Posts made by Rency Husna Adinda

TA C2025 -> CASE STUDY 1

by Rency Husna Adinda -
Nama: Rency Husna Adinda
Npm: 2413031082

1. Pengaruh blockchain terhadap reliabilitas & transparansi dalam sustainability reporting
Blockchain dapat meningkatkan kualitas informasi akuntansi karena setiap data yang dicatat tersimpan dalam jaringan yang tidak bisa diubah dan memiliki jejak histori lengkap. Dalam pelaporan keberlanjutan, teknologi ini membantu perusahaan menunjukkan data lingkungan yang lebih akurat seperti penggunaan energi, tingkat emisi, atau aktivitas CSR, sehingga laporan lebih transparan. Hal ini sejalan dengan tujuan teori akuntansi untuk menyediakan informasi yang relevan, dapat dipercaya, dan terbuka kepada pengguna laporan, terutama investor yang peduli pada aspek keberlanjutan.
2. Tantangan regulasi Indonesia & global
Hambatan yang mungkin muncul adalah ketidaksiapan regulasi yang mengatur pencatatan akuntansi berbasis blockchain di Indonesia. Perusahaan juga harus menghadapi persoalan standar pelaporan internasional yang berbeda-beda, sehingga data yang dihasilkan belum tentu langsung bisa diterima oleh auditor global. Selain itu, implementasi memerlukan penyesuaian sistem dan keterampilan baru bagi staf akuntansi, sehingga ada risiko kesalahan penggunaan jika SDM belum menguasai teknologi. Tantangan lainnya adalah perlindungan privasi data dan kesesuaian dengan aturan perlindungan informasi digital di berbagai negara.
3. Rekomendasi strategis berbasis teori akuntansi dan perkembangan teknologi
PT Hijau Lestari dapat membentuk tim lintas fungsi yang terdiri dari bagian akuntansi, IT, serta manajemen risiko untuk mengawasi proses penerapan blockchain. Perusahaan sebaiknya membuat kebijakan internal yang mengatur standar pencatatan digital agar tetap sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Kolaborasi dengan lembaga audit eksternal juga penting supaya proses verifikasi data dapat dilakukan secara konsisten. Selain itu, perusahaan dapat memanfaatkan smart contract untuk mengotomatisasi pencatatan transaksi keberlanjutan sehingga data yang diperoleh lebih objektif dan minim intervensi manual.

TA C2025 -> CASE STUDY

by Rency Husna Adinda -
Nama: Rency Husna Adinda
Npm: 2413031082

1. Analisis Kritis
a. Penerapan sistem otomatisasi dan blockchain dapat menimbulkan tantangan bagi teori akuntansi tradisional karena proses pencatatan yang sebelumnya dilakukan dengan bukti fisik dan pengendalian manual menjadi tergantikan oleh sistem digital. Kondisi ini membuat akuntan harus menyesuaikan diri dengan prosedur baru dalam memverifikasi data, mengelola transparansi transaksi, dan memahami cara kerja algoritma. Selain itu, kompleksitas teknis sistem digital sering kali menimbulkan kesulitan dalam menentukan dasar pengakuan dan pengukuran sesuai standar akuntansi yang berlaku.
b. Digitalisasi membuka peluang untuk meningkatkan kecepatan dalam pemrosesan data akuntansi, memudahkan pelacakan transaksi, serta memperbaiki efisiensi pelaporan keuangan. Namun, penggunaan algoritma dan sistem otomatis juga membawa risiko manipulasi informasi jika parameter perhitungan diubah atau jika terdapat kelemahan dalam pengendalian internal. Kesalahan dalam pemrograman atau perubahan data yang tidak terdeteksi dapat membuat laporan keuangan tampak wajar padahal sebenarnya menyembunyikan kondisi yang sesungguhnya.

2. Etika dan Transparansi
a. Ketika algoritma mengambil alih sebagian proses penilaian dan pengambilan keputusan, muncul tantangan etika terkait tanggung jawab profesional akuntan. Jika sistem menghasilkan estimasi atau judgement keuangan, akuntan tetap berkewajiban memberikan pertimbangan profesional untuk memastikan informasi yang disajikan tidak bias. Risiko lain adalah manajemen dapat memanfaatkan fleksibilitas digital untuk memanipulasi angka tanpa terlihat jelas sehingga menciptakan ketidaktransparanan dalam laporan keuangan.
b. Untuk menjaga prinsip transparansi, perusahaan perlu menerapkan prosedur audit digital yang jelas dan terdokumentasi. Laporan keuangan harus dapat ditinjau kembali dengan jejak yang dapat dilacak sehingga setiap perubahan data terekam dalam sistem. Selain itu, akuntan perlu memberikan penjelasan mengenai metode perhitungan berbasis algoritma agar pengguna laporan memahami dasar penyajian informasi. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan investor serta mengurangi risiko bias dalam penyampaian kondisi perusahaan.

3. Respon Strategis
a. Perusahaan perlu memperkuat tata kelola teknologi dengan membangun sistem pengendalian internal yang memadai, melakukan pemisahan tugas digital, serta memberikan otorisasi berlapis terhadap perubahan data akuntansi. Pemahaman terhadap teknologi seperti AI dan blockchain juga harus ditingkatkan, sehingga akuntan tidak sekadar menjadi operator sistem, tetapi mampu memastikan bahwa proses pencatatan sesuai dengan standar dan memperhatikan risiko penyimpangan. Langkah ini dapat meminimalkan potensi manipulasi data yang dilakukan melalui sistem otomatis.
b. Standar akuntansi berbasis prinsip tetap diperlukan untuk mengatur pelaporan keuangan digital. Regulasi yang ada saat ini belum secara spesifik menjelaskan perlakuan akuntansi dalam sistem berbasis AI dan blockchain, sehingga auditor dituntut untuk beradaptasi dan melakukan penilaian tambahan agar laporan keuangan tidak keliru. Selain itu, perusahaan harus mengikuti perkembangan kode etik profesi agar transparansi tetap terjaga dan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat yang mendukung akurasi pelaporan.