https://vclass.unila.ac.id/pluginfile.php/2103785/mod_forum/post/2109732/Jurnal%20Integrasi%20Nasional.pdf
FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL
NPM : 2405101016
PENGUMPULAN TUGAS JURNAL PERTEMUAN 2
Pernasalahan yang sering terjadi iyalah ketidak adanya kesadaran masyarakat setempat dan banyak rakyat Indonesia lainnya
Atas ketidak peduliaannya terhadap kearifan lokal budaya sendiri. Ini merupakan hal nyata yang sudah
Banyak terjadi di kalangan masyarakat sendiri dan lingkungan saya juga termasuk, kurangnya kesadaran dapar mengakibatkan
Kelunturan dalam budaya itu sendiri, dan dapat menbuat masa reformasi yang telah dibentuk ini kembali rusak secara perlahanakibat ketidak pedulian masyarakat terhadap Kearifan Budaya Lokal Indonesia.
Kearfian Lokal sendiri merupakan Elemen Budaya dalam negara sebagai hidup dan jati diri bangsa, banyak hal tang terjadi akibat hal sepele dalam ketidakpedulian terhadap Kearifan Lokal, contohnya memicu permasalahan krusial dan lainnya. Pentingnya kita
Sebagai warna negara indonesia mencintai kearifan lokal, dan menyadarkan diri kita dan masyarakat untuk lebih melijat budaya sendiri
Agar budaya yang kita miliki ini tidak punah, dan terus lestari, Tidak ada orang lain selain kita bangsa Indonesia ini yang menjaga kearifan lokal bangsa, agar kita dapat bertahan di era globalisasi ini dengan mengingat Kearifan lokal kota tidak kalah dengan yang dimiliki oleh daerah lain, dan pentingnya toleransi dalam setiap lokal budaya.
Npm:2405101023
Kelas:D3 teknik mesin
Kearifan budaya lokal perekat identitas bangsa:
Dalam jurnal ini membahas tentang perilaku masyarakat indonesia dalam menghadapi banyaknya kearifan lokal yang membuat hilangnya jati diri bangsa akibat banyaknya budaya maupun tradisi dari luar membuat lemahnya rasa cinta terhadap budaya sendiri, bahwa kearifan lokal berperan penting dalam menjaga jati diri dan persatuan bangsa. Nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun, seperti gotong royong, musyawarah, dan toleransi, menjadi fondasi dalam membangun harmoni sosial. Selain itu, kearifan lokal juga menjadi benteng dalam menghadapi arus globalisasi, sehingga identitas nasional tetap terjaga tanpa kehilangan keterbukaan terhadap perubahan. Oleh karena itu, pelestarian dan penguatan budaya lokal harus terus dilakukan agar tetap menjadi perekat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,itu sebabnya kita harus melestarikan kearifan lokal tersebut kedalam kehidupan kita,dalam memperkenalkan nya juga kita sudah terbantu oleh teknologi yang sudah berkembang,agar budaya dan kearifan lokal terlestarikan.
NPM:2455101007
PENGUMPULAN TUGAS JURNAL PERTEMUAN 2
Kearifan budaya lokal memainkan peran penting dalam membentuk identitas bangsa. Hal ini tercermin dari berbagai tradisi, nilai, dan norma yang berkembang dalam masyarakat lokal yang menjadi bagian dari warisan budaya bangsa tersebut. Kearifan budaya lokal ini tidak hanya meliputi seni, bahasa, dan adat istiadat, tetapi juga cara hidup yang mengutamakan harmonisasi dengan alam dan kehidupan sosial yang berlandaskan gotong royong.
Contoh kearifan budaya lokal yang menjadi identitas bangsa Indonesia antara lain:
Gotong Royong: Nilai ini mengajarkan pentingnya kerja sama antar individu untuk mencapai tujuan bersama. Di banyak daerah di Indonesia, konsep gotong royong masih dijalankan dalam berbagai aspek kehidupan seperti dalam kegiatan masyarakat, pembangunan desa, hingga acara tradisional.
Keharmonisan dengan Alam: Banyak budaya lokal di Indonesia yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dengan alam, seperti dalam sistem pertanian tradisional yang ramah lingkungan, seperti sistem subak di Bali.
Seni dan Budaya: Berbagai bentuk seni tradisional, seperti wayang kulit, tari tradisional, musik gamelan, dan kerajinan tangan, mencerminkan kreativitas dan nilai-nilai estetika yang diwariskan turun-temurun dan menjadi bagian dari jati diri bangsa.
Bahasa dan Sastra: Bahasa daerah juga memainkan peran dalam membentuk identitas. Sastra lisan dan tulisan seperti cerita rakyat, puisi, dan hikayat membawa pesan-pesan moral yang kaya dengan filosofi kehidupan.
Adat Istiadat: Adat dalam pernikahan, kematian, atau perayaan lainnya sering kali menggambarkan hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam. Ini memperlihatkan bagaimana budaya lokal Indonesia menghargai nilai spiritual dan sosial.
Secara keseluruhan, kearifan budaya lokal bukan hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga sebagai pondasi dalam membentuk karakter bangsa yang kuat, penuh rasa saling menghormati, dan menjaga keseimbangan dalam hidup.
