Forum Analisis Jurnal

Forum Analisis Jurnal

Forum Analisis Jurnal

Number of replies: 23
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Dita ayu lestari གིས-
Jurnal ini membahas Pancasila sebagai ideologi dasar negara Indonesia sekaligus sebagai filsafat ilmu yang menjadi landasan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan berbangsa. Penulis memulai pembahasan dengan menguraikan pengertian Pancasila secara etimologis dan filosofis, serta pandangan tokoh-tokoh nasional seperti Muhammad Yamin, Notonegoro, dan Soekarno. Dari berbagai pendapat tersebut ditegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga pandangan hidup bangsa Indonesia yang lahir dari proses sejarah, kebudayaan, dan pemikiran mendalam anak bangsa.
Jurnal ini menekankan bahwa Pancasila merupakan hasil akulturasi berbagai nilai budaya Nusantara yang berkembang melalui interaksi antar suku bangsa dan pengaruh luar, termasuk Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Proses sejarah, khususnya pada masa penjajahan dan diberlakukannya politik etis, turut melahirkan kaum intelektual Indonesia yang kemudian merumuskan dasar negara dalam bentuk Pancasila dan UUD 1945. Hal ini menunjukkan bahwa Pancasila bersifat dinamis, kontekstual, dan berakar kuat pada realitas sosial budaya bangsa.
Dalam pembahasan Pancasila sebagai filsafat ilmu, jurnal ini mengaitkan konsep filsafat dengan pandangan para ahli seperti Hegel dan Muhtar Latif. Pancasila dipahami sebagai hasil sintesis pemikiran yang lahir dari pertentangan gagasan dan kemudian melahirkan kesepakatan bersama yang harmonis. Sebagai filsafat ilmu, Pancasila berfungsi sebagai landasan berpikir dalam memperoleh dan mengembangkan pengetahuan, dengan menempatkan nilai Ketuhanan, kemanusiaan, moral, dan kepribadian bangsa sebagai dasar utama.
Jurnal ini juga menegaskan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) tidak boleh terlepas dari nilai-nilai Pancasila. Ilmu pengetahuan tidak hanya bertujuan mencari kebenaran secara rasional, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi kesejahteraan manusia dan kebahagiaan lahir dan batin. Dengan demikian, Pancasila berperan sebagai pedoman normatif dan etis agar IPTEK tidak disalahgunakan dan tetap berpihak pada kemanusiaan serta keadilan sosial.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Ayu Dewi Prastiyani གིས-
FORUM ANALISIS JURNAL

NAMA:AYU DEWI PRASTIYANI
NPM:2515012002
KELAS:B


Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia harus menjadikan Pancasila sebagai landasan etis dan paradigma utama agar kemajuan tersebut tidak mencerabut identitas bangsa. Pancasila berperan sebagai filter penting untuk membendung dampak negatif globalisasi yang sering kali membawa nilai-nilai yang bertentangan dengan moralitas dan mentalitas lokal. Melalui Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, para ilmuwan diingatkan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan memikul tanggung jawab moral kepada Sang Pencipta dalam setiap penemuan atau kebijakan yang diambil. Sementara itu, Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menekankan bahwa IPTEK harus berfungsi untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, bukan justru menjadikannya alat penindasan atau pemicu kesenjangan sosial.Dalam persatuan dan kerakyatan, IPTEK harus diorientasikan untuk memperkuat rasa nasionalisme dan solidaritas antarwilayah di Indonesia melalui kemudahan interaksi yang tetap menghargai kearifan lokal. Implementasi ini juga harus didasari oleh sistem musyawarah yang transparan agar setiap kebijakan pembangunan bermanfaat bagi kepentingan rakyat banyak sesuai dengan nilai-nilai demokrasi Pancasila. Hal ini sangat penting karena tanpa pengawasan yang berlandaskan etika, kemajuan teknologi dikhawatirkan dapat memicu tindakan anarkis, individualisme, serta gaya hidup hedonis yang merusak tatanan sosial.
Secara ekonomi, kedaulatan bangsa harus diperkuat dengan mengurangi ketergantungan pada badan-badan multilateral dan teknologi asing. Pengembangan ilmu pengetahuan harus lebih fokus pada penguatan produksi domestik dengan mengoptimalkan bahan baku dalam negeri guna mewujudkan kemandirian nasional. Dengan demikian, visi masa depan Indonesia adalah melahirkan model pemimpin dan ilmuwan yang tidak hanya profesional dan ahli di bidangnya, tetapi juga memiliki integritas moral yang berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

NIKEN WAHYUNINGTIAS 2515012032 གིས-
NAMA: NIKEN WAHYUNINGTIAS
NPM: 2515012032
KELAS: B

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu dan perannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menekankan bahwa Pancasila merupakan hasil pemikiran mendalam bangsa Indonesia yang lahir dari nilai budaya, agama, dan sejarah perjuangan bangsa. Di tengah pesatnya perkembangan IPTEK dan arus globalisasi, Pancasila dipandang sebagai fondasi penting agar kemajuan ilmu tidak mengikis moral, mental, dan identitas bangsa.
Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu berfungsi sebagai landasan berpikir dan pedoman etis dalam proses pencarian serta pengembangan pengetahuan. Ilmu pengetahuan tidak hanya bertujuan untuk memenuhi rasa ingin tahu manusia, tetapi juga harus diarahkan pada kemaslahatan hidup manusia. Tanpa nilai Pancasila, ilmu dan teknologi berpotensi berkembang secara bebas, sekuler, dan tidak terkendali sehingga dapat merugikan kehidupan sosial dan kemanusiaan.
Jurnal ini juga menguraikan bahwa setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai yang relevan bagi pengembangan IPTEK, seperti nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. IPTEK harus dikembangkan dengan mempertimbangkan nilai religius, menghormati martabat manusia, memperkuat persatuan bangsa, menjunjung sikap demokratis, serta berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan bersama. Dengan demikian, IPTEK tidak hanya maju secara teknis, tetapi juga bermoral dan berbudaya.
Pada bagian simpulan, jurnal menegaskan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu harus menjadi dasar utama dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Pancasila berperan sebagai filter terhadap pengaruh negatif modernisasi dan globalisasi sekaligus sebagai pedoman agar kemajuan ilmu pengetahuan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara adil, bermartabat, dan berkelanjutan. Dengan berlandaskan Pancasila, pengembangan IPTEK diharapkan tetap selaras dengan jati diri dan tujuan bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Fitria Rahma wulandari གིས-
ANALISIS JURNAL

NAMA: FITRIA RAHMA WULANDARI
NPM: 2515012020

1.Identitas & Fokus Jurnal
Judul: Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Penulis: Syarifuddin (Fakultas Tarbiyah, IAI Muhammadiyah Bima).
Topik Utama: Menjelaskan Pancasila sebagai filsafat ilmu dan bagaimana nilai-nilainya memengaruhi perkembangan IPTEK di Indonesia.

