Nama: Azzahra Aprilia Putri
Npm: 2515061009
Kelas: Psti C
Jurnal ini menyimpulkan bahwa peran media massa sebagai alat kontrol sosial di Indonesia belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Meskipun media massa memiliki fungsi strategis sebagai penyampai informasi, edukator, pengawas pemerintah, serta pencegah kejahatan, kenyataannya media sering kali:
1. Belum mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara konsisten
Masih banyak berita yang tidak akurat, tidak terverifikasi, bahkan menyesatkan. Hal ini bertentangan dengan nilai Kemanusiaan, Keadilan, dan Persatuan dalam Pancasila.
2. Media lebih fokus pada pemuas informasi, bukan pembentukan moral masyarakat
Jurnal menekankan bahwa berita yang disajikan lebih bertujuan memenuhi rasa ingin tahu masyarakat, bukan membangun kepribadian berjiwa Pancasila seperti yang idealnya dilakukan media massa.
3. Kurangnya etika jurnalistik dan tanggung jawab sosial
Media massa kerap menyajikan berita berlebihan, sensasional, atau bombastis, terutama dalam pemberitaan kasus kekerasan atau hukum. Ini menunjukkan lemahnya kontrol sosial positif dari media.
4. Media belum efektif sebagai alat pencegah kejahatan
Walaupun secara teori media dapat membantu pencegahan kriminalitas, praktiknya tidak maksimal karena berita tidak selalu mendidik atau menanamkan nilai luhur.
5. Dampak kepada masyarakat: melemahnya moral Pancasila
Banyaknya hoaks dan pemberitaan tidak etis membuat:
Pudarnya rasa persatuan dan kepedulian,
Munculnya sifat individualistik dan liberalistik,
Kepentingan pribadi/golongan lebih menonjol daripada kepentingan bangsa.
Inti Utama Kesimpulan
Media massa seharusnya menjadi instrumen kontrol sosial yang berlandaskan nilai Pancasila, tetapi saat ini peran tersebut belum terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan etika jurnalistik, integritas media, serta penguatan karakter masyarakat agar nilai-nilai Pancasila dapat benar-benar diinternalisasi dalam setiap kegiatan media.
Npm: 2515061009
Kelas: Psti C
Jurnal ini menyimpulkan bahwa peran media massa sebagai alat kontrol sosial di Indonesia belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Meskipun media massa memiliki fungsi strategis sebagai penyampai informasi, edukator, pengawas pemerintah, serta pencegah kejahatan, kenyataannya media sering kali:
1. Belum mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara konsisten
Masih banyak berita yang tidak akurat, tidak terverifikasi, bahkan menyesatkan. Hal ini bertentangan dengan nilai Kemanusiaan, Keadilan, dan Persatuan dalam Pancasila.
2. Media lebih fokus pada pemuas informasi, bukan pembentukan moral masyarakat
Jurnal menekankan bahwa berita yang disajikan lebih bertujuan memenuhi rasa ingin tahu masyarakat, bukan membangun kepribadian berjiwa Pancasila seperti yang idealnya dilakukan media massa.
3. Kurangnya etika jurnalistik dan tanggung jawab sosial
Media massa kerap menyajikan berita berlebihan, sensasional, atau bombastis, terutama dalam pemberitaan kasus kekerasan atau hukum. Ini menunjukkan lemahnya kontrol sosial positif dari media.
4. Media belum efektif sebagai alat pencegah kejahatan
Walaupun secara teori media dapat membantu pencegahan kriminalitas, praktiknya tidak maksimal karena berita tidak selalu mendidik atau menanamkan nilai luhur.
5. Dampak kepada masyarakat: melemahnya moral Pancasila
Banyaknya hoaks dan pemberitaan tidak etis membuat:
Pudarnya rasa persatuan dan kepedulian,
Munculnya sifat individualistik dan liberalistik,
Kepentingan pribadi/golongan lebih menonjol daripada kepentingan bangsa.
Inti Utama Kesimpulan
Media massa seharusnya menjadi instrumen kontrol sosial yang berlandaskan nilai Pancasila, tetapi saat ini peran tersebut belum terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan etika jurnalistik, integritas media, serta penguatan karakter masyarakat agar nilai-nilai Pancasila dapat benar-benar diinternalisasi dalam setiap kegiatan media.