Npm: 2405101025
Kelas: D3 Teknik Mesin
•JURNAL KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA
Jurnal ini membahas tentang pentingnya kearifan budaya lokal dalam menjaga identitas bangsa Indonesia di tengah derasnya arus globalisasi. Di Indonesia, keberagaman suku dan budaya adalah kenyataan yang harus dikelola dengan baik agar tidak memicu konflik. Kadang, globalisasi membawa pengaruh yang bisa mengikis nilai-nilai budaya lokal, bahkan memicu ketegangan sosial karena adanya tekanan modernisasi dan kapitalisme. Namun, kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun sebenarnya bisa menjadi solusi untuk menjaga persatuan. Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, dan kesadaran akan identitas budaya sendiri menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan zaman. Konsep multikulturalisme juga dibahas dalam jurnal ini, di mana setiap kelompok etnis dan budaya diharapkan bisa hidup berdampingan tanpa kehilangan jati diri mereka masing-masing.
Selain itu, jurnal ini menyoroti bagaimana pentingnya menjaga budaya lokal agar tetap relevan dalam kehidupan modern. Banyak tradisi dan nilai lokal yang sebenarnya bisa memperkuat karakter bangsa, seperti semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang menegaskan bahwa meskipun berbeda-beda, kita tetap satu jua. Jika budaya lokal tidak dilestarikan, dikhawatirkan generasi muda akan kehilangan akar budaya mereka dan lebih mudah terpengaruh oleh budaya luar yang seragam. bahaya kalau budaya daerah dibiarkan hilang begitu saja. Kalau anak muda lebih memilih ikut tren dari luar tanpa memahami budaya sendiri, lama-lama identitas bangsa bisa hilang. Misalnya, sekarang banyak orang lebih suka gaya hidup modern tapi melupakan kebiasaan baik dari leluhur mereka.
Oleh karena itu, kita perlu menjaga dan mengenalkan kembali budaya daerah agar tetap dikenal dan dihargai, upaya untuk membangkitkan kembali kesadaran tentang budaya lokal menjadi sangat penting agar bangsa Indonesia tetap memiliki identitas yang kuat di tengah perubahan zaman.
Kesimpulannya, kearifan lokal bukan hanya sekadar warisan nenek moyang, tapi juga merupakan alat yang bisa digunakan untuk menjaga persatuan, memperkuat karakter bangsa, dan menghadapi tantangan global.
NPM : 2405101005
Kelas : D3 Teknik Mesin
PENGUMPULAN TUGAS JURNAL PERTEMUAN 2
Kearifan budaya lokal warisan luhur bangsa Indonesia yang tercermin dalam adat istiadat, tradisi, seni, bahasa, dan kepercayaan. Kearifan lokal menjadi identitas dan ciri khas suatu daerah yang membedakannya dengan daerah lain. Beberapa contoh kearifan lokal yang masih hidup dan dilestarikan hingga saat ini adalah upacara adat, tradisi gotong royong, seni tari dan musik, bahasa daerah, serta kepercayaan terhadap Tuhan dan nilai-nilai spiritualitas.
Kearifan lokal memiliki peran penting dalam membentuk identitas bangsa sebagai perekat sosial yang memperkuat rasa persatuan dan kesatuan masyarakat. Selain itu, kearifan lokal juga menjadi sumber inspirasi dan inovasi dalam berbagai bidang. Namun, kearifan lokal saat ini menghadapi tantangan globalisasi, modernisasi, dan perubahan sosial yang dapat menggerus nilai-nilai luhur kearifan lokal.
Oleh karena itu, penting untuk melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal melalui pendidikan, penelitian, pengembangan, dan promosi. Dengan melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal, kita dapat memperkuat identitas bangsa dan membangun masyarakat yang berkarakter dan berbudaya.
npm: 2455101009
kelas: D3 teknik mesin
PENGUMPULAN TUGAS JURNAL PERTEMUAN 2
Kearifan budaya lokal memainkan peran penting dalam membentuk identitas bangsa. Hal ini tercermin dari berbagai tradisi, nilai, dan norma yang berkembang dalam masyarakat lokal yang menjadi bagian dari warisan budaya bangsa tersebut. Kearifan budaya lokal ini tidak hanya meliputi seni, bahasa, dan adat istiadat, tetapi juga cara hidup yang mengutamakan harmonisasi dengan alam dan kehidupan sosial yang berlandaskan gotong royong.
Contoh kearifan budaya lokal yang menjadi identitas bangsa Indonesia antara lain:
Gotong Royong: Nilai ini mengajarkan pentingnya kerja sama antar individu untuk mencapai tujuan bersama. Di banyak daerah di Indonesia, konsep gotong royong masih dijalankan dalam berbagai aspek kehidupan seperti dalam kegiatan masyarakat, pembangunan desa, hingga acara tradisional.
Keharmonisan dengan Alam: Banyak budaya lokal di Indonesia yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dengan alam, seperti dalam sistem pertanian tradisional yang ramah lingkungan, seperti sistem subak di Bali.
Seni dan Budaya: Berbagai bentuk seni tradisional, seperti wayang kulit, tari tradisional, musik gamelan, dan kerajinan tangan, mencerminkan kreativitas dan nilai-nilai estetika yang diwariskan turun-temurun dan menjadi bagian dari jati diri bangsa.
Bahasa dan Sastra: Bahasa daerah juga memainkan peran dalam membentuk identitas. Sastra lisan dan tulisan seperti cerita rakyat, puisi, dan hikayat membawa pesan-pesan moral yang kaya dengan filosofi kehidupan.
Adat Istiadat: Adat dalam pernikahan, kematian, atau perayaan lainnya sering kali menggambarkan hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam. Ini memperlihatkan bagaimana budaya lokal Indonesia menghargai nilai spiritual dan sosial.
