གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Adzkia Rahmana Halini

S1 INFORMATIKA MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

Adzkia Rahmana Halini གིས-
Nama : Adzkia Rahmana Halini
NPM : 2515061065
Kelas : PSTI C

Jurnal ini menjelaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai sumber nilai untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis menegaskan bahwa Pancasila merupakan kristalisasi nilai budaya dan agama bangsa, sehingga perkembangan IPTEK sebenarnya tidak boleh dilepaskan dari nilai-nilai tersebut. Jika IPTEK berkembang tanpa pedoman Pancasila, maka arah perkembangan ilmu bisa membahayakan nilai-nilai kemanusiaan, seperti yang terjadi pada perkembangan teknologi modern di Barat. Jurnal ini menunjukkan bahwa Pancasila bersifat metayuridis, artinya nilai-nilai dasarnya memang tidak otomatis menjadi hukum, tetapi perlu diolah menjadi norma-norma hukum positif. Karena itu, Pancasila diperlukan sebagai kerangka moral dan filosofis agar ilmu yang dikembangkan di Indonesia memiliki orientasi yang sesuai dengan kepribadian bangsa.

Penulis juga menjelaskan bahwa IPTEK selalu berkembang dalam ruang budaya. Teknologi tidak pernah netral, teknologi selalu membawa dampak sosial, moral, dan kultural. Dalam konteks Indonesia, perkembangan ini harus mempertimbangkan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan. Jurnal ini juga menjelaskan bahwa:
1. Sila Ketuhanan mengingatkan bahwa pengembangan ilmu harus tetap menghormati martabat manusia sebagai makhluk Tuhan.
2. Sila Kemanusiaan menegaskan bahwa IPTEK harus digunakan untuk kebaikan dan kesejahteraan manusia.
3. Sila Persatuan memastikan bahwa kemajuan teknologi mempererat, bukan memecah, bangsa.
4. Sila Kerakyatan mendorong penggunaan IPTEK secara demokratis dan melibatkan semua pihak.
5. Sila Keadilan mengarahkan agar teknologi tidak menciptakan ketimpangan sosial, ekonomi, maupun kesempatan.

Jurnal ini juga menunjukkan bahwa pentingnya Pancasila dapat dilihat dari tiga sumber, yaitu historis, sosiologis, dan politis. Secara historis, Pancasila telah termuat dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai dasar mencerdaskan kehidupan bangsa, yang berarti pendidikan dan IPTEK harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Secara sosiologis, masyarakat Indonesia sangat peka terhadap isu kemanusiaan dan Ketuhanan, misalnya penolakan terhadap proyek-proyek teknologi yang berpotensi merusak lingkungan. Secara politis, berbagai pemimpin bangsa juga sering menekankan peran Pancasila dalam pengembangan ilmu, meskipun implementasinya tidak selalu konsekuen. Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa IPTEK yang berkembang di Indonesia harus berakar pada nilai Pancasila, karena hanya dengan cara itu perkembangan teknologi dapat selaras dengan jati diri bangsa, menghindarkan bangsa dari dampak negatif globalisasi, dan menjaga agar kemajuan ilmu tetap beretika, dan berkeadilan.

S1 INFORMATIKA MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal

Adzkia Rahmana Halini གིས-
Nama : Adzkia Rahmana Halini
NPM : 2515061065
Kelas : PSTI C

A. Sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini sebenarnya sudah memiliki dasar aturan cukup baik, Namun dalam praktiknya masih banyak penyimpangan yang membuat perilaku politik belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Saat ini, perilaku politik masih banyak diwarnai dengan penyalahgunaan wewenang dan korupsi, kurangnya transparansi dan akuntabilitas, serta diskriminasi dalam pelayanan publik. Jika dibandingkan dengan nilai-nilai Pancasila, maka kondisi etika politik di Indonesia saat ini belum sesuai dengan nilai Pancasila.

B. Etika generasi muda saat ini beragam, ada banyak generasi muda yang aktif berorganisasi, peduli sosial, dan berprestasi. Namun di sisi lain, ada banyak hal yang menunjukkan adanya dekadensi moral, seperti menurunnya sopan santun, perilaku konsumtif dan hedonis, meningkatnya individualisme, serta tingginya kasus bullying dan ujaran kebencian di media sosial. Jika dibandingkan dengan nilai-nilai bangsa Indonesia, sebagian perilaku generasi muda belum sepenuhnya mencerminkan nilai tersebut. Solusi untuk mengatasi dekadensi moral generasi muda yaitu dengan memperkuat pendidikan karakter, membangun kembali budaya gotong royong, dan pengawasan dan pendampingan dalam penggunaan media sosial.

S1 INFORMATIKA MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

Adzkia Rahmana Halini གིས-
Nama : Adzkia Rahmana Halini
NPM : 2515061065
Kelas : PSTI C

Jurnal ini berisi tentang perkembangan IPTEK yang sangat cepat di era globalisasi dan membawa dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, khususnya mahasiswa. Penulis menegaskan bahwa Pancasila tidak terpengaruh oleh teknologi, tetapi masyarakat yang mengalami perubahan perilaku, pola pikir, dan cara hidup jika tidak memiliki pegangan nilai yang kuat. Karena itulah, mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dianggap berperan penting untuk menjaga karakter mahasiswa agar tetap sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan dalam menghadapi arus teknologi global. Pendidikan Pancasila masih sangat relevan untuk menjaga karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi. Mahasiswa diharapkan dapat tetap teguh memegang nilai-nilai Pancasila, mampu memilih informasi yang bermanfaat, menolak pengaruh buruk budaya asing, serta menggunakan teknologi untuk kepentingan positif. Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila berfungsi sebagai panduan moral yang mampu menjaga generasi muda agar tetap memiliki identitas nasional dan mampu menyikapi perkembangan teknologi secara modern namun tetap berakhlak dan berkarakter.

S1 INFORMATIKA MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

Adzkia Rahmana Halini གིས-
“Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial oleh Media Massa untuk Menekan Kejahatan di Indonesia”
karya Ariesta Wibisono Anditya (2020)

Jurnal ini berisi tentang bagaimana media massa seperti TV, radio, koran, hingga internet yang seharusnya berperan sebagai alat kontrol sosial untuk mencegah kejahatan. Namun, di dalam jurnal ini juga penulis menekankan bahwa peran tersebut baru bisa terjadi jika media ikut menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pemberitaan.
Menurut jurnal ini juga terdapat dua masalah seperti, media massa tidak sepenuhnya menjalankan fungsi kontrol sosial karena media masih sering menyebarkan berita yang belum diketahui kebenarannya dan memuat berita sensasional demi rating. Selain itu pada media massa masih belum menanamkan nilai-nilai Pancasila di dalam pemberitaan, tetapi malah banyak berita yang justru bertentangan dengan nilai Pancasila, misalnya, kurang menjunjung tinggi kebenaran dan memecah belah masyarakat.

Kesimpulan:
Jurnal ini berisi bahwa meskipun media massa berpotensi besar sebagai alat pencegah kejahatan, tetapi fungsi itu tidak berjalan baik karena media kurang menerapkan nilai-nilai Pancasila. Banyak berita yang tidak akurat, sensasional, dan tidak mendidik, sehingga media tidak mampu membentuk masyarakat yang Pancasilais, justru malah memperburuk tatanan sosial. Media perlu memperbaiki etika jurnalistik dan mengembalikan fungsi edukatif agar dapat menjadi kontrol sosial yang efektif.