2.Tujuan Penelitian
Penelitian/jurnal ini bertujuan untuk:
-Menegaskan posisi Pancasila sebagai filsafat ilmu—bukan sekadar dasar negara atau ideologi—melainkan landasan berpikir dan nilai dalam ilmu pengetahuan.
-Menjelaskan implikasi Pancasila terhadap perkembangan IPTEK, terutama agar perkembangan tersebut tetap berlandaskan nilai moral, kebudayaan, dan identitas bangsa.

3.Inti Isi (Ringkasan)
•Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
-Pancasila bukan sekadar norma negara, tetapi filsafat hidup bangsa Indonesia yang tumbuh dari pemikiran mendalam para pendiri bangsa.
-Sebagai filsafat ilmu, Pancasila menjadi dasar berpikir, berperilaku, dan mengembangkan ilmu yang mempertimbangkan nilai moral, etika, sosial, dan budaya.
-Keberadaan Pancasila penting supaya perkembangan IPTEK tidak sekadar mengejar kemajuan teknis, tetapi juga tetap memperhatikan nilai-nilai dasar kemanusiaan dan kebangsaan.
•Implikasi terhadap IPTEK
Jurnal ini menunjukkan bahwa implikasi Pancasila terhadap IPTEK antara lain:
-Moral & Etika Ilmiah
Pancasila menekankan pentingnya etika, tanggung jawab, dan moral dalam setiap kegiatan ilmiah dan teknologi, sehingga perkembangan IPTEK tidak menghasilkan dampak negatif sosial maupun budaya.
-Perlindungan Identitas & Budaya Bangsa
Tanpa landasan Pancasila, perkembangan ilmu dan teknologi berpotensi melepaskan diri dari budaya dan nilai lokal, bahkan mengancam identitas bangsa Indonesia.
-Pengembangan IPTEK yang Berkelanjutan
Nilai-nilai Pancasila mendorong agar IPTEK digunakan secara bertanggung jawab, adil, dan manusiawi sehingga manfaatnya tidak hanya bersifat material, tapi juga meningkatkan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata.

4. Kelebihan Penelitian
-Pilar filosofis yang kuat: Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila adalah filsafat ilmu, bukan hanya ideologi atau dasar negara semata.
-Penekanan nilai integratif: Menjelaskan bagaimana nilai Pancasila dapat ditempatkan secara konkret dalam perkembangan sains dan teknologi.
-Relevan dengan konteks sosial bangsa: Membantu pembaca memahami pentingnya landasan nilai dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi.

Kelemahan/Batasan
-Tidak bersifat empiris: Artikel ini bersifat konseptual/teoretis; tidak ada data empiris atau studi kasus yang menguji hubungan Pancasila dan IPTEK di lapangan.
-Fokus lebih pada landasan nilai dan kurang pada contoh konkret dalam pengembangan teknologi modern seperti AI, bioteknologi, atau sistem informasi.

5.Kesimpulan
Jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila berperan sebagai filsafat ilmu yang memberi arah nilai dan etika dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Implikasi Pancasila terhadap IPTEK meliputi:
-Menjaga moral dan etika ilmiah.
-Melindungi identitas budaya bangsa.
-Memastikan IPTEK memberi manfaat sosial yang berkeadilan.
Singkatnya: Tanpa landasan Pancasila, perkembangan IPTEK berpotensi menghasilkan dampak negatif sosial dan budaya.

Hubungan dengan Literatur Lain
Kajian lain juga berpendapat bahwa Pancasila berfungsi sebagai basis etika dan moral dalam IPTEK sehingga teknologi berkembang secara bertanggung jawab, sejalan dengan nilai keadilan sosial, kemanusiaan, dan identitas bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Aurelia Putri Salma གིས-
Nama  : AURELIA PUTRI SALMA
NPM    : 2515012005
Kelas   : A


“Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasinya terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”

     Jurnal ini menempatkan Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara atau ideologi politik, tetapi sebagai filsafat ilmu yang harus menjadi landasan dalam proses berpikir, pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis berangkat dari kegelisahan terhadap derasnya arus perkembangan IPTEK yang tidak selalu diiringi dengan penguatan nilai moral, etika, dan kepribadian bangsa. Dalam konteks tersebut, jurnal ini menegaskan bahwa IPTEK yang berkembang tanpa pijakan nilai Pancasila berpotensi merusak moralitas, mentalitas, dan identitas bangsa Indonesia.

Secara konseptual, jurnal ini kuat dalam menjelaskan bahwa Pancasila lahir dari proses historis dan kultural bangsa Indonesia yang panjang, sehingga memiliki legitimasi filosofis sebagai pandangan hidup dan sistem pengetahuan. Penulis menunjukkan bahwa Pancasila merupakan hasil sintesis dari berbagai pemikiran, budaya, dan pengalaman bangsa, sehingga layak dijadikan kerangka filosofis dalam pengembangan ilmu. Dengan pendekatan filsafat ilmu, Pancasila dipahami bukan sekadar norma praktis, tetapi sebagai dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam ilmu pengetahuan.

Dalam pembahasannya, jurnal ini menekankan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu mengarahkan ilmu agar tidak berhenti pada pencarian kebenaran rasional semata, melainkan juga diarahkan pada kebijaksanaan dan kemanfaatan bagi kehidupan manusia. Ilmu pengetahuan harus memiliki tujuan etik, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia secara lahir dan batin.

Pandangan ini mengkritik paradigma ilmu modern yang sering bersifat bebas nilai dan berorientasi pada kekuasaan, eksploitasi, serta dominasi teknologi.
Analisis implikasi setiap sila Pancasila terhadap pengembangan IPTEK menjadi kekuatan utama jurnal ini. Penulis berhasil menunjukkan bahwa sila Ketuhanan Yang Maha Esa memberikan batas moral dan spiritual bagi ilmu agar manusia tidak menempatkan dirinya sebagai pusat segalanya. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengarahkan IPTEK agar dikembangkan untuk kepentingan kemanusiaan, bukan sekadar kepentingan kelompok atau keuntungan ekonomi. Sila Persatuan Indonesia menegaskan bahwa IPTEK harus memperkuat nasionalisme, kemandirian bangsa, dan persatuan, bukan justru memperdalam ketergantungan pada bangsa lain.

Lebih lanjut, sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan dipahami sebagai dasar demokratisasi ilmu, di mana pengembangan IPTEK harus terbuka, dapat dikritisi, dan tidak dimonopoli oleh elit tertentu. Sementara itu, sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menegaskan bahwa hasil IPTEK harus dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh rakyat, serta menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, masyarakat, dan alam.

