Forum Analisis Jurnal

Forum Analisis Jurnal

Re: Forum Analisis Jurnal

by NABILA ALICE GUSTIANA -
Number of replies: 1
Nama: NABILA ALICE GUSTIANA
NPM: 2515012007
Kelas: B

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu yang menjadi landasan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia untuk menjaga moralitas bangsa. Penulis, Syarifuddin, menekankan bahwa kemajuan IPTEK tanpa nilai Pancasila justru berpotensi merusak budaya dan mentalitas masyarakat. Analisis menyoroti Pancasila sebagai hasil akulturasi budaya nusantara yang harus memfilter informasi global.

Dokumen menjelaskan Pancasila sebagai dasar falsafah negara yang lahir dari pemikiran mendalam para pendiri bangsa, seperti Soekarno. Pancasila diposisikan sebagai filsafat ilmu yang mengintegrasikan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial dalam pengembangan pengetahuan. Pendekatan ini mencegah IPTEK menjadi alat penghancur akibat arus informasi cepat dari luar.

Setiap sila memiliki implikasi spesifik terhadap IPTEK:
Sila 1 (Ketuhanan): Menanamkan nilai religius untuk keseimbangan rasional-irrasional, menghormati agama lain.

Sila 2 (Kemanusiaan): Mengarahkan IPTEK untuk kesejahteraan semua manusia, bukan elite.

Sila 3 (Persatuan): Memperkuat nasionalisme melalui IPTEK untuk kesatuan bangsa.

Sila 4 (Kerakyatan): Mendorong pengembangan IPTEK secara demokratis dan terbuka kritik.

Sila 5 (Keadilan Sosial): Menjaga keseimbangan hak-kewajiban serta hubungan manusia-alam.

Pancasila diharapkan membawa IPTEK menuju kehidupan sejahtera, aman, dan damai dengan memperbaiki kualitas hidup bangsa.
In reply to NABILA ALICE GUSTIANA

Re: Forum Analisis Jurnal

by Annaisha Nasywaa Rasendriya -
NAMA : ANNAISHA NASYWAA RASENDRIYA
NPM : 2515012074
KELAS : A

ANALISIS JURNAL

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu yang berperan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis melihat bahwa kemajuan IPTEK yang begitu pesat saat ini membawa dua sisi sekaligus. Di satu sisi memberi kemudahan dan kemajuan, tetapi di sisi lain berpotensi menimbulkan krisis nilai apabila tidak diarahkan dengan landasan yang jelas. Karena itu, Pancasila diposisikan sebagai dasar filosofis agar ilmu pengetahuan tidak berkembang secara bebas tanpa mempertimbangkan nilai kemanusiaan dan moral bangsa.

Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai sistem filsafat yang lahir dari pengalaman historis dan kebudayaan bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hasil perenungan mendalam para pendiri bangsa terhadap realitas sosial, budaya, dan spiritual masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, Pancasila dianggap relevan untuk dijadikan landasan berpikir dalam pengembangan ilmu pengetahuan, bukan hanya sebagai simbol formal, tetapi sebagai pedoman yang hidup.

Pembahasan mengenai Pancasila sebagai filsafat ilmu menekankan bahwa ilmu pengetahuan pada dasarnya tidak bersifat netral nilai. Ilmu selalu berkaitan dengan tujuan, kepentingan, dan dampaknya bagi manusia. Pancasila berfungsi memberi arah agar pengembangan ilmu tidak hanya berorientasi pada kebenaran rasional dan kemajuan teknologi, tetapi juga pada kemaslahatan manusia. Dengan landasan ini, ilmu pengetahuan diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara akal, etika, dan tanggung jawab sosial.

Penulis juga menguraikan implikasi nilai-nilai Pancasila terhadap pengembangan IPTEK. Setiap sila memberikan batasan sekaligus arah etis dalam pengembangan ilmu, mulai dari pentingnya nilai ketuhanan dalam proses berpikir ilmiah, penghormatan terhadap martabat manusia, penguatan persatuan bangsa melalui kemajuan teknologi, kebebasan ilmiah yang bertanggung jawab, hingga tujuan akhir berupa keadilan sosial. Dari sini terlihat bahwa IPTEK idealnya dikembangkan untuk memperbaiki kualitas hidup manusia, bukan sekadar mengejar kemajuan material.

Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan globalisasi dan modernisasi. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemajuan IPTEK diharapkan tetap sejalan dengan nilai kemanusiaan, keadilan, dan kepribadian bangsa Indonesia. Pendekatan ini penting agar ilmu pengetahuan tidak justru menjadi sumber masalah, tetapi menjadi sarana untuk membangun kehidupan bangsa yang lebih bermakna.