NAMA:SANDHIKA NANDHA PRASETYA
NPM:2405101011
KELAS:D3 TEKNIK MESIN
1.Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi integritas nasional, seperti ketimpangan ekonomi, polarisasi politik, separatisme, serta konflik sosial berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Jika tidak ditangani dengan baik, masalah-masalah ini berpotensi menyebabkan disintegrasi bangsa.
Tantangan yang Dihadapi dan Dampaknya terhadap Disintegrasi
1. Ketimpangan Ekonomi dan Sosial
Ketimpangan antara daerah maju dan tertinggal memicu ketidakpuasan di daerah tertentu, seperti Papua dan beberapa wilayah luar Jawa.
Rasa ketidakadilan ekonomi dapat memperkuat sentimen separatisme dan memperlemah rasa persatuan nasional.
2. Polarisasi Politik dan Konflik Identitas
Persaingan politik yang semakin tajam, terutama sejak pemilu 2014 dan 2019, menyebabkan polarisasi yang berlanjut hingga saat ini.
Narasi identitas yang dipolitisasi dapat memperkuat sekat-sekat sosial dan mengurangi rasa kebersamaan sebagai satu bangsa.
3. Gerakan Separatisme
Beberapa kelompok di Papua dan Maluku masih menyuarakan keinginan untuk memisahkan diri dari Indonesia.
Jika tuntutan mereka tidak direspons dengan pendekatan yang bijak dan adil, maka potensi disintegrasi bisa meningkat.
4. Konflik SARA dan Radikalisme
Perbedaan suku, agama, dan budaya yang seharusnya menjadi kekayaan bangsa justru sering menjadi sumber konflik.
Munculnya kelompok radikal yang menolak Pancasila sebagai ideologi negara juga menjadi ancaman serius.
Mengapa Hal Ini Terjadi?
Kurangnya pemerataan pembangunan yang menyebabkan kesenjangan antarwilayah.
Manipulasi politik identitas oleh elite politik untuk kepentingan elektoral.
Minimnya pemahaman terhadap Bhinneka Tunggal Ika, terutama di kalangan generasi muda.
Kurangnya penegakan hukum yang adil, yang membuat kepercayaan terhadap negara melemah.
Sikap dan Solusi
Memperkuat implementasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Meningkatkan pemerataan pembangunan, terutama di daerah tertinggal.
Menanamkan pendidikan kebangsaan untuk meningkatkan rasa nasionalisme.
Memperkuat dialog lintas budaya dan agama untuk meredam konflik sosial.
Mendorong kebijakan politik yang inklusif dan tidak eksploitatif.
2.Agar kebudayaan Indonesia dapat berperan sebagai pemersatu di tengah keberagaman dan pluralitas bangsa, diperlukan langkah-langkah strategis yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah. Berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan:
1. Memperkuat Pendidikan Multikultural
Mengajarkan nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan saling menghormati sejak dini melalui kurikulum sekolah.
Mengadakan program pertukaran budaya antar daerah agar generasi muda lebih memahami keberagaman budaya Indonesia.
2. Meningkatkan Akses dan Pelestarian Budaya Lokal
Mendukung komunitas adat dan seniman lokal dalam melestarikan budaya mereka.
Mempromosikan kebudayaan daerah melalui festival, pameran, dan media digital.
Mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya, seperti batik, tenun, kuliner, dan seni pertunjukan.
3. Menguatkan Peran Media dalam Memperkenalkan Keberagaman Budaya
Mendorong produksi konten yang menampilkan budaya Indonesia secara positif di media massa dan media sosial.
Mengurangi eksposur konten yang berpotensi memecah belah atau menimbulkan stereotip antar kelompok etnis.
4. Menggunakan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Panduan
Mendorong kebijakan yang menghormati keberagaman budaya tanpa menghilangkan identitas nasional.
Menjaga keseimbangan antara modernisasi dan kearifan lokal agar budaya tidak tergerus globalisasi.
5. Mendorong Interaksi Sosial dan Budaya yang Inklusif
Mengadakan kegiatan gotong royong, musyawarah, dan perayaan budaya bersama untuk memperkuat persaudaraan.
Meningkatkan kerja sama antar daerah dalam bidang seni dan kebudayaan.