Secara metodologis, jurnal ini bersifat konseptual-filosofis dengan pendekatan studi pustaka. Pendekatan ini sesuai dengan tujuan penulis untuk menegaskan posisi Pancasila sebagai filsafat ilmu. Namun, keterbatasannya terletak pada minimnya contoh konkret atau studi kasus IPTEK kontemporer yang dapat memperkuat relevansi praktis gagasan tersebut di era digital saat ini.
Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan kontribusi penting dalam kajian Pendidikan Pancasila dan filsafat ilmu dengan menegaskan bahwa kemajuan IPTEK harus selalu dikendalikan oleh nilai-nilai Pancasila. 

Jurnal ini meneguhkan pandangan bahwa IPTEK tidak boleh berdiri netral dan bebas nilai, melainkan harus berpihak pada kemanusiaan, keadilan, persatuan, dan kesejahteraan bangsa Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Andini Larasati གིས-
NAMA:ANDINI LARASATI
NPM:2515012058

Jurnal ini membahas pentingnya Pancasila sebagai dasar filsafat ilmu yang harus menjiwai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menjelaskan bahwa perkembangan IPTEK yang sangat pesat dapat membawa manfaat besar, tetapi juga berpotensi merusak moral, mental, dan jati diri bangsa jika tidak dibimbing oleh nilai-nilai Pancasila. Pancasila diposisikan sebagai pedoman berpikir, bersikap, dan bertindak dalam pengembangan ilmu agar tetap berlandaskan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Setiap sila Pancasila memiliki implikasi langsung dalam IPTEK, seperti menjunjung etika, menghormati martabat manusia, memperkuat persatuan, bersikap terbuka dan demokratis, serta mewujudkan keadilan sosial. Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa pengembangan IPTEK yang berlandaskan Pancasila diharapkan mampu menciptakan kemajuan ilmu yang bermoral, berkeadilan, dan bermanfaat bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.

Jurnal ini menunjukkan bahwa Pancasila dapat dijadikan landasan filsafat ilmu dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Setiap sila Pancasila memiliki implikasi langsung terhadap IPTEK, yaitu sebagai pedoman etika, moral, dan arah pengembangan ilmu agar tidak bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan kepribadian bangsa. IPTEK yang berkembang pesat perlu dikendalikan oleh nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial agar tidak menimbulkan dampak negatif seperti krisis moral, dehumanisasi, dan hilangnya jati diri bangsa.

Jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila memiliki peran yang sangat penting sebagai filsafat ilmu dan pedoman utama dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila diharapkan mampu menciptakan kemajuan IPTEK yang bermoral, berkeadilan, berorientasi pada kesejahteraan manusia, serta tetap menjaga identitas dan karakter bangsa Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

NABILA ALICE GUSTIANA གིས-
Nama: NABILA ALICE GUSTIANA
NPM: 2515012007
Kelas: B

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu yang menjadi landasan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia untuk menjaga moralitas bangsa. Penulis, Syarifuddin, menekankan bahwa kemajuan IPTEK tanpa nilai Pancasila justru berpotensi merusak budaya dan mentalitas masyarakat. Analisis menyoroti Pancasila sebagai hasil akulturasi budaya nusantara yang harus memfilter informasi global.

Dokumen menjelaskan Pancasila sebagai dasar falsafah negara yang lahir dari pemikiran mendalam para pendiri bangsa, seperti Soekarno. Pancasila diposisikan sebagai filsafat ilmu yang mengintegrasikan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial dalam pengembangan pengetahuan. Pendekatan ini mencegah IPTEK menjadi alat penghancur akibat arus informasi cepat dari luar.

Setiap sila memiliki implikasi spesifik terhadap IPTEK:
Sila 1 (Ketuhanan): Menanamkan nilai religius untuk keseimbangan rasional-irrasional, menghormati agama lain.

Sila 2 (Kemanusiaan): Mengarahkan IPTEK untuk kesejahteraan semua manusia, bukan elite.

Sila 3 (Persatuan): Memperkuat nasionalisme melalui IPTEK untuk kesatuan bangsa.

Sila 4 (Kerakyatan): Mendorong pengembangan IPTEK secara demokratis dan terbuka kritik.

Sila 5 (Keadilan Sosial): Menjaga keseimbangan hak-kewajiban serta hubungan manusia-alam.

Pancasila diharapkan membawa IPTEK menuju kehidupan sejahtera, aman, dan damai dengan memperbaiki kualitas hidup bangsa.
In reply to NABILA ALICE GUSTIANA

Re: Forum Analisis Jurnal

Annaisha Nasywaa Rasendriya གིས-
NAMA : ANNAISHA NASYWAA RASENDRIYA
NPM : 2515012074
KELAS : A

ANALISIS JURNAL

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu yang berperan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis melihat bahwa kemajuan IPTEK yang begitu pesat saat ini membawa dua sisi sekaligus. Di satu sisi memberi kemudahan dan kemajuan, tetapi di sisi lain berpotensi menimbulkan krisis nilai apabila tidak diarahkan dengan landasan yang jelas. Karena itu, Pancasila diposisikan sebagai dasar filosofis agar ilmu pengetahuan tidak berkembang secara bebas tanpa mempertimbangkan nilai kemanusiaan dan moral bangsa.

Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai sistem filsafat yang lahir dari pengalaman historis dan kebudayaan bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hasil perenungan mendalam para pendiri bangsa terhadap realitas sosial, budaya, dan spiritual masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, Pancasila dianggap relevan untuk dijadikan landasan berpikir dalam pengembangan ilmu pengetahuan, bukan hanya sebagai simbol formal, tetapi sebagai pedoman yang hidup.

Pembahasan mengenai Pancasila sebagai filsafat ilmu menekankan bahwa ilmu pengetahuan pada dasarnya tidak bersifat netral nilai. Ilmu selalu berkaitan dengan tujuan, kepentingan, dan dampaknya bagi manusia. Pancasila berfungsi memberi arah agar pengembangan ilmu tidak hanya berorientasi pada kebenaran rasional dan kemajuan teknologi, tetapi juga pada kemaslahatan manusia. Dengan landasan ini, ilmu pengetahuan diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara akal, etika, dan tanggung jawab sosial.

Penulis juga menguraikan implikasi nilai-nilai Pancasila terhadap pengembangan IPTEK. Setiap sila memberikan batasan sekaligus arah etis dalam pengembangan ilmu, mulai dari pentingnya nilai ketuhanan dalam proses berpikir ilmiah, penghormatan terhadap martabat manusia, penguatan persatuan bangsa melalui kemajuan teknologi, kebebasan ilmiah yang bertanggung jawab, hingga tujuan akhir berupa keadilan sosial. Dari sini terlihat bahwa IPTEK idealnya dikembangkan untuk memperbaiki kualitas hidup manusia, bukan sekadar mengejar kemajuan material.

Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan globalisasi dan modernisasi. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemajuan IPTEK diharapkan tetap sejalan dengan nilai kemanusiaan, keadilan, dan kepribadian bangsa Indonesia. Pendekatan ini penting agar ilmu pengetahuan tidak justru menjadi sumber masalah, tetapi menjadi sarana untuk membangun kehidupan bangsa yang lebih bermakna.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Nanda Hanifatuzzakiyyah གིས-

NAMA : Nanda Hanifatuzzakiyyah

NPM : 2515012050

KELAS : B


Pancasila: "Kompas" Supaya Kita Tidak Tersesat di Dunia Teknologi

       Teknologi itu seperti pisau bermata dua. Kalau kita tidak mempunyai pegangan yang kuat yaitu Pancasila sebagai filsafat ilmu kemajuan ini bukannya membuat kita maju, malah bisa membuat kita kehilangan jati diri sebagai orang Indonesia.

        Di jurnal ini dijelaskan kalau Pancasila itu sebenarnya adalah hasil pemikiran yang mendalam dari para pendiri bangsa kita. Fungsinya tidak hanya untuk di hafal saat upacara, tapi jadi landasan berpikir. Sama seperti kalau IPTEK berkembang tanpa nilai-nilai Pancasila. Orang bisa saja makin pintar secara teknis, tapi moral nya hancur. Misalnya, makin bisa membuat aplikasi tapi ujung-ujungnya dipakai untuk menipu, menyebar hoaks, atau merusak persatuan. Tanpa filter Pancasila, budaya asing yang tidak cocok sama kita seperti sikap individualis atau hedonisme dapat mudah sekali masuk dan merusak mental kita.

        Makanya, implikasinya untuk kita di kampus itu besar sekali.  Setiap ilmu yang kita pelajari harus punya tujuan untuk memanusiakan manusia, menjaga alam Indonesia, dan membuat masyarakat semakin sejahtera secara adil. Jadi, sesibuk apa pun kita mengejar IPK dan teknologi terbaru, kita harus tetap membumi dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan persatuan.

Kesimpulannya, Pancasila itu ibarat "saringan" atau filter digital yang paling canggih untuk kita. Dengan pegang teguh filsafat Pancasila, kita bisa tetap gaul dan melek teknologi tanpa harus kehilangan etika dan rasa cinta sama tanah air. IPTEK harusnya bikin hidup kita lebih bermakna, bukan malah bikin kita makin jauh dari nilai-nilai luhur bangsa kita sendiri.



In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Ladewa Chessa Alvino གིས-
Nama : Ladewa Chessa Alvino
NPM : 2515012013
Kelas : B

Dalam jurnal ini, terdapat beberapa pokok bahasan :
​1. Konsep Dasar Pancasila sebagai Filsafat.
​Jurnal ini menjelaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan hasil pemikiran mendalam (falsafah) yang digali dari budaya nusantara. Sebagai filsafat ilmu, Pancasila berfungsi sebagai:
-​Landasan Berpikir: Menjadi dasar dalam proses manusia mencari pengetahuan.
-​Pedoman Hidup: Mengarahkan pengembangan ilmu agar tidak hanya mencari kebenaran teoretis, tetapi juga mencapai kebahagiaan lahir dan batin.
-​Filter Ideologis: Menjadi penyaring terhadap derasnya arus informasi dan modernisasi agar bangsa tetap memiliki identitas yang kuat.

​2. Urgensi Pancasila dalam IPTEK.
​Penulis menekankan bahwa kemajuan IPTEK yang sangat cepat dapat menjadi aspek penghancur jika tidak dibarengi dasar moralitas yang kuat. Tanpa landasan Pancasila, pengembangan ilmu pengetahuan akan terlepas dari nilai-nilai hakiki kemanusiaan.

​3. Implikasi Sila-Sila Pancasila terhadap IPTEK.
​Pengembangan ilmu pengetahuan harus selaras dengan nilai-nilai dalam setiap sila:
​-Sila I (Ketuhanan): Menyeimbangkan aspek rasional dan irasional. Ilmuwan harus sadar akan keterbatasan akal manusia di hadapan Sang Pencipta.
-​Sila II (Kemanusiaan): IPTEK harus diabdikan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, bukan membuat manusia sombong atau hanya menguntungkan kelompok tertentu.
-​Sila III (Persatuan): IPTEK harus memperkuat rasa nasionalisme dan persaudaraan antar-daerah di Indonesia.
-​Sila IV (Kerakyatan): Menuntut adanya kebebasan akademik yang demokratis, di mana setiap ilmuwan harus terbuka terhadap kritik dan perbandingan teori.
-​Sila V (Keadilan Sosial): IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, Tuhan, sesama, serta lingkungan alamnya.

​Kesimpulan:
​Jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila adalah sistem pengetahuan yang memberikan landasan normatif bagi penguasaan IPTEK. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila, pengembangan ilmu pengetahuan diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup masyarakat Indonesia yang sejahtera, aman, dan damai.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Kaysan Al Faizan གིས-
Nama: Kaysan Al Faizan
NPM: 2515012047

Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya berperan sebagai lambang kenegaraan, tetapi merupakan hasil perenungan filosofis yang bersumber dari kebudayaan bangsa Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai filsafat ilmu, Pancasila berfungsi sebagai dasar cara berpikir manusia dalam memperoleh pengetahuan, pedoman hidup yang mengarahkan pengembangan ilmu agar tidak berhenti pada kebenaran teoritis semata, serta sebagai penyaring ideologis untuk menghadapi arus globalisasi dan modernisasi tanpa kehilangan jati diri bangsa.

Penulis menyoroti bahwa kemajuan IPTEK yang berlangsung sangat cepat berpotensi menimbulkan dampak negatif apabila tidak disertai landasan moral yang kuat. Tanpa nilai-nilai Pancasila, pengembangan ilmu pengetahuan berisiko menjauh dari hakikat kemanusiaan dan tujuan kesejahteraan bersama.

Setiap sila Pancasila memiliki peran dalam mengarahkan pengembangan IPTEK. Sila Ketuhanan menuntut keseimbangan antara akal dan kesadaran spiritual, sehingga manusia menyadari keterbatasan rasio di hadapan Tuhan. Sila Kemanusiaan mengarahkan IPTEK untuk meningkatkan martabat manusia, bukan demi kesombongan atau kepentingan segelintir pihak. Sila Persatuan menegaskan bahwa IPTEK harus memperkuat rasa kebangsaan dan solidaritas antarwilayah. Sila Kerakyatan menuntut iklim akademik yang demokratis dan terbuka terhadap kritik. Sementara itu, Sila Keadilan Sosial menekankan pentingnya keadilan dalam hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, diri sendiri, dan lingkungan alam.