Secara keseluruhan, kearifan budaya lokal bukan hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga sebagai pondasi dalam membentuk karakter bangsa yang kuat, penuh rasa saling menghormati, dan menjaga keseimbangan dalam hidup
Npm. : 2405101017
Kelas. : D3 Teknik Mesin
Kearifan budaya lokal memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat identitas bangsa, terutama di tengah arus globalisasi yang kerap mengancam keberagaman budaya. Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi, nilai, dan norma yang menjadi ciri khas, dan nilai-nilai ini membentuk keunikan yang membedakan satu bangsa dengan bangsa lainnya. Budaya lokal ini tidak hanya menjadi sarana untuk mengenal jati diri, tetapi juga berfungsi sebagai perekat sosial yang dapat mempererat hubungan antarindividu, antar kelompok, dan antar suku bangsa yang ada di Indonesia.
Dengan semakin meningkatnya pengaruh global, banyak budaya asing yang masuk dan berpotensi merusak tatanan budaya lokal. Oleh karena itu, penting untuk melestarikan dan memperkenalkan kembali kearifan budaya lokal sebagai landasan yang kokoh dalam menjaga keberagaman dan integrasi bangsa. Kearifan budaya lokal dapat menjadi solusi untuk memperkuat rasa kebangsaan dan membangun identitas bersama yang lebih solid, serta mampu menghadapi tantangan perubahan zaman yang semakin kompleks.
Nama:Firman Gilang Aditama
Npm :2405101013
Pengumpulan tugas jurnal pertemuan 2
Jurnal ini membahas tentang pentingnya kearifan budaya lokal dalam menjaga identitas bangsa Indonesia di tengah derasnya arus globalisasi. Di Indonesia, keberagaman suku dan budaya adalah kenyataan yang harus dikelola dengan baik agar tidak memicu konflik. Kadang, globalisasi membawa pengaruh yang bisa mengikis nilai-nilai budaya lokal, bahkan memicu ketegangan sosial karena adanya tekanan modernisasi dan kapitalisme. Namun, kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun sebenarnya bisa menjadi solusi untuk menjaga persatuan. Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, dan kesadaran akan identitas budaya sendiri menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan zaman.
Contoh kearifan budaya lokal yang menjadi identitas bangsa Indonesia antara lain:
Gotong Royong: Nilai ini mengajarkan pentingnya kerja sama antar individu untuk mencapai tujuan bersama. Di banyak daerah di Indonesia, konsep gotong royong masih dijalankan dalam berbagai aspek kehidupan seperti dalam kegiatan masyarakat, pembangunan desa, hingga acara tradisional.
Keharmonisan dengan Alam: Banyak budaya lokal di Indonesia yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dengan alam, seperti dalam sistem pertanian tradisional yang ramah lingkungan, seperti sistem subak di Bali.
Seni dan Budaya: Berbagai bentuk seni tradisional, seperti wayang kulit, tari tradisional, musik gamelan, dan kerajinan tangan, mencerminkan kreativitas dan nilai-nilai estetika yang diwariskan turun-temurun dan menjadi bagian dari jati diri bangsa.
NPM : 2405101022
KELAS : D3 TEKNIK MESIN
ANALISIS JURNAL TENTANG KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA
Latar Belakang
Jurnal ini membahas tentang pentingnya kearifan budaya lokal dalam mempertahankan identitas bangsa. Dalam era globalisasi, banyak budaya lokal yang terancam punah karena pengaruh budaya asing.
Konsep Kearifan Budaya Lokal
Kearifan budaya lokal adalah pengetahuan, nilai, dan praktik yang dimiliki oleh masyarakat lokal dalam menghadapi tantangan hidup. Kearifan ini berakar dari tradisi, sejarah, dan lingkungan alam setempat.
Peran Kearifan Budaya Lokal dalam Mempertahankan Identitas Bangsa
Kearifan budaya lokal dapat mempertahankan identitas bangsa dengan beberapa cara:
1. Mempertahankan Tradisi: Kearifan budaya lokal membantu mempertahankan tradisi dan adat istiadat yang telah ada selama berabad-abad.
2. Mengembangkan Jati Diri: Kearifan budaya lokal membantu mengembangkan jati diri dan kesadaran akan identitas bangsa.
3. Mempromosikan Keragaman Budaya: Kearifan budaya lokal mempromosikan keragaman budaya dan menghargai perbedaan antara budaya lokal dan budaya asing.
Tantangan dan Solusi
Tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan kearifan budaya lokal adalah:
1. Globalisasi: Pengaruh budaya asing dapat mengancam keberlangsungan budaya lokal.
2. Modernisasi: Perubahan sosial dan ekonomi dapat mengubah nilai-nilai dan praktik budaya lokal.
Solusi yang dapat dilakukan adalah:
1. Dokumentasi dan Pelestarian: Mendokumentasikan dan melestarikan kearifan budaya lokal melalui berbagai media.
2. Pendidikan dan Pelatihan: Memberikan pendidikan dan pelatihan tentang kearifan budaya lokal kepada masyarakat.
3. Pengembangan Ekonomi Lokal: Mengembangkan ekonomi lokal yang berbasis pada kearifan budaya lokal.
Kesimpulan
Kearifan budaya lokal adalah aset penting yang dapat mempertahankan identitas bangsa. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk melestarikan dan mengembangkan kearifan budaya lokal melalui berbagai cara.
Nama : Aldryan Lexa Pratama Putra
NPM : 2405101002
Kelas : D3 Teknik Mesin
2455101004
D3 MESIN
Pengertian demokrasi secara terminologi telah dikemukakan oleh para ahli demokrasi. Menurut Abraham pengertian demokrasi adalah tentang Lincoln, sistem pemerintah yang diselenggaran dari rakyat, oleh rakyat dan untu rakyat. Menurut Charles Costello, pengertian demokrasi adalah sistem sosial dan politik pemerintahan diri dengan kekuasaan-kekuasaan pemerintah yang dibatasi dengan hukum dan kebiasaan untuk melindungi hak-hak perorangan warga negara.
