Forum Analisis Video-1

Forum Analisis Video-1

Jumlah balasan: 33

Silahkan disimak dengan baik video berikut lalu analisis menggunakan bahasa anda sendiri dengan melampirkan identitas diri


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Aldi - -
NAMA : ALDI
NPM : 2515012052

Materi ini menegaskan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak pernah berdiri sendiri, melainkan selalu dipengaruhi oleh konteks budaya dan nilai yang melingkupinya. Iptek memang menuntut objektivitas dan rasionalitas, namun tanpa pengendalian nilai budaya dan agama, kemajuan tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kemanusiaan. Analisis ini menunjukkan pentingnya keseimbangan antara pencarian kebenaran ilmiah dan pertimbangan etis, karena kemajuan teknologi tidak selalu identik dengan kebenaran moral. Oleh sebab itu, pengembangan iptek perlu diarahkan agar tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan demi menjaga martabat dan keselamatan umat manusia.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Alya Nawra Khairunnisa -
NAMA : ALYA NAWRA KHAIRUNNISA
NPM: 2515012041

Video “Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai” dari KOMPAS TV membahas pencemaran sungai akibat limbah pabrik yang dibuang langsung tanpa pengolahan. Akibatnya, air sungai menjadi kotor dan mengganggu aktivitas serta kenyamanan warga sekitar.

Warga melakukan protes karena merasa dirugikan, sementara pihak pabrik dinilai kurang bertanggung jawab dalam mengelola limbah. Video ini menegaskan pentingnya pengelolaan limbah industri yang baik agar lingkungan tetap terjaga dan masyarakat tidak terdampak pencemaran.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Shafaa Aulia Ramadhani -
NAMA: SHAFAA AULIA RAMADHANI
NPM: 2515012004
KELAS: B

TUGAS PERTEMUAN 15 (ANALISIS VIDEO 1)
Ratusan warga di Kabupaten Pekalongan melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari enam pabrik pakaian yang membuang limbah langsung ke sungai. Aksi ini dilatarbelakangi oleh pencemaran lingkungan dan bau menyengat yang telah mengganggu kenyamanan warga sekitar. Warga mendatangi lokasi pabrik dan memprotes saluran pembuangan limbah yang dinilai merusak ekosistem sungai dan lingkungan permukiman.
Menurut keterangan warga, pencemaran tersebut telah terjadi selama kurang lebih 25 tahun. Selama periode itu, pemilik pabrik mengaku belum mengetahui cara mengolah limbah hasil produksi. Kondisi ini menunjukkan lemahnya penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam proses industri, khususnya pada pengelolaan limbah. Padahal, IPTEK berperan penting dalam menyediakan teknologi pengolahan limbah agar aktivitas industri tidak mencemari lingkungan. Kurangnya pemanfaatan IPTEK tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga memicu konflik sosial antara masyarakat dan pelaku industri. Oleh karena itu, warga menuntut pemerintah setempat untuk bertindak tegas terhadap pabrik yang tidak menerapkan teknologi pengolahan limbah secara memadai.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Baby Ghania Marada -
NAMA: BABY GHANIA MARADA
NPM: 2515012056
KELAS: A

Ratusan warga di Kabupaten Pekalongan menggelar aksi protes dengan menutup aliran pembuangan limbah milik enam pabrik garmen yang selama ini membuang limbahnya langsung ke sungai. Aksi tersebut dipicu oleh pencemaran lingkungan yang disertai bau tidak sedap sehingga mengganggu kehidupan masyarakat sekitar. Warga mendatangi area pabrik dan menyuarakan keberatan terhadap saluran limbah yang dianggap merusak ekosistem sungai serta lingkungan permukiman.

Berdasarkan penuturan warga, pencemaran ini telah berlangsung sekitar 25 tahun. Selama waktu tersebut, pihak pabrik mengaku belum memiliki pengetahuan mengenai pengelolaan limbah hasil produksi. Situasi ini mencerminkan lemahnya penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam kegiatan industri, khususnya dalam sistem pengolahan limbah. Padahal, IPTEK seharusnya dimanfaatkan untuk menghadirkan teknologi ramah lingkungan agar aktivitas industri tidak menimbulkan pencemaran. Minimnya pemanfaatan IPTEK tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga memicu ketegangan sosial antara masyarakat dan pelaku industri. Atas dasar itu, warga mendesak pemerintah daerah agar bersikap tegas terhadap pabrik-pabrik yang tidak menerapkan teknologi pengelolaan limbah secara layak.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Kamila Fitri Salsabila -
Nama: Kamila Fitri Salsabila
NPM: 2515012014
Kelas: A

ANALISIS VIDEO

“Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai” – Kompas TV

Video tersebut memberitakan pencemaran sungai yang diduga disebabkan oleh limbah pabrik. Dalam video ditunjukkan kondisi air sungai yang berubah warna, berbau, dan tidak lagi layak digunakan oleh masyarakat sekitar. Inti dari pemberitaan ini adalah adanya aktivitas pembuangan limbah industri yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan kehidupan warga yang bergantung pada sungai tersebut.

Video memperlihatkan bahwa pencemaran ini tidak hanya merusak kualitas air, tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, seperti kebutuhan air bersih dan mata pencaharian warga yang bergantung pada sungai. Beberapa bagian video menampilkan keluhan warga serta kondisi sungai sebelum dan sesudah tercemar, sehingga penonton dapat melihat perubahan yang cukup jelas akibat limbah tersebut.

Dari segi kesesuaian fakta, apa yang diberitakan dalam video masih masuk akal dan relevan dengan kondisi pencemaran lingkungan yang sering terjadi di daerah sekitar kawasan industri. Ciri-ciri pencemaran yang ditampilkan, seperti perubahan warna air dan bau menyengat, memang umum terjadi pada sungai yang tercemar limbah pabrik. Namun, dalam video ini belum dijelaskan secara rinci jenis limbah apa yang dibuang dan sejauh mana tingkat pencemarannya berdasarkan uji laboratorium.

Menurut analisis pribadi, video ini sudah cukup baik dalam menyoroti masalah utama, yaitu dampak limbah pabrik terhadap lingkungan dan masyarakat. Namun, pemberitaan masih lebih menekankan pada dampak yang terlihat secara langsung, sementara penjelasan mengenai tanggung jawab pihak pabrik dan tindak lanjut dari pemerintah belum dibahas secara mendalam. Hal ini membuat video lebih berfungsi sebagai bentuk penyampaian masalah daripada laporan yang benar-benar lengkap.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Windi Nurul Apriliani -
Nama : Windi Nurul Apriliani
NPM : 2515012022
Kelas : B

Tugas Analisis Video-1 :
Isi dari video diatas adalah adanya ratusan warga yang mengunjuk rasa kepada pabrik-pabrik di sekitar sungai desa yang tercemar akibat dari limbah-limbah pabrik tersebut yang dibuang langsung ke sungai dengan cara menutup saluran pembuangan limbah yang terdapat di sungai tersebut, dan juga warga mengatakan bahwa mereka telah menutup saluran limbah bukan menutup usaha pabrik-pabrik tersebut. Ternyata kejadian ini sudah berlangsung lama sekali kurang lebih selama 25 tahun. Pemilik pabrik mengaku belum bisa mengolah limbah-limbah pabrik tersebut dan menerima apa yang sudah di lakukan oleh warga tersebut. Warga mengancam akan terus melakukan unjuk rasa apabila pabrik tersebut tidak ditutup oleh pemerintah.

