གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Fathia Salma Azqia

MSDM MM 2025 -> Evaluasi Sesi 14 -> EVALUASI SESI 14 -> Re: EVALUASI SESI 14

Fathia Salma Azqia གིས-
Fathia Salma Azqia (2521011019)

1. Jelaskan berbagai bentuk insentif individual dan dampaknya terhadap motivasi serta produktivitas!
Insentif individu, seperti bonus, komisi, penghargaan, atau tunjangan khusus, diberikan berdasarkan prestasi masing-masing karyawan. Cara ini membuat karyawan merasa dihargai dan termotivasi untuk bekerja lebih giat. Dampaknya, produktivitas meningkat karena karyawan lebih fokus dan berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Penting juga agar insentif diberikan secara adil dan transparan agar tidak menimbulkan rasa iri atau persaingan negatif.

2. Identifikasi metode insentif kelompok dan perbandingannya dengan insentif individual!
Insentif kelompok, seperti profit sharing atau bonus tim, diberikan berdasarkan pencapaian bersama dan mendorong kerja sama antaranggota. Berbeda dengan insentif individu yang fokus pada prestasi pribadi, insentif kelompok menumbuhkan kolaborasi dan semangat tim. Meskipun motivasi pribadi mungkin lebih cepat muncul dengan insentif individu, insentif kelompok lebih efektif untuk membangun kerja sama jangka panjang.

3. Jelaskan keterkaitan pembayaran insentif dengan kinerja keseluruhan perusahaan!
Pembayaran insentif terkait langsung dengan kinerja perusahaan karena mendorong karyawan mencapai target yang sejalan dengan strategi perusahaan. Dengan insentif yang tepat, karyawan lebih termotivasi, bekerja lebih efisien, dan produktif. Dampaknya, kinerja individu meningkat sekaligus memperbaiki hasil operasional, kualitas layanan, dan pencapaian target perusahaan secara keseluruhan.

4. Bagaimana konsep balance scorecard dalam sistem insentif dan manfaatnya?
Balanced Scorecard (BSC) dalam sistem insentif menilai kinerja karyawan dari empat sisi: finansial, pelanggan, proses internal, dan pembelajaran/pertumbuhan. Dengan mengaitkan insentif pada semua aspek ini, karyawan terdorong bekerja seimbang, fokus pada kualitas, efisiensi, dan pengembangan diri. BSC membantu menyelaraskan tujuan individu atau tim dengan strategi perusahaan, meningkatkan motivasi, serta mendorong pencapaian hasil yang berkelanjutan.

5. Bagaimana mengidentifikasi faktor pendukung keberhasilan program insentif, termasuk komunikasi dan partisipasi karyawan?
Keberhasilan program insentif tergantung pada beberapa faktor penting. Komunikasi yang jelas membuat karyawan paham tujuan dan cara kerja insentif, sedangkan partisipasi mereka meningkatkan rasa memiliki dan motivasi. Selain itu, transparansi, keadilan, keterkaitan insentif dengan kinerja nyata, dan pemantauan rutin juga sangat penting. Dengan memperhatikan hal-hal ini, program insentif bisa efektif, meningkatkan kinerja, dan memberikan manfaat bagi karyawan maupun perusahaan.

MSDM MM 2025 -> EVALUASI SESI 12 -> EVALUASI SESI 12 -> Re: EVALUASI SESI 12

Fathia Salma Azqia གིས-
Nama : Fathia Salma Azqia
NPM : 2521011019

1. Jelaskan bagaimana menciptakan kondisi yang menciptakan sistem kerja berkinerja tinggi!
Sistem kerja berkinerja tinggi terbentuk ketika organisasi menciptakan lingkungan yang mendorong produktivitas, kolaborasi, dan perkembangan karyawan. Hal ini dapat dicapai melalui budaya kerja yang positif, tujuan yang terarah, serta komunikasi yang terbuka antara pimpinan dan tim. Organisasi juga perlu menyediakan pelatihan berkelanjutan, merancang pekerjaan secara efektif, dan menerapkan sistem penghargaan yang adil untuk menjaga motivasi. Pemanfaatan teknologi yang tepat turut meningkatkan efisiensi dan kualitas proses kerja. Jika seluruh elemen ini berjalan harmonis, organisasi dapat mempertahankan kinerja tinggi secara konsisten.

2. Bagaimana manajemen sumber daya manusia dapat berkontribusi pada kinerja tinggi?
Manajemen sumber daya manusia berperan penting dalam mendorong kinerja tinggi dengan memastikan organisasi memiliki karyawan yang tepat, terampil, dan termotivasi. Peran ini diwujudkan melalui proses rekrutmen yang selektif, program pelatihan berkelanjutan, serta pengelolaan kinerja yang sistematis. HR juga menyusun sistem penghargaan yang adil untuk meningkatkan motivasi, sekaligus menetapkan kebijakan kerja yang mendukung kesejahteraan dan keterlibatan karyawan. Dengan pengelolaan talenta yang strategis dan lingkungan kerja yang kondusif, manajemen SDM mampu meningkatkan produktivitas, kualitas, dan kinerja organisasi secara menyeluruh.

