Posts made by 2515061102 Muhammad Alfahrezy

Nama: Muhammad Alfahrezy
NPM: 2515061102
Kelas: PSTI D
Mata Kuliah: Pancasila

Analisis Jurnal Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dalam Menyikapi IPTEK

Pendahuluan
Jurnal ini mengangkat isu penting mengenai dampak globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang pesat, yang telah mengubah secara fundamental pola hidup dan pemikiran masyarakat, termasuk dalam aspek pendidikan di Indonesia. Penulis menyoroti bahwa kemajuan teknologi informasi yang masif mempermudah masuknya segala bentuk informasi, baik positif maupun negatif, dan berpotensi membawa pengaruh dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Oleh karena itu, tulisan ini berargumen bahwa perlu adanya pemulihan kembali kesadaran kolektif tentang urgensi Pancasila, terutama pada kalangan mahasiswa, melalui Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila untuk membekali mereka dalam menyikapi perkembangan IPTEK agar nilai-nilai kebangsaan tidak terkikis habis oleh budaya asing.

Materi dan Metode
Mata Kuliah Pendidikan Pancasila didefinisikan sebagai pelajaran yang memberikan pedoman kepada mahasiswa untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah pembangunan bangsa dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Secara institusional, mata kuliah ini didasarkan pada tiga landasan utama: Filosofis (Pancasila sebagai philosophische grondslag yang mampu melepaskan diri dari kutub ideologi dunia), Sosiologis (Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa yang plural), dan Yuridis (Pancasila yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945 memiliki kekuatan hukum mengikat). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif verifikatif. Populasi penelitian berjumlah 103 orang, namun hanya 40 mahasiswa dari Program Studi Matematika Semester II Universitas Pancasakti Tegal yang dijadikan sampel melalui teknik proporsional cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi.

Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian secara umum membuktikan bahwa responden memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Pembahasan dalam jurnal ini difokuskan pada kerangka teoretis mengenai Sikap (attitude), yang didefinisikan sebagai reaksi atau respons tertutup seseorang terhadap suatu objek, dan terdiri dari komponen kognitif, afektif (emosi), dan perilaku. Selanjutnya, dibahas pula tingkatan sikap, mulai dari Menerima hingga Bertanggung Jawab, serta fungsi sikap (instrumental, pertahanan ego, ekspresi nilai, dan pengetahuan). Meskipun tidak disajikan secara rinci, temuan umum menunjukkan bahwa mata kuliah tersebut berhasil menanamkan sikap yang selaras dengan Pancasila, yang berarti mahasiswa telah mampu menggunakan kerangka nilai tersebut untuk merespons perkembangan IPTEK yang membawa tantangan globalisasi.

Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan utama penelitian ini adalah bahwa secara umum, mahasiswa yang menjadi responden memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Implikasinya, mata kuliah tersebut dianggap efektif dalam membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai kebangsaan. Berdasarkan hasil ini, penulis menyarankan agar mahasiswa sebagai generasi muda senantiasa menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan IPTEK. Selain itu, mahasiswa diharapkan berpegang teguh kepada Pancasila sebagai dasar negara, sehingga kemajuan IPTEK dapat diintegrasikan dan dimanfaatkan secara positif untuk mendukung pembangunan nasional.

Jurnal ini berjudul "Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial Oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan Di Indonesia" dan menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan undang-undang, sosial, dan asas. Argumen sentralnya adalah bahwa media massa memiliki peran strategis sebagai pendukung kebijakan hukum pidana, khususnya dalam fungsi pencegahan kejahatan (crime prevention), karena kebijakan penal memiliki keterbatasan. Fungsi pers nasional meliputi informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Meskipun demikian, peran kontrol sosial ini harus disertai dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila—yang terdiri dari hakekat Tuhan, manusia, satu, rakyat, dan adil—sebagai way of life setiap warga negara Indonesia. Penulis mengkritik bahwa dalam praktiknya, pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam peran media massa belum terlaksana secara menyeluruh. Masih banyak ditemukan berita yang tidak teruji kebenarannya dan merusak tatanan sosial, di mana media massa hanya berfungsi sebagai pemuas informasi belaka tanpa menanamkan pembentukan pribadi sosial yang berjiwa Pancasila. Kegagalan ini, menurut jurnal, tercermin dari memudarnya jiwa patriotik, berkembangnya sifat individual-liberalistik, dan masih tertanamnya kepentingan golongan. Oleh karena itu, diperlukan penegakan aturan, etika pemberitaan, dan peningkatan integritas profesional agar media massa dapat menyelaraskan aspek idiil dan komersialnya, serta benar-benar berfungsi sebagai kontrol sosial yang bertanggung jawab.