Kesimpulan
Jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila merupakan sistem pengetahuan yang memberikan kerangka normatif dalam pengembangan IPTEK. Integrasi nilai-nilai Pancasila diharapkan mampu mengarahkan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara adil, aman, damai, dan berkelanjutan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Alif Aditiya Nugroho གིས-
Nama: Alif Aditiya Nugroho
Kelas: B
NPM: 2515012042

Analisis Jurnal Pertemuan Ke-15

Jurnal “Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasinya terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi” menempatkan Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai filsafat ilmu yang harus menjadi landasan dalam pengembangan dan penerapan IPTEK di Indonesia. Penulis menyoroti pesatnya perkembangan teknologi yang tidak selalu diikuti penguatan nilai moral, sehingga berpotensi merusak karakter dan identitas bangsa jika tidak berpijak pada Pancasila.

Jurnal ini menjelaskan bahwa Pancasila lahir dari proses historis dan budaya bangsa Indonesia, sehingga memiliki legitimasi filosofis sebagai pandangan hidup dan sistem pengetahuan. Dengan pendekatan filsafat ilmu, Pancasila dipahami sebagai dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang mengarahkan ilmu agar tidak hanya mengejar kebenaran rasional, tetapi juga memberi manfaat dan kebijaksanaan bagi kehidupan manusia.

Setiap sila Pancasila dikaitkan dengan etika pengembangan IPTEK, seperti batas moral dan spiritual, orientasi kemanusiaan, penguatan persatuan bangsa, demokratisasi ilmu, serta pemerataan manfaat teknologi. Secara metodologis, jurnal ini bersifat konseptual melalui studi pustaka, meskipun masih minim contoh konkret IPTEK masa kini. Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa IPTEK tidak bersifat bebas nilai, tetapi harus dikembangkan sesuai nilai Pancasila demi kemanusiaan dan kesejahteraan bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Aldi - གིས-
NAMA : ALDI
NPM : 2515012052

Jurnal “Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi” menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai landasan filosofis dan etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Perkembangan iptek yang sangat pesat membawa dampak positif berupa kemudahan akses informasi dan peningkatan kualitas kehidupan, namun di sisi lain berpotensi menimbulkan degradasi moral, lunturnya nilai budaya, serta melemahnya jati diri bangsa apabila tidak dibingkai oleh nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, pengembangan iptek harus diarahkan dan dikendalikan oleh nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial agar kemajuan ilmu tidak hanya berorientasi pada efisiensi dan kemanfaatan teknis, tetapi juga pada pembentukan manusia yang bermoral, berkeadaban, serta berkontribusi bagi kesejahteraan dan keberlanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Aulia mutia Saputri གིས-
Nama: AULIA MUTIA SAPUTRI
NPM: 2515012006

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu yang menjadi landasan berpikir, bersikap, dan bertindak dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman filosofis dan etis dalam pengembangan ilmu agar tidak terlepas dari nilai moral, kemanusiaan, dan kepribadian bangsa.

Jurnal ini menyoroti bahwa perkembangan IPTEK yang sangat pesat, jika tidak diimbangi dengan nilai-nilai Pancasila, berpotensi merusak moralitas dan mentalitas bangsa. Oleh karena itu, Pancasila harus berfungsi sebagai alat penyaring (filter) terhadap pengaruh globalisasi dan arus informasi yang masuk ke Indonesia.

Setiap sila Pancasila dijelaskan implikasinya dalam pengembangan IPTEK, mulai dari pentingnya nilai religius dan etika (Ketuhanan), orientasi kemanusiaan dan kesejahteraan (Kemanusiaan), penguatan persatuan nasional (Persatuan), pengembangan ilmu yang demokratis dan terbuka terhadap kritik (Kerakyatan), hingga pemerataan manfaat IPTEK demi keadilan sosial (Keadilan Sosial).

Kesimpulannya, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu harus menjadi dasar pengembangan IPTEK agar kemajuan ilmu pengetahuan mampu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia secara seimbang, bermoral, dan berkeadilan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Alya Nawra Khairunnisa གིས-
NAMA : ALYA NAWRA KHAIRUNNISA
NPM : 2515012041

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu yang memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menjelaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman berpikir dan bersikap dalam mengembangkan ilmu agar tidak menyimpang dari nilai-nilai bangsa.

Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa kemajuan IPTEK membawa banyak manfaat bagi kehidupan manusia, seperti mempermudah aktivitas, meningkatkan efisiensi, dan mendorong kemajuan bangsa. Namun, jika perkembangan IPTEK tidak diarahkan dengan baik, hal tersebut dapat menimbulkan dampak negatif, seperti krisis moral, lunturnya nilai kemanusiaan, dan ketimpangan sosial. Oleh karena itu, Pancasila diperlukan sebagai landasan agar IPTEK berkembang secara seimbang antara kemajuan ilmu dan nilai etika.

Setiap sila dalam Pancasila memiliki peran dalam pengembangan IPTEK. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan bahwa ilmu harus dikembangkan dengan tanggung jawab moral dan kesadaran akan nilai spiritual. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menekankan bahwa IPTEK harus digunakan untuk kesejahteraan manusia dan tidak merugikan sesama. Sila Persatuan Indonesia mengarahkan IPTEK untuk memperkuat persatuan bangsa, bukan menimbulkan perpecahan. Sila Kerakyatan mengajarkan penggunaan ilmu secara demokratis dan terbuka, sedangkan Sila Keadilan Sosial menuntut agar hasil perkembangan IPTEK dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu sangat penting untuk menjaga agar perkembangan IPTEK tetap selaras dengan nilai-nilai bangsa Indonesia. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar, ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat membawa kemajuan tanpa menghilangkan jati diri dan moral masyarakat Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Shera Aurellia Meylannie གིས-
Nama : Shera Aurellia Meylannie
NPM : 2515012034
Kelas : B

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai dasar filsafat ilmu yang berperan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya ideologi negara, tetapi juga hasil pemikiran mendalam bangsa Indonesia yang seharusnya menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan mengembangkan ilmu.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat membawa banyak kemudahan, namun juga berpotensi menimbulkan masalah jika tidak dibarengi dengan nilai Pancasila. Arus informasi global yang masuk tanpa filter dapat memengaruhi moral, budaya, dan cara berpikir masyarakat. Karena itu, Pancasila diperlukan sebagai penyaring agar kemajuan IPTEK tetap sejalan dengan kepribadian bangsa.

Sebagai filsafat ilmu, Pancasila memberi arah agar ilmu pengetahuan tidak hanya mengejar kebenaran dan kemajuan, tetapi juga memperhatikan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Ilmu pengetahuan harus dikembangkan untuk kepentingan manusia, bukan justru merugikan atau merendahkan martabat manusia itu sendiri.