Peristiwa tersebut tidak sesuai dengan nilai dari pancasila sila ke-2 dan ke-5. Perbuatan tersebut mencerminkan kurangnya penghormatan terhadap hak asasi manusia, terutama hak masyarakat desa untuk hidup dalam lingkungan yang bersih dan sehat. Selain itu, tindakan ini menunjukkan ketidakadilan sosial, karena dampak negatifnya lebih banyak dirasakan oleh masyarakat kecil yang bergantung pada sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila, tindakan tersebut seharusnya dihindari dan diganti dengan praktik industri yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, demi menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh MUHAMMAD NURUL YAQIN 2515012054 -

NAMA: MUHAMMAD NURUL YAQIN

NPM: 2515012054

KELAS: B

VIDEO 1

Bayangkan tinggal di sebuah lingkungan di mana bau menyengat dan sungai yang rusak menjadi makanan sehari-hari selama lebih dari dua dekade. Itulah yang dirasakan ratusan warga di Kabupaten Pekalongan hingga akhirnya mereka habis kesabaran dan melakukan aksi tutup paksa saluran pembuangan limbah dari enam pabrik pakaian. Warga terpaksa turun ke jalan karena merasa ruang hidup dan ekosistem sungai mereka telah hancur akibat limbah industri yang langsung dibuang tanpa filter apa pun.

Ironisnya, alasan yang muncul dari pihak pemilik pabrik sangat memprihatinkan: mereka mengaku selama 25 tahun ini belum tahu cara mengolah limbah hasil produksi mereka. Kejadian ini menjadi tamparan keras sekaligus bukti nyata betapa timpangnya perkembangan industri kita dengan penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Padahal, teknologi pengolahan limbah saat ini sudah sangat maju, namun di lapangan, IPTEK seolah berhenti di gerbang pabrik hanya demi mengejar keuntungan produksi tanpa memikirkan kelestarian lingkungan.

​Ketiadaan inovasi dan rendahnya kesadaran teknologi ini bukan cuma merusak alam, tapi juga memicu bom waktu berupa konflik sosial. Warga kini mendesak pemerintah untuk tidak lagi menutup mata. Mereka menuntut ketegasan agar setiap industri wajib menerapkan teknologi ramah lingkungan. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa industri tanpa kendali etika dan IPTEK yang tepat hanya akan menghasilkan kemajuan semu yang dibayar mahal dengan penderitaan masyarakat dan kerusakan bumi.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Alzena Aurelia -
Nama : Alzena aurelia
NPM : 2515012060



Video tersebut menggambarkan fenomena konflik antara masyarakat dan pelaku industri akibat pencemaran lingkungan yang telah berlangsung dalam jangka waktu lama. Aksi unjuk rasa yang dilakukan warga Kabupaten Pekalongan merupakan bentuk respons kolektif atas pencemaran sungai yang disebabkan oleh pembuangan limbah industri tekstil secara langsung tanpa pengolahan yang memadai. Kondisi ini menimbulkan dampak serius, seperti rusaknya ekosistem sungai serta terganggunya kenyamanan hidup masyarakat akibat bau menyengat.
Permasalahan yang diangkat dalam video menunjukkan lemahnya tanggung jawab industri dalam menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan. Pengakuan pihak pabrik yang belum mampu mengelola limbah selama puluhan tahun mencerminkan rendahnya pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam proses produksi. Padahal, perkembangan IPTEK telah menyediakan berbagai metode dan teknologi pengolahan limbah yang ramah lingkungan dan layak diterapkan dalam kegiatan industri.
Ketidakmampuan atau ketidakseriusan dalam menerapkan IPTEK tidak hanya berdampak pada degradasi lingkungan, tetapi juga memicu ketegangan sosial antara masyarakat dan pihak industri. Dalam konteks ini, masyarakat berperan sebagai pihak yang dirugikan secara langsung, sementara industri cenderung mengabaikan aspek etika lingkungan demi kepentingan ekonomi. Hal tersebut menunjukkan bahwa IPTEK yang tidak dilandasi oleh nilai moral dan tanggung jawab sosial berpotensi menimbulkan masalah multidimensional.
Selain itu, video ini juga menegaskan pentingnya peran pemerintah sebagai pengawas dan penegak regulasi. Pemerintah daerah dituntut untuk tidak hanya mendorong pertumbuhan industri, tetapi juga memastikan bahwa aktivitas industri berjalan sesuai dengan aturan lingkungan dan prinsip pemanfaatan IPTEK yang bertanggung jawab. Ketegasan pemerintah menjadi kunci dalam mencegah pencemaran lingkungan dan melindungi hak masyarakat atas lingkungan yang sehat.
Dengan demikian, video ini memberikan pelajaran bahwa pengembangan dan pemanfaatan IPTEK harus selalu diiringi dengan kesadaran etis, kepedulian terhadap lingkungan, serta pengawasan yang efektif. Tanpa hal tersebut, kemajuan industri justru dapat menjadi sumber kerusakan lingkungan dan konflik sosial, sebagaimana yang terjadi di Kabupaten Pekalongan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Clara Sindy Amelia -
NAMA: CLARA SINDY AMELIA
NPM: 2515012011
KELAS: B

TUGAS ANALISIS VIDEO 1

Video tersebut berisi aksi warga dalam memprotes limbah pabrik yang mencemari lingkungan sungai kepada aparat desa. Limbah tersebut berasal dari pabrik pakaian yang tidak memiliki alat pengolahan limbah, sehingga menyebabkan limbah tersebut langsung terbuang ke sungai dan menimbulkan ketidaknyamanan warga sekitar akibat bau busuk yang ditimbulkan. Karena hal tersebut, warga meminta saluran air limbah yang mengalir ke sungai untuk segera ditutup. Pemilik pabrik mengakui bahwa selama ini mereka belum mengetahui cara pengolahan limbah pabrik miliknya. Padahal kejadian ini sudah berlangsung lama, sekitar 25 tahun.

