Nama: REUBEN ABDEL AZZEM ZACHARY
NPM:2511011100
1. Atribut kepemimpinan adalah sifat, ciri, dan kualitas yang melekat pada diri pemimpin, meliputi sifat pribadi, kemampuan, nilai, dan sikap yang menjadi dasar bagaimana seseorang memimpin dan memengaruhi orang lain dalam organisasi.
2. Percaya diri terlihat dari keberanian mengambil sikap dan teguh pada pendirian. Jujur terlihat dari perkataan yang sesuai perbuatan dan tidak menutupi kebenaran. Bertanggung jawab terlihat dari berani menanggung risiko dan menyelesaikan kewajiban. Berintegritas terlihat dari konsisten memegang prinsip dan nilai yang benar dalam segala situasi.
3. Keterampilan komunikasi yaitu menyampaikan gagasan dengan jelas serta mendengarkan orang lain. Pengambilan keputusan yaitu mampu memilih langkah terbaik berdasarkan pertimbangan yang matang. Pemecahan masalah yaitu mampu mengenali masalah, mencari penyebab, dan menentukan solusi yang tepat.
4. Atribut yang baik membuat anggota percaya, bersemangat, dan bekerja sama dengan baik. Kinerja individu meningkat karena merasa dihargai dan dibimbing. Kerja sama tim menjadi lebih erat, yang akhirnya mendorong tujuan organisasi tercapai dengan lebih cepat dan baik.
5. Pemimpin efektif tenang saat menghadapi masalah, mendengarkan pendapat orang lain, dan mencari solusi bersama. Pemimpin tidak efektif cenderung menyalahkan orang lain, memaksakan kehendak, menyerah saat sulit, atau hanya memikirkan kepentingan sendiri.
6. Dalam kehidupan akademik, menjadi teladan dalam kedisiplinan, kejujuran, dan saling menghormati teman. Dalam organisasi, bersikap adil, menepati janji, terbuka terhadap masukan, dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
7. Perilaku kepemimpinan adalah segala tindakan dan cara yang dilakukan pemimpin untuk memengaruhi dan mengarahkan anggota mencapai tujuan. Ini bukan sekadar sifat bawaan, melainkan sikap yang ditunjukkan sehari-hari saat berhubungan dengan orang lain dan menyelesaikan pekerjaan.
8. Perilaku berorientasi pada tugas lebih menekankan pada penyelesaian pekerjaan, aturan, target, dan cara kerja yang tepat. Perilaku berorientasi pada hubungan lebih menekankan pada menjaga kerukunan, kepercayaan, kesejahteraan anggota, dan melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan.
9. Perilaku yang mendukung dan menghargai membuat anggota merasa dihargai, semangat meningkat, dan bekerja lebih giat. Sebaliknya, sikap yang kaku atau tidak peduli membuat anggota malas, tidak bersemangat, dan kinerja menjadi menurun atau tidak maksimal.
10. Pemimpin yang efektif mampu menyesuaikan perilakunya: saat situasi mendesak lebih fokus pada tugas, saat anggota butuh bimbingan lebih banyak berperan sebagai pendamping, dan saat tim sudah mandiri memberikan kebebasan yang bertanggung jawab.
11. Pemimpin efektif mendorong semangat, mendengarkan, mengakui kesalahan, dan mencari jalan keluar bersama. Pemimpin tidak efektif cenderung memerintah dengan kasar, mengabaikan pendapat orang lain, memuji diri sendiri, dan menyalahkan orang lain jika terjadi kegagalan.
12. Menjadi pendengar yang baik, menghargai pendapat teman, membagi tugas sesuai kemampuan, saling membantu saat ada kesulitan, tetap bersikap tenang saat ada perbedaan pendapat, dan mengutamakan kepentingan kelompok agar tujuan bersama tercapai.
2. Percaya diri terlihat dari keberanian mengambil sikap dan teguh pada pendirian. Jujur terlihat dari perkataan yang sesuai perbuatan dan tidak menutupi kebenaran. Bertanggung jawab terlihat dari berani menanggung risiko dan menyelesaikan kewajiban. Berintegritas terlihat dari konsisten memegang prinsip dan nilai yang benar dalam segala situasi.
3. Keterampilan komunikasi yaitu menyampaikan gagasan dengan jelas serta mendengarkan orang lain. Pengambilan keputusan yaitu mampu memilih langkah terbaik berdasarkan pertimbangan yang matang. Pemecahan masalah yaitu mampu mengenali masalah, mencari penyebab, dan menentukan solusi yang tepat.
4. Atribut yang baik membuat anggota percaya, bersemangat, dan bekerja sama dengan baik. Kinerja individu meningkat karena merasa dihargai dan dibimbing. Kerja sama tim menjadi lebih erat, yang akhirnya mendorong tujuan organisasi tercapai dengan lebih cepat dan baik.
5. Pemimpin efektif tenang saat menghadapi masalah, mendengarkan pendapat orang lain, dan mencari solusi bersama. Pemimpin tidak efektif cenderung menyalahkan orang lain, memaksakan kehendak, menyerah saat sulit, atau hanya memikirkan kepentingan sendiri.
6. Dalam kehidupan akademik, menjadi teladan dalam kedisiplinan, kejujuran, dan saling menghormati teman. Dalam organisasi, bersikap adil, menepati janji, terbuka terhadap masukan, dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
7. Perilaku kepemimpinan adalah segala tindakan dan cara yang dilakukan pemimpin untuk memengaruhi dan mengarahkan anggota mencapai tujuan. Ini bukan sekadar sifat bawaan, melainkan sikap yang ditunjukkan sehari-hari saat berhubungan dengan orang lain dan menyelesaikan pekerjaan.
8. Perilaku berorientasi pada tugas lebih menekankan pada penyelesaian pekerjaan, aturan, target, dan cara kerja yang tepat. Perilaku berorientasi pada hubungan lebih menekankan pada menjaga kerukunan, kepercayaan, kesejahteraan anggota, dan melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan.
9. Perilaku yang mendukung dan menghargai membuat anggota merasa dihargai, semangat meningkat, dan bekerja lebih giat. Sebaliknya, sikap yang kaku atau tidak peduli membuat anggota malas, tidak bersemangat, dan kinerja menjadi menurun atau tidak maksimal.
10. Pemimpin yang efektif mampu menyesuaikan perilakunya: saat situasi mendesak lebih fokus pada tugas, saat anggota butuh bimbingan lebih banyak berperan sebagai pendamping, dan saat tim sudah mandiri memberikan kebebasan yang bertanggung jawab.
11. Pemimpin efektif mendorong semangat, mendengarkan, mengakui kesalahan, dan mencari jalan keluar bersama. Pemimpin tidak efektif cenderung memerintah dengan kasar, mengabaikan pendapat orang lain, memuji diri sendiri, dan menyalahkan orang lain jika terjadi kegagalan.
12. Menjadi pendengar yang baik, menghargai pendapat teman, membagi tugas sesuai kemampuan, saling membantu saat ada kesulitan, tetap bersikap tenang saat ada perbedaan pendapat, dan mengutamakan kepentingan kelompok agar tujuan bersama tercapai.