Nama: Rency Husna Adinda
Npm: 2413031082
1. Pengaruh blockchain terhadap reliabilitas & transparansi dalam sustainability reporting
Blockchain dapat meningkatkan kualitas informasi akuntansi karena setiap data yang dicatat tersimpan dalam jaringan yang tidak bisa diubah dan memiliki jejak histori lengkap. Dalam pelaporan keberlanjutan, teknologi ini membantu perusahaan menunjukkan data lingkungan yang lebih akurat seperti penggunaan energi, tingkat emisi, atau aktivitas CSR, sehingga laporan lebih transparan. Hal ini sejalan dengan tujuan teori akuntansi untuk menyediakan informasi yang relevan, dapat dipercaya, dan terbuka kepada pengguna laporan, terutama investor yang peduli pada aspek keberlanjutan.
2. Tantangan regulasi Indonesia & global
Hambatan yang mungkin muncul adalah ketidaksiapan regulasi yang mengatur pencatatan akuntansi berbasis blockchain di Indonesia. Perusahaan juga harus menghadapi persoalan standar pelaporan internasional yang berbeda-beda, sehingga data yang dihasilkan belum tentu langsung bisa diterima oleh auditor global. Selain itu, implementasi memerlukan penyesuaian sistem dan keterampilan baru bagi staf akuntansi, sehingga ada risiko kesalahan penggunaan jika SDM belum menguasai teknologi. Tantangan lainnya adalah perlindungan privasi data dan kesesuaian dengan aturan perlindungan informasi digital di berbagai negara.
3. Rekomendasi strategis berbasis teori akuntansi dan perkembangan teknologi
PT Hijau Lestari dapat membentuk tim lintas fungsi yang terdiri dari bagian akuntansi, IT, serta manajemen risiko untuk mengawasi proses penerapan blockchain. Perusahaan sebaiknya membuat kebijakan internal yang mengatur standar pencatatan digital agar tetap sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Kolaborasi dengan lembaga audit eksternal juga penting supaya proses verifikasi data dapat dilakukan secara konsisten. Selain itu, perusahaan dapat memanfaatkan smart contract untuk mengotomatisasi pencatatan transaksi keberlanjutan sehingga data yang diperoleh lebih objektif dan minim intervensi manual.
Npm: 2413031082
1. Pengaruh blockchain terhadap reliabilitas & transparansi dalam sustainability reporting
Blockchain dapat meningkatkan kualitas informasi akuntansi karena setiap data yang dicatat tersimpan dalam jaringan yang tidak bisa diubah dan memiliki jejak histori lengkap. Dalam pelaporan keberlanjutan, teknologi ini membantu perusahaan menunjukkan data lingkungan yang lebih akurat seperti penggunaan energi, tingkat emisi, atau aktivitas CSR, sehingga laporan lebih transparan. Hal ini sejalan dengan tujuan teori akuntansi untuk menyediakan informasi yang relevan, dapat dipercaya, dan terbuka kepada pengguna laporan, terutama investor yang peduli pada aspek keberlanjutan.
2. Tantangan regulasi Indonesia & global
Hambatan yang mungkin muncul adalah ketidaksiapan regulasi yang mengatur pencatatan akuntansi berbasis blockchain di Indonesia. Perusahaan juga harus menghadapi persoalan standar pelaporan internasional yang berbeda-beda, sehingga data yang dihasilkan belum tentu langsung bisa diterima oleh auditor global. Selain itu, implementasi memerlukan penyesuaian sistem dan keterampilan baru bagi staf akuntansi, sehingga ada risiko kesalahan penggunaan jika SDM belum menguasai teknologi. Tantangan lainnya adalah perlindungan privasi data dan kesesuaian dengan aturan perlindungan informasi digital di berbagai negara.
3. Rekomendasi strategis berbasis teori akuntansi dan perkembangan teknologi
PT Hijau Lestari dapat membentuk tim lintas fungsi yang terdiri dari bagian akuntansi, IT, serta manajemen risiko untuk mengawasi proses penerapan blockchain. Perusahaan sebaiknya membuat kebijakan internal yang mengatur standar pencatatan digital agar tetap sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Kolaborasi dengan lembaga audit eksternal juga penting supaya proses verifikasi data dapat dilakukan secara konsisten. Selain itu, perusahaan dapat memanfaatkan smart contract untuk mengotomatisasi pencatatan transaksi keberlanjutan sehingga data yang diperoleh lebih objektif dan minim intervensi manual.