Posts made by Azzahra Aprilia Putri

S1 INFORMATIKA MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Azzahra Aprilia Putri -
Nama: Azzahra Aprilia Putri
Npm: 2515061009
Kelas: Psti C


mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK. Pengaruh tersebut terlihat dari beberapa temuan utama berikut:
1. Mahasiswa memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang baik
Hasil kuesioner menunjukkan skor di atas 80, yang berarti mahasiswa memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila seperti:
kejujuran,
toleransi,
disiplin,
saling menghargai,
nasionalisme.
Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan Pancasila masih relevan dan efektif membentuk karakter mahasiswa.
2. Mahasiswa mampu menyikapi perkembangan IPTEK secara positif
Indikatornya meliputi:
memanfaatkan teknologi untuk belajar,
menggunakan teknologi secara bertanggung jawab,
melakukan penyaringan informasi,
menghindari konten negatif seperti pornografi dan kekerasan,
tetap menjaga etika berkomentar di media sosial.
Artinya, mahasiswa tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga memahami dampak sosial dan moralnya.
3. Mata kuliah Pancasila berpengaruh signifikan terhadap cara mahasiswa menghadapi kemajuan IPTEK
Hasil analisis regresi menunjukkan:
nilai signifikansi 0,000 (<0,05) → ada pengaruh yang signifikan,
R² = 0,282 (28,2%) → mata kuliah Pancasila menyumbang 28,2% terhadap kemampuan mahasiswa menyikapi IPTEK,
sisanya 71,8% dipengaruhi faktor lain seperti lingkungan, literasi digital, pergaulan, atau pengalaman hidup.
Ini menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis Pancasila memang berkontribusi dalam membentuk sikap mahasiswa menghadapi teknologi modern.
4. Pancasila diperlukan sebagai “filter moral” menghadapi derasnya arus globalisasi
Mahasiswa menyadari bahwa perkembangan teknologi membawa dampak positif sekaligus risiko terhadap moral, budaya, dan karakter bangsa. Karena itu, Pancasila menjadi pedoman penting agar:
budaya asing yang negatif tidak merusak karakter bangsa,
mahasiswa memiliki benteng moral dalam menggunakan teknologi,
pembangunan nasional tetap berlandaskan nilai-nilai luhur.
Inti Kesimpulan
Pendidikan Pancasila berperan penting dalam membentuk kepribadian mahasiswa agar mampu menyikapi kemajuan IPTEK secara bijak, bertanggung jawab, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, teknologi tidak menjadi ancaman bagi moral bangsa, tetapi justru menjadi sarana mendukung pembangunan nasional.

S1 INFORMATIKA MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Azzahra Aprilia Putri -
Nama: Azzahra Aprilia Putri
Npm: 2515061009
Kelas: Psti C

Jurnal ini menyimpulkan bahwa peran media massa sebagai alat kontrol sosial di Indonesia belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Meskipun media massa memiliki fungsi strategis sebagai penyampai informasi, edukator, pengawas pemerintah, serta pencegah kejahatan, kenyataannya media sering kali:
1. Belum mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara konsisten
Masih banyak berita yang tidak akurat, tidak terverifikasi, bahkan menyesatkan. Hal ini bertentangan dengan nilai Kemanusiaan, Keadilan, dan Persatuan dalam Pancasila.
2. Media lebih fokus pada pemuas informasi, bukan pembentukan moral masyarakat
Jurnal menekankan bahwa berita yang disajikan lebih bertujuan memenuhi rasa ingin tahu masyarakat, bukan membangun kepribadian berjiwa Pancasila seperti yang idealnya dilakukan media massa.
3. Kurangnya etika jurnalistik dan tanggung jawab sosial
Media massa kerap menyajikan berita berlebihan, sensasional, atau bombastis, terutama dalam pemberitaan kasus kekerasan atau hukum. Ini menunjukkan lemahnya kontrol sosial positif dari media.
4. Media belum efektif sebagai alat pencegah kejahatan
Walaupun secara teori media dapat membantu pencegahan kriminalitas, praktiknya tidak maksimal karena berita tidak selalu mendidik atau menanamkan nilai luhur.
5. Dampak kepada masyarakat: melemahnya moral Pancasila
Banyaknya hoaks dan pemberitaan tidak etis membuat:
Pudarnya rasa persatuan dan kepedulian,
Munculnya sifat individualistik dan liberalistik,
Kepentingan pribadi/golongan lebih menonjol daripada kepentingan bangsa.
Inti Utama Kesimpulan
Media massa seharusnya menjadi instrumen kontrol sosial yang berlandaskan nilai Pancasila, tetapi saat ini peran tersebut belum terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan etika jurnalistik, integritas media, serta penguatan karakter masyarakat agar nilai-nilai Pancasila dapat benar-benar diinternalisasi dalam setiap kegiatan media.