3. Jelaskan peran teknologi manajemen sumber daya manusia dalam sistem kerja berkinerja tinggi!
Teknologi manajemen sumber daya manusia memainkan peran besar dalam membangun sistem kerja berkinerja tinggi karena membuat proses HR lebih cepat, efisien, dan akurat. Melalui platform digital seperti HRIS, perusahaan dapat mengelola data karyawan, absensi, penilaian kinerja, dan administrasi secara otomatis sehingga meminimalkan kesalahan dan menghemat waktu. Teknologi juga memungkinkan pemantauan kinerja secara real-time, pemberian feedback yang lebih cepat, serta pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, e-learning mendukung pengembangan kompetensi secara berkelanjutan, sementara sistem rekrutmen digital memudahkan perusahaan menemukan kandidat terbaik. Secara keseluruhan, teknologi HR meningkatkan koordinasi, transparansi, dan produktivitas, yang pada akhirnya memperkuat kinerja organisasi.

4. Jelaskan cara mengukur efektivitas manajemen sumber daya manusia?
Efektivitas manajemen sumber daya manusia dapat dinilai dari sejauh mana praktik HR mampu mendukung kinerja karyawan dan pencapaian tujuan organisasi. Pengukurannya dapat dilakukan melalui berbagai indikator, seperti tingkat produktivitas, pencapaian target, turnover dan retensi karyawan, serta kualitas proses rekrutmen. Survei kepuasan dan keterlibatan karyawan juga membantu menunjukkan apakah kebijakan dan lingkungan kerja sudah berjalan dengan baik. Selain itu, evaluasi hasil pelatihan diperlukan untuk memastikan bahwa program pengembangan benar-benar meningkatkan kompetensi. Dengan memantau indikator-indikator ini secara berkelanjutan, organisasi dapat mengetahui tingkat efektivitas HR serta area yang perlu diperbaiki.

MSDM MM 2025 -> EVALUASI SESI 11 -> Evaluasi 11 -> Re: Evaluasi 11

Fathia Salma Azqia གིས-
Nama : Fathia Salma Azqia
NPM : 2521011019

1. Bagaimana pengembangan terkait dengan pelatihan dan karier?
Pengembangan karyawan merupakan proses yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan individu dalam menghadapi tanggung jawab pekerjaan di masa depan. Sementara itu, pelatihan berfokus pada peningkatan keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk pekerjaan saat ini. Keduanya memiliki keterkaitan yang erat karena pelatihan menjadi langkah awal dalam mendukung pengembangan karier jangka panjang. Dengan kata lain, pelatihan membantu karyawan bekerja lebih efektif saat ini, sedangkan pengembangan mempersiapkan mereka untuk jenjang karier berikutnya.

2. Bagaimana mengidentifikasi metode yang digunakan organisasi untuk pengembangan karyawan?
Untuk menentukan metode pengembangan yang tepat, organisasi perlu melakukan analisis kebutuhan karyawan dan organisasi secara menyeluruh. Langkah ini dapat dilakukan melalui evaluasi program pelatihan yang sudah ada, pengumpulan umpan balik dari peserta, serta peninjauan hasil kinerja. Berdasarkan informasi tersebut, organisasi dapat memilih metode yang sesuai seperti on-the-job training, rotasi jabatan, mentoring, coaching, atau pembelajaran berbasis proyek agar pengembangan berjalan efektif dan relevan dengan kebutuhan.

3. Jelaskan bagaimana organisasi menggunakan asesmen tipe kepribadian, perilaku kerja, dan kinerja pekerjaan untuk merencanakan pengembangan karyawan!
Asesmen kepribadian, perilaku kerja, dan kinerja membantu organisasi memahami karakter, potensi, dan kebutuhan pengembangan setiap karyawan. Hasil dari asesmen ini digunakan sebagai dasar untuk merancang program pelatihan atau pengembangan karier yang lebih terarah. Misalnya, hasil tes kepribadian dapat menunjukkan kecenderungan gaya kerja seseorang, sedangkan penilaian kinerja menunjukkan area yang perlu ditingkatkan. Dengan demikian, organisasi dapat menempatkan karyawan sesuai potensi dan memberikan pelatihan yang sesuai.

4. Jelaskan bagaimana pengalaman kerja dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan!
Pengalaman kerja memberikan kesempatan bagi karyawan untuk belajar langsung dari situasi nyata. Melalui penugasan yang beragam seperti rotasi jabatan, perluasan tanggung jawab, atau proyek lintas divisi, karyawan dapat mengembangkan keterampilan baru sekaligus memperkuat kemampuan yang sudah dimiliki. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya wawasan profesional, tetapi juga melatih kemampuan berpikir strategis, kepemimpinan, dan kerja sama tim.

5. Bagaimana prinsip-prinsip program mentoring yang sukses?
Program mentoring yang berhasil biasanya memiliki kesesuaian antara mentor dan mentee, tujuan pengembangan yang jelas, serta hubungan yang didasari kepercayaan dan komunikasi terbuka. Kedua pihak perlu memiliki komitmen terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Selain itu, evaluasi berkala diperlukan untuk memastikan tujuan mentoring tercapai dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan karier mentee.