Hal ini merupakan contoh nyata dari IPTEK yang tidak berlandaskan moral. Teknologi produksi yang hanya mengejar keuntungan tanpa sistem pengolahan limbah termasuk melanggar etika lingkungan. Pencemaran lingkungan adalah bukti kegagalan dalam mengimplementasikan Pancasila saat menggunakan IPTEK. Pancasila menuntut agar setiap inovasi teknologi harus disertai dengan tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Selain itu, pencemaran ini juga bertentangan dengan sila 1,2, dan 5. Pencemaran lingkungan adalah bentuk pengingkaran terhadap syukur atas ciptaan-Nya, alam adalah ciptaan Tuhan yang harus dijaga (amanah), bukan dirusak demi keserakahan. Pencemaran lingkungan juga merampas hak orang lain untuk hidup sehat, IPTEK yang mencemari lingkungan dianggap tidak "beradab" karena mengabaikan keselamatan manusia. Dan seringkali dampak pencemaran dirasakan oleh rakyat kecil, sementara keuntungannya hanya diambil oleh segelintir orang, padahal Pancasila menuntut agar IPTEK membawa kesejahteraan yang merata dan berkelanjutan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Adeline Trianita Maulana 2515012029 -
TUGAS ANALISIS VIDEO
Nama : Adeline Trianita Maulana
NPM : 2515012029
Kelas : A

Video ini menampilkan dampak limbah pabrik yang mencemari sungai dan lingkungan sekitar. Di dalam video kita bisa melihat bahwa limbah dari pabrik dibuang secara langsung ke aliran sungai tanpa pengolahan yang benar, sehingga air sungai menjadi kotor, berbau, dan berubah warna. Kejadian seperti ini tidak hanya merusak ekosistem air dan makhluk hidup di dalamnya, tetapi juga memberikan dampak negatif bagi masyarakat yang hidup di sekitar sungai.

Dalam isi video, diperlihatkan bahwa warga sekitar sangat terganggu dengan kondisi ini, karena limbah pabrik menyebabkan bau tidak sedap dan kerusakan lingkungan yang nyata. Banyak warga yang kemudian menutup saluran pembuangan limbah pabrik sebagai bentuk protes karena merasa hak mereka atas lingkungan bersih diabaikan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan menolak pencemaran yang merugikan kesehatan dan kehidupan sehari-hari.

Lebih jauh, video ini juga bisa dipahami sebagai bentuk kritik terhadap perusahaan dan pengelola industri yang masih mengutamakan keuntungan tanpa memikirkan dampak lingkungan. Seharusnya pabrik-pabrik tersebut memiliki sistem pengolahan limbah yang baik sebelum membuang sisa produksi, agar tidak mencemarkan sungai dan merugikan masyarakat sekitar.

Secara keseluruhan, video ini memberikan kesan bahwa pencemaran limbah pabrik merupakan masalah nyata yang harus segera ditangani, bukan hanya sekadar informasi biasa. Kita sebagai mahasiswa bisa melihat bahwa pentingnya kesadaran lingkungan dan peraturan yang tegas sangat dibutuhkan supaya hak masyarakat atas lingkungan yang sehat bisa terlindungi dengan baik.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Muftia Aminy -
NAMA : MUFTIA AMINY
NPM : 2515012018
KELAS : B

Hasil analisis video :

Video ini membahas dampak pencemaran lingkungan sungai akibat limbah pabrik. Limbah industri yang masuk ke aliran sungai dan menyebabkan kerusakan ekosistem air — termasuk air yang digunakan masyarakat, serta kehidupan tumbuhan dan hewan sekitar sungai.

Pembuangan limbah tanpa pengolahan berpotensi mencemari air secara langsung dan menimbulkan dampak kesehatan bagi manusia dan makhluk hidup lain. Akibat limbah, kualitas air menurun drastis, penurunan kualitas air menyebabkan berbagai spesies air hilang dan berkurangnya keanekaragaman hayati yang sangat penting bagi keseimbangan lingkungan.

Pencemaran sungai tidak hanya soal lingkungan — tetapi juga membawa konsekuensi sosial dan ekonomi, seperti kerugian nelayan, biaya pengobatan penyakit akibat air tercemar, dsb. Penegakan hukum dan sistem pengelolaan limbah yang efektif merupakan aspek krusial untuk mencegah kerusakan lingkungan jangka panjang.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Ayu Dewi Prastiyani -
NAMA:AYU DEWI PRASTIYANI
NPM:2515012002
KELAS:B

Video dari Kompas TV ini menyoroti aksi unjuk rasa ratusan warga Desa Pegaden Tengah, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terkait pencemaran lingkungan. Berikut adalah poin-poin utama yang dapat disimpulkan bahwa, ratusan warga melakukan protes dengan menutup paksa saluran pembuangan limbah dari enam pabrik pembuatan pakaian yang dialirkan langsung ke sunga. Warga mengeluhkan ketidaknyamanan akibat bau busuk dan pencemaran air sungai yang telah berlangsung selama kurang lebih 25 tahun. Enam pabrik pakaian tersebut diketahui tidak memiliki alat pengolahan limbah yang memadai sebelum dibuang ke sungai .Respon Pemerintah Desa: Kepala Desa Pegaden Tengah, Khaeriyah, menyatakan bahwa penutupan saluran limbah ini adalah hasil kesepakatan warga dan bukan bermaksud menutup usahanya, melainkan menghentikan pembuangan limbah ke sungai.Salah satu pemilik pabrik mengaku pasrah dengan tindakan warga dan mengakui kurangnya pengetahuan mengenai cara pengolahan limbah yang benar.Warga mengancam akan terus melakukan aksi jika pihak berwenang tidak segera mengambil tindakan tegas untuk menutup pabrik-pabrik yang melanggar tersebut
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Syafiqurrahman Yevfriadi -
NAMA : SYAFIQURRAHMAN YEVFRIADI 
NPM    : 25150112087 

Video tersebut menggambarkan aksi warga yang menyampaikan keberatan kepada aparat desa akibat pencemaran sungai oleh limbah pabrik. Limbah tersebut berasal dari sebuah pabrik pakaian yang tidak dilengkapi dengan sistem pengolahan limbah, sehingga sisa produksi langsung dibuang ke aliran sungai. Akibatnya, lingkungan sekitar mengalami pencemaran yang cukup serius, salah satunya ditandai dengan bau tidak sedap yang mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat. Atas kondisi tersebut, warga meminta agar saluran pembuangan limbah yang mengarah ke sungai segera ditutup. Pemilik pabrik mengakui bahwa selama ini mereka belum memahami cara pengelolaan limbah industri yang sesuai, meskipun praktik tersebut telah berlangsung dalam waktu yang sangat lama, sekitar 25 tahun.