Perumusan HAM ke dalam piagam HAM Internasional (Bill of Rights) pada awalnya dilakukan tahun 1946 atas inisiatif Presiden Truman (Presiden Amerika Serikat saat itu), bersama dengan Komisi Hak Asasi Manusia PBB (Comission of Human Rights-CRR) yang mulai bersidang pada bulan Januari 1947 dengan Komisi Hak Asasi Manusia PBB (Comission of Human Rights-CRR). Setelah hamper dua tahun bekerja hasil kerja Komisi HAM PBB disampaikan kepada PBB. Pada 10 Desember 1948, Sidang Umum PBB di Istana Chaillot, Paris, menerima hasil kerja komisi. Dari perwakilan 58 negara dalam siding tersebut, 48 negara menyatakan setuju, negara abstain dan 2 negara absen. Atas persetujuan sebagian besar perwakilan neara yang hadir, International Bill of Rights dalam sebuah deklarasi yang disebut dengan Universal Declaraton of Human Rights -UDHR (Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia- DUHAM) atau Pernyataan Umum tentang Hak-hak Asasi Manusia.
NPM : 2405101014
Kelas : D3 TEKNIK MESIN
KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA
Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak kebudayaan yang diwarisi dari para pendahulu dan harus kita jaga agar tidak hilang atau dilupakan akibat dari masukknya budaya asing akibat dari globalisasi.
Indonesia memiliki banyak suku yang terkadang dapat menimbulkan masalah seperti ketidak adilan, kurang ratanya pembangunan, dan lain-lain yang dapat menyebabkan konflik sosial. Perlu disyukuri walaupun Indonesia memiliki banyak hubungan suku bangsa , tetapi masalah yang terjadi tidak seburuk negara lain. Masalah tersebut tidak dapat dibiarkan begitu saja , hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu; sumber-sumber masalah, sikap saling toleransi, pandangan antar sesama suku bangsa, dan konflik-konflik permasalahan yang dapat terjadi. Mungkin jika hal-hal tersebut dapat dicegah maka dapat mengurangi permasalahan dan juga dapat mempererat hubungan antara berbagai suku dan kebudayaan.
Pada masyarakat Indonesia terdapat semboyan BHINNEKA TUNGGAL IKA yang berarti berbeda beda tetapi tetap satu , yang dapat dijadikan sebagai permersatu antar suku dan kebudayaan yang ada diIndonesia.
Gotong royong adalah budaya yang ada disemua suku dan kebudayaan hanya berbeda beda penyebutannya saja disetiap daerah, misal sambatan/gugur gunung sebutan gotong royong dari Jawa dan masih banyak kebudayaan lainnya.
Indonesia yang terdiri dari kebudayaan-kebudayaan yang tersebar dalam masyarakat daerah diIndonesia yang mencerminkan keberagaman. Kebudayaan tersebut harus menuju kearah kemajuan budaya dan persatuan, dengan tidak menerima atau menyaring budaya budaya asing yang masuk supaya dapat mempertahankan dan mengembangkan keragaman budaya-budaya yang ada diIndonesia.
Permasalahan tentang kesadaran kolektif lokal dan identitas nasional dalam era globalisasi sangat relevanrencanakan. dengan berbagai perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. timbulnya tuntutan yang berlebihan hampir dalam segala aspek kehidupan. Tuntutan yang demikian sering memicu permasalahan krusial, sehingga dapat mengancam keutuhan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ada yang mengatakan bahwa di Indonesia terdapat sekitar 300 suku bangsa, bahkan ada yang menyebutkan jauh lebih banyak dari jumlah tersebut. Mencatat tidak kurang dari 520 suku bangsa di Indonesia dengan berbagai kebudayaannya. Identitas seseorang ditentukan oleh keanggotaannya di dalam berbagai kesatuan sosial. Seseorang adalah berasal dari suku Bugis dengan kebudayaan Bugisnya, sehingga dapat dikatakan ia mempunyai identitas Bugis, dan demikian seterusnya terhadap suku Dani, Amukme, Tugutil, Jawa, Bali, Manggarai dan lain-lain.
KERANGKA KONSEPSUAL DAN TEORETIK
Kebudayaan tradisional menjadi mitos sebagai sosok kebudayaan yang arif. Mitos itu sesungguhnya mengusung kelestarian secara realitas di tengah-tengah gelombang perubahan akibat kapitalisme, modernisme, dan globalisme, konflik antar budaya tradisional dan budaya modern tidak dapat dihindarkan walaupun sinergi dan adaptasi unsur tradisional dengan unsur modern merupakan fakta kultural yang tidak terbantahkan.
Dengan mengikuti sejarah perjalanan bangsa ini dengan mudah dapat dilihat bahwa persoalan agama, etnisitas, dan identitas merupakan isu sensitif yang serting kali dapat dimanipulasi untuk memicu reaksi-reaksi emosional yang sering kali apabila tidak diantisipasi dengan baik berpotensi menimbulkan hal-hal yang bersifat fatal.