6. Jelaskan bagaimana manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching!
Manajer dan rekan kerja berperan penting dalam proses coaching untuk membantu karyawan mencapai potensi terbaiknya. Coaching dilakukan dengan memberikan bimbingan langsung, umpan balik yang membangun, serta dukungan dalam menghadapi tantangan kerja. Melalui proses ini, karyawan didorong untuk berpikir reflektif, menemukan solusi sendiri, dan meningkatkan kinerja secara berkelanjutan. Pendekatan ini juga membantu membangun hubungan kerja yang lebih produktif dan kolaboratif..

7. Bagaimana mengidentifikasi langkah-langkah dalam proses manajemen karier?
Manajemen karier melibatkan beberapa langkah utama, yaitu penilaian diri, eksplorasi karier, penetapan tujuan, perencanaan tindakan, dan evaluasi hasil. Pada tahap awal, karyawan perlu memahami minat, nilai, serta kemampuan yang dimiliki. Selanjutnya, mereka mengeksplorasi peluang karier yang sesuai dan menetapkan tujuan yang realistis. Setelah itu, disusunlah rencana pengembangan yang mendukung pencapaian tujuan tersebut, yang kemudian dievaluasi secara berkala untuk melihat kemajuan dan penyesuaian yang diperlukan.

8. Bagaimana organisasi menghadapi tantangan seperti "glass ceiling," perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional?
Dalam praktik MSDM, organisasi sering menghadapi tantangan seperti glass ceiling, perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional. Untuk mengatasi glass ceiling, organisasi perlu menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh karyawan. Sementara itu, perencanaan sukses dilakukan dengan menyiapkan calon pemimpin masa depan melalui program pelatihan dan pembinaan. Adapun manajer disfungsional perlu ditangani melalui pembinaan, pelatihan kepemimpinan, atau tindakan manajerial yang tegas agar tidak menghambat kinerja tim dan iklim kerja secara keseluruhan.

MSDM MM 2025 -> EVALUASI Sesi 10 -> EVALUASI Sesi 10 -> Re: EVALUASI Sesi 10

Fathia Salma Azqia གིས-
1. Unsur-unsur dalam proses seleksi karyawan
Proses seleksi karyawan bertujuan untuk memastikan perusahaan memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan jabatan. Unsur-unsur tersebut meliputi: penyaringan lamaran, tes seleksi (psikotes/kemampuan), wawancara, pemeriksaan latar belakang, tes kesehatan, keputusan akhir, serta orientasi dan penempatan. Proses seleksi mencakup serangkaian tahapan yang bertujuan menilai kecocokan pelamar dari aspek administrasi, kemampuan, dan kepribadian agar sesuai dengan kebutuhan organisasi.

2. Menentukan metode untuk mengukur keberhasilan proses seleksi
Keberhasilan proses seleksi dapat diukur dengan menggunakan metode yang terukur. Indikator yang umum digunakan antara lain hasil seleksi mampu memprediksi kinerja karyawan, tingkat retensi dan turnover, kinerja karyawan baru, kepuasan manajer terhadap karyawan baru, serta efisiensi waktu dan biaya seleksi. Selain itu, survei kepuasan pelamar juga dapat digunakan untuk mengukur efektivitas proses seleksi dari sisi pengalaman kandidat.

3. Persyaratan pemerintah terkait seleksi pegawai
Dalam proses seleksi pegawai, perusahaan wajib mematuhi peraturan pemerintah, terutama yang diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan dan peraturan ASN bagi instansi publik. Untuk aparatur sipil negara, seleksi dilakukan secara objektif melalui tahapan administrasi, tes berbasis komputer (CAT), dan wawancara sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

4. Metode umum dalam pemilihan sumber daya manusia
Berbagai metode digunakan perusahaan dalam memilih sumber daya manusia yang tepat, di antaranya tes psikologis untuk mengukur kepribadian dan potensi, tes kemampuan teknis untuk menilai keahlian kerja, assessment center untuk mengevaluasi kompetensi melalui simulasi, wawancara terstruktur yang menjaga objektivitas, serta pemeriksaan referensi dan latar belakang

5. Teknik wawancara yang efektif dalam proses seleksi
Wawancara yang efektif memerlukan persiapan yang matang. Teknik yang umum digunakan meliputi wawancara terstruktur dengan pertanyaan yang sama bagi semua pelamar, wawancara perilaku yang menggali pengalaman masa lalu, wawancara situasional untuk menilai respons terhadap masalah kerja, serta panel interview agar penilaian lebih objektif.

6. Cara pemberi kerja mengambil keputusan dalam proses seleksi
Setelah seluruh tahap seleksi selesai, pemberi kerja mengumpulkan hasil tes, wawancara, dan referensi untuk dianalisis. Data tersebut kemudian dibandingkan antar kandidat dan diberi bobot sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Keputusan akhir biasanya dilakukan melalui diskusi antara HR dan manajer pengguna, dengan mempertimbangkan hasil seleksi, kebutuhan jabatan, serta kesesuaian budaya kerja.