Kejadian ini menunjukkan pemanfaatan IPTEK yang tidak disertai dengan pertimbangan moral dan etika. Proses produksi yang hanya berfokus pada keuntungan ekonomi tanpa memperhatikan dampak lingkungan merupakan bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab sosial. Pencemaran yang terjadi menjadi bukti bahwa nilai-nilai Pancasila belum diterapkan secara optimal dalam penggunaan IPTEK. Padahal, Pancasila menegaskan bahwa kemajuan teknologi seharusnya berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan alam.

Selain itu, permasalahan tersebut juga bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam sila pertama, kedua, dan kelima Pancasila. Merusak lingkungan berarti mengabaikan amanah untuk menjaga alam sebagai ciptaan Tuhan. Di sisi lain, pencemaran lingkungan telah merugikan masyarakat dengan menghilangkan hak mereka untuk hidup dalam kondisi yang sehat dan layak, sehingga pemanfaatan IPTEK semacam ini tidak mencerminkan nilai kemanusiaan yang beradab. Dampak pencemaran pun lebih banyak dirasakan oleh masyarakat kecil, sementara manfaat ekonomi hanya dinikmati oleh pihak tertentu. Kondisi ini jelas tidak sejalan dengan prinsip keadilan sosial yang menuntut pemerataan kesejahteraan secara adil dan berkelanjutan.



Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Callista Apsarini Syahlaa -
NAMA: CALLISTA APSARINI SYAHLAA
NPM: 2515012003
KELAS: A

TUGAS ANALISIS VIDEO
Peristiwa dalam video tersebut menunjukkan masyarakat menyampaikan protes kepada aparat desa karena adanya pencemaran sungai yang disebabkan oleh limbah pabrik. Limbah berasal dari sebuah industri konveksi yang belum memiliki instalasi pengolahan limbah, sehingga sisa produksi langsung dialirkan ke sungai. Kondisi ini menimbulkan kerusakan lingkungan cukup parah, salah satunya ditandai dengan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan dan aktivitas warga sekitar. Oleh sebab itu, masyarakat menuntut agar saluran pembuangan limbah yang menuju sungai segera ditutup. Pemilik pabrik mengakui bahwa selama bertahun-tahun mereka belum memahami tata kelola limbah industri yang benar, meskipun praktik tersebut telah berlangsung lama, yakni sekitar 25 tahun.

Kasus ini memperlihatkan penggunaan IPTEK yang tidak disertai dengan pertimbangan etika dan moral. Proses produksi yang hanya mengejar keuntungan ekonomi tanpa memperhatikan dampak terhadap lingkungan menunjukkan adanya pengabaian terhadap tanggung jawab sosial. Pencemaran yang terjadi membuktikan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pemanfaatan teknologi belum sepenuhnya dilaksanakan, padahal Pancasila menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus selaras dengan upaya menjaga kelestarian dan keseimbangan alam.

Selain itu, permasalahan ini juga bertentangan dengan nilai-nilai dalam sila pertama, kedua, dan kelima Pancasila. Merusak lingkungan berarti mengkhianati amanah untuk menjaga alam sebagai ciptaan Tuhan. Di sisi lain, pencemaran tersebut telah merugikan masyarakat dengan menghilangkan hak mereka untuk hidup dalam lingkungan yang sehat dan layak, sehingga bentuk pemanfaatan IPTEK seperti ini tidak mencerminkan sikap kemanusiaan yang beradab. Dampaknya pun lebih banyak dirasakan oleh masyarakat kecil, sementara keuntungan ekonomi hanya dinikmati oleh pihak-pihak tertentu. Hal ini jelas tidak sesuai dengan prinsip keadilan sosial yang menuntut pemerataan kesejahteraan secara adil dan berkelanjutan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Kezia Yemima Situmeang -
NAMA: KEZIA YEMIMA SITUMEANG
NPM: 2515012070
KELAS: A

Warga Kabupaten Pekalongan melakukan aksi penolakan dengan menutup jalur pembuangan limbah dari enam pabrik pakaian yang selama ini membuang sisa produksi ke aliran sungai. Tindakan tersebut dilakukan karena limbah menimbulkan pencemaran serta bau menyengat yang mengganggu kehidupan masyarakat di sekitarnya. Warga menilai pembuangan limbah tanpa pengolahan telah merusak lingkungan sungai dan kawasan permukiman.

Masyarakat menyampaikan bahwa pencemaran ini telah berlangsung dalam waktu yang sangat lama, sekitar 25 tahun. Selama kurun waktu tersebut, pihak pabrik dinilai belum menerapkan teknologi pengolahan limbah yang memadai. Hal ini menunjukkan kurangnya pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam kegiatan industri. Padahal, IPTEK memiliki peran penting dalam mengolah limbah agar tidak mencemari lingkungan. Dampak dari kelalaian ini tidak hanya merusak alam, tetapi juga memicu ketegangan antara warga dan pihak pabrik. Oleh sebab itu, masyarakat menuntut pemerintah daerah untuk bersikap tegas terhadap industri yang mengabaikan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh HAIKAL YUSRON -
HAIKAL YUSRON
2515012086

Video ini melaporkan aksi protes ratusan warga Desa Pegaden Tengah, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terhadap pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah pabrik pakaian. Karena geram, warga mendatangi lokasi dan menutup paksa saluran pembuangan limbah dari pabrik-pabrik tersebut sebagai bentuk protes.
Dan terungkap bahwa pabrik-pabrik tersebut tidak memiliki alat pengolahan limbah yang memadai. Bahkan, pemilik pabrik mengaku pasrah dan berdalih tidak mengetahui cara mengolah limbah dengan benar.

Video ini menyoroti konflik antara pelaku industri kecil/menengah yang mengabaikan standar lingkungan dengan masyarakat terdampak. Masalah utamanya adalah lemahnya pengawasan dan kurangnya edukasi mengenai pengelolaan limbah bagi pemilik usaha di daerah tersebut.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Prawira ‎ -

Analisis Video 

Nama:Prawira

NPM:2515012046


1. Masalah Lingkungan yang Ditekankan

Video ini memfokuskan pada pencemaran sungai oleh limbah pabrik. Limbah industri yang dibuang secara langsung ke badan air menyebabkan perubahan kualitas lingkungan, baik secara fisik (air keruh, bau) maupun secara ekologi (potensi dampak pada flora dan fauna sungai). 



2. Peran Masyarakat dan Respons Publik

Warga sekitar terlihat bereaksi terhadap pencemaran ini, termasuk melakukan tindakan protes atau mencoba menghentikan sampainya limbah secara langsung ke sungai. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan bersih dan kegelisahan terhadap kondisi yang merugikan kesehatan serta kesejahteraan mereka secara langsung. 



3. Isu Tanggung Jawab Industri dan Regulasi

Video semacam ini sering kali menunjukkan kurangnya pengawasan atau kepatuhan dari pihak pabrik terhadap aturan pengelolaan limbah yang baik. Limbah yang dibuang tanpa pengolahan menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana perusahaan menjalankan tanggung jawab lingkungan sesuai peraturan pemerintah. 



