Nama : Lia Wati
NPM : 2521011028
1. Insentif individu adalah imbalan tambahan di luar gaji yang diberikan berdasarkan kinerja pribadi karyawan untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas.
Bentuk-Bentuk Insentif Individu (Menurut HRM):
1. Bonus & Komisi → imbalan berbasis pencapaian target.
2. Upah berdasarkan hasil (piece rate) → dibayar sesuai jumlah output.
3. Tunjangan (kesehatan, transportasi, makan) → meningkatkan kesejahteraan.
4. Penghargaan & promosi jabatan → pengakuan atas prestasi.
5. Pelatihan & pengembangan karier → peningkatan kompetensi.
Dampak terhadap Motivasi & Produktivitas:
• Motivasi meningkat karena karyawan merasa dihargai.
• Produktivitas naik karena kinerja dikaitkan dengan imbalan.
• Loyalitas meningkat jika insentif adil dan berkelanjutan.
• Jika tidak adil → bisa menurunkan semangat kerja.
2. Metode Insentif Kelompok:
• Bonus Tim (berdasarkan target tim)
• Profit Sharing (bagi hasil keuntungan)
• Gainsharing (berdasarkan peningkatan efisiensi/kinerja tim)
• Insentif Proyek (setelah proyek tim berhasil)
Perbandingan dengan Insentif Individu:
• Kelompok: berbasis kinerja tim → meningkatkan kerja sama.
• Individu: berbasis kinerja pribadi → meningkatkan prestasi perorangan.
3. Keterkaitan pembayaran insentif dengan kinerja keseluruhan perusahaan:
Pembayaran insentif yang dikaitkan dengan pencapaian target perusahaan akan mendorong karyawan bekerja lebih produktif, sehingga:
• Kinerja individu meningkat
• Kinerja tim membaik
• Produktivitas, kualitas, dan keuntungan perusahaan meningkat
4. Konsep Balanced Scorecard (BSC) dalam sistem insentif adalah pemberian insentif berdasarkan empat perspektif kinerja, yaitu:
1. Keuangan (laba, efisiensi biaya)
2. Pelanggan (kepuasan, loyalitas)
3. Proses internal (kualitas, kecepatan layanan)
4. Pembelajaran & pertumbuhan (kompetensi, inovasi)
Artinya, insentif tidak hanya dinilai dari keuntungan, tetapi dari kinerja menyeluruh perusahaan.
Manfaat BSC dalam sistem insentif:
• Penilaian kinerja lebih adil & seimbang
• Meningkatkan motivasi karyawan jangka panjang
• Mendorong kinerja perusahaan yang berkelanjutan
• Menyelaraskan tujuan karyawan dengan strategi Perusahaan
5. Faktor pendukung keberhasilan program insentif dapat diidentifikasi melalui:
1. Komunikasi yang jelas → aturan, target, dan cara perhitungan insentif dipahami semua karyawan.
2. Keadilan sistem → insentif dibagi sesuai kinerja, tidak pilih kasih.
3. Partisipasi karyawan → karyawan dilibatkan dalam penyusunan target dan evaluasi.
4. Target yang realistis → bisa dicapai dan terukur.
5. Konsistensi penerapan → insentif dibayarkan tepat waktu dan sesuai janji.
NPM : 2521011028
1. Insentif individu adalah imbalan tambahan di luar gaji yang diberikan berdasarkan kinerja pribadi karyawan untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas.
Bentuk-Bentuk Insentif Individu (Menurut HRM):
1. Bonus & Komisi → imbalan berbasis pencapaian target.
2. Upah berdasarkan hasil (piece rate) → dibayar sesuai jumlah output.
3. Tunjangan (kesehatan, transportasi, makan) → meningkatkan kesejahteraan.
4. Penghargaan & promosi jabatan → pengakuan atas prestasi.
5. Pelatihan & pengembangan karier → peningkatan kompetensi.
Dampak terhadap Motivasi & Produktivitas:
• Motivasi meningkat karena karyawan merasa dihargai.
• Produktivitas naik karena kinerja dikaitkan dengan imbalan.
• Loyalitas meningkat jika insentif adil dan berkelanjutan.
• Jika tidak adil → bisa menurunkan semangat kerja.
2. Metode Insentif Kelompok:
• Bonus Tim (berdasarkan target tim)
• Profit Sharing (bagi hasil keuntungan)
• Gainsharing (berdasarkan peningkatan efisiensi/kinerja tim)
• Insentif Proyek (setelah proyek tim berhasil)
Perbandingan dengan Insentif Individu:
• Kelompok: berbasis kinerja tim → meningkatkan kerja sama.
• Individu: berbasis kinerja pribadi → meningkatkan prestasi perorangan.
3. Keterkaitan pembayaran insentif dengan kinerja keseluruhan perusahaan:
Pembayaran insentif yang dikaitkan dengan pencapaian target perusahaan akan mendorong karyawan bekerja lebih produktif, sehingga:
• Kinerja individu meningkat
• Kinerja tim membaik
• Produktivitas, kualitas, dan keuntungan perusahaan meningkat
4. Konsep Balanced Scorecard (BSC) dalam sistem insentif adalah pemberian insentif berdasarkan empat perspektif kinerja, yaitu:
1. Keuangan (laba, efisiensi biaya)
2. Pelanggan (kepuasan, loyalitas)
3. Proses internal (kualitas, kecepatan layanan)
4. Pembelajaran & pertumbuhan (kompetensi, inovasi)
Artinya, insentif tidak hanya dinilai dari keuntungan, tetapi dari kinerja menyeluruh perusahaan.
Manfaat BSC dalam sistem insentif:
• Penilaian kinerja lebih adil & seimbang
• Meningkatkan motivasi karyawan jangka panjang
• Mendorong kinerja perusahaan yang berkelanjutan
• Menyelaraskan tujuan karyawan dengan strategi Perusahaan
5. Faktor pendukung keberhasilan program insentif dapat diidentifikasi melalui:
1. Komunikasi yang jelas → aturan, target, dan cara perhitungan insentif dipahami semua karyawan.
2. Keadilan sistem → insentif dibagi sesuai kinerja, tidak pilih kasih.
3. Partisipasi karyawan → karyawan dilibatkan dalam penyusunan target dan evaluasi.
4. Target yang realistis → bisa dicapai dan terukur.
5. Konsistensi penerapan → insentif dibayarkan tepat waktu dan sesuai janji.