Posts made by Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. -

AKL A2026 -> Case

by Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - -

PT Edukasi Nusantara Tbk adalah perusahaan jasa pendidikan yang sedang berkembang pesat dan memiliki beberapa unit usaha (sekolah swasta, pelatihan digital, dan platform edutech). Pada tahun 2024, perusahaan melakukan ekspansi besar melalui akuisisi 70% saham PT Cerdas Digital, sebuah perusahaan rintisan berbasis teknologi pendidikan.

Manajemen PT Edukasi Nusantara menghadapi beberapa transaksi yang belum diatur secara eksplisit dalam PSAK tertentu dan memerlukan pertimbangan profesional (professional judgment). Dalam menyusun laporan keuangan, manajemen memutuskan untuk:

  1. Mengakui goodwill dari akuisisi PT Cerdas Digital sebagai aset dengan nilai signifikan berdasarkan proyeksi pertumbuhan pengguna di masa depan.
  2. Mengukur beberapa aset tidak berwujud (platform digital dan basis data pengguna) menggunakan pendekatan nilai wajar, meskipun pasar aktif untuk aset tersebut tidak tersedia.
  3. Menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan mengacu pada Kerangka Konseptual PSAK/IFRS karena tidak terdapat PSAK spesifik yang secara rinci mengatur karakteristik unik bisnis digital tersebut.

Sebagian pemangku kepentingan (investor dan pendidik) mempertanyakan apakah kebijakan akuntansi yang dipilih manajemen telah mencerminkan substansi ekonomi dan memenuhi tujuan pelaporan keuangan yang berkualitas.

 

Pertanyaan:

Berdasarkan kasus di atas:

a. Jelaskan peran Kerangka Konseptual PSAK/IFRS dalam membantu manajemen mengambil keputusan akuntansi ketika tidak terdapat PSAK spesifik yang mengatur transaksi tertentu.

b. Analisis secara kritis apakah pengakuan goodwill dan pengukuran nilai wajar aset tidak berwujud dalam kasus ini telah mencerminkan substansi ekonomi.

c. Jelaskan risiko dan implikasi etis apabila professional judgment digunakan secara tidak tepat dalam penyusunan laporan keuangan.

d. Menurut Anda sebagai calon pendidik ekonomi, bagaimana kasus ini dapat digunakan sebagai contoh pembelajaran untuk menanamkan pemahaman akuntansi yang kritis dan beretika kepada peserta didik?


SSEKWU2026 -> KASUS 3

by Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - -

Kewirausahaan Sosial untuk Mengatasi Kemiskinan Perkotaan

Di wilayah perkotaan, kemiskinan struktural meningkat, terutama pada kelompok keluarga urban miskin. Banyak program bantuan hanya bersifat konsumtif. Sebuah LSM ingin meluncurkan program kewirausahaan sosial berbasis pendidikan IPS, tetapi belum ada model pembelajaran yang efektif.

  1. Analisis akar penyebab kemiskinan struktural di perkotaan.
  2. Identifikasi peluang kewirausahaan sosial yang relevan dengan konteks perkotaan.
  3. Rancang model pembelajaran IPS yang menggabungkan kewirausahaan sosial untuk memberdayakan komunitas miskin.
Kirimkan disini hasil telaah kasus di atas dalam bentuk link drive, file word yang dapat diakses.

SSEKWU2026 -> KASUS 2

by Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - -

UMKM Lokal Tersingkir oleh Ekonomi Digital

Di sebuah daerah pesisir, UMKM kerajinan lokal mulai menurun karena tidak mampu bersaing dengan produk digital/online dan pemasaran berbasis e-commerce. Pemerintah daerah ingin melakukan intervensi, namun program yang ada belum menyentuh akar masalah seperti literasi digital dan strategi pemasaran.

  1. Analisis faktor sosial ekonomi yang menyebabkan UMKM tidak berkembang.
  2. Kritisi kebijakan pemerintah daerah dari perspektif ekonomi dan kewirausahaan sosial.
  3. Usulkan strategi pembelajaran IPS yang dapat memberdayakan siswa untuk mendukung UMKM melalui literasi digital dan kewirausahaan.
Kirimkan hasil telaah kasus di atas dalam bentuk link drive file word yang dapat diakses.

SSEKWU2026 -> KASUS 1

by Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - -

Ketimpangan Ekonomi dan Literasi Kewirausahaan di Sekolah

Sebuah sekolah menengah di kota X memiliki siswa dari latar belakang sosial ekonomi berbeda. Banyak siswa dari keluarga berpenghasilan rendah yang belum memiliki akses ke literasi ekonomi dan keterampilan kewirausahaan. Kepala sekolah ingin mengintegrasikan pembelajaran kewirausahaan sosial dalam IPS, namun guru merasa kesulitan menyusun materi dan metode yang relevan.

  1. Analisis akar penyebab ketimpangan dan dampaknya pada pembelajaran IPS.
  2. Evaluasi potensi model kewirausahaan sosial yang dapat diterapkan di sekolah.
  3. Rancang sebuah mini-program pembelajaran IPS berbasis kewirausahaan sosial yang dapat meningkatkan literasi ekonomi siswa.
Kirimkan hasil telaah kasus di atas dalam bentuk link drive file yang bisa diakses.