KEARIFAN LOKAL SEBAGAI PEREKAT IDENTITAS BANGSA
Penting untuk disadari bahwa bangsa Indonesia mewarisi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati, dan kekayaan keanekaragaman sosial. Kekayaan ini merupakan modal dasar yang harus dikelola untuk kesejahteraan masyarakatnya. Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan mampu menumbuhkembangkan identitas ke-Indonesiaan, menjadi referensi dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, membangun bobot kualitas manusia dan bangsa Indonesia, kemuliaan harkat dan martabat bangsa yang memancar ke dalam bagi keadaban warga negara bangsa dan ke luar dalam membangun citra dan pergaulan antar bangsa dalam bingkai diplomasi kebudayaan.
Sikap saling menghormati dalam identitas masing-masing, tidak memaksakan kehendak atas kelompok yang lain merupakan syarat dasar membangun masa depan bangsa Indonesia. Menjalankan diplomasi kebudayaan berarti dengan sengaja dan terarah ada upaya untuk menanamkan, mengembangkan, dan memelihara citra Indonesia di luar negeri sebagai negara dan bangsa yang berkebudayaan tinggi. Menanamkan citra yang baik, ada usaha untuk menumbuhkan citra tersebut, dan memeliharanya apabila di suatu tempat telah lahir suatu citra yang baik mengenai kebudayaan Indonesia. Pada era globalisasi dewasa ini muncul upaya-upaya untuk membangkitkan kembali atau pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan peran dari lembaga-lembaga adat. Menggunakan nilai-nilai budaya lokal untuk menjawab berbagai tantangan inilah sebagai wujud nyata budaya lokal itu. Bahkan tidak hanya mampu menjawab berbagai tantangan ke depan, namun kearifan lokal itu dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus memperkokoh identitas bangsa.
atas dasar itulah semua komponen bangsa ini berkewajiban memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain Oleh sebab itu perlu pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan yang banyak terjadi dikikis dengan budaya damai.
NPM: 2405101007
Kelas: D3 Teknik Mesin
Berkembangnya globalisasi membuat kearifan budaya lokal sangat berperan penting dalam mempererat persatuan bangsa, hal ini berhubungan dengan identitas bangsa. Adanya multikulturalisme juga dapat memperkuat identitas bangsa, karena dengan menerima setiap budaya yang ada tanpa membeda-bedakannya dapat menciptakan rasa persatuan dan cinta tanah air. Kebudayaan lokal yang ada di Indonesia dapat dilestarikan bersama-sama untuk memperkuat rasa persatuan meskipun banyak masuknya budaya dari luar.
Globalisasi merupakan tantangan terbesar yang harus dihadapi bangsa Indonesia dalam melestarikan kebudayaan lokal yang ada. Namun hal tersebut dapat diatasi jika bangsa Indonesia tetap konsisten dan bersatu dalam melestarikannya. Oleh karena itu, pengenalan kebudayaan lokal dapat dimulai sejak usia dini untuk memperkuat identitas bangsa dan menciptakan bangsa yang cinta kearifan budaya lokal.
Nama : Sophian Hadi
NPM : 2405101020
Kelas : D3 Teknik Mesin
Berikut analisis jurnal tentang kearifan lokal sebagai perekat identitas bangsa
bangsa Indonesia mewarisi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati, dan kekayaan keanekaragaman sosiokultural. Kekayaan ini merupakan modal dasar yang harus dikelola untuk kesejahteraan masyarakatnya. Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan mampu menumbuhkembangkan identitas ke-Indonesiaan. Namun dari banyaknya sumber budaya kearifan lokal pasti ada suatu permasalahan terjadi, yaitu karena kurangnya bhineka tunggal ika atau lemahnya rasa toleransi.
Maka harus ada upaya untuk merevitalisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai langkah memberdayakan kebudayaan lokal dalam rangka mengantisipasi perkembangan jaman menuju arah yang lebih baik. adanya komitmen untuk meningkatkan
kesasdaran kolektif bersama sehingga semakin kuat tumbuhnya kesadaran identitas
nasional yang memang telah ada sejalan dengan perkembangan historis bangsa ini.
Oleh karena itu penting juga untuk mengembangkan kearifan lokal ini untuk menyesuaikan dengan adanya era globalisasi dengan cara membangkitkan kembali atau pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan peran dari lembaga-lembaga adat.
NPM : 2455101006
KELAS : D3 TEKNIK MESIN
Jurnal Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa membahas bagaimana kearifan lokal berperan penting dalam menjaga identitas nasional Indonesia di tengah arus globalisasi.Perubahan sosial yang terjadi setelah reformasi telah menimbulkan tantangan besar terhadap keutuhan bangsa. Dengan banyaknya tuntutan dalam berbagai aspek kehidupan, ada kekhawatiran bahwa identitas budaya nasional semakin tergerus. Oleh karena itu, kearifan lokal dianggap sebagai pondasi yang perlu terus dijaga dan dikembangkan agar mampu menjadi perekat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain itu, jurnal ini juga membahas konsep multikulturalisme sebagai realitas sosial di Indonesia. Dengan lebih dari 500 suku bangsa yang ada, kebhinekaan menjadi aset sekaligus tantangan dalam menjaga persatuan nasional.Di era globalisasi, ada kecenderungan homogenisasi budaya yang dapat mengancam keberagaman lokal. Oleh karena itu, revitalisasi nilai-nilai budaya lokal tidak hanya berfungsi sebagai penguatan identitas, tetapi juga sebagai strategi menghadapi tantangan modernisasi dan kapitalisme global. Dengan memahami dan mengadaptasi kearifan lokal, Indonesia dapat tetap mempertahankan jati diri bangsa tanpa harus menolak kemajuan zaman.
