Analisis saya terhadap Jurnal Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial Oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan di Indonesia adalah jurnal ini menjelaskan bahwa media massa memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku masyarakat. Di era modern dengan perkembangan teknologi yang pesat, media menjadi sumber utama masyarakat dalam memperoleh informasi. Namun, penulis menilai bahwa peran media tersebut belum dijalankan secara maksimal sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Secara teori, media memiliki fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, sekaligus kontrol sosial. Artinya, media tidak hanya bertugas menyampaikan berita, tetapi juga mengarahkan masyarakat agar tetap berada dalam koridor hukum dan moral. Media seharusnya mampu mencegah kejahatan melalui pemberitaan yang mendidik dan membangun kesadaran hukum masyarakat. Akan tetapi, dalam praktiknya, banyak media yang lebih mementingkan sensasi, kecepatan, dan keuntungan dibandingkan kebenaran dan nilai etika.
Penulis juga menjelaskan bahwa Pancasila seharusnya menjadi dasar dalam setiap aktivitas kehidupan berbangsa, termasuk dalam penyajian berita oleh media massa. Nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial seharusnya tercermin dalam setiap informasi yang disampaikan kepada publik. Namun kenyataannya, masih banyak berita yang tidak diverifikasi kebenarannya, bersifat provokatif, bahkan menyesatkan. Hal ini justru merusak tatanan sosial dan dapat memicu konflik di masyarakat. Media yang seharusnya menjadi alat kontrol sosial justru terkadang memperparah kondisi sosial dengan pemberitaan yang tidak beretika.
Selain itu, penulis juga menyoroti bahwa media sering kali hanya menjadi “pemuas informasi” bagi masyarakat. Masyarakat memang tahu berbagai peristiwa hukum dan kejahatan, tetapi tidak diarahkan untuk berubah menjadi lebih baik. Akibatnya, media belum mampu membentuk karakter masyarakat yang berjiwa Pancasila. Kondisi ini terlihat dari semakin lunturnya nilai-nilai kebersamaan, meningkatnya sikap individualisme, serta masih kuatnya kepentingan pribadi dan kelompok di atas kepentingan bangsa dan negara. Padahal, jika media menjalankan perannya secara tepat, media dapat menjadi sarana pencegahan kejahatan yang efektif melalui pembentukan kesadaran moral dan hukum secara tidak langsung.
Melalui kajian normatif terhadap peraturan perundang-undangan dan teori hukum, penulis menyimpulkan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam praktik media massa di Indonesia belum berjalan secara menyeluruh. Media memang aktif mengawasi dan mengungkap berbagai kasus hukum, namun nilai edukasi dan pembentukan karakter masih sangat lemah. Berita sering disajikan hanya untuk menarik perhatian publik, bukan untuk membangun kesadaran hukum dan moral. Akibatnya, media belum mampu sepenuhnya berperan sebagai alat kontrol sosial yang efektif dalam menekan kejahatan.
Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa keberhasilan media massa dalam menekan kejahatan tidak cukup hanya melalui pemberitaan kasus hukum, tetapi harus dibarengi dengan penanaman nilai-nilai Pancasila secara konsisten. Tanpa itu, media hanya akan menjadi penyampai informasi semata, bukan pembentuk karakter masyarakat. Media yang ideal seharusnya tidak hanya membuat masyarakat tahu, tetapi juga membuat masyarakat sadar, peduli, dan berubah ke arah yang lebih baik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.