Assalamualaikum pak,,saya fera gustiyana izin menjawab
pertanyaan diskusi..
A. Media pembelajaran yang sesuai untuk Anak Usia 0-1 Tahun
Pada usia 0–3 bulan, kemampuan motorik bayi biasanya belum berkembang optimal. Stimulasi pada usia ini lebih bertujuan untuk mengenalkan warna, bentuk, sensori, fokus, perhatian, suara, dan kemampuan membedakan benda sekitar.Pastikan memilih mainan gantung yang menarik sehingga anak akan tertarik untuk memperhatikan dan mengikuti gerakan mainan tersebut. Gantung mainan dengan benar sehingga tidak ada risiko bayi tertimpa mainan.
Pilihlah mainan yang ringan dan mudah digenggam agar anak Anda gampang memainkannya. Selain itu, letakkanlah mainan atau baby gym sedikit jauh dari jangkauan anak. Hal tersebut dapat membantu anak untuk belajar telungkup dan merangkak dalam usahanya meraih mainan ini.Pada usia 3 bulan, bayi biasanya mulai bisa berekspresi, mengoceh, dan belajar meraih mainan. Pada usia ini, biasanya anak juga lebih aktif menggerakkan kaki dan tangannya. Anak juga memasuki fase oral sehingga senang memasukkan benda ke dalam mulutnya. Silahkan pilih mainan yang pas dalam genggaman anak. Carilah mainan yang tidak terlalu berat, tidak tajam, dan tidak berbahaya jika dimasukkan ke dalam mulut bayi.
Pada usia 6 bulan ke atas, biasanya anak sudah mulai bisa duduk sendiri. Otot leher dan lengannya makin kuat serta mulai bisa mengangkat dan memindahkan benda. Anak juga senang memperhatikan bunyi, mulai belajar merangkak, dan dapat berguling-guling. Stimulasi dengan menggunakan mainan yang bisa disusun akan membantu stimulasi motoriknya. Kemudian, mainan bergerak akan membuat bayi tertarik untuk merangkak dan mengikuti atau meraih mainannya. Sementara itu, mainan berbunyi akan melatih kepekaan anak terhadap bunyi-bunyian.
Pada usia 1 tahun ke atas, gestur mata dan tangan anak hampir sempurna. Pada anak yang telah dapat membedakan warna, bentuk, dan suara, memberikan mainan puzzle atau teka-teki merupakan ide bagus. Dengan mainan ini, anak dapat berkonsentrasi menyelesaikan tantangan.Pada usia ini, anak sedang gemar meniru apapun yang dilihatnya sehingga model mainan rumah-rumahan juga cocok untuk mereka. Sebagai catatan, pilihlah mainan yang sesuai dengan karakter anak dan yang dapat mengembangkan bakat serta minatnya. Pada usia 1 tahun, biasanya perkembangan motorik halus dan bahasa bayi makin berkembang. Anak mulai bisa mengenali dan memahami kata-kata dari orang di sekitarnya. Anak juga bisa mengidentifikasi bentuk dan warna serta mulai bisa mengekspresikan emosinya. Pada usia ini, permainan yang melatih kreativitas atau melatih konsentrasi sangat bagus untuk stimulasi tumbuh kembangnya.
B. Media pembelajaran yang sesuai dengan usia 2-4 tahun
Media pembelajaran untuk usia 2-4 tahun sesuai dengan aspek perkembangannya yaitu sebagai berikut. Aspek Kognitif, pada aspek kognitif usia 2-4 tahun anak sudah mampu mengenal perbedaan berdasarkan ukuran, bentuk, mengklasifikasikan bentuk berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran, mengenal pola ABCD, mengurutkan benda berdasarkn ukuran, menyebutkan lambang 1-10, menggunakan lambang untuk menghitung. Media yang baik untuk aspek kognitif dan usia 2-4 tahun yaitu media yang menarik perhatian dan menantang anak untuk berfikir.
Aspek Bahasa, pada aspek bahasa usia 2-4 tahun anak sudah mampu mengulang kalimat yang lebih kompleks, memahami aturan dalam permainan, menjawab
pertanyaan, menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi yang sama, berkomunikasi secara lisan, memiliki lebih banyak kata-kata, menyebutkan simbol-simbol huruf yang dikenal, mengenal suara huruf awal dari nama benda.
Aspek Fisik Motorik, anak usia 2-4 pada aspek fisik motorik dibedakan menjadi dua yakni aspek motorik halus dan motorik kasar, pada aspek motorik halus anak sudah menggambar sesuai gagasan, meniru bentuk, melakukan eksplorasi dengan media, mengunting sesuai pola, menempel gambar. Media yang cocok seperti menebali pola gambar lalu digunting dan ditempel. Sedangkan motorik kasar anak sudah mampu melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi, mampu melakukan permainan fisik dengan aturan, sehingga media yang harus digunakan yaitu media yang mengasah motorik kasar anak menendang bola, lompat tali, berlari dipapan titian.
Aspek Sosial Emosional, pada aspek sosial emosional usia 2-4 anak sudah mampu memperlihatkan kehati-hatian kepada yang belum dikenal, mengenal perasaannya sendiri dan mengelolanya secara wajar, tahu akan haknya, mentaati aturan kelas, bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan sendiri, bermain dengan teman sebaya, mengetahui perasaan temannya, berbagi dengan teman sebaya, menghargai hak, menunjukkan sikap toleran. Media yang baik digunakan pada aspek ini yaitu media yang menuntut anak untuk bekerja dan menyelesaikan
tugas secara berkelompok.
