Keyza Novia Putri
2513053193
Jurnal ini meneliti tingkat perkembangan moral siswa kelas VI SD yang berusia 11-12 tahun dengan menggunakan kerangka teori Kohlberg. Penelitian dilakukan secara kualitatif, di mana peneliti memberikan sebuah dilema moral berupa cerita seorang anak bernama Ardi yang harus memilih antara menepati janji belajar kelompok atau menjaga adiknya di rumah, kemudian jawaban dari 10 siswa dianalisis untuk melihat pada tahap mana penalaran moral mereka berada. Hasilnya, sembilan dari sepuluh anak masih berada pada tahap paling dasar, yaitu taat aturan semata-mata karena takut dihukum atau takut dicap sebagai pembohong, sedangkan hanya satu anak yang menunjukkan pertimbangan lebih matang karena alasannya didasari rasa peduli terhadap orang lain, bukan sekadar menghindari sanksi sosial. Hal yang patut diapresiasi dari jurnal ini adalah datanya bersifat empiris karena melalui pengujian langsung di lapangan, bukan sekadar kajian teori. Penulis juga konsisten menerapkan prinsip dasar teori Kohlberg, yaitu yang dinilai bukan tindakan si anak, melainkan alasan di balik tindakan tersebut, sehingga bisa terlihat jelas perbedaan antara anak yang mengambil keputusan sama namun dengan dasar pertimbangan yang berbeda. Proses analisisnya pun disajikan secara transparan lewat tabel berisi jawaban tiap anak beserta penjelasannya, sehingga pembaca bisa menelusuri sendiri logika penilaiannya, dan topik yang diangkat cukup relevan serta aplikatif bagi guru atau orang tua dalam memahami cara berpikir anak usia SD saat dihadapkan pada persoalan moral sehari-hari. Namun demikian, jurnal ini masih memiliki keterbatasan karena hanya melibatkan 10 responden dari satu sekolah dan menggunakan satu skenario dilema moral saja, sehingga hasilnya belum bisa digeneralisasikan untuk menggambarkan perkembangan moral siswa SD secara lebih luas. Diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah responden yang lebih banyak dan variasi kasus dilema moral yang lebih beragam agar kesimpulan yang dihasilkan lebih kuat dan representatif.
2513053193
Jurnal ini meneliti tingkat perkembangan moral siswa kelas VI SD yang berusia 11-12 tahun dengan menggunakan kerangka teori Kohlberg. Penelitian dilakukan secara kualitatif, di mana peneliti memberikan sebuah dilema moral berupa cerita seorang anak bernama Ardi yang harus memilih antara menepati janji belajar kelompok atau menjaga adiknya di rumah, kemudian jawaban dari 10 siswa dianalisis untuk melihat pada tahap mana penalaran moral mereka berada. Hasilnya, sembilan dari sepuluh anak masih berada pada tahap paling dasar, yaitu taat aturan semata-mata karena takut dihukum atau takut dicap sebagai pembohong, sedangkan hanya satu anak yang menunjukkan pertimbangan lebih matang karena alasannya didasari rasa peduli terhadap orang lain, bukan sekadar menghindari sanksi sosial. Hal yang patut diapresiasi dari jurnal ini adalah datanya bersifat empiris karena melalui pengujian langsung di lapangan, bukan sekadar kajian teori. Penulis juga konsisten menerapkan prinsip dasar teori Kohlberg, yaitu yang dinilai bukan tindakan si anak, melainkan alasan di balik tindakan tersebut, sehingga bisa terlihat jelas perbedaan antara anak yang mengambil keputusan sama namun dengan dasar pertimbangan yang berbeda. Proses analisisnya pun disajikan secara transparan lewat tabel berisi jawaban tiap anak beserta penjelasannya, sehingga pembaca bisa menelusuri sendiri logika penilaiannya, dan topik yang diangkat cukup relevan serta aplikatif bagi guru atau orang tua dalam memahami cara berpikir anak usia SD saat dihadapkan pada persoalan moral sehari-hari. Namun demikian, jurnal ini masih memiliki keterbatasan karena hanya melibatkan 10 responden dari satu sekolah dan menggunakan satu skenario dilema moral saja, sehingga hasilnya belum bisa digeneralisasikan untuk menggambarkan perkembangan moral siswa SD secara lebih luas. Diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah responden yang lebih banyak dan variasi kasus dilema moral yang lebih beragam agar kesimpulan yang dihasilkan lebih kuat dan representatif.