གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Aufa Nabila

Landasan Pendidikan PPKn 2025C -> Analisis Video

Aufa Nabila གིས-
Nama : Aufa Fitria Nabila
Kelas : 25 C
NPM : 2553032007
Mata Kuliah : Landasan Kependidikan

Aliran Konvensional

Aliran konvensional berfokus pada faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan manusia dan kepribadiannya.

• Empirisme berpendapat bahwa manusia lahir tanpa membawa sifat bawaan, ibarat kertas kosong (tabula rasa), dan perkembangan sepenuhnya ditentukan oleh pengalaman serta lingkungan.

• Nativisme berlawanan dengan empirisme. Menurut aliran ini, setiap manusia sudah memiliki pembawaan sejak lahir—baik atau buruk—yang tidak dapat diubah oleh pendidikan atau lingkungan. Pandangan ini bersifat pesimis karena menganggap pendidikan tidak mampu memperbaiki watak bawaan.

• Naturalisme beranggapan bahwa setiap anak dilahirkan dengan sifat baik, namun lingkungan dan intervensi orang dewasa justru bisa merusak kebaikan alami tersebut. Rousseau sebagai tokoh utama aliran ini menilai bahwa pendidikan terbaik adalah membiarkan anak belajar melalui pengalaman alamiah tanpa terlalu banyak campur tangan.

• Konvergensi berusaha menggabungkan kedua pandangan sebelumnya dengan menyatakan bahwa perkembangan manusia merupakan hasil interaksi antara faktor bawaan (hereditas) dan lingkungan (pendidikan). Tokohnya, William Stern, menekankan bahwa pendidikan tetap memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi anak.


2. Gerakan atau Aliran Baru dalam Pendidikan

Aliran baru muncul sebagai bentuk pembaruan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran agar lebih bermakna dan sesuai dengan kehidupan nyata peserta didik.

• Pengajaran Alam Sekitar menekankan pentingnya pembelajaran yang berhubungan langsung dengan pengalaman dan lingkungan anak. Pembelajaran harus konkret, kontekstual, dan menyentuh aspek emosional peserta didik agar lebih mudah dipahami.

• Pengajaran Pusat Perhatian menempatkan minat dan kebutuhan anak sebagai pusat kegiatan belajar. Decroly mengusulkan pendekatan global (melihat sesuatu secara menyeluruh) dan pusat minat (menyesuaikan pembelajaran dengan minat spontan anak).

• Sekolah Kerja berorientasi pada pembentukan pribadi yang berguna bagi diri dan masyarakat. G. Kerschenteiner menekankan pentingnya kegiatan praktis yang menumbuhkan tanggung jawab sosial, keterampilan, serta kerja sama.

• Pengajaran Proyek memberi kebebasan penuh kepada peserta didik untuk memilih, merancang, dan melaksanakan proyek sesuai minatnya. Tujuannya adalah menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, mandiri, dan kreatif dalam memecahkan masalah nyata.


Kesimpulan : Menurut saya vidio ini menegaskan bahwa tidak ada satu aliran pun yang sepenuhnya benar atau salah, karena setiap aliran memiliki kelebihan dan keterbatasannya masing-masing. Bagi seorang guru, terutama di era pendidikan modern, memahami berbagai aliran pendidikan membantu dalam merancang metode belajar yang fleksibel, humanis, dan sesuai dengan karakteristik siswa. Pendekatan pendidikan yang ideal adalah yang mampu memadukan teori klasik dan modern agar peserta didik tumbuh menjadi individu yang cerdas, mandiri, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan zaman.


Landasan Pendidikan PPKn 2025C -> Analisis Video

Aufa Nabila གིས-
Nama : Aufa Fitria Nabila
NPM : 2553032007
Kelas : 25 C

Tahap perkembangan menurut Lawrence kohlberg

1.Prakonvensional
2. Konvensional 
3. Pasca Konvensional 


Prakonvensional hubungan sebab akhibat ganjaran hukuman dibagi 2

- orientasi hukuman dan kepatuhan (jika ia tidak patuh dia akan mendapat hukuman/dia mematuhi agar menyelamatkan dirinya sendiri dari hukuman

- orientasi relativis instrumental (kebaikan digunakan untuk mendapat kebaikan dari orang lain)

 2. Konvensional
-Keluar dari egoisme pribadi
-Menyesuaikan sikap demi kenyamanan dan kesenangan orang lain
-Sadar pentingnya loyalitas

Orientasi anak manis

-Orientasi hukum dan ketertiban
Makna kelompok di perluas sadar bahwa dirinya adalah bagian dari masyarakat

3. Pasca konvensional
Hidup baik adalah tanggung jawab masing-masing pribadi penanaman pada prinsip yang muncul dalam batin

- Kontrak Sosial Legalistis
Selalu terbuka kemungkinan untuk memperbarui dan hukum dengan demokrasi (menjunjung nilai martabat manusia).

- Prinsip Etika Universal
nilai-nilai moral dasar yang diakui secara luas oleh seluruh umat manusia sebagai pedoman untuk membedakan antara tindakan benar dan salah.

