belakang ideologi yang berbeda. Malaysia merupakan representasi negara yang memiliki bangsa mayoritas Islam sebagaimana negara Indonesia, sedangkan Cina merupakan perwakilan negara sosialis komunis. Uraian singkat ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman bahwa karakteristik keempat negara itu berbeda, khususnya jika dilihat berdasarkan ideologinya karena perbedaan ideologi itu di antaranya berpengaruh terhadap sistem pendidikan nilai. Penetapan tingkat perkembangan moral ini didasarkan pada karakteristik empiris yang memiliki beberapa ciri pokok berikut. Tahap-tahap pertimbangan moral tersusun secara utuh, artinya sistem berpikirnya terorganisasi. Tahap pertimbangan moral berurutan secara invarian dan tidak pernah terbalik dalam semua kondisi .
Tidak ada tahap-tahap terlompati dan gerakannya selalu menuju tahap yang lebih tinggi. Tahap tahap pertimbangan moral terintegrasi secara hierarkis. Artinya, tingkat pemikiran moral yang tinggi telah tercakup dan menguasai tahap-tahap dan pola pikir yang berada di bawahnya. Struktur tingkat pertimbangan moral berfungsi melahirkan kecenderungan ke arah tahapan-tahapan yang lebih tinggi. Struktur pertimbangan moral harus dibedakan dengan isi pertimbangan moral.
Metode deduktif adalah cara menyajikan nilai-nilai kebenaran dengan jalan menguraikan konsep tentang kebenaran itu agar dipahami oleh peserta didik. Berbagai metode tersebut selanjutnya perlu dikembangkan secara rinci ke dalam teknik atau prosedur pembelajaran.
PENUTUP
Penyelesaian permasalahan hidup yang dialami umat manusia tidak cukup dalam negeri sendiri, namun banyak hal yang penyelesaiannya dibutuhkan dukungan dan bantuan luar negeri, misalnya terorisme global, masalah ekonomi, dan masalah krisis multidimensional.
alternatif pemecahan masalah yang bersifat lokal, regional, nasional, dan internasional.
Pendidikan nilai atau moral sebagai isu global di beberapa negara menampakkan adanya perbedaan dan kesamaan. Perbedaan yang ada disebabkan oleh adanya perbedaan ideologi bangsa Oleh karena itu, konsep itu memerlukan penyempurnaan dengan mempertimbangkan paradig-ma yang dikemukakan oleh Capra.