NPM : 2405101018
KELAS : D3 TEKNIK MESIN
-Pengumpulan Tugas Jurnal Pertemuan 2-
Dalam jurnal tersebut menjelaskan identitas masa dan ruang dalam permasalahan kebudayaan di Indonesia. Bagi sebuah negara modern seperti Negara Indonesia ini bukan hanya berwujud sebuah unit geopolitik semata, namun dalam kenyataannya senantiasa mengandung keberagaman kelompok sosial dan sistem kebudayaan yang tercermin pada keanekaragaman kebudayaan suku bangsa. Yang bermodal pada suasana awal hubungan antar kelompok etnis yang tersebar di seluruh kawasan nusantara negara ini.
Kenyataan ini juga diperkuat oleh aktivitas silang yang saling mendekatkan diantara berbagai kelompok etnis tersebut, berkat pengaruh persebaran budaya - budaya besar. Dan dengan pandangan beberapa ahli ilmu kemasyarakatan bangsa asing yang menganggap semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" Yang merupakan suatu cita - cita yang masih harus diperjuangkan. Kebudayaan Indonesia berakar dari kebudayaan etnik di Indonesia yang memiliki keragaman."Bhinneka Tunggal Ika" termasuk menjadi bingkai dalam memahami isi nilai dari kebudayaan ini.
Nama : Adelia Ayu Ramadan
NPM : 2405101010
Kelas : D3 Teknik Mesin
KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA
Identitas masa dan ruang mempunyai
makna penting dalam permasalahan
kebudayaan. Bagi sebuah negara modern
seperti Indonesia, bukan hanya berwujud
sebuah unit geopolitik semata, namun dalam
kenyataannya senantiasa mengandung
keragaman kelompok sosial dan sistem
budaya yang tercermin pada keanekaragaman
kebudayaan suku bangsa.Deskripsi untuk merumuskan identitas
bangsa Indonesia yang tepat bukanlah pekerjaan mudah. Diakui realitas sosial
bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku
bangsa dengan kebudayaannya masing-
masing. Sejauh ini masih terjadi perbedaan
pemahaman dalam mengartikan konsep suku
bangsa, sehingga berapakah tepatnya jumlah
suku bangsa di Indonesia. Identitas seseorang ditentukan oleh
keanggotaannya di dalam berbagai kesatuan
sosial. Seseorang adalah berasal dari suku
Bugis dengan kebudayaan Bugisnya,
sehingga dapat dikatakan ia mempunyai
identitas Bugis, dan demikian seterusnya
terhadap suku Dani, Amukme, Tugutil, Jawa,
Bali, Manggarai dan lain-lain.
Multikulturalisme dapat dimaknai
sebagai sebuah kepercayaan yang menyatakan
bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya
(ethnic and cultural groups) dapat hidup
berdampingan secara damai dalam prinsip co-
existence yang ditandai oleh kesediaan
menghormati budaya lain. Multikulturalisme
juga merupakan sebuah formasi sosial yang
membukakan jalan bagi dibagunnya ruang-
ruang bagi identitas yang beragam dan
sekaligus jembatan yang menghubungkan
ruang-ruang itu untuk sebuah integrasi
(Sparingga, 2003). Sebagai bangsa
yang memiliki sejarah panjang, sehingga
tidak dapat dihindari bahwa bangsa Indonesia
berada dalam kehidupan dengan beraneka
budaya di dalamnya, seperti: budaya Jawa,
Sunda, Madura, Minang, Batak, Makasar,
Bugis, Toraja, Manggarai, Sikka, Sumba,
Bali, Sasak dan lain-lain yang hidup
berdampingan dan saling melengkapi satu
sama lain.
II. KERANGKA KONSEPSUAL DAN
TEORETIK
Secara konsepsual kearifan lokal
merupakan bagian dari kebudayaan. Haryati
Subadio (1986:18-19) mengatakan kearifan
lokal (local genius) secara keseluruhan
meliputi, bahkan mungkin dapat dianggap
sama dengan cultural identity yang dapat
diartikan dengan identitas atau keperibadian
budaya suatu bangsa. Sementara itu konsep
kearifan lokal (local genius) yang
dikemukakan oleh Quaritch Wales (dalam
Astra,2004:112) adalah “....the sum of
cultural characteristic which the vast
majority of people have in common as a result
of their experiences in early life”
(keseluruhan ciri-ciri kebudayaan yang
dimiliki oleh suatu masyarakat/bangsa
sebagai hasil pengalaman mereka di masa
lampau).
Dengan mengikuti sejarah perjalanan bangsa ini dengan mudah dapat dilihat bahwa
persoalan agama, etnisitas, dan identitas
merupakan isu sensitif yang serting kali dapat
dimanipulasi untuk memicu reaksi-reaksi
emosional yang sering kali apabila tidak
diantisipasi dengan baik berpotensi
menimbulkan hal-hal yang bersifat fatal.
III. KEARIFAM LOKAL SEBAGAI
PEREKAT IDENTITAS BANGSA
Para
ahli meramalkan bahwa dalam era global isu-
isu kebudayaan, agama, etnik, gender, dan
cara hidup akan lebih penting daripada isu
tentang konflik ekonomi yang terjadi pada
masa industri (Toffler and Toffler, 1996).
Kecenderungan yang lain juga muncul seperti
adanya semacam penolakan terhadap
keseragaman yang ditimbulkan oleh
kebudayaan global (kebudayaan asing),
sehingga muncul hasrat untuk menegaskan
keunikan kultur dan bahasa sendiri. Dalam
kaitan ini kearifan lokal sebagai pusaka
budaya menempati posisi sentral sebagai
inspirasi dalam penguatan jati diri atau
identitas kultural. Indonesia sebagai negara bangsa yang
multietnis dan multikultural memang sejak
awal berdirinya mengandung masalah
legitimasi kultural. Struktur masyarakat Indonesia yang
multi dimensional merupakan suatu kendala
bagi terwujudnya konsep integrasi secara
hoorizontal.
