A. Sistem etika dalam perilaku politik saat ini di indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan nilai nilai yang ada pada pancasila. Karena, secara ideal, perilaku politik seharusnya di landasi dengan etika seperti integritas, independensi, keadilan, profesionalitas, pelayanan publik dan transparansi. Namun pada kenyataan yang terjadi justru menunjukkan adanya sebuah penyimpangan pradigma pemerintahan dan pelanggaran kode etik birokrasi.
Penyimpangan sebuah etika dalam politik yang sering terjadi adalah independensi yang lemah, karena banyak sekali pejabat pejabat publik dan birokrat terkooptasi oleh kepentingan politik atau patron tertentu yang di mana hal ini sangat bertentangan dengan nilai pancasila yaitu keadilan sosial dan kerakyatan yang di mana keputusan politik menjadi tidak lagi objektif. kemudian adanya Imparsialitas (keadilan) yang tidak berjalan karena pelayanan publik seringkali berbeda antara kelompok masyarakat yang dekat dengan kekuasaan dan yang tidak. Hal ini tentu melanggar nilai nilai pancasila yaitu nilai persatuan indonesia dan kemanusian yang adil dan beradab. Rendahnya integritas dan munculnya budaya korupsi, kolusi, dan nepotisme menunjukkan bahwa tidak adanya ditegakkan nilai kejujuran dan nilai tanggung jawab, yang di mana seharusnya sesuai dengan sila keadilan sosial dan ketuhanan yang maha esa atau moritas. Ketidakterbukaan (non-transparansi) juga dapat menimbulkan banyaknya birokrasi yang tidak transparan dalam sebuah anggaran dan pelayanan sehingga menimbulkan cidera dalam nilai kerakyatan dan keadilan. Lalu, birokrasi yang tidak profesional dan tidak service-minded seperti pegawai pemerintah seringkali tidak bisa menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat. Hal ini benar benar sangat bertentangan dengan nilai kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan, karena birokrat seharusnya dapat bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan untuk diri sendiri atau suatu kelompok tertentu. Maka dari itu etika politik saat ini masih sangat jauh dari kata “ideal” dalam nilai pancasila karena sistem politik masih banyak sekali dipengaruhi oleh kepentingan pribadi, oligarki, dan patronase sehingga nilai dan prinsip etis seperti keadilan, kejujuran, integritas, tanggung jawab, dan pelayanan belum sepenuhnya terwujud dan terpenuhi.
B. Etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal saya sebenarnya sangat beragam, dan sebagian remaja juga masih memegang nilai nilai positif yang dapat menjadi sebuah krakter bangsa indonesia sperti menunjukkan sikap sopan dan santun terhadap orang yang lebih tua, aktif dalam kegiatan keagaamaan dan organisasi pemuda, serta mampu menghargai perbedaan suku, ras, agama serta pendapat. Namun ada pula sebagian generasi anak muda yang sering sekali menunjukkan sikap penurunan dalam etika, contohnya seperti kurang sopan saat berbicara kepada orang yang lebih tua, rendahnya rasa tanggung jawab serta kurangnya sebuah rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Namun secara umum juga, etika generasi muda yang saat ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai nilai yang dianut oleh bangsa indonesia yaitu nilai, tata krama, sopan dan santun, gotong royong, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian sosial. Hal ini di sebabkan oleh masuknya budaya global, media sosial, serta kurangnya teldan dari lingkungan sekitar dan pengawasan yang turut dapat mempengaruhi perilaku perilaku generasi muda sehingga sebagian menjauh dari nilai nilai pancasila dan budaya lokal.
Solusi mengenai adanya sebuah dekadensi moral terhadap generasi muda dan untuk mengatasi kemerosotan etika generasi muda ada beberapa langkah yang harus di lakukan, yaitu :
1. penguatan pendidikan karakter sejak dini.
lingkungan sekolah dan keluarga harus menanamkan jiwa nilai yang terdapat pada pancasila seperti nilai kejujuran, disiplin, sopan santun, bertanggung jawab, dan keadilan secara konsusten
2. keteladanan dari orang tua dan tokoh tokoh masyarakat.
pada dasarnya, para remaja hanya dapat mengamati dan meniru hal yang dilihat dari figur publik, para pejabat, dan tokoh tokoh lokal yang di mana mereka harus mampu memberikan contoh nilai nilai pancasila dan moral yang baik.
3. mengaktifkan kegiatan kegiatan yang bermanfaat untuk para remaja.
contohnya seperti kegiatan berolahraga, seni, kajian, organisasi kepemudaan, dan kegiatan sosial, yang di mana itu dapat menumbuhkan dan membentuk jiwa karatker yang baik.
4. Menanamkan kembali nilai budaya bangsa dan Pancasila
dengan melalui pendidikan formal, kegiatan kegiatan masyrakat, maupun keteladanan dalam seharu hari.
Jadi, etika generasi muda yang ada di sekitar tepat tinggal rumah saya masih sangat beragam, ada yang mencerminkan nilai nilai luhur pancasila, tetapi tidak dikit juga yang menunjukkan tanda tanda dekandensi moral. oleh karena itu di butuhkanlah sebuah kerja sama antar sekolah, keluarga, pemerintah, tokok tokok masyarakat, dan dari pemuda pemuda itu sendiri untuk memperbaiki kondisi tertentu melalui pendidikan karakter, keteladanan, kontrol sosial, dan kenciptaaan sebuah lingkungan yang memiliki positif vibs.