Kiriman dibuat oleh Resti Apriliyani

SSEKWU2026 -> Diskusi

oleh Resti Apriliyani -
Nama : Resti Apriliyani
NPM : 2523031007

Mata pelajaran ekonomi dalam Pendidikan IPS tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dengan ilmu lain seperti sosiologi, geografi, dan sejarah sehingga membentuk pendekatan multidisipliner. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami konsep ekonomi seperti kebutuhan, produksi, dan distribusi, tetapi juga melihat bagaimana faktor sosial, budaya, dan lingkungan memengaruhi aktivitas ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Hal ini sejalan dengan pendapat Sapriya (2017) yang menyatakan bahwa IPS merupakan integrasi berbagai ilmu sosial untuk memahami kehidupan manusia secara utuh.

Ekonomi dalam IPS juga bersifat transdisipliner, yaitu pembelajaran dikaitkan langsung dengan kehidupan nyata. Artinya, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilatih mengambil keputusan dalam situasi nyata, misalnya dalam proyek kewirausahaan yang mempertimbangkan antara keuntungan ekonomi dan nilai sosial. Pendekatan ini membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, tanggung jawab, dan kesadaran sosial. Hal ini didukung oleh pendapat Robin Fogarty (1991) yang menjelaskan bahwa pembelajaran transdisipliner menghubungkan berbagai disiplin ilmu dengan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Di era Revolusi Industri 4.0, perkembangan IPTEKS memberikan dampak besar terhadap pembelajaran ekonomi dalam IPS. Teknologi digital membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah dan interaktif, seperti penggunaan internet, aplikasi pembelajaran, dan praktik ekonomi digital seperti jual beli online. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami praktik ekonomi modern yang terjadi di masyarakat. Menurut World Economic Forum (2020), keterampilan seperti berpikir kritis, kreativitas, dan literasi digital sangat penting untuk menghadapi tantangan di era ini. Namun demikian, perkembangan IPTEKS juga membawa tantangan dalam pendidikan, seperti kesenjangan akses teknologi dan risiko menurunnya nilai sosial karena siswa lebih fokus pada keuntungan ekonomi. Oleh karena itu, pembelajaran ekonomi dalam IPS harus tetap menyeimbangkan antara aspek pengetahuan, keterampilan, dan nilai, sehingga siswa tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial yang baik.

SSEKWU2026 -> Diskusi

oleh Resti Apriliyani -
Nama : Resti Apriliyani
NPM : 2523031007

Dalam konteks ekonomi internasional di era global, Indonesia memiliki peran yang semakin penting dalam pergaulan dunia. Globalisasi membuat hubungan antarnegara menjadi lebih terbuka, baik dalam perdagangan, investasi, maupun kerja sama ekonomi. Indonesia sebagai negara berkembang memiliki peluang besar untuk meningkatkan ekspor produk unggulan seperti hasil pertanian, industri kreatif, dan manufaktur ke pasar internasional. Selain itu, keikutsertaan Indonesia dalam organisasi seperti World Trade Organization dan Association of Southeast Asian Nations menunjukkan bahwa Indonesia aktif dalam kerja sama ekonomi global dan regional. Melalui kerja sama ini, Indonesia dapat memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta menarik investasi asing yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional (Todaro & Smith, 2015). Namun, dalam kontestasi global, Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan, seperti persaingan produk luar negeri, ketergantungan pada ekspor bahan mentah, serta ketimpangan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, Indonesia perlu memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi teknologi, dan hilirisasi industri agar tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama dalam ekonomi global. Selain itu, perkembangan ekonomi digital juga membuka peluang baru bagi Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional, terutama melalui UMKM berbasis digital yang mampu menembus pasar global. Pemerintah juga perlu menjaga stabilitas ekonomi dan kebijakan yang mendukung investasi agar tetap kompetitif di mata dunia (Sukirno, 2016).

Sebagai calon magister pendidikan IPS, penting untuk memahami bahwa peran Indonesia dalam ekonomi internasional tidak hanya soal perdagangan, tetapi juga tentang bagaimana membangun generasi yang memiliki literasi global, berpikir kritis, dan mampu beradaptasi dengan perubahan dunia. Pendidikan memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM yang unggul agar Indonesia mampu bersaing secara sehat dalam ekonomi global. Dengan demikian, posisi Indonesia dalam pergaulan ekonomi dunia akan semakin kuat jika didukung oleh kerja sama internasional, peningkatan kualitas SDM, serta pemanfaatan teknologi secara optimal.

SSEKWU2026 -> Diskusi

oleh Resti Apriliyani -
Nama : Resti Apriliyani
NPM : 2523031007

Strategi pengembangan ekonomi kreatif, koperasi, dan UMKM di era digital dapat dilakukan melalui beberapa langkah penting. Pertama, digitalisasi usaha menjadi kunci utama, di mana pelaku UMKM dan koperasi perlu memanfaatkan marketplace dan media sosial untuk berjualan agar tetap bertahan di masa pandemi COVID-19. Digitalisasi ini terbukti mampu meningkatkan peluang bertahan dan penjualan usaha (Kementerian Koperasi dan UKM, 2021). Kedua, peningkatan literasi digital dan kewirausahaan juga sangat penting, karena pelaku usaha perlu memahami pemasaran online, branding, dan pengelolaan keuangan digital agar usahanya berkembang, mengingat kewirausahaan merupakan faktor utama keberhasilan usaha (Suryana, 2013). Ketiga, penguatan koperasi perlu dilakukan sebagai wadah kerja sama dalam hal permodalan dan pemasaran, serta dikembangkan menjadi koperasi digital agar lebih efektif dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya (UU No. 25 Tahun 1992).

Selain itu, inovasi produk dalam ekonomi kreatif juga harus terus dilakukan dengan menciptakan produk yang sesuai kebutuhan masyarakat di masa pandemi, seperti produk kesehatan, makanan praktis, dan layanan berbasis digital, sehingga usaha tetap kompetitif (Howkins, 2001). Dukungan pemerintah juga sangat dibutuhkan melalui bantuan modal, pelatihan, dan subsidi agar UMKM mampu bangkit dari krisis (Kementerian Koperasi dan UKM, 2021). Tidak kalah penting, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan akademisi (triple helix) dapat mempercepat pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM. Sebagai calon magister pendidikan IPS, peran yang dapat dilakukan adalah dengan mengintegrasikan literasi ekonomi digital dalam pembelajaran, menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini, serta menjadikan pendidikan sebagai solusi jangka panjang dalam mewujudkan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan demikian, melalui digitalisasi, peningkatan kualitas SDM, inovasi, penguatan koperasi, dan kolaborasi, dapat tercipta ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan meskipun dalam kondisi krisis.