NPM 2405101024
KELAS : D3 MRSIN
Kearifan lokal memang menjadi elemen penting dalam menghubungkan keragaman budaya Indonesia, yang membentuk identitas masyarakat lokal dan persatuan nasional. Kearifan ini, yang berlandaskan pada nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, rasa hormat terhadap alam, dan ikatan kekeluargaan, menumbuhkan kerukunan nasional di tengah keragaman suku dan budaya Indonesia. Contohnya termasuk ritual adat, musik, dan praktik pengelolaan lingkungan. Tentu saja, kearifan lokal ini menghadapi tantangan modern, terutama dengan semakin condongnya generasi muda ke budaya asing, sehingga menghidupkan kembali kearifan lokal adalah kunci untuk menjaga kohesi nasional.
Kearifan budaya lokal merupakan warisan nilai, pengetahuan, adat istiadat, dan praktik-praktik tradisional yang diwariskan turun-temurun. Nilai-nilai ini tidak hanya menjadi cerminan karakter dan identitas masing-masing daerah, tetapi juga berperan sebagai perekat yang menyatukan keberagaman dalam membingkai identitas nasional bangsa
Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL
NPM : 2405101003
Kelas : D3 Teknik Mesin
• JURNAL KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA
jurnal ini membahas tentang pentingnya kearifan lokal dalam menjaga keberagaman bangsa indonesia ditengah perubahan globalisasi yg ekstrem ini.
Karna globalisasi dapat berpengaruh buruk pada kebudayaan lokal yang dapat meluntur kan kebudayaan indonesia yg telat di wariskan dari para nenek moyang kita . Oleh sebab itu dengan ada ny keanekaragaman budaya di indonesia dapat menjadi alasan yg kuat untuk mempererat identitas bangsa indonesia
Selain itu , jurnal ini juga membahas tentang bagaimana pentingnya menjaga budaya lokal agar tetap relevan di zaman modern saat ini yang perubahan globalisasi yg sangat ekstrem.
Oleh sebab itu kita perlu menjaga kearifan lokal yg ada di indonesia agar tidak hilang supaya anak cucu kita dapat mengetahui budaya budaya indonesia yg sangat beragam ini.
NPM : 2405101021
Kelas : D3 Teknik Mesin
Pentingnya kearifan budaya lokal dalam memperkuat identitas bangsa Indonesia, terutama di era globalisasi yang menghadirkan tantangan terhadap keberagaman budaya nasional. Globalisasi dapat mengaburkan batas budaya dan identitas suatu bangsa, yang dapat mengancam keberagaman etnis dan budaya Indonesia.
1. Identitas Bangsa: Indonesia memiliki keberagaman etnis yang luas, yang berkontribusi terhadap identitas nasional. Namun, perbedaan dalam konsep etnis dan budaya sering kali menjadi tantangan dalam mewujudkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
2. Multikulturalisme: Pandangan bahwa kelompok etnis dan budaya dapat hidup berdampingan secara damai dengan menghormati budaya lain. Multikulturalisme dianggap sebagai solusi untuk mempertahankan keberagaman dan identitas nasional.
3. Tantangan Globalisasi: Globalisasi menciptakan homogenisasi budaya, yang dapat mengikis identitas budaya lokal. Revolusi komunikasi, perdagangan, dan pariwisata mempercepat interaksi budaya, sehingga identitas lokal berisiko terpinggirkan.
4. Peran Kearifan Lokal: Kearifan lokal mencakup nilai-nilai, norma, dan praktik budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Nilai-nilai seperti gotong royong, harmoni sosial, dan toleransi menjadi fondasi penting bagi ketahanan budaya dan sosial.
5. Revitalisasi Budaya Lokal: Penulis menegaskan bahwa nilai-nilai budaya lokal harus direvitalisasi dan dimanfaatkan sebagai modal dalam membangun identitas nasional yang kuat. Hal ini penting untuk mengatasi konflik sosial dan menjaga keutuhan bangsa.
Kearifan budaya lokal berperan sebagai perekat identitas bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan globalisasi. Identitas bangsa Indonesia dibentuk oleh keberagaman etnis dan budaya, namun tantangan seperti ketidakadilan, konflik sosial, dan tekanan homogenisasi global dapat mengancam integrasi nasional.
Untuk mengatasi tantangan ini, penulis menekankan pentingnya memahami dan mengadopsi multikulturalisme, menjaga nilai-nilai lokal seperti gotong royong, serta merevitalisasi budaya lokal agar tetap relevan di era modern. Revitalisasi ini akan membantu memperkokoh identitas nasional dan menjaga keberagaman budaya Indonesia sebagai kekuatan utama dalam menghadapi perubahan global.
NPM : 2405101015
Kelas : D3 Teknik Mesin
Kearifan budaya lokal merupakan warisan nilai, norma, dan praktik yang telah berkembang dalam masyarakat sebagai hasil adaptasi terhadap lingkungan dan dinamika sosial. Budaya lokal berperan sebagai perekat identitas bangsa karena mencerminkan keunikan, karakter, serta kearifan hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi. Misalnya, dalam masyarakat Indonesia, nilai gotong royong, musyawarah, dan rasa kebersamaan menjadi bagian dari budaya lokal yang memperkuat solidaritas sosial. Dengan tetap menjaga dan mengembangkan kearifan lokal ini, masyarakat dapat mempertahankan identitas kebangsaan di tengah arus globalisasi yang cenderung menghomogenisasi budaya.