Setiap sila Pancasila memiliki implikasi dalam pengembangan IPTEK. Nilai Ketuhanan menuntun manusia agar menyadari keterbatasannya dan tetap berlandaskan nilai spiritual. Nilai kemanusiaan menegaskan bahwa IPTEK harus berpihak pada kesejahteraan manusia. Persatuan mengarahkan IPTEK untuk memperkuat kebangsaan. Kerakyatan menuntut pengembangan ilmu secara demokratis dan terbuka. Sementara keadilan sosial menegaskan bahwa manfaat IPTEK harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu.

Jadi, dari jurnal ini dapat disimpulkan bahwa Pancasila memiliki peran penting sebagai landasan filsafat ilmu dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, IPTEK diharapkan berkembang secara seimbang antara kemajuan dan nilai moral. Pengembangan ilmu yang berlandaskan Pancasila dapat membantu mewujudkan kehidupan bangsa Indonesia yang lebih manusiawi, adil, dan bermartabat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Astri Yova Pratiwi གིས-
NAMA: ASTRI YOVA PRATIWI
NPM:2515012085
KELAS B

1. Esensi Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan sebuah sistem filsafat yang menjadi landasan berpikir (epistemologis) bagi bangsa Indonesia. Sebagai filsafat ilmu, Pancasila memberikan kerangka bagi ilmuwan untuk tidak hanya mengejar kebenaran teknis, tetapi juga kebenaran yang bermoral.

Implikasi: Pengembangan IPTEK di Indonesia tidak boleh bersifat bebas nilai (value-free), melainkan harus terikat nilai (value-bound) yang bersumber dari akar budaya dan religi bangsa sendiri.

2. Urgensi Pancasila di Tengah Derasnya Informasi
Penulis menyoroti bahwa di era digital, informasi masuk tanpa filter. Jika IPTEK berkembang tanpa dasar Pancasila yang kuat, maka akan terjadi kerusakan pada moralitas dan mentalitas bangsa.
Analisis: Tanpa "kompas" Pancasila, masyarakat mudah terjebak dalam pragmatisme, hoaks, dan individualisme yang dibawa oleh teknologi global.

3. Landasan Aksiologis (Tujuan Ilmu)
Secara filosofis, pengembangan ilmu dalam perspektif Pancasila harus memiliki implikasi nyata bagi kualitas hidup:
Kesejahteraan Bersama: Ilmu pengetahuan dikembangkan untuk mencapai keadilan sosial, bukan untuk menindas kelompok lain.
Kemanusiaan: Teknologi harus tetap menempatkan manusia sebagai subjek yang bermartabat, bukan sekadar objek dari mesin atau algoritma.

Pancasila sebagai Paradigma Ilmu dan Kebijakan Etika
Pancasila berfungsi sebagai paradigma (kerangka acuan) dalam setiap disiplin ilmu melalui rincian berikut:

Sila 1 (Ketuhanan): Melengkapi ilmu dengan etika religius. Kebijakan ilmu harus memastikan bahwa inovasi tidak melanggar hukum alam atau merusak hubungan manusia dengan Tuhan.
Sila 2 (Kemanusiaan): Menjadi landasan etika agar IPTEK tidak mendehumanisasi. Contohnya, dalam ilmu medis atau IT, privasi dan martabat manusia adalah prioritas utama.
Sila 3 (Persatuan): Kebijakan ilmu harus mengarah pada integrasi nasional. Inovasi teknologi komunikasi harus digunakan untuk mempersatukan, bukan memecah belah melalui hoaks.
Sila 4 (Kerakyatan): Pengembangan ilmu bersifat demokratis dan partisipatif, melibatkan aspirasi rakyat dalam setiap kebijakan teknologi.
Sila 5 (Keadilan): Kebijakan ilmu harus menjamin distribusi teknologi yang merata agar tidak terjadi jurang digital (digital divide)

B. Harapan Model Pemimpin, Warganegara, dan Ilmuwan Masa Depan
Harapan ke depan adalah terciptanya ekosistem bangsa yang "Pancasilais" dalam perilaku nyata:

Pemimpin Pancasilais: Sosok yang menggunakan kekuasaannya sebagai amanah Tuhan, transparan dalam kebijakan, dan berani mengambil keputusan sulit demi persatuan nasional di atas kepentingan partai atau golongan.

Warganegara Pancasilais: Individu yang memiliki literasi digital tinggi (mampu memfilter hoaks), menghargai perbedaan pendapat di media sosial, dan memiliki semangat nasionalisme ekonomi dengan mencintai inovasi lokal.

Ilmuwan Pancasilais: Inovator yang memiliki Integritas Moral tinggi. Mereka tidak hanya menciptakan sesuatu yang canggih, tetapi juga yang bermanfaat bagi rakyat kecil dan ramah lingkungan. Ilmuwan yang berdedikasi pada kemandirian bangsa agar Indonesia berdaulat secara teknologi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Nayla Hafizah Tri Agustin གིས-
Nama : Nayla Hafizah Tri Agustin
NPM : 2515012010

Analisis jurnal
"PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI
TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN
TEKNOLOGI"

Jurnal ini menjelaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki peran penting sebagai filsafat ilmu dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penulis menyoroti bahwa perkembangan IPTEK yang sangat pesat di era globalisasi telah membawa banyak kemudahan dalam kehidupan manusia, namun di sisi lain juga menimbulkan berbagai tantangan, terutama dalam aspek moral, mental, dan budaya bangsa. Tanpa landasan nilai-nilai Pancasila yang kuat, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berpotensi disalahgunakan dan justru dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Pancasila dipandang sebagai pedoman utama yang mampu menyaring pengaruh global agar sesuai dengan kepribadian bangsa.

Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu berfungsi sebagai dasar berpikir, dasar etika, dan arah tujuan dalam pengembangan IPTEK. Setiap sila Pancasila mengandung nilai yang harus diimplementasikan dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menekankan bahwa pengembangan ilmu harus dilandasi nilai religius, moral, dan etika agar manusia tidak bersikap sombong terhadap kemampuannya. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengarahkan IPTEK agar dikembangkan untuk kesejahteraan dan martabat manusia, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu atau merugikan sesama. Sila Persatuan Indonesia menegaskan bahwa IPTEK harus berperan dalam memperkuat persatuan, nasionalisme, dan identitas bangsa di tengah arus globalisasi. Selanjutnya, Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan menuntut agar pengembangan IPTEK dilakukan secara demokratis, terbuka terhadap kritik, serta bertanggung jawab. Sementara itu, Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menekankan bahwa manfaat IPTEK harus dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Secara keseluruhan, jurnal ini menyimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting untuk menciptakan kemajuan yang berimbang antara aspek intelektual, moral, dan sosial. Dengan menjadikan Pancasila sebagai filsafat ilmu, pengembangan IPTEK di Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat karakter bangsa, serta menciptakan kehidupan nasional yang adil, sejahtera, aman, dan bermartabat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Ahmad Dzulhakim གིས-
Nama: Ahmad Dzulhakim
NPM: 2515012057
Kelas: B


Jurnal “Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasinya terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi” karya Syarifuddin mengkaji peran Pancasila sebagai dasar filosofis dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Penulis menyoroti pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang membawa dampak besar dalam kehidupan masyarakat, namun berpotensi menimbulkan krisis moral dan melemahnya jati diri bangsa apabila tidak dibarengi dengan nilai-nilai Pancasila.

Dalam jurnal ini, Pancasila dipahami tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai filsafat ilmu yang memberikan arah dan batas dalam proses pengembangan pengetahuan. Ilmu pengetahuan dipandang tidak bebas nilai, melainkan harus berlandaskan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Melalui kelima sila tersebut, penulis menegaskan bahwa IPTEK seharusnya dikembangkan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, memperkuat persatuan bangsa, serta mewujudkan kesejahteraan sosial.

Kelebihan jurnal ini terletak pada kekuatan argumentasi normatif dan relevansinya dengan konteks kebangsaan Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan globalisasi. Namun, pembahasannya masih bersifat konseptual dan kurang disertai contoh konkret penerapan nilai Pancasila dalam perkembangan IPTEK modern. Meskipun demikian, jurnal ini memberikan pemahaman penting bahwa Pancasila harus dijadikan pedoman utama agar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tetap selaras dengan nilai dan kepribadian bangsa Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

awaliyatu rohmah གིས-
Nama : Awaliyatu Rohmah
NPM : 2515012019
Kelas : B

1. Eksistensi Pancasila sebagai Sistem Filsafat
Pancasila merupakan hasil pemikiran mendalam para pendiri bangsa yang digali dari berbagai unsur budaya di Nusantara. Sebagai dasar falsafah negara, Pancasila bersifat final dan menjadi pedoman hidup yang memberikan identitas khas bagi bangsa Indonesia. Secara filosofis, Pancasila merupakan sebuah sintesis pemikiran yang harmonis, lahir dari dialektika berbagai pandangan untuk mempersatukan bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan fundamental dalam seluruh proses berpikir dan pencarian pengetahuan. Perannya mencakup beberapa aspek krusial:
Pancasila memberikan landasan teoretik dan normatif bagi penguasaan serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
Sebagai sistem pengetahuan, Pancasila membantu masyarakat memikirkan masalah dasar kehidupan secara rasional dan universal.
Pancasila berfungsi sebagai filter terhadap dampak negatif modernisasi dan penyempitan ideologis, sehingga bangsa Indonesia tetap memiliki sikap kritis namun terbuka.
Tujuan pengembangan ilmu dalam perspektif ini adalah untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik di dunia maupun di akhirat.
3. Implikasi Sila-Sila Pancasila dalam Pengembangan IPTEK
Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Pengembangan IPTEK harus mengakui batasan pemikiran manusia dan mengembalikannya pada kekuasaan Sang Pencipta. Implikasinya adalah terciptanya keseimbangan antara aspek rasional dan irasional, serta antara akal dan rasa. IPTEK tidak boleh menempatkan manusia sebagai pusat alam semesta, melainkan sebagai bagian dari ciptaan Tuhan.
Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila ini memberikan arah moral agar IPTEK dikembalikan pada fungsi hakikinya, yaitu untuk kesejahteraan umat manusia secara umum, bukan hanya untuk kepentingan kelompok tertentu. Pembangunan IPTEK harus beradab dan ditujukan untuk meningkatkan harkat serta martabat manusia, bukan justru menciptakan keangkuhan.
Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Kemajuan IPTEK diimplikasikan sebagai sarana untuk memperkuat rasa nasionalisme dan persatuan bangsa. Teknologi informasi dan komunikasi harus mampu menjalin persaudaraan antardaerah dan memelihara keutuhan wilayah Indonesia dalam pergaulan internasional.
Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Dalam hal ini, IPTEK harus dikembangkan secara demokratis. Setiap ilmuwan memiliki kebebasan untuk berkarya, namun wajib menghormati kebebasan orang lain serta bersikap terbuka terhadap kritik, kajian ulang, maupun perbandingan dengan teori-teori lainnya.
Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Pengembangan IPTEK wajib menjaga keseimbangan keadilan dalam berbagai dimensi kehidupan. Hal ini mencakup hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dengan masyarakat bangsa dan negara, hingga hubungan manusia dengan alam lingkungannya.
4. Kesimpulan Analisis
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak dibarengi dengan dasar Pancasila yang kuat berisiko merusak moralitas dan mentalitas bangsa. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pegangan, diharapkan perkembangan IPTEK dapat membawa perbaikan kualitas hidup dan menciptakan masyarakat Indonesia yang sejahtera, aman, serta damai.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Alya Viantrika Nabila གིས-
NAMA:Alya Viantrika Nabila
NPM:2515012026

Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman hidup bangsa Indonesia yang lahir dari proses panjang pemikiran dan perjuangan para pendiri bangsa. Nilai-nilai Pancasila digali dari budaya Nusantara dan dirumuskan melalui musyawarah, sehingga menjadi fondasi yang kokoh bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, Pancasila bersifat final dan harus dijadikan acuan dalam seluruh aspek pembangunan nasional, termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini berlangsung sangat cepat dan memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Kemajuan ini membawa banyak manfaat, seperti kemudahan akses informasi, efisiensi pekerjaan, dan meningkatnya kualitas hidup. Namun, tanpa landasan nilai Pancasila yang kuat, perkembangan IPTEK justru dapat menimbulkan dampak negatif, seperti menurunnya moral, melemahnya mental bangsa, serta terkikisnya identitas budaya nasional.

Pancasila berperan sebagai filsafat ilmu, yaitu dasar dalam cara berpikir dan bertindak manusia Indonesia dalam mengembangkan pengetahuan. Artinya, ilmu pengetahuan tidak hanya bertujuan mencari kebenaran secara rasional, tetapi juga harus mempertimbangkan nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Dengan landasan ini, ilmu pengetahuan diharapkan dapat berkembang secara seimbang antara akal, moral, dan tanggung jawab sosial.

Setiap sila Pancasila memiliki implikasi penting dalam pengembangan IPTEK. Nilai Ketuhanan menuntun manusia agar ilmu dikembangkan dengan etika dan kesadaran akan keterbatasan manusia. Nilai kemanusiaan menegaskan bahwa IPTEK harus digunakan untuk kesejahteraan umat manusia. Nilai persatuan mengarahkan IPTEK untuk memperkuat nasionalisme dan kebersamaan. Nilai kerakyatan mendorong pengembangan ilmu secara demokratis dan terbuka terhadap kritik. Sementara itu, nilai keadilan sosial menuntut agar manfaat IPTEK dapat dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat Indonesia.