4. Pentingnya Pengolahan Limbah dan Lingkungan yang Sehat

Secara implisit, video menggarisbawahi pentingnya pengolahan limbah yang benar sebelum dibuang ke lingkungan serta perlunya tindakan tegas dari instansi terkait untuk mencegah dan mengatasi pencemaran ini. Dalam konteks pendidikan dan kebijakan publik, konten ini dapat digunakan sebagai bahan diskusi tentang dampak pencemaran industri terhadap kehidupan masyarakat.


Kesimpulan


Video “Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai” menggambarkan masalah nyata pencemaran sungai yang disebabkan oleh pembuangan limbah pabrik tanpa pengolahan. Konten ini menunjukkan dampak buruk limbah terhadap kualitas air dan kehidupan masyarakat di sekitarnya, serta reaksi warga terhadap kondisi tersebut. Secara keseluruhan, video ini berfungsi sebagai pengingat pentingnya pengelolaan limbah industri yang benar dan perlunya kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Ghefira Athiyya Anandita -
Nama: Ghefira Athiyya
NPM: 2515012017

Judul: Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai
Topik: Pencemaran lingkungan akibat limbah industri (polusi sungai)
Video ini mengangkat permasalahan pencemaran sungai yang disebabkan oleh pembuangan limbah pabrik secara tidak bertanggung jawab. Sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat justru tercemar oleh limbah cair industri, sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan dan keresahan sosial.

Permasalahan utama dalam video ini adalah:
Pembuangan limbah pabrik ke sungai tanpa pengolahan yang layak.
Lemahnya pengawasan terhadap aktivitas industri.
Kurangnya kepatuhan pabrik terhadap peraturan lingkungan hidup.
Hal ini menyebabkan penurunan kualitas air sungai secara signifikan.
Dampak pencemaran limbah pabrik yang ditunjukkan dalam video meliputi:
Dampak lingkungan: air sungai berubah warna, berbau tidak sedap, dan merusak ekosistem sungai, termasuk kematian ikan.
Dampak sosial: masyarakat sekitar tidak dapat lagi memanfaatkan sungai untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan irigasi.
Dampak kesehatan: limbah berpotensi mengandung zat berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit kulit dan gangguan kesehatan lainnya.

Video ini menyampaikan pesan penting tentang:
Bahaya pencemaran lingkungan akibat aktivitas industri.
Pentingnya tanggung jawab pabrik dalam mengelola limbah.
Perlunya peran pemerintah dan masyarakat dalam mengawasi dan menjaga lingkungan.
Video ini juga berfungsi sebagai bentuk kritik sosial terhadap praktik industri yang mengabaikan kelestarian lingkungan.
Kesimpulan:
Video “Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai” menunjukkan bahwa pencemaran sungai oleh limbah industri merupakan masalah serius yang berdampak luas pada lingkungan dan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penegakan hukum yang tegas, pengelolaan limbah yang baik, serta kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan agar sungai tetap dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Aulia mutia Saputri -
Nama: AULIA MUTIA SAPUTRI
NPM: 2515012006
VIDIO 1

Video tersebut membahas kasus pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik yang dibuang ke sungai. Dalam video diperlihatkan kondisi sungai yang tercemar dan menimbulkan bau tidak sedap, sehingga mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah industri masih belum dilakukan secara maksimal.
Reaksi warga dalam video memperlihatkan adanya kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Warga melakukan protes karena merasa dirugikan akibat limbah yang mencemari sungai. Peristiwa ini menegaskan bahwa aktivitas industri seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus memperhatikan dampak lingkungan dan sosial.
Secara keseluruhan, video ini memberikan gambaran nyata tentang dampak negatif limbah industri serta pentingnya tanggung jawab pabrik dan pengawasan pemerintah agar pencemaran lingkungan tidak terus terjadi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Nayla Hafizah Tri Agustin -
Nama : Nayla Hafizah Tri Agustin
NPM : 2515012010


Analisis video 1
Video ini berisikan berita ratusan warga dari desa Pegaden Tengah, kabupaten pekalongan, Jawa Tengah melakukan unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah pabrik pembuatan pakaian yang langsung dibuang kesungai, warga merasa tidak nyaman di karenakan pencemaran limbah tersebut. saluran pembuangan ini bersumber dari 6 pabrik pakaian, selain karena menyebabkan pencemaran lingkungan pembuangan Limbang juga menimbulkan bau menyengat yang menggangu, warga meminta aparat desa untuk menutup saluran pembuangan limbah, dimana pabrik tersebut juga tidak memiliki alat untuk mengolah limbah. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju terdapat resiko negatif yang masih di lakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab, sehinga di butuhkannya keseimbangan antara perkembangan dan kesadaran. Dalam video ini juga dapat diambil Kesimpulan bahwa mengikuti perkembangan zaman dengan teknologi-teknologi canggih juga harus mempertimbangkan lingkungan sekitar.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Fuji Laras Sati -
NAMA: FUJI LARAS SATI
NPM: 2515012049
KELAS: A

Video ini menginformasikan mengenai aksi protes para warga yang merasa geram akibat pencemaran sungai di wilayah mereka. Warga memutuskan untuk menutup saluran pembuangan limbah dari enam pabrik pakaian yang melakukan pembuangan sisa produksi langsung ke aliran sungai. Selain menyebabkan kerusakan ekosistem air, limbah tersebut juga menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat hingga mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Permasalahan ini semakin diperparah karena ternyata pabrik-pabrik tersebut tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah yang memadai. Dalam video tersebut, pemilik pabrik mengaku tidak memahami bagaimana pengolahan limbah, sehingga mereka hanya membuangnya begitu saja ke lingkungan. Karena hal ini, warga menuntut tindakan tegas dari aparat desa dan pemerintah setempat untuk segera menutup pabrik-pabrik tersebut. Warga juga menegaskan akan terus melakukan aksi protes apabila tuntutan mereka untuk mendapatkan lingkungan yang bersih tidak segera dipenuhi oleh pihak bersangkutan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh MUHAMMAD FELIK AKMAL -
ANALISIS VIDEO PERTEMUAN 15 (VIDEO 1)

NAMA : M FELIK AKMAL
NPM : 2515012037
KELAS : B


Video berjudul “Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai” yang ditayangkan oleh Kompas TV membahas permasalahan pencemaran lingkungan akibat aktivitas industri. Dalam video tersebut digambarkan kondisi sungai yang tercemar oleh limbah pabrik, yang ditandai dengan perubahan warna air, bau yang menyengat, serta menurunnya kualitas lingkungan di sekitar sungai. Sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat justru berubah menjadi tempat pembuangan limbah.

