Contoh aplikasi teori administrasi publik dalam penyelenggaran birokrasi adalah Manajemen sumber daya manusia. Fenomena yang dapat diamati dalam konteks teori Perilaku Organisasi adalah Fenomena Pengaruh Kepemimpinan terhadap kinerja karyawan. Kerangka solusi yang bisa digunakan dalam teori perilaku organisasi melibatkan pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku inividu dan kelompok serta pengembangan strategi untuk meningkatkan kinerja, motivasi, kepuasaan kerja, dan hubungan di tempat kerja.
Kerangka solusi yang bisa digunakan diantaranya Gaya Kepemimpinan Situasional Gaya Kerangka solusi ini mengusulkan bahwa pemimpin harus menyesuaikan gaya kepemimpinan mereka dengan situasi yang dihadapi oleh karyawan. Dalam pendekatan ini, pemimpin dapat mengidentifikasi tingkat keterampilan dan kemandirian karyawan dalam menyelesaikan tugas, dan menyesuaikan gaya kepemimpinan mereka antara memberikan arahan langsung (directing), memberi dukungan (supporting), memfasilitasi (coaching), atau memberikan keleluasaan (delegating).
Wujud aplikasi kepemimpinan situasional diantaranya memberikan arahan langsung (directing) ketika karyawan baru bergabung atau menghadapi tugas yang kompleks, seorang pemimpin dapat memberikan arahan jelas dan spesifik, memberikan dukungan (Supporting) yaitu jikakaryawan memiliki keterampilan yang cukup tetapi kurang percaya diri atau menghadapi tantangan emosional, pemimpin dapat memberikan dukungan emosional dan perhatian kepada karyawan. Memfasilitasi (Coaching) yaitu ketika karyawan memiliki keterampilan yang memadai tetapi perlu mengembangkan kemampuan mereka lebih lanjut, seorang pemimpin dapar berperan sebagai pelatih. Memberikan Keleluasaan (Delegating) yaitu jika karyawan memiliki keterampilan dan kepercayaan diri yang tinggi dalam melaksanakan tugas, pemimpin dapat memberikan kebebasan dan otonomi kepada karyawan.
Penerapan kebepemimpinan situasional membutuhkan pemahaman yang baik tentang kemampuan, keterampilan, dan kebutuhan individu akrywan. Pemimpin harus mampu mengidentifikasi situasi yang membutuhkan pendekatan kepemimpinan yang berbeda dan dapat menyesuaikan gaya kepemimpinan mereka yang tepat.
Kerangka solusi yang bisa digunakan diantaranya Gaya Kepemimpinan Situasional Gaya Kerangka solusi ini mengusulkan bahwa pemimpin harus menyesuaikan gaya kepemimpinan mereka dengan situasi yang dihadapi oleh karyawan. Dalam pendekatan ini, pemimpin dapat mengidentifikasi tingkat keterampilan dan kemandirian karyawan dalam menyelesaikan tugas, dan menyesuaikan gaya kepemimpinan mereka antara memberikan arahan langsung (directing), memberi dukungan (supporting), memfasilitasi (coaching), atau memberikan keleluasaan (delegating).
Wujud aplikasi kepemimpinan situasional diantaranya memberikan arahan langsung (directing) ketika karyawan baru bergabung atau menghadapi tugas yang kompleks, seorang pemimpin dapat memberikan arahan jelas dan spesifik, memberikan dukungan (Supporting) yaitu jikakaryawan memiliki keterampilan yang cukup tetapi kurang percaya diri atau menghadapi tantangan emosional, pemimpin dapat memberikan dukungan emosional dan perhatian kepada karyawan. Memfasilitasi (Coaching) yaitu ketika karyawan memiliki keterampilan yang memadai tetapi perlu mengembangkan kemampuan mereka lebih lanjut, seorang pemimpin dapar berperan sebagai pelatih. Memberikan Keleluasaan (Delegating) yaitu jika karyawan memiliki keterampilan dan kepercayaan diri yang tinggi dalam melaksanakan tugas, pemimpin dapat memberikan kebebasan dan otonomi kepada karyawan.
Penerapan kebepemimpinan situasional membutuhkan pemahaman yang baik tentang kemampuan, keterampilan, dan kebutuhan individu akrywan. Pemimpin harus mampu mengidentifikasi situasi yang membutuhkan pendekatan kepemimpinan yang berbeda dan dapat menyesuaikan gaya kepemimpinan mereka yang tepat.