Kiriman dibuat oleh Aufa Nabila

Landasan Pendidikan PPKn 2025C -> Tugas 2

oleh Aufa Nabila -
Nama : Aufa Fitria Nabila
NPM : 2553032007
Kelas : 25 C

Pemahaman tentang manusia sebagai makhluk multidimensi berarti menyadari bahwa peserta didik memiliki berbagai aspek yang harus dikembangkan secara utuh meliputi fisik, intelektual, emosional, sosial, moral, dan spiritual. Kesadaran ini memengaruhi rancangan kurikulum di pendidikan dasar dan menengah agar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepribadian. Kurikulum harus dirancang secara seimbang dengan menghadirkan kegiatan pembelajaran yang menumbuhkan kreativitas, empati, kerja sama, dan nilai-nilai moral serta spiritual. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara kognitif, tetapi juga manusia yang berakhlak, berempati, dan siap menghadapi tantangan kehidupan di abad ke-21.

Landasan Pendidikan PPKn 2025C -> Brainstorming

oleh Aufa Nabila -
Nama : Aufa Fitria Nabila 
NPM : 2553032007
Kelas : 25 C

Mata kuliah Landasan Kependidikan berperan penting sebagai fondasi dalam membentuk profesionalitas calon guru PPKn di abad ke-21 karena memberikan pemahaman mendasar tentang hakikat pendidikan, peserta didik, nilai-nilai kemanusiaan, serta fungsi sosial dan moral pendidikan itu sendiri. Melalui landasan filosofis, psikologis, sosiologis, dan historis, calon guru PPKn dibekali kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan etis dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Dalam konteks era digital, guru PPKn dituntut tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menanamkan karakter kebangsaan, nilai demokrasi, dan tanggung jawab moral di tengah arus informasi yang cepat dan beragam. Dengan demikian, pemahaman mendalam terhadap Landasan Kependidikan menjadikan calon guru PPKn mampu menyeimbangkan antara kompetensi, profesional, sosial, dan kepribadian, serta berperan sebagai pendidik yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pembentukan karakter bangsa di era digital

Landasan Pendidikan PPKn 2025C -> Analisis Video

oleh Aufa Nabila -
Nama : Aufa Fitria Nabila
NPM : 2553032007
Kelas : 25 C

Tahap perkembangan menurut Lawrence kohlberg

1.Prakonvensional
2. Konvensional 
3. Pasca Konvensional 


Prakonvensional hubungan sebab akhibat ganjaran hukuman dibagi 2

- orientasi hukuman dan kepatuhan (jika ia tidak patuh dia akan mendapat hukuman/dia mematuhi agar menyelamatkan dirinya sendiri dari hukuman

- orientasi relativis instrumental (kebaikan digunakan untuk mendapat kebaikan dari orang lain)

 2. Konvensional
-Keluar dari egoisme pribadi
-Menyesuaikan sikap demi kenyamanan dan kesenangan orang lain
-Sadar pentingnya loyalitas

Orientasi anak manis

-Orientasi hukum dan ketertiban
Makna kelompok di perluas sadar bahwa dirinya adalah bagian dari masyarakat

3. Pasca konvensional
Hidup baik adalah tanggung jawab masing-masing pribadi penanaman pada prinsip yang muncul dalam batin

- Kontrak Sosial Legalistis
Selalu terbuka kemungkinan untuk memperbarui dan hukum dengan demokrasi (menjunjung nilai martabat manusia).

- Prinsip Etika Universal
nilai-nilai moral dasar yang diakui secara luas oleh seluruh umat manusia sebagai pedoman untuk membedakan antara tindakan benar dan salah.

- Prinsip Hati Nurani Universal
panduan moral batin yang dimiliki setiap manusia untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk secara alami, tanpa dipengaruhi oleh budaya, agama, atau latar belakang tertentu.

- Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Kemanusiaan yaitu dengan menghargai dan menghormati setiap manusia sebagai makhluk yang memiliki martabat, hak, serta nilai yang sama tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, atau status sosial.

- Keadilan prinsip moral dan sosial yang menuntut agar setiap orang diperlakukan secara setara sesuai dengan hak, kewajiban, dan perbuatannya tanpa adanya diskriminasi.

- Terakhir yaitu ada namanya Human rights atau hak asasi manusia (HAM) adalah hak-hak dasar yang melekat pada setiap individu sejak lahir sebagai anugerah Tuhan dan tidak dapat dicabut oleh siapa pun. Hak ini mencakup kebebasan dan perlindungan yang menjamin setiap orang dapat hidup dengan martabat, tanpa diskriminasi, dan dengan rasa aman. Contoh hak asasi manusia meliputi hak untuk hidup, hak atas kebebasan berpendapat, hak atas pendidikan, hak untuk bekerja, dan hak untuk diperlakukan secara adil di depan hukum. Prinsip utama HAM adalah kesetaraan, kebebasan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia, yang menjadi dasar dalam menciptakan kehidupan sosial yang damai dan beradab.

AI PPKn C -> FORUM DISKUSI

oleh Aufa Nabila -

Nama : Aufa Fitria Nabila

Kelas : 25 C 

NPM : 2553032007

1. Hadis Qauliyah (Perkataan) 

Contoh: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Sanad: Seseorang meriwayatkan dari orang lain, sampai kepada Abu Hurairah.

Matan: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam".

Rawi: Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, periwayat hadis.

2. Hadis Fi'liyah (Perbuatan) 

Contoh: “Shalatlah kalian (dengan cara) sebagaimana kalian melihatku shalat.” (HR. Bukhari dari Malik bin Al-Huwairits)

Sanad: Seseorang meriwayatkan dari orang lain, sampai kepada Malik bin Al-Huwairits.

Matan: “Shalatlah kalian (dengan cara) sebagaimana kalian melihatku shalat”.

Rawi: Malik bin Al-Huwairits radhiyallahu 'anhu.

3. Hadis Taqririyah (Persetujuan) 

Contoh: Nabi Muhammad SAW membiarkan sahabatnya memakan daging biawak, yang menunjukkan bahwa memakan daging biawak adalah halal atau diizinkan.

Sanad: Seseorang meriwayatkan dari orang lain, hingga sampai kepada Rasulullah SAW.

Matan: Perbuatan para sahabat, yaitu memakan daging biawak, sementara Nabi membiarkannya tanpa mengingkari.

Rawi: Perawi yang menyaksikan dan meriwayatkan kisah tersebut, misalnya sahabat-sahabat Nabi seperti Abu Hurairah.

Lampiran IMG_5091.jpeg