Posts made by 2515061060 Muhammad Nabil Al Kaysan
Nama : Muhammad Nabil Al Kaysan
NPM : 2515061060
Kelas : PSTI D
Prodi : Teknik Informatika
Fakultas : Teknik
Nama : Muhammad Nabil Al Kaysan
NPM : 2515061060
SMAN 01 KOTABUMI
Jurnal ini menekankan bahwa Pancasila memiliki kedudukan yang sangat mendasar dalam mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis memandang Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan juga sebagai refleksi nilai budaya, agama, serta karakter bangsa yang telah tertanam dalam sejarah. Oleh karena itu, pengembangan IPTEK tidak dapat dipandang sebagai aktivitas yang bebas dari nilai, melainkan harus senantiasa mempertimbangkan aspek moral, kemanusiaan, dan etika yang terkandung dalam sila-sila Pancasila. Nilai dasar Pancasila yang bersifat universal kemudian dijabarkan ke dalam nilai instrumental dan praktis, yang berfungsi sebagai pedoman normatif dalam menentukan arah perkembangan IPTEK agar tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Melalui kajian historis, penulis menunjukkan bahwa gagasan menjadikan Pancasila sebagai paradigma ilmu telah muncul sejak awal kemerdekaan, meski baru mendapat perhatian serius ketika dunia akademik mulai menyadari pentingnya identitas keilmuan khas Indonesia. Arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi sering kali membawa nilai-nilai asing yang tidak selalu sejalan dengan pandangan bangsa Indonesia, sehingga diperlukan filter yang mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan dan jati diri nasional. Dalam hal ini, Pancasila berperan sebagai standar etis yang mencegah IPTEK berkembang tanpa kendali, yang berpotensi menimbulkan dehumanisasi, kerusakan lingkungan, maupun ketimpangan sosial.
Dari sisi sosiologis, masyarakat Indonesia terbukti peka terhadap isu moral dalam menghadapi perkembangan teknologi, misalnya pada perdebatan mengenai energi nuklir atau dampak limbah industri. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai kemanusiaan akan sulit diterima. Penulis menegaskan bahwa setiap inovasi teknologi harus mengedepankan penghormatan terhadap martabat manusia, memperkuat persatuan bangsa, serta membuka ruang demokrasi dalam perumusan kebijakan. Selain itu, keadilan sosial harus menjadi tujuan utama agar manfaat IPTEK dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai penutup, jurnal ini menyimpulkan bahwa penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK sangatlah penting di tengah derasnya arus modernisasi. Indonesia membutuhkan arah pengembangan IPTEK yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi dan kemajuan teknis, tetapi juga menjaga keseimbangan spiritual, moral, dan sosial. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman utama, diharapkan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia dapat berkembang tanpa kehilangan identitas nasional, sekaligus memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
Melalui kajian historis, penulis menunjukkan bahwa gagasan menjadikan Pancasila sebagai paradigma ilmu telah muncul sejak awal kemerdekaan, meski baru mendapat perhatian serius ketika dunia akademik mulai menyadari pentingnya identitas keilmuan khas Indonesia. Arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi sering kali membawa nilai-nilai asing yang tidak selalu sejalan dengan pandangan bangsa Indonesia, sehingga diperlukan filter yang mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan dan jati diri nasional. Dalam hal ini, Pancasila berperan sebagai standar etis yang mencegah IPTEK berkembang tanpa kendali, yang berpotensi menimbulkan dehumanisasi, kerusakan lingkungan, maupun ketimpangan sosial.