Selain itu, kearifan budaya lokal juga berkontribusi dalam memperkuat ketahanan nasional, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Kearifan tradisional dalam pengelolaan sumber daya alam, seperti sistem Subak di Bali atau kearifan masyarakat adat dalam menjaga hutan, menunjukkan bagaimana budaya lokal mampu menciptakan keseimbangan antara manusia dan alam. Dalam konteks identitas bangsa, keberagaman budaya yang dijaga dan dihormati justru memperkaya persatuan, bukan menjadi pemisah. Oleh karena itu, upaya pelestarian budaya lokal, termasuk melalui pendidikan dan kebijakan pemerintah, sangat penting agar identitas bangsa tetap terjaga dan tidak tergerus oleh pengaruh luar.
NPM:2405101011
bangsa Indonesia memang ditakdirkan sebagai bangsa yang multikultur, atas dasar itulah semua komponen bangsa ini berkewajiban memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain. Oleh sebab itu perlu pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan yang banyak terjadi dikikis dengan budaya damai.Kearifan lokal yang dimiliki daerahdaerah dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan yang menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak
di antaranya yang dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.
Npm: 2455101005
Prodi: D3 Teknik Mesin
KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA
Identitas masa dan ruang mempunyai makna penting dalam permasalahan kebudayaan. bagi sebuah modern seperti indonesia, bukan hanya berwujud sebuah unit geopolitik semata
deskripsi untuk merumuskan identitas bangsa indonesia yang tepat bukanlah pekerjaan mudah. diakui realitas sosial bangsa indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dengan kearifan masing masing.
bangsa indonesia memang ditakdirkan sebagai bangsa yang multikultur atas dasar itulah semua komponen bangsa ini berkewajiban memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman
NPM: 2405101009
Kelas: D3 Teknik Mesin
Poin-Poin Inti
1. Konteks dan Tantangan
- Indonesia sebagai Masyarakat Multikultural:
- Terdiri dari ±520 suku bangsa dengan keragaman budaya, agama, dan bahasa.
- Bhinneka Tunggal Ika menjadi filosofi pemersatu, tetapi masih sebagai cita-cita yang perlu diperjuangkan (Nasikun, 2001).
- Dampak Globalisasi:
- Four T Revolution (Telekomunikasi, Transformasi, Perdagangan, Pariwisata) menyebabkan homogenisasi budaya dan kaburnya batas antarnegara.
- Ancaman kehilangan identitas lokal akibat penetrasi budaya asing (Toffler, 1996).
2. Kearifan Lokal sebagai Solusi
- Definisi dan Fungsi Kearifan Lokal:
- Bagian dari kebudayaan yang mencakup nilai, etika, dan pengetahuan tradisional (Haryati Subadio, 1986).
- Memiliki kemampuan bertahan, mengakomodasi, dan mengintegrasikan budaya luar (Poespowardojo, 2004).
- Contoh:
- Tri Hita Karana (Bali): Keseimbangan hubungan manusia-Tuhan, manusia-alam, dan manusia-manusia.
- Tepo Sliro (Jawa): Sikap toleransi dan empati.
- Peran dalam Integrasi Nasional:
- Kearifan lokal menjadi modal budaya untuk membangun identitas nasional yang inklusif.
- Mengatasi konflik melalui nilai-nilai seperti gotong royong (mapalus di Minahasa, sambatan di Jawa).
3. Ancaman terhadap Integrasi
- Faktor Penyebab Konflik:
- Persaingan sumber daya, pemaksaan budaya/agama, dominasi politik, dan sejarah permusuhan adat (Koentjaraningrat, 1980).
- Struktur masyarakat majemuk dengan segmentasi dan kurangnya konsensus nilai (van den Berghe).
- Isu Sensitif:
- Etnisitas, agama, dan identitas sering dimanipulasi untuk kepentingan politik (Maunati, 2004).
4. Strategi Revitalisasi
- Pendidikan dan Kesadaran Kolektif:
- Merevitalisasi kearifan lokal melalui pembelajaran budaya damai dan penghormatan pluralitas.
- Contoh: Upacara adat (tumpek wariga di Bali) sebagai sarana konservasi alam dan penguatan SDM.
- Ketahanan Budaya (Geriya, 2000):
- 7 indikator ketahanan: nilai, struktural, fisik, mental, fungsional, sistemik, dan prosesual.
- Diplomasi Kebudayaan:
- Mempromosikan citra Indonesia sebagai bangsa berbudaya tinggi melalui pertukaran budaya dan seni.
5. Simpulan
- Multikulturalisme sebagai Takdir:
- Indonesia harus menjaga identitas lokal sambil membangun kesadaran nasional.
- Kearifan lokal adalah perekat identitas bangsa yang mampu menjawab tantangan globalisasi.
- Rekomendasi:
- Integrasikan kearifan lokal dalam kebijakan nasional dan pendidikan.
- Hindari politisasi isu budaya/agama untuk mencegah konflik.
Analisis Kritis
Kontradiksi Kebijakan: Otonomi daerah berpotensi memperkuat etnosentrisme jika tidak diimbangi pendekatan inklusif.
- Peran Media: Teknologi komunikasi bisa menjadi alat diplomasi budaya sekaligus ancaman homogenisasi.
- Tantangan Masa Depan: Menyeimbangkan pelestarian budaya lokal dengan adaptasi terhadap perubahan global.
Pesan Utama: Kearifan lokal bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi modal aktif untuk membangun identitas bangsa yang tangguh dan harmonis di era global.