Discussions started by Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Dalam pelaksanaannya pembelajaran terpadu harus memegang beberapa prinsip utama agar tidak kehilangan esensi edukasinya:

1.      Keaslian (Authenticity):

Pembelajaran harus berhubungan dengan pengalaman nyata siswa.

2.      Kebermaknaan:

Siswa harus mengerti mengapa mereka mempelajari topik tersebut.

3.      Keterkaitan:

Adanya hubungan yang jelas antara konsep satu dengan yang lain, bukan sekadar tempelan.

4.      Kemandirian:

5.      Mendorong siswa untuk mencari tahu sendiri (inkuiri) daripada sekadar menerima informasi.


1.      Kesiapan SDM:

Apakah guru-guru kita saat ini sudah siap secara mental dan kompetensi untuk mengajar lintas disiplin ilmu?

2.      Efektivitas Ujian:

Bagaimana cara melakukan ujian nasional atau asesmen standar jika setiap sekolah menggunakan tema integrasi yang berbeda-beda?

3.      Implementasi di Indonesia:

Sejauh mana Kurikulum Merdeka saat ini sudah mencerminkan prinsip Kurikulum Terpadu melalui P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)?


1. .  Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL) di seluruh ruang kelas yang berpusat pada tema bersama, meskipun dengan berbagai tingkat kompleksitas (misalnya: poster kreatif versus sistem penyaringan air). Melakukan analisis untuk menentukan signifikansi diferensiasi ini dalam tingkat kompleksitas untuk mempromosikan pemikiran kreatif di kelas PKR. Implikasi apa yang akan muncul jika pendidik menugaskan tugas dengan tingkat kesulitan yang identik kepada siswa kelas bawah dan kelas atas di bawah tema terpadu?

2. Menganalisis bagaimana aspek “keterbatasan” yang melekat dalam struktur PKR dapat diubah menjadi keunggulan pedagogis (manfaat untuk pembelajaran) dibandingkan dengan kelas tunggal tradisional di mana pengawasan guru yang konstan hadir. Selain itu, gabungkan analisis potensi risiko yang mungkin muncul jika kemandirian tersebut tidak dibudidayakan dalam lingkungan kelas yang kondusif.