NPM : 2515061043
Kelas : PSTI C
Jurnal ini berjudul "PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI" yang ditulis oleh Syarifuddin. Tujuan utama penulisan ini adalah menjabarkan bagaimana Pancasila—sebagai falsafah dan pedoman hidup bangsa Indonesia—berfungsi sebagai filsafat ilmu dan apa implikasi praktisnya terhadap seluruh kegiatan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Penulis berargumen bahwa tanpa landasan Pancasila yang kuat, perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat cepat dapat merusak moralitas dan mentalitas bangsa.
Latar belakang penulisan ini didorong oleh kecepatan perkembangan IPTEK yang membawa dampak dan pengaruh besar di berbagai lini kehidupan berbangsa. Meskipun kemajuan IPTEK menawarkan kemudahan, arus informasi global yang deras juga mempermudah masuknya ideologi dan nilai-nilai asing yang berpotensi merusak adat dan budaya bangsa. Penulis menekankan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan saat ini dan masa depan perlu dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang kuat. Pancasila, yang merupakan hasil pemikiran mendalam anak bangsa, harus diperkuat penanamannya kepada warga negara sebagai dasar untuk memahami, mengembangkan, dan menyikapi kemajuan teknologi agar tidak menjadi faktor penghancur bangsa, terutama dari segi moralitas.
Pembahasan jurnal menegaskan bahwa Pancasila berperan sebagai landasan dalam proses berpikir dan berpengetahuan (filsafat ilmu). Implikasinya terhadap pengembangan IPTEK sangat besar. Pancasila menuntut agar ilmu pengetahuan yang dikembangkan haruslah membawa perbaikan kualitas hidup dan meningkatkan kesejahteraan manusia Indonesia, bukan malah menimbulkan dampak negatif atau merusak martabat manusia. Nilai-nilai Pancasila berfungsi sebagai orientasi dan batasan bagi ilmuwan. Sebagai contoh, ilmu pengetahuan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Ketuhanan (Sila 1) dan harus berpedoman pada prinsip kemanusiaan yang adil (Sila 2), yang berarti IPTEK harus selalu digunakan untuk kemaslahatan, bukan sebagai alat eksploitasi atau pemecah belah bangsa.
Kesimpulan jurnal ini adalah bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang terumuskan dari akulturasi budaya Nusantara dan berfungsi sebagai pedoman fundamental bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, dan penyelesaian masalah kehidupan. Dengan ditetapkan sebagai filsafat ilmu, Pancasila menjadi landasan krusial dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Oleh karena itu, pengembangan IPTEK harus selalu didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Hal ini diharapkan akan menghasilkan perbaikan kualitas hidup yang nyata, menciptakan masyarakat yang sejahtera, aman, dan damai, serta memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak merusak moralitas dan mentalitas bangsa.