Pencemaran sungai akibat limbah pabrik menunjukkan bahwa perkembangan industri dan teknologi tidak selalu diimbangi dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. IPTEK yang seharusnya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat justru menimbulkan dampak negatif ketika disalahgunakan. Limbah yang dibuang tanpa pengolahan yang baik dapat merusak ekosistem sungai, membunuh biota air, serta mengganggu kesehatan masyarakat yang masih bergantung pada sungai tersebut.
Jika dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila, peristiwa dalam video tersebut bertentangan dengan beberapa sila. Pada sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, pencemaran lingkungan jelas merugikan masyarakat sekitar karena mengancam kesehatan dan kelangsungan hidup mereka. Selain itu, tindakan pembuangan limbah sembarangan juga tidak mencerminkan keadilan sosial, karena dampak kerusakan lingkungan sering kali dirasakan oleh masyarakat kecil, sementara keuntungan industri hanya dinikmati oleh pihak tertentu.
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa juga mengajarkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga alam sebagai ciptaan Tuhan. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi industri seharusnya dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan etika. Teknologi pengolahan limbah sebenarnya sudah ada, namun masalah muncul ketika teknologi tersebut tidak digunakan dengan benar demi menekan biaya produksi.

Melalui video ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan IPTEK harus selalu berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Kemajuan teknologi tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan dampak sosial dan lingkungan. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, diharapkan perkembangan industri dan teknologi di Indonesia dapat berjalan secara seimbang dan tidak merugikan masyarakat maupun lingkungan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Nabil Abiyu Sofyano -
TUGAS ANALISIS VIDEO 1 PERTEMUAN KE-15
Nama : Nabil Abiyu Sofyano
NPM : 2515012028
Kelas : B


Video tersebut menggambarkan dampak pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah pabrik ke sungai. Dalam tayangan tersebut terlihat bahwa sisa limbah industri dibuang langsung ke aliran sungai tanpa melalui proses pengolahan yang layak, sehingga kondisi air menjadi keruh, berwarna, dan menimbulkan bau tidak sedap. Keadaan ini tidak hanya merusak ekosistem perairan beserta makhluk hidup di dalamnya, tetapi juga menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat yang bermukim di sekitar sungai.

Isi video juga menunjukkan keresahan warga akibat pencemaran tersebut. Limbah pabrik yang mencemari lingkungan menyebabkan ketidaknyamanan dan kerusakan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Sebagai bentuk protes, sebagian warga menutup saluran pembuangan limbah karena merasa hak mereka untuk memperoleh lingkungan yang bersih dan sehat telah diabaikan. Tindakan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan lingkungan hidup.

Lebih lanjut, video ini dapat dimaknai sebagai kritik terhadap perusahaan atau pelaku industri yang masih lebih mengutamakan kepentingan ekonomi dibandingkan kelestarian lingkungan. Seharusnya pihak pabrik menerapkan sistem pengelolaan limbah yang memadai sebelum membuang hasil sisa produksi agar tidak menimbulkan pencemaran yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Secara keseluruhan, video tersebut menegaskan bahwa permasalahan pencemaran limbah industri merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan segera, bukan sekadar isu biasa. Bagi mahasiswa, video ini menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan serta perlunya penegakan aturan yang tegas agar hak masyarakat atas lingkungan yang bersih dan sehat dapat terjamin.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Thiara Azkia Khansa -
NAMA: THIARA AZKIA KHANSA
NPM: 2515012009

Video ini menampilkan realitas yang memprihatinkan tentang dampak negatif kemajuan industri yang tidak diimbangi dengan tanggung jawab lingkungan. Limbah pabrik yang dibuang ke sungai menyebabkan kerusakan ekosistem, menurunnya kualitas air, dan berdampak langsung pada kesehatan serta kehidupan masyarakat sekitar. Sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan justru berubah menjadi sumber penyakit dan kerusakan lingkungan.

Jika dianalisis dari perspektif Pancasila sebagai filsafat ilmu, kasus ini menunjukkan penyimpangan dari nilai-nilai dasar bangsa. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan bahwa manusia harus menjaga ciptaan Tuhan, termasuk alam dan lingkungan. Pencemaran sungai mencerminkan pengabaian terhadap tanggung jawab spiritual dan moral manusia sebagai penjaga alam.

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menuntut agar setiap tindakan, termasuk dalam pengelolaan industri, memperhatikan martabat dan hak asasi manusia. Pencemaran sungai yang merugikan masyarakat sekitar merupakan bentuk ketidakadilan ekologis dan sosial.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan dapat memicu konflik sosial dan memecah persatuan masyarakat. Ketika masyarakat merasa dirugikan dan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan, kepercayaan terhadap pemerintah dan pelaku industri bisa runtuh.

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Dalam konteks ini, masyarakat seharusnya dilibatkan dalam pengawasan dan evaluasi dampak lingkungan dari aktivitas industri.

Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menuntut agar hasil pembangunan, termasuk kemajuan industri, dinikmati secara adil oleh seluruh rakyat. Ketika keuntungan hanya dinikmati oleh pemilik modal, sementara masyarakat menanggung dampak negatifnya, maka keadilan sosial tidak tercapai.

Solusi yang dapat ditawarkan antara lain adalah penegakan hukum lingkungan secara tegas, penerapan teknologi pengolahan limbah yang ramah lingkungan, pelibatan masyarakat dalam pengawasan, serta edukasi tentang pentingnya etika lingkungan. Pemerintah juga perlu memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap industri agar tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan etika dan filsafat ilmu, pengembangan IPTEK di Indonesia dapat diarahkan untuk menciptakan kemajuan yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga adil, manusiawi, dan berkelanjutan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Aurelia Putri Salma -
Nama : AURELIA PUTRI SALMA
NPM : 2515012005
Kelas : A

Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai


     Video tersebut menampilkan persoalan lingkungan yang berfokus pada permasalahan sampah sebagai konsekuensi dari aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari. Isu yang diangkat tidak hanya bersifat teknis mengenai limbah, tetapi juga mencerminkan hubungan antara manusia, lingkungan, dan tanggung jawab sosial. Dalam konteks ini, video berfungsi sebagai media edukatif yang mengajak penonton untuk memahami bahwa permasalahan sampah merupakan masalah bersama yang menuntut kesadaran kolektif, bukan sekadar urusan individu atau pihak tertentu.

     Dari segi substansi, video memperlihatkan bagaimana rendahnya kepedulian terhadap lingkungan dapat berdampak pada kualitas hidup manusia. Penumpukan sampah yang ditampilkan mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap nilai kemanusiaan yang beradab, karena lingkungan yang tercemar secara langsung memengaruhi kesehatan dan kenyamanan masyarakat. Hal ini sejalan dengan nilai Pancasila yang menempatkan manusia sebagai makhluk bermartabat, yang seharusnya hidup dalam lingkungan yang layak dan sehat. Video ini juga merefleksikan pentingnya kesadaran sosial dan kebersamaan dalam menghadapi persoalan lingkungan.