- Prinsip Hati Nurani Universal
panduan moral batin yang dimiliki setiap manusia untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk secara alami, tanpa dipengaruhi oleh budaya, agama, atau latar belakang tertentu.

- Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Kemanusiaan yaitu dengan menghargai dan menghormati setiap manusia sebagai makhluk yang memiliki martabat, hak, serta nilai yang sama tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, atau status sosial.

- Keadilan prinsip moral dan sosial yang menuntut agar setiap orang diperlakukan secara setara sesuai dengan hak, kewajiban, dan perbuatannya tanpa adanya diskriminasi.

- Terakhir yaitu ada namanya Human rights atau hak asasi manusia (HAM) adalah hak-hak dasar yang melekat pada setiap individu sejak lahir sebagai anugerah Tuhan dan tidak dapat dicabut oleh siapa pun. Hak ini mencakup kebebasan dan perlindungan yang menjamin setiap orang dapat hidup dengan martabat, tanpa diskriminasi, dan dengan rasa aman. Contoh hak asasi manusia meliputi hak untuk hidup, hak atas kebebasan berpendapat, hak atas pendidikan, hak untuk bekerja, dan hak untuk diperlakukan secara adil di depan hukum. Prinsip utama HAM adalah kesetaraan, kebebasan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia, yang menjadi dasar dalam menciptakan kehidupan sosial yang damai dan beradab.

Landasan Pendidikan PPKn 2025C -> Tugas 2

Aufa Nabila གིས-
Nama : Aufa Fitria Nabila
NPM : 2553032007
Kelas : 25 C

Pemahaman tentang manusia sebagai makhluk multidimensi berarti menyadari bahwa peserta didik memiliki berbagai aspek yang harus dikembangkan secara utuh meliputi fisik, intelektual, emosional, sosial, moral, dan spiritual. Kesadaran ini memengaruhi rancangan kurikulum di pendidikan dasar dan menengah agar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepribadian. Kurikulum harus dirancang secara seimbang dengan menghadirkan kegiatan pembelajaran yang menumbuhkan kreativitas, empati, kerja sama, dan nilai-nilai moral serta spiritual. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara kognitif, tetapi juga manusia yang berakhlak, berempati, dan siap menghadapi tantangan kehidupan di abad ke-21.

Landasan Pendidikan PPKn 2025C -> Brainstorming

Aufa Nabila གིས-
Nama : Aufa Fitria Nabila 
NPM : 2553032007
Kelas : 25 C

Mata kuliah Landasan Kependidikan berperan penting sebagai fondasi dalam membentuk profesionalitas calon guru PPKn di abad ke-21 karena memberikan pemahaman mendasar tentang hakikat pendidikan, peserta didik, nilai-nilai kemanusiaan, serta fungsi sosial dan moral pendidikan itu sendiri. Melalui landasan filosofis, psikologis, sosiologis, dan historis, calon guru PPKn dibekali kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan etis dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Dalam konteks era digital, guru PPKn dituntut tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menanamkan karakter kebangsaan, nilai demokrasi, dan tanggung jawab moral di tengah arus informasi yang cepat dan beragam. Dengan demikian, pemahaman mendalam terhadap Landasan Kependidikan menjadikan calon guru PPKn mampu menyeimbangkan antara kompetensi, profesional, sosial, dan kepribadian, serta berperan sebagai pendidik yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pembentukan karakter bangsa di era digital

AI PPKn C -> FORUM DISKUSI

Aufa Nabila གིས-

Nama : Aufa Fitria Nabila

Kelas : 25 C 

NPM : 2553032007

1. Hadis Qauliyah (Perkataan) 

Contoh: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Sanad: Seseorang meriwayatkan dari orang lain, sampai kepada Abu Hurairah.

Matan: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam".

Rawi: Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, periwayat hadis.

2. Hadis Fi'liyah (Perbuatan) 

Contoh: “Shalatlah kalian (dengan cara) sebagaimana kalian melihatku shalat.” (HR. Bukhari dari Malik bin Al-Huwairits)

Sanad: Seseorang meriwayatkan dari orang lain, sampai kepada Malik bin Al-Huwairits.

Matan: “Shalatlah kalian (dengan cara) sebagaimana kalian melihatku shalat”.

Rawi: Malik bin Al-Huwairits radhiyallahu 'anhu.

3. Hadis Taqririyah (Persetujuan) 

Contoh: Nabi Muhammad SAW membiarkan sahabatnya memakan daging biawak, yang menunjukkan bahwa memakan daging biawak adalah halal atau diizinkan.

Sanad: Seseorang meriwayatkan dari orang lain, hingga sampai kepada Rasulullah SAW.

Matan: Perbuatan para sahabat, yaitu memakan daging biawak, sementara Nabi membiarkannya tanpa mengingkari.

Rawi: Perawi yang menyaksikan dan meriwayatkan kisah tersebut, misalnya sahabat-sahabat Nabi seperti Abu Hurairah.

Attachment IMG_5091.jpeg