Dengan demikian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan Pancasila diharapkan mampu membawa kemajuan yang tidak hanya bersifat material, tetapi juga bermoral dan beradab. IPTEK yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila akan membantu mewujudkan kehidupan bangsa Indonesia yang sejahtera, aman, dan berkeadilan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Handaru Rakha Albaihaqi གིས-
ANALISIS JURNAL ILMIAH
​Data Mahasiswa
​Nama: Handaru Rakha Albaihaqi
​NPM: 2515012045
​Kelas: B
​I. Identitas Jurnal
​Judul: Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
​Penulis: Syarifuddin
​Instansi: Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima
​Sumber: eL-Muhbib: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar, Vol. 2 No. 2, Desember 2018
​II. Abstrak dan Pendahuluan
​Artikel ini menjabarkan peran Pancasila sebagai falsafah dan pedoman hidup bangsa yang dihasilkan dari pemikiran mendalam para pendiri negara. Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini sangat cepat dan memengaruhi segala aspek kehidupan budaya bangsa. Namun, kemajuan teknologi yang tidak dibarengi dengan dasar Pancasila yang kuat berisiko menjadi aspek penghancur moralitas dan mentalitas bangsa. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila harus diperkuat sebagai filter terhadap derasnya arus informasi global.
​III. Konsep Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
​Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berpikir dan berpengetahuan. Hal ini berarti setiap pengetahuan yang berkembang harus memperhatikan aspek Ketuhanan dan kemanusiaan agar tidak terlepas dari nilai hakiki pengetahuan itu sendiri. Sebagai suatu sistem pengetahuan, Pancasila memberikan landasan teoretis dan normatif bagi penguasaan IPTEK serta menetapkan tujuan yang dilandasi oleh moralitas kepribadian manusia. Pancasila membantu bangsa Indonesia mengambil sikap terbuka namun tetap kritis terhadap dampak modernisasi.
​IV. Implikasi Sila-Sila Pancasila dalam Pengembangan IPTEK
​1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila ini memberikan dasar bahwa manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan harus memahami batas kemampuannya, karena tidak semua hal di alam ini dapat dijangkau oleh akal manusia. IPTEK harus menciptakan perimbangan antara rasionalitas dan spiritualitas, serta menempatkan Tuhan sebagai pusat jagad raya, bukan manusia.
​2. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Implikasi sila kedua adalah memberikan arah agar ilmu pengetahuan dikembalikan pada fungsi asalnya, yaitu untuk kemanusiaan, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu. Pengembangan IPTEK harus didasarkan pada usaha meningkatkan harkat dan martabat manusia agar manusia tidak menjadi angkuh akibat kemajuan teknologi.
​3. Sila Persatuan Indonesia
Sila ini memberikan kesadaran bahwa kemajuan IPTEK seharusnya memperkuat rasa nasionalisme dan persatuan bangsa. Melalui IPTEK, persaudaraan antar daerah di Indonesia dapat terjalin dengan lebih erat dan terpelihara dalam hubungan internasional.
​4. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan...
Sila keempat mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis. Setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan ilmu, namun wajib menghormati kebebasan orang lain serta bersikap terbuka terhadap kritik maupun kajian ulang atas penemuan-penemuannya.
​5. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Dalam pengembangan IPTEK, sila kelima menekankan pentingnya menjaga keseimbangan keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, Tuhan, sesama manusia, masyarakat, bangsa, negara, serta alam lingkungannya.
​V. Simpulan
​Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan pedoman bagi bangsa Indonesia untuk menyelesaikan berbagai masalah kehidupan secara rasional. Pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila diharapkan mampu membawa perbaikan kualitas hidup serta mewujudkan masyarakat yang sejahtera, aman, dan damai.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Dawam Nugraha གིས-
NAMA: DAWAM NUGRAHA
NPM: 2515012064
KELAS: B

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu dan menekankan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak boleh dilepaskan dari nilai-nilai dasar bangsa Indonesia. Penulis, Syarifuddin, melihat bahwa kemajuan IPTEK yang begitu cepat memang membawa banyak kemudahan, tetapi jika tidak dibarengi dengan landasan Pancasila yang kuat justru bisa merusak moral, mental, dan jati diri bangsa. Arus informasi global yang sangat bebas membuat masyarakat mudah terpengaruh nilai luar, sehingga Pancasila dipandang penting sebagai pegangan dan penyaring agar bangsa Indonesia tidak kehilangan arah dalam menghadapi modernisasi.

Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga hasil pemikiran mendalam yang lahir dari pengalaman sejarah dan budaya bangsa. Karena itu, Pancasila layak dijadikan filsafat ilmu, yaitu sebagai dasar cara berpikir, bersikap, dan mengembangkan pengetahuan. Ilmu tidak dipahami hanya sebagai alat untuk mencari kebenaran atau memenuhi rasa ingin tahu, tetapi juga harus memberi manfaat nyata bagi kehidupan manusia. Dengan menjadikan Pancasila sebagai filsafat ilmu, pengembangan IPTEK diarahkan agar tetap berpihak pada nilai kemanusiaan, etika, dan keseimbangan hidup, bukan semata-mata pada kemajuan materi atau kepentingan kelompok tertentu.

Penulis juga menguraikan implikasi setiap sila Pancasila dalam pengembangan IPTEK. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menekankan bahwa ilmu harus dikembangkan dengan kesadaran akan keterbatasan manusia dan tanggung jawab moral kepada Tuhan. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengingatkan bahwa IPTEK harus digunakan untuk meningkatkan martabat manusia, bukan justru merendahkan atau merugikan sesama. Sila Persatuan Indonesia mengarahkan agar pengembangan ilmu memperkuat persatuan dan nasionalisme, bukan menciptakan ketergantungan atau perpecahan. Sila Kerakyatan menegaskan pentingnya kebebasan akademik yang disertai sikap terbuka, dialog, dan tanggung jawab sosial. Sementara itu, sila Keadilan Sosial menuntut agar hasil IPTEK dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat.

Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu berfungsi sebagai arah, pengendali, dan penyeimbang dalam pengembangan IPTEK. Ilmu dan teknologi tetap perlu berkembang mengikuti zaman dan persaingan global, tetapi harus berakar pada nilai Pancasila agar tidak kehilangan tujuan kemanusiaannya. Dengan landasan ini, pengembangan IPTEK diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan menjaga identitas Indonesia sebagai bangsa yang bermoral, berbudaya, dan berkeadilan.