     Permasalahan sampah tidak dapat diselesaikan secara individual, melainkan membutuhkan kerja sama dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Nilai ini selaras dengan semangat persatuan dan gotong royong yang menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia. Melalui visual yang ditampilkan, video secara implisit mengingatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bentuk nyata dari komitmen menjaga kehidupan bersama.

     Dalam konteks pendidikan, video tersebut mendorong sikap tanggung jawab dan keadilan sosial. Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada satu kelompok, tetapi memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat. Sebaliknya, pengelolaan yang buruk justru menimbulkan ketimpangan, di mana dampak negatif lebih banyak dirasakan oleh kelompok yang rentan. Hal ini sejalan dengan prinsip keadilan sosial yang menekankan pemerataan kesejahteraan dan kualitas hidup.

     Secara keseluruhan, video ini tidak secara eksplisit menyebutkan Pancasila, namun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya selaras dengan semangat Pancasila sebagai pedoman hidup bersama. Kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab sosial, dan kesadaran akan dampak perilaku manusia terhadap sesama menunjukkan bahwa permasalahan sampah bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga persoalan nilai dan etika kehidupan berbangsa. Dengan demikian, video ini relevan sebagai media pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai kebangsaan secara kontekstual dan aplikatif.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Zsalwa novarisa mutia sari -
Nama: Zsalwa Novarisa Mutia Sari
NPM: 2515012012

Analisis Video
“Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai”
Video Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai menunjukkan peristiwa pencemaran sungai akibat pembuangan limbah pabrik. Dalam video terlihat air sungai berubah warna, berbau tidak sedap, dan mengganggu lingkungan sekitar. Kondisi ini membuat warga merasa resah karena sungai tidak lagi dapat digunakan seperti sebelumnya.
Video ini menjelaskan bahwa limbah pabrik yang dibuang tanpa pengolahan dapat merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat. Pencemaran tersebut terjadi karena kurangnya tanggung jawab dalam mengelola limbah industri. Akibatnya, masyarakat yang tinggal di sekitar sungai harus menanggung dampak dari aktivitas pabrik tersebut.
Kesimpulannya, video ini memberikan pesan bahwa kegiatan industri harus memperhatikan kelestarian lingkungan. Pembuangan limbah secara sembarangan dapat menimbulkan kerugian bagi alam dan manusia, sehingga diperlukan kesadaran dan pengawasan agar lingkungan tetap terjaga.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Zahra Asyifa Huwayda -
NAMA: ZAHRA ASYIFA HUWAYDA
NPM: 2515012043
KELAS:B

Video tersebut menunjukkan pembuangan limbah pabrik yang mencemari lingkungan sungai, Limbah pabrik tersebut dibuang langsung ke sungai tanpa proses pengolahan yang baik. Oleh karena itu air di sungai jadi tercemar, lalu kualitas air turun, dan bau tidak sedap di area sungai. Warga yang berada di sekitar sungai merasa terganggu akibat pencemaran lingkungan tersebut. Dalam video tersebut warga melakukan unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dan melakukan protes terhadap pemilik pabrik. Video ini menunjukkan bahwa pencemaran sungai akibat limbah pabrik merupakan masalah yang serius dan akan berdampak secara luas, baik bagi lingkungan maupun kehidupan sosial. Dari laporan tersebut, kita menyadari pentingnya pengelolaan limbah dengan baik supaya tidak mencemari lingkungan sekitar kita.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Aqil Berliansyah -
Nama: Aqil Berliansyah
NPM: 2555012006
Kelas: A


Analisis Video:

Video ini menunjukkan keadaan pencemaran sungai akibat pembuangan limbah industri yang terjadi secara sembarangan. Dalam rekaman tersebut, terlihat dengan jelas bahwa air sungai berubah warna, menjadi keruh, serta mengeluarkan bau yang tidak sedap. Hal ini mengindikasikan bahwa limbah yang dimasukkan ke dalam sungai tidak melalui proses pengolahan yang sesuai dengan standar lingkungan yang ditetapkan. Akibatnya, kualitas air menurun dan ekosistem perairan mengalami kerusakan.

Dampak dari pencemaran ini dirasakan tidak hanya oleh makhluk hidup di dalam sungai, tetapi juga oleh komunitas yang tinggal di sekitarnya. Sungai yang dulunya digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari kini tidak layak lagi untuk dimanfaatkan. Keadaan ini menimbulkan kekhawatiran warga karena hak mereka untuk lingkungan yang bersih dan sehat telah terganggu. Tindakan masyarakat yang melakukan penutupan saluran pembuangan limbah menunjukkan adanya kesadaran bersama untuk melindungi lingkungan dari kerusakan yang lebih lanjut.

Video ini juga bisa dimaknai sebagai kritik terhadap praktik industri yang tidak bertanggung jawab. Perusahaan selayaknya tidak hanya memperhatikan aspek keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan produksi mereka. Teknologi untuk mengolah limbah sebenarnya sudah ada, namun sering kali diabaikan demi efisiensi biaya, sehingga berakibat pada pencemaran yang merugikan banyak pihak.

Jika dilihat dari perspektif nilai-nilai Pancasila, kejadian yang terekam dalam video ini jelas bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan keadilan sosial. Pencemaran lingkungan merusak nilai-nilai kemanusiaan karena mengancam kesehatan dan kehidupan masyarakat. Selain itu, ketidakadilan terjadi ketika masyarakat setempat harus menanggung akibat dari kerusakan lingkungan, sementara keuntungan ekonomi hanya dirasakan oleh pihak industri. Dari sudut pandang sila Ketuhanan Yang Maha Esa, tindakan merusak lingkungan juga mencerminkan kurangnya tanggung jawab moral manusia dalam menjaga alam sebagai ciptaan Tuhan.

Secara keseluruhan, video ini mengajarkan bahwa kemajuan dalam industri dan teknologi harus disertai etika dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Bagi mahasiswa dan generasi muda, tayangan ini menjadi pengingat bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila agar tidak merugikan baik manusia maupun alam. Diperlukan penegakan aturan yang tegas serta kesadaran bersama agar lingkungan tetap terjaga dan berkelanjutan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Rafa Nur Afifah 2515012040 -
NAMA : RAFA NUR AFIFAH
NPM : 2515012040
PRODI : S1 ARSITEKTUR
MATA KULIAH : PANCASILA
TUGAS : ANALISIS VIDEO ( PERTEMUAN 15 )


Video “Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai” dari Kompas TV mengangkat isu pencemaran sungai yang diduga berasal dari aktivitas industri. Dalam video tersebut ditunjukkan bahwa kondisi air sungai sudah tidak normal, terlihat keruh, berubah warna, dan menimbulkan bau yang mengganggu. Akibatnya, sungai tersebut tidak lagi layak digunakan oleh masyarakat sekitar.