S1 INFORMATIKA MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal

by Azzahra Aprilia Putri -
Nama: Azzahra Aprilia Putri 
Npm: 2515061009
Kelas: Psti C

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Secara umum, sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini masih mengalami banyak tantangan meskipun pada prinsipnya seharusnya didasarkan pada nilai–nilai Pancasila.
Beberapa kondisi politik saat ini menunjukkan bahwa pelaksanaan nilai Pancasila belum sepenuhnya tercermin dalam praktik politik.
1. Ketidaksesuaian dengan Nilai Pancasila
Berikut contoh nilai Pancasila yang sering tidak selaras dalam praktik politik:
• Sila 1: Ketuhanan Yang Maha Esa → Kejujuran & integritas
Masih banyak praktik korupsi, manipulasi data, politik uang, dan penyalahgunaan jabatan.
Ini menunjukkan kurangnya integritas dan kejujuran yang menjadi nilai fundamental Pancasila.
• Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Politik seharusnya memperjuangkan kepentingan rakyat. Namun, masih ditemukan:
intimidasi politik,
ujaran kebencian,
fitnah dalam kampanye,
politik identitas yang dapat memecah belah.
• Sila 3: Persatuan Indonesia
Praktik politik identitas dan polarisasi sosial memperlihatkan bahwa persatuan belum menjadi prioritas utama.
• Sila 4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Fenomena:
kurangnya musyawarah,
keputusan sepihak,
minimnya keterlibatan rakyat,
menunjukkan prinsip demokrasi Pancasila tidak berjalan maksimal.
• Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Masih ada kesenjangan sosial dan keputusan politik yang lebih mengutamakan kelompok tertentu.
2. Kesimpulan
Etika politik di Indonesia saat ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
Masih ada perilaku politik pragmatis, transaksional, serta penyalahgunaan kekuasaan.
Namun demikian, ada upaya perbaikan, seperti:
regulasi anti-korupsi,
transparansi pemerintah,
partisipasi masyarakat melalui media digital.
B. Bagaimanakah etika generasi muda di sekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai dekadensi moral yang terjadi!
1. Etika Generasi Muda Saat Ini
Secara umum, etika generasi muda saat ini beragam, namun beberapa fenomena umum yang sering ditemui adalah:
Hal Positif:
Kreatif, inovatif, dan cepat beradaptasi.
Peduli isu sosial seperti lingkungan, pendidikan, dan teknologi.
Lebih terbuka terhadap perubahan dan toleransi.
Hal Negatif / Dekadensi Moral yang terlihat:
Kurangnya sopan santun terhadap orang tua.
Pergaulan bebas dan penyalahgunaan media sosial.
Individualisme (lebih fokus pada diri sendiri).
Menurunya semangat gotong royong.
Konsumsi konten negatif (hoaks, kekerasan, pornografi).
Mudah terpengaruh budaya asing tanpa filter.
Fenomena tersebut belum mencerminkan nilai-nilai Pancasila, terutama:
Kemanusiaan yang beradab (sopan santun menurun),
Persatuan (individualisme meningkat),
Keadilan dan tanggung jawab sosial (kurangnya gotong royong).
2. Solusi untuk Mengatasi Dekadensi Moral
a. Pendidikan karakter berbasis Pancasila
Diterapkan sejak usia dini, dalam keluarga dan sekolah:
kejujuran,
sopan santun,
gotong royong,
toleransi,
tanggung jawab.
b. Pembatasan dan pengawasan penggunaan media sosial
Orang tua, guru, dan lingkungan harus aktif memberi panduan dan filter terhadap konten yang dikonsumsi generasi muda.
c. Kegiatan positif dan produktif
Remaja perlu diarahkan pada kegiatan:
organisasi,
olahraga,
kompetisi akademik,
kegiatan rohani,
kerja sosial.
d. Teladan dari orang dewasa
Dekadensi moral sering berasal dari kurangnya contoh yang baik.
Pemimpin, guru, dan orang tua harus memberikan teladan dalam:
disiplin,
kejujuran,
kerja keras,
sopan santun.
e. Penguatan budaya lokal
Generasi muda perlu kembali pada nilai kearifan lokal seperti:
gotong royong,
musyawarah,
adat sopan santun Nusantara.
f. Lingkungan pertemanan yang positif
Sosialisasi dengan lingkungan yang baik sangat berpengaruh pada pembentukan moral.
Kesimpulan B
Etika generasi muda saat ini sebagian ada yang baik, namun sebagian juga menunjukkan gejala dekadensi moral. Nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya diterapkan, khususnya dalam hal sopan santun, gotong royong, dan sikap beradab. Namun dengan pendidikan karakter, pengawasan media, keteladanan, serta kegiatan positif, kondisi ini dapat diperbaiki.