Aspek Moral Agama, pada aspek moral agama usia 2-4 tahun anak sudah mampu mengenal agama yang dianut, berperilaku jujur, sopan, mengetahui hari besar agama, toleransi dengan agama lain. Media yang sesuai aspek ini dengan mengenalan huruf-huruf hijaiyah menggunakan gambar, video-video praktek wudhu dan ditirukan anak, dan sebagainya.
C. Media Pembelajaran untuk Anak Usia 5-6 tahun
media pembelajaran untuk TK (Usia5-6 tahun) sesuai dengan aspek perkembangannya yaitu sebagai berikut.
Aspek Kognitif, pada aspek kognitif usia 5-6 tahun anak mampu melakukan atau menujukan sikap kreatifnya untuk menyelesaikan masalah, mengenal berbagai ukuran dan berbagai perbedaan ukuran, mampu mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari paling kecil ke paling besar atau sebaliknya, menyebutkan angka atau huruf, mampu mencocokan gambar atau bilangan, menyampaikan dengan berbagai macam benda dalam bentuk gambar atau tulisan media.
Aspek Bahasa, pada aspek kognitif usia 5-6 tahun anak mampu menyeritakan kembali apa yang didengarnya, berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata bisa menggunakan media slide yang menceritakan tokoh binatang. mampu menjawab
pertanyaan-
pertanyaan yang di lontarkan kepadanya, menunjukan kelompok gambar yang memiliki bunyi yang sama, mampu mnunjukan pemahaman konsep dari media yang dibuat.
Aspek Fisik Motorik, pada aspek fisik motorik usia 5-6 tahun anak mampu mengunakan media pembelajaran dengan permainan fisik dengan aturan yang dapat dilakukan anak, untuk melalukan koordinasi gerakan mata-kaki-tangan-kepala saat menggunakan media dan melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan dan kelincahan anak dalam menggunakan media, melakukannya dengan terampil menggunakan tangan kanan dan kiri bisa dilakukan dengan menggunakan media yang bersifat ada aturan dalam bermain gobak sodor, lompat tali, ular tangga, monopoli, angkle dan sebagainya.
Aspek Sosial Emosional, pada aspek fisik motorik usia 5-6 tahun anak mampu bermain dengan teman sebaya, berbagi atau bergantian dengan temannya, mentaati aturan yang telah dibuat dalam suatu permainan, mampu bertanggung jawab atas apa yang dilakukan saat melakukan permainan, mampu mengenal perasaan sendiri dan bisa mengelolanya.
Aspek Moral Agama, pada aspek fisik motorik usia 5-6 tahun anak mampu membaca doa saat akan melakukannya, anak mampu menjaga kebersihan lingkungan, pada saat anak sudah selasai melakukan permainan atau menggunakan anak mampu membersihkan tempatnya dan membuang sampah ditempatnya, serta mampu bersikap sportif dalam melakukan permainan.
Untuk memberikan media pembelajaran yang tepat pada anak usia dini tentunya harus mengetahui ciri media yang sesui dengan tahap perkembangan anak, sebagimana dibawah ini Ciri-Ciri Media pembelajaran Untuk Anak Usia 5-6 Tahun yaitu:
1. Alat permainan yang tidak bahaya untuk anak. Misalnya tidak menggunakan bahan yang tajam, media tidak memiliki sudut yang dapat membahayakan anak.
2. Mengandung unsur pendidikan. Maksudnya disini adalah media pembelajaran yang disampaikan memiliki unsur pengetahuan bagi anak usia dini yaitu mengandung 6 apek perkembangan anak seperti aspek perkembangan nilai moral dan agama, bahasa, sosial.emosional, fisik motorik, kognitif dan seni.
3. Alat permainan yang beraneka macam, sehingga anak dapat bereksplorasi dengan berbagai macam alat permainannya yang menjadi sumber belajar anak. Maksudnya adalah media bagi anak usia 5-6 tahun harus beragam atau banyak sehinga anak mampu mengembangkan ide dan ilmu pengetahunanya melalui berbagai media pembelajaran tersebut.
4. Memiliki tingkat kesulitan yang sesuai dengan kemampuan anak usia 5 tahun. Media yang digunakan tidak terlalu mudah sehingga anak termotivasi untuk menggunakannya namun juga dan tidak terlalu sulit sehingga anak masih mampu atau tidak putus asa dalam menggunakan media pembelajarannya.
5. Menggunakan alat permainan yang sederhana, dan ada disekitar anak. Media pembelajaran tidak selalu harus mahal karena media bisa dibuat sendiri oleh guru untuk menghemat biaya karena banyak seklai media yang ada dilingkungan sekitar yang mampu dimodivikasi oleh guruse hingga menjadi media yang menarik dan menyenangkan bagi anak usia dini.
6. Alat permainan yang tidak mengandung bahan pengawet sehingga, aman saat digunakan oleh anak. Berbahaya dalam arti tidak mengandung bahan yang dapat membahayakan anak usia dini misalnya mengandung dapat membuat anak terluka, dapat membuat anak sakit dengan mencium baunya atau dapat membuat tangan atau kulit anak melepuh karena ada bahan kimiahnya.
7. Alat permainan yang menjadi media harus memiliki keamanan, agar tidak membahayakan anak. Misalnya alat permainan yang memiliki sisi-sisi yang tumpul
8. Alat permainan yang mempunyai desain yang sederhana tapi menarik. Hal paling penting adalah tepat dan mengena pada sasaran edukasi, sehingga anak tidak terbebani dengan kerumitannya.
9. Alat permainan yang memiliki warna-warna yang mencolok sehingga menarik minat anak
10. Alat Permainan yang bisa mengembangkan 6 aspek perkembangan anak sesuai dengan tahap Perkembangan.