Pencemaran sungai ini berdampak langsung pada kehidupan warga, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih dan aktivitas ekonomi yang bergantung pada sungai. Beberapa adegan memperlihatkan keluhan warga serta kondisi sungai yang jauh berbeda dibandingkan sebelumnya, sehingga dampak limbah pabrik terlihat cukup jelas.

Dilihat dari sisi kebenaran informasi, apa yang disampaikan dalam video masih relevan dengan kasus pencemaran lingkungan yang sering terjadi. Ciri-ciri pencemaran yang ditampilkan sesuai dengan kondisi sungai yang tercemar limbah industri. Namun, video ini belum menyajikan penjelasan ilmiah secara rinci, seperti kandungan limbah atau hasil uji kualitas air.

Menurut pendapat saya, video ini efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak limbah pabrik terhadap lingkungan. Meski begitu, akan lebih baik jika pemberitaan dilengkapi dengan penjelasan mengenai sikap pihak pabrik dan langkah konkret yang diambil pemerintah untuk menangani masalah tersebut.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Azizah Nur Fadilah -
Nama: Azizah Nur Fadilah
NPM: 2515012078
Kelas: B

TUGAS ANALISIS VIDEO 1

Video berjudul “Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai” dari KompasTV memperlihatkan aksi warga Desa Pegaden Tengah, Pekalongan, yang menutup saluran pembuangan limbah dari enam pabrik pakaian. Limbah cair yang dibuang langsung ke sungai menimbulkan bau busuk, mencemari air, dan mengganggu kenyamanan warga sekitar. Pemilik pabrik bahkan mengaku tidak mengetahui cara mengolah limbah, sehingga masyarakat menuntut pemerintah menutup pabrik yang tidak memiliki instalasi pengolahan limbah.

Analisis saya, kasus ini mencerminkan konflik antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Pabrik beroperasi untuk keuntungan, tetapi mengabaikan tanggung jawab sosial dan ekologis. Dampaknya bukan hanya pada kualitas air sungai, tetapi juga kesehatan masyarakat, ekosistem, dan keberlanjutan hidup. Sikap warga yang menutup saluran limbah menunjukkan bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan, sesuai dengan nilai gotong royong dan keadilan sosial dalam Pancasila.

Jika dikaitkan dengan Pancasila:
- Sila Kedua (Kemanusiaan yang adil dan beradab): pencemaran sungai jelas melanggar hak masyarakat untuk hidup sehat.
- Sila Ketiga (Persatuan Indonesia): menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama demi keberlangsungan bangsa.
- Sila Kelima (Keadilan sosial): keuntungan pabrik tidak boleh mengorbankan kesejahteraan rakyat.

Sebagai mahasiswa, saya melihat pentingnya kesadaran etika lingkungan dalam pembangunan. Teknologi dan industri harus diiringi dengan sistem pengolahan limbah yang memadai. Pemerintah juga harus tegas menegakkan aturan agar tidak terjadi eksploitasi yang merugikan masyarakat.

Dapat diambil kesimpulan, video ini menegaskan bahwa pengelolaan limbah industri di Indonesia masih lemah. Pancasila dapat menjadi pedoman moral agar pembangunan ekonomi tidak merusak lingkungan dan tetap berpihak pada kesejahteraan rakyat. Kasus ini menjadi pelajaran bahwa keberlanjutan harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas industri.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Astri Yova Pratiwi -
NAMA : ASTRI YOVA PRATIWI
NPM : 2515012085
KELAS : B

Masalah Utama: Pembuangan limbah industri yang merusak air sungai (berwarna & berbau), sehingga tidak layak konsumsi.
Dampak: Melanggar hak warga atas air bersih dan merusak mata pencaharian masyarakat.
Kesesuaian Fakta: Visual menunjukkan ciri pencemaran yang akurat, namun kurang detail dalam penjelasan jenis limbah dan hasil uji lab.

Kaitan dengan Pancasila:
Sila 2: Melanggar nilai kemanusiaan karena merugikan kesehatan warga.
Sila 5: Ketidakadilan sosial karena keuntungan pabrik mengorbankan kesejahteraan masyarakat.

Kritik: Video efektif sebagai laporan masalah, namun lemah dalam membahas solusi hukum dan tanggung jawab pemerintah/pabrik.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Anisa Ayu Putri Ramadhani -
Nama : Anisa Ayu Putri Ramadhani
NPM : 2515012030
Kelas : B

Video KompasTV tentang pencemaran sungai oleh limbah pabrik di Desa Pegaden Tengah, Pekalongan, menggambarkan dampak serius aktivitas industri yang mengabaikan pengelolaan limbah. Pembuangan limbah cair langsung ke sungai menyebabkan pencemaran, bau tidak sedap, serta mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat. Aksi warga yang menutup saluran limbah menunjukkan partisipasi aktif dalam menjaga lingkungan dan menuntut tanggung jawab pemerintah serta pelaku industri.

Kasus ini mencerminkan konflik antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan, serta bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila Kemanusiaan, Persatuan, dan Keadilan Sosial. Video tersebut menegaskan pentingnya etika lingkungan, penegakan hukum yang tegas, dan penerapan teknologi pengolahan limbah agar pembangunan industri tidak merugikan masyarakat dan tetap berorientasi pada
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Video-1

oleh Kaysan Al Faizan -
Nama: Kaysan Al Faizan
NPM: 2515012047

Video Kompas TV berjudul “Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai” menggambarkan dampak serius pencemaran sungai akibat aktivitas industri yang tidak bertanggung jawab. Kondisi sungai yang berubah warna, berbau menyengat, serta menurunnya kualitas lingkungan menunjukkan bahwa sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan justru dijadikan tempat pembuangan limbah. Hal ini membuktikan bahwa kemajuan industri dan IPTEK dapat menimbulkan kerusakan lingkungan apabila tidak disertai pengelolaan limbah yang baik, sehingga merusak ekosistem dan membahayakan kesehatan masyarakat sekitar.

Jika ditinjau dari nilai-nilai Pancasila, pencemaran tersebut bertentangan dengan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial, karena dampaknya lebih banyak dirasakan oleh masyarakat kecil sementara keuntungan hanya dinikmati segelintir pihak. Selain itu, sila Ketuhanan Yang Maha Esa menegaskan kewajiban moral manusia untuk menjaga alam sebagai ciptaan Tuhan. Oleh karena itu, pengembangan IPTEK harus berlandaskan Pancasila agar kemajuan teknologi tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan tanggung jawab sosial dan kelestarian lingkungan.