Nama : Resti Apriliyani
NPM : 2523031007
Mata pelajaran ekonomi dalam Pendidikan IPS tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dengan ilmu lain seperti sosiologi, geografi, dan sejarah sehingga membentuk pendekatan multidisipliner. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami konsep ekonomi seperti kebutuhan, produksi, dan distribusi, tetapi juga melihat bagaimana faktor sosial, budaya, dan lingkungan memengaruhi aktivitas ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Hal ini sejalan dengan pendapat Sapriya (2017) yang menyatakan bahwa IPS merupakan integrasi berbagai ilmu sosial untuk memahami kehidupan manusia secara utuh.
Ekonomi dalam IPS juga bersifat transdisipliner, yaitu pembelajaran dikaitkan langsung dengan kehidupan nyata. Artinya, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilatih mengambil keputusan dalam situasi nyata, misalnya dalam proyek kewirausahaan yang mempertimbangkan antara keuntungan ekonomi dan nilai sosial. Pendekatan ini membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, tanggung jawab, dan kesadaran sosial. Hal ini didukung oleh pendapat Robin Fogarty (1991) yang menjelaskan bahwa pembelajaran transdisipliner menghubungkan berbagai disiplin ilmu dengan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Di era Revolusi Industri 4.0, perkembangan IPTEKS memberikan dampak besar terhadap pembelajaran ekonomi dalam IPS. Teknologi digital membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah dan interaktif, seperti penggunaan internet, aplikasi pembelajaran, dan praktik ekonomi digital seperti jual beli online. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami praktik ekonomi modern yang terjadi di masyarakat. Menurut World Economic Forum (2020), keterampilan seperti berpikir kritis, kreativitas, dan literasi digital sangat penting untuk menghadapi tantangan di era ini. Namun demikian, perkembangan IPTEKS juga membawa tantangan dalam pendidikan, seperti kesenjangan akses teknologi dan risiko menurunnya nilai sosial karena siswa lebih fokus pada keuntungan ekonomi. Oleh karena itu, pembelajaran ekonomi dalam IPS harus tetap menyeimbangkan antara aspek pengetahuan, keterampilan, dan nilai, sehingga siswa tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial yang baik.
NPM : 2523031007
Mata pelajaran ekonomi dalam Pendidikan IPS tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dengan ilmu lain seperti sosiologi, geografi, dan sejarah sehingga membentuk pendekatan multidisipliner. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami konsep ekonomi seperti kebutuhan, produksi, dan distribusi, tetapi juga melihat bagaimana faktor sosial, budaya, dan lingkungan memengaruhi aktivitas ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Hal ini sejalan dengan pendapat Sapriya (2017) yang menyatakan bahwa IPS merupakan integrasi berbagai ilmu sosial untuk memahami kehidupan manusia secara utuh.
Ekonomi dalam IPS juga bersifat transdisipliner, yaitu pembelajaran dikaitkan langsung dengan kehidupan nyata. Artinya, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilatih mengambil keputusan dalam situasi nyata, misalnya dalam proyek kewirausahaan yang mempertimbangkan antara keuntungan ekonomi dan nilai sosial. Pendekatan ini membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, tanggung jawab, dan kesadaran sosial. Hal ini didukung oleh pendapat Robin Fogarty (1991) yang menjelaskan bahwa pembelajaran transdisipliner menghubungkan berbagai disiplin ilmu dengan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Di era Revolusi Industri 4.0, perkembangan IPTEKS memberikan dampak besar terhadap pembelajaran ekonomi dalam IPS. Teknologi digital membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah dan interaktif, seperti penggunaan internet, aplikasi pembelajaran, dan praktik ekonomi digital seperti jual beli online. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami praktik ekonomi modern yang terjadi di masyarakat. Menurut World Economic Forum (2020), keterampilan seperti berpikir kritis, kreativitas, dan literasi digital sangat penting untuk menghadapi tantangan di era ini. Namun demikian, perkembangan IPTEKS juga membawa tantangan dalam pendidikan, seperti kesenjangan akses teknologi dan risiko menurunnya nilai sosial karena siswa lebih fokus pada keuntungan ekonomi. Oleh karena itu, pembelajaran ekonomi dalam IPS harus tetap menyeimbangkan antara aspek pengetahuan, keterampilan, dan nilai, sehingga siswa tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial yang baik.