Kiriman dibuat oleh YADHIRA SANIA LOZA

Dalam konteks globalisasi, keberagaman tenaga kerja lebih merupakan kebutuhan daripada sekadar tren, karena perusahaan dituntut untuk mampu bersaing di pasar global, memahami konsumen yang beragam, memanfaatkan ide inovatif dari berbagai latar belakang, serta membangun citra inklusif yang menarik talenta terbaik; tanpa pengelolaan keberagaman, perusahaan akan kesulitan beradaptasi dan berkompetisi secara global.
Mengelola keberagaman antarbudaya di perusahaan multinasional lebih sulit dibanding dalam satu negara karena harus menghadapi perbedaan nilai dan norma kerja, bahasa serta gaya komunikasi, hukum dan regulasi tiap negara, perbedaan zona waktu dan jarak geografis, hingga potensi benturan antara budaya lokal dengan budaya organisasi global, meskipun jika dikelola dengan baik justru dapat menjadi sumber inovasi dan keunggulan kompetitif.