Nama : Muhamad Luthfi
NPM : 2515061124
Kelas : PSTI D
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
Jurnal Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi karya Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, dan Mohamad Khamim (2018) mengkaji hubungan antara Pendidikan Pancasila dengan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan IPTEK. Penelitian ini berangkat dari fenomena globalisasi yang membawa percepatan informasi dan transformasi budaya, sehingga mahasiswa sebagai generasi muda rentan mengalami pengikisan nilai-nilai luhur bangsa. Dalam konteks tersebut, mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila diposisikan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat karakter dan menjaga orientasi etis mahasiswa dalam menyikapi teknologi. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 40 responden yang dipilih melalui teknik proportional cluster random sampling, dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kategori sikap Pancasila yang baik, tercermin dari skor yang secara konsisten berada di atas batas kategori minimum. Responden juga dinilai mampu menyikapi perkembangan teknologi secara bijak, termasuk dalam penggunaan media sosial, penyaringan konten negatif, pemanfaatan internet untuk pembelajaran, serta penggunaan bahasa santun dalam interaksi digital.
Secara inferensial, analisis regresi sederhana menunjukkan adanya pengaruh signifikan mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK, ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 yang berada di bawah batas 0,05. Koefisien regresi sebesar 0,616 menggambarkan bahwa peningkatan kualitas pemahaman Pancasila berbanding lurus dengan kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan IPTEK secara bertanggung jawab. Meskipun demikian, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 28,2% menunjukkan bahwa masih terdapat faktor lain yang lebih dominan mempengaruhi sikap mahasiswa terhadap teknologi, seperti lingkungan keluarga, budaya digital, pengaruh teman sebaya, serta literasi media yang berkembang di luar ruang akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa Pendidikan Pancasila berfungsi sebagai penguat karakter, tetapi tidak menjadi satu-satunya faktor penentu dalam pembentukan respons mahasiswa terhadap perubahan teknologi.
Jurnal ini memberikan kontribusi penting karena menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis Pancasila tidak hanya relevan dalam konteks moral dan kewarganegaraan, tetapi juga dalam menghadapi tantangan modernisasi teknologi. Penulis menegaskan perlunya aktualisasi Pancasila melalui pembelajaran yang tidak bersifat indoktrinatif, melainkan kontekstual dan adaptif terhadap dinamika zaman. Selain itu, penulis merekomendasikan perlunya peran pemerintah dalam memfilter arus informasi global, serta perlunya mahasiswa menjaga kepribadian bangsa dengan selektif terhadap budaya asing dan aktif melestarikan nilai-nilai luhur Pancasila. Secara keseluruhan, jurnal ini memperlihatkan bahwa internalisasi Pancasila melalui pendidikan formal memiliki dampak nyata terhadap pembentukan sikap mahasiswa dalam menyikapi IPTEK, meskipun intervensi karakter perlu didukung oleh lingkungan digital dan sosial yang kondusif.
NPM : 2515061124
Kelas : PSTI D
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
Jurnal Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi karya Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, dan Mohamad Khamim (2018) mengkaji hubungan antara Pendidikan Pancasila dengan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan IPTEK. Penelitian ini berangkat dari fenomena globalisasi yang membawa percepatan informasi dan transformasi budaya, sehingga mahasiswa sebagai generasi muda rentan mengalami pengikisan nilai-nilai luhur bangsa. Dalam konteks tersebut, mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila diposisikan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat karakter dan menjaga orientasi etis mahasiswa dalam menyikapi teknologi. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 40 responden yang dipilih melalui teknik proportional cluster random sampling, dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kategori sikap Pancasila yang baik, tercermin dari skor yang secara konsisten berada di atas batas kategori minimum. Responden juga dinilai mampu menyikapi perkembangan teknologi secara bijak, termasuk dalam penggunaan media sosial, penyaringan konten negatif, pemanfaatan internet untuk pembelajaran, serta penggunaan bahasa santun dalam interaksi digital.
Secara inferensial, analisis regresi sederhana menunjukkan adanya pengaruh signifikan mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK, ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 yang berada di bawah batas 0,05. Koefisien regresi sebesar 0,616 menggambarkan bahwa peningkatan kualitas pemahaman Pancasila berbanding lurus dengan kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan IPTEK secara bertanggung jawab. Meskipun demikian, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 28,2% menunjukkan bahwa masih terdapat faktor lain yang lebih dominan mempengaruhi sikap mahasiswa terhadap teknologi, seperti lingkungan keluarga, budaya digital, pengaruh teman sebaya, serta literasi media yang berkembang di luar ruang akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa Pendidikan Pancasila berfungsi sebagai penguat karakter, tetapi tidak menjadi satu-satunya faktor penentu dalam pembentukan respons mahasiswa terhadap perubahan teknologi.
Jurnal ini memberikan kontribusi penting karena menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis Pancasila tidak hanya relevan dalam konteks moral dan kewarganegaraan, tetapi juga dalam menghadapi tantangan modernisasi teknologi. Penulis menegaskan perlunya aktualisasi Pancasila melalui pembelajaran yang tidak bersifat indoktrinatif, melainkan kontekstual dan adaptif terhadap dinamika zaman. Selain itu, penulis merekomendasikan perlunya peran pemerintah dalam memfilter arus informasi global, serta perlunya mahasiswa menjaga kepribadian bangsa dengan selektif terhadap budaya asing dan aktif melestarikan nilai-nilai luhur Pancasila. Secara keseluruhan, jurnal ini memperlihatkan bahwa internalisasi Pancasila melalui pendidikan formal memiliki dampak nyata terhadap pembentukan sikap mahasiswa dalam menyikapi IPTEK, meskipun intervensi karakter perlu didukung oleh lingkungan digital dan sosial yang kondusif.