Kiriman dibuat oleh Nayla Hafizah Tri Agustin

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal-1

oleh Nayla Hafizah Tri Agustin -
Nama : Nayla Hafizah Tri Agustin
NPM : 2515012010

A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengatisispasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Menurut saya, berita tersebut benar dan sangat relevan dengan kondisi saat ini. Hoaks bisa menyebar dengan cepat melalui media sosial dan dapat memecah belah masyarakat, bahkan orang yang berpendidikan tinggi pun bisa tertipu.
Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, yang bisa saya lakukan adalah:
  1. ​Tidak langsung percaya dan menyebarkan berita yang saya terima
  2. Mengecek kebenaran berita dari sumber yang terpercaya
  3. Membaca berita secara lengkap, tidak hanya judul
  4. ​Mengedukasi orang sekitar agar lebih bijak menggunakan media sosial
B. Bagaimana pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila dapat menyebabkan sikap individualis, penyebaran kebencian, hoaks, dan hilangnya rasa persatuan di media sosial. Hal ini bertentangan dengan nilai kemanusiaan, persatuan, dan musyawarah.
Solusi yang dapat saya sampaikan adalah:
  1. Menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab
  2. ​Menanamkan nilai Pancasila dalam penggunaan media sosial
  3. Menghargai perbedaan pendapat dan tidak menyebarkan ujaran kebencian
  4. ​Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama dalam literasi digital
C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimanakah solusi menurut progam studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Sikap konsumerisme membuat Indonesia hanya menjadi pengguna produk teknologi dari negara lain.
Solusi menurut program studi/jurusan yang saya ambil adalah (arsitektur):
  1. ​Mendorong pembuatan produk lokal yang berkualitas sehingga menciptakan hasil bangunan yang baik.
  2. ​​Mendukung riset dan pengembangan teknologi dalam negeri
  3. ​Mengembangkan kreativitas dan inovasi mahasiswa dengan mengutamakan inovasi mengenai budaya Indonesia di bandingkan luar.
  4. ​Menggunakan dan mempromosikan produk hasil karya kreativitas teknologi buatan Indonesia.
Dari hal-hal tersebut bidang arsitektur Indonesia tidak akan meninggalkan identitas bangsa, dan dapat mengimbangi negara lain tanpa mengikuti atau menggunakan produk luar.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Nayla Hafizah Tri Agustin -
Nama : Nayla Hafizah Tri Agustin
NPM : 2515012010

Analisis jurnal
"URGENSI PENEGASAN PANCASILA
SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK"

Penulis menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan IPTEK sering kali menimbulkan dampak negatif apabila tidak disertai dengan nilai etika, kemanusiaan, dan religius. Oleh karena itu, Pancasila sebagai ideologi bangsa harus dijadikan pedoman agar pengembangan ilmu tidak menyimpang dari kepribadian bangsa Indonesia.
Pancasila dipahami sebagai sistem nilai yang terdiri atas nilai dasar, instrumental, dan praktis yang berfungsi sebagai kerangka berpikir, arah, dan tujuan pengembangan IPTEK. Setiap sila Pancasila mengandung prinsip moral yang relevan, seperti penghormatan terhadap nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar nilai, IPTEK diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan manusia, menjaga martabat kemanusiaan, serta memperkuat persatuan bangsa. Selain itu, jurnal ini juga menegaskan bahwa secara historis, sosiologis, dan politis, Pancasila memiliki legitimasi kuat sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan, sebagaimana tercermin dalam amanat Pembukaan UUD 1945 dan berbagai kebijakan negara. Penulis menyimpulkan bahwa penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK sangat penting agar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia tetap beretika, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan kemanusiaan.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Nayla Hafizah Tri Agustin -
Nama : Nayla Hafizah Tri Agustin
NPM : 2515012010

Analisis jurnal
"Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi"

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 103 mahasiswa Program Studi Matematika Universitas Pancasakti Tegal, dengan sampel sebanyak 40 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik proporsional cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang tergolong baik. Selain itu, mahasiswa juga mampu menyikapi perkembangan IPTEK secara positif, seperti memanfaatkan teknologi untuk menunjang proses belajar, berkomunikasi secara santun di media sosial, menyaring informasi yang diterima, serta menghindari konten negatif yang bertentangan dengan norma dan budaya bangsa.

Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan sikap mahasiswa agar tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila di tengah arus perkembangan teknologi yang semakin pesat.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal

oleh Nayla Hafizah Tri Agustin -
Nama : Nayla Hafizah Tri Agustin
NPM : 2515012010


A. Bagaimana kondisi etika dalam perilaku politik saat ini? Apakah sudah sejalan dengan prinsip Pancasila?
Etika perilaku politik di Indonesia saat ini belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip-prinsip Pancasila. Meskipun secara formal Pancasila dijadikan landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, praktik di lapangan masih menunjukkan banyak penyimpangan.
Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, politik uang, serta perilaku pejabat yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompok dibandingkan dengan kebutuhan rakyat. Padahal, nilai-nilai Pancasila seperti keadilan sosial, kemanusiaan, dan musyawarah seharusnya menjadi pedoman utama dalam dunia politik.
Di samping itu, etika politik yang seharusnya menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan sikap melayani masyarakat sering kali diabaikan. Akibatnya, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga politik semakin menurun. Dengan demikian, meskipun Pancasila dijadikan landasan secara resmi, implementasinya dalam perilaku politik masih membutuhkan banyak perbaikan.

B. Bagaimana etika kaum muda di lingkungan tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai bangsa Indonesia? Apa solusi untuk mengatasi kemunduran moral?
Etika anak muda di sekitar tempat saya sangat bervariasi. Sebagian dari mereka masih menunjukkan sikap yang baik, saling menghargai, peduli lingkungan, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Sikap seperti ini sudah mencerminkan nilai-nilai bangsa Indonesia yang mengedepankan gotong royong, sopan santun, dan rasa kebersamaan.
Namun, ada juga segelintir generasi muda yang menunjukkan penurunan etika, seperti kurang menghormati orang tua, berbicara kasar, bersikap individualis, dan ketergantungan yang tinggi terhadap media sosial. Pengaruh lingkungan, pergaulan bebas, serta kurangnya pengawasan dari keluarga menjadi penyebab utama terjadinya kemunduran moral.
Beberapa solusi yang dapat diterapkan antara lain:
Peran keluarga perlu diperkuat dalam mengajarkan nilai-nilai moral dan agama sejak dini, pendidikan karakter di sekolah harus lebih ditekankan, bukan hanya aspek akademis, kemudian generasi muda perlu lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial, pemerintah dan masyarakat sebaiknya menyediakan kegiatan positif bagi remaja, seperti organisasi, olahraga, dan kegiatan sosial.
Dengan kolaborasi dari semua pihak, kemunduran moral dapat diminimalkan dan generasi muda dapat kembali mencerminkan etika serta nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Nayla Hafizah Tri Agustin -

Nama : Nayla Hafizah Tri Agustin

NPM :2515012010

KELAS : A

PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA

Ariesta Wibisono Anditya


A. Pendahuluan

Dasar adalah sesuatu yang bersifat tetap, suatu ajaran yang menjadi pedoman, pegangan dalam melakukan perbuatan. Antara dasar dan tujuan ada hubungan yang erat sekali. Jika dasarnya liberalisme, tujuan yang akan dicapai ialah masyarakat liberal. Jika dasarnya fascisme, tujuan yang akan dicapai ialah masyarakat fascis. Dasar negara Indonesia adalah Pancasila, karena itu tujuan yang hendak dicapai oleh bangsa Indonesia adalah masyarakat yang berdasarkan Pancasila. Definisi dari media massa apabila ditelusuri dari kata “media” sendiri berarti alat, corong, instrumen, jalan, medium, penghubung, perangkat, perantara, peranti, saluran, sarana, wahana. Sedangkan kata “massa” berarti agregat, jasad, kawula, komposit, konglomerat, korpus, pengikut, publik, substansi. Sementara pengertian “media massa” sendiri adalah sarana dan saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas.

Media massa di Indonesia, menurut tinjauan pustaka oleh penulis merupakan media atau alat yang dipergunakan oleh lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik seperti yang tersebut dalam Pasal 1 Butir 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dengan demikian yang bertanggung jawab atas beredarnya muatan komunikasi massa dalam media tersebut adalah sebuah lembaga yang disebut sebagai pers. Pemanfaatan media massa pada umumnya dapat diklasifikasikan ke dalam dua jenis, yaitu media cetak dan media elektronik. Dimana untuk surat kabar sebagai bagian dari media cetak pengertiannya adalah “lembaran tercetak yang memuat laporan yang terjadi di masyarakat dengan ciri-ciri terbit secara periodik, bersifat umum, isinya termasa dan aktual, mengenai apa saja dan dari mana saja di seluruh dunia yang mengandung nilai untuk diketahui khalayak pembaca.” Dari beberapa paparan pendapat dapat diketahui bahwa media massa mempunyai peran yang strategis dalam kontrol sosial. Melalui pemberitaan, media massa dapat melakukan kontrol atau pengawasan terhadap hukum.


B. Pembahasan

1. Tinjauan Umum Mengenai Pancasila

Pancasila dalam pengertian sebagai pandangan hidup asal-usulnya dari falsafah hidup. Kata falsafah atau filsafat merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta) dan (sophia = kebijaksanaan). Notonagoro menjelaskan mengenai nilai-nilai Pancasila, dengan membaginya ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu :

1. nilai materiil, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia, 

2. nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas,

3. nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.


Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa secara yuridis konstitusional berlaku mulai tanggal 18 Agustus 1945 yaitu sejak disahkannya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pancasila sebagai dasar negara rumusan materinya tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Norma Pancasila dapat ditemukan melalui hakekat isi Pancasila. Hakekat yang pertama yakni hakekat Tuhan, ditemukan dalam pernyataan-pernyataan seperti causa prima, sangkan paraning dhumadhi, dzat yang mutlak dan mudah dipahami melalui sifat-sifat Tuhan seperti Maha Kuasa, Maha Adil, Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, dan lain sebagainya. Hakekat yang kedua, yakni hakekat manusia. Menurut Notonegoro, hakekat manusia terbagi menjadi dua teori, yaitu teori monodualisme dan monopluralisme. Hakekat yang ketiga, yakni hakekat satu. Kata “satu” menunjukkan sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Hakekat yang keempat, yakni rakyat, berarti segenap penduduk suatu negara, anak buah, orang kebanyakan, atau orang biasa. hakekat yang kelima, adalah hakekat adil, yakni tidak berat sebelah, tidak sewenang-wenang, seimbang, atau perlakuan yang sama. 


2. Tinjauan Umum Mengenai Media Massa

1. Perkembangan Media Massa di Indonesia 

Ketika membahas media massa, maka akan terkait juga dengan pers. Definisi dari media massa apabila ditelusuri dari kata “media” sendiri berarti alat, corong, instrumen, jalan, medium, penghubung, perangkat, perantara, peranti, saluran, sarana, wahana. Sedangkan kata “massa” berarti agregat, jasad, kawula, komposit, konglomerat, korpus, pengikut, publik, substansi. Sementara pengertian “media massa” sendiri adalah sarana dan saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas. Satjipto Rahardjo berpendapat, dengan melihat beberapa media massa yang lazim disebut dengan koran kuning, jenis media massa yang kontennya cenderung memberitakan mengenai hukum, apalagi mengenai kekerasan secara berlebihan, khususnya dalam hal pemuatan foto pelaku, korban, judul yang bombastis dan penggunaan bahasa yang tidak etis. Yang memperkuat posisi media massa dalam kontrol sosial adalah dengan merekonstruksi kembali sebuah pelanggaran hukum dan para penegak hukumnya, rekonstruksi harus memperhatikan kepentingan korban, pelaku, keluarga korban, penegak hukum dan masyarakat.

Berdasarkan tinjauan pustaka oleh penulis, kerjasama media massa dengan lembaga penegak hukum masih sebatas antara media pencari berita dengan narasumbernya saja, memang wajar mengingat kerjasama yang lebih jauh dapat memungkinkan adanya intervensi dari kedua belah pihak yang sama-sama menganggu. Namun hal ini di satu sisi menjadi masalah karena dalam konteks kontrol sosial tidak ada integrasi antara pemerintah dan masyarakat. Kerjasama media massa dengan penegak hukum dapat membantu juga timbulnya kerjasama. 


C. Penutup

Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia khususnya belum terlaksana secara menyeluruh. Berita yang diedarkan kepada khalayak ramai seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tanpa menelusuri kembali berita dan sumber berita tersebut, masyarakat justru mempercayai hal tersebut.