Dari sisi sosiologis, masyarakat Indonesia terbukti peka terhadap isu moral dalam menghadapi perkembangan teknologi, misalnya pada perdebatan mengenai energi nuklir atau dampak limbah industri. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai kemanusiaan akan sulit diterima. Penulis menegaskan bahwa setiap inovasi teknologi harus mengedepankan penghormatan terhadap martabat manusia, memperkuat persatuan bangsa, serta membuka ruang demokrasi dalam perumusan kebijakan. Selain itu, keadilan sosial harus menjadi tujuan utama agar manfaat IPTEK dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai penutup, jurnal ini menyimpulkan bahwa penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK sangatlah penting di tengah derasnya arus modernisasi. Indonesia membutuhkan arah pengembangan IPTEK yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi dan kemajuan teknis, tetapi juga menjaga keseimbangan spiritual, moral, dan sosial. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman utama, diharapkan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia dapat berkembang tanpa kehilangan identitas nasional, sekaligus memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di era globalisasi membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan. Kemajuan teknologi informasi memungkinkan akses informasi yang luas, namun juga berpotensi mengikis nilai-nilai luhur bangsa jika tidak disikapi dengan bijak. Dalam konteks ini, Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa memiliki peran penting untuk menjadi pedoman moral dan etika. Jurnal “Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi” karya Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, dan Mohamad Khamim meneliti bagaimana mata kuliah Pancasila di perguruan tinggi berpengaruh terhadap sikap mahasiswa dalam menghadapi perkembangan IPTEK.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik cluster random sampling, melibatkan 40 mahasiswa dari populasi 103 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara deskriptif dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang baik, serta mampu menyikapi perkembangan IPTEK secara positif.
Mahasiswa sebagai generasi muda dituntut untuk menjaga kepribadian bangsa dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila. Hal ini penting agar pengaruh globalisasi dan teknologi tidak mengikis identitas nasional. Jurnal ini menegaskan bahwa bukan Pancasila yang terpengaruh oleh teknologi, melainkan masyarakat yang menentukan apakah perkembangan IPTEK akan dimanfaatkan sesuai nilai-nilai Pancasila atau justru bertentangan dengannya.
Selain itu, mata kuliah Pancasila di perguruan tinggi berfungsi sebagai wahana pembelajaran untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap dasar filosofis, sosiologis, dan yuridis Pancasila. Melalui pendidikan formal, nilai-nilai Pancasila dapat ditanamkan secara sistematis sehingga mahasiswa memiliki sikap disiplin, jujur, toleran, serta mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Jurnal ini menegaskan bahwa mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila berperan penting dalam membentuk sikap mahasiswa menghadapi perkembangan IPTEK. Mahasiswa yang berlandaskan Pancasila mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pendidikan, pekerjaan, dan pembangunan bangsa, sekaligus menyaring pengaruh negatif dari globalisasi. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan tinggi menjadi langkah strategis untuk menjaga moral, nasionalisme, dan identitas bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik cluster random sampling, melibatkan 40 mahasiswa dari populasi 103 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara deskriptif dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang baik, serta mampu menyikapi perkembangan IPTEK secara positif.
Mahasiswa sebagai generasi muda dituntut untuk menjaga kepribadian bangsa dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila. Hal ini penting agar pengaruh globalisasi dan teknologi tidak mengikis identitas nasional. Jurnal ini menegaskan bahwa bukan Pancasila yang terpengaruh oleh teknologi, melainkan masyarakat yang menentukan apakah perkembangan IPTEK akan dimanfaatkan sesuai nilai-nilai Pancasila atau justru bertentangan dengannya.
Selain itu, mata kuliah Pancasila di perguruan tinggi berfungsi sebagai wahana pembelajaran untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap dasar filosofis, sosiologis, dan yuridis Pancasila. Melalui pendidikan formal, nilai-nilai Pancasila dapat ditanamkan secara sistematis sehingga mahasiswa memiliki sikap disiplin, jujur, toleran, serta mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Jurnal ini menegaskan bahwa mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila berperan penting dalam membentuk sikap mahasiswa menghadapi perkembangan IPTEK. Mahasiswa yang berlandaskan Pancasila mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pendidikan, pekerjaan, dan pembangunan bangsa, sekaligus menyaring pengaruh negatif dari globalisasi. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan tinggi menjadi langkah strategis untuk menjaga moral, nasionalisme, dan identitas bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi.