Kiriman dibuat oleh Adinda Putri Zahra

EPE C2026 -> SUMMARY VIDEO

oleh Adinda Putri Zahra -
Nama : Adinda Putri Zahra
NPM: 2413031083
Kelas: 2024 C

1. Tes merupakan alat ukur yang mengevaluasi, memiliki nilai kebenaran atau kesalahan, serta mampu menilai kemampuan siswa. Salah satu contohnya adalah soal pilihan ganda.
2. Pengukuran adalah proses untuk memberikan nilai dalam bentuk angka kepada hasil tes yang dikerjakan oleh siswa. Misalnya, Lili menjawab 45 soal dari 50 dengan benar, sehingga ia memperoleh nilai 90.
3. Penilaian adalah langkah untuk memberikan penilaian terhadap hasil dari pengukuran yang telah dilakukan. Misalnya, nilai Lili dikategorikan sebagai "Predikat A" atau "Sangat Baik".
4. Evaluasi adalah kegiatan yang berfokus pada analisis hasil belajar siswa. Selain itu, kita juga mengevaluasi program pengajaran yang ada. Karena Lili memperoleh nilai A, ia dinyatakan Lulus dan diizinkan untuk melanjutkan ke materi selanjutnya. Namun, dikarenakan rata-rata nilai kelas yang rendah, guru memutuskan untuk merubah metode pengajaran.
Kesimpulannya, tanpa alat tes, kita tidak dapat melakukan pengukuran. Dan jika pengukuran tidak dilakukan, penilaian pun tidak akan dapat dilaksanakan, dan seterusnya.

EPE C2026 -> Diskusi

oleh Adinda Putri Zahra -
Nama: Adinda Putri Zahra
NPM: 2413031083
Kelas: 2024C

Pengukuran dalam pendidikan melibatkan proses penentuan angka untuk aktivitas dan hasil belajar berdasarkan kriteria, aturan, atau rumusan tertentu yang jelas serta sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan, demi memberikan dasar keputusan terhadap aktivitas dan hasil belajar.
Penilaian merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pemahaman atau penjelasan hasil pengukuran dengan menginterpretasikan data yang diperoleh dari proses pembelajaran dalam bentuk skor dan mengonversinya menjadi nilai menggunakan prosedur yang telah ditentukan untuk membuat keputusan.
Evaluasi dalam konteks pembelajaran adalah suatu proses yang bertujuan untuk memberi penilaian atau mempertimbangkan nilai yang terkait dengan proses dan hasil dari kegiatan belajar yang dilakukan melalui langkah-langkah pengukuran dan penilaian.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengukuran menciptakan data, penilaian memberikan arti pada data tersebut, dan evaluasi memanfaatkan informasi itu untuk mengambil keputusan. Ketiga komponen ini sangat krusial dalam bidang pendidikan karena menjadi landasan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan.

AKM C2025 -> Diskusi

oleh Adinda Putri Zahra -
Nama : Adinda Putri Zahra
NPM : 2413031083

Pencatatan aset tak berwujud dilakukan ketika aset tersebut dianggap akan memberikan manfaat ekonomi di masa depan dan biaya untuk mendapatkan aset tersebut bisa diukur secara jelas. Pada saat awal dikenal, aset tak berwujud dicatat sesuai dengan biaya yang dikeluarkan, termasuk harga pembelian dan biaya-biaya langsung lainnya yang diperlukan agar aset bisa digunakan, seperti biaya hukum untuk mendapatkan hak paten. Setelah dicatat, nilai aset ini dihitung dengan menggunakan model biaya, yaitu nilai pembelian dikurangi jumlah amortisasi dan penurunan nilai yang telah terjadi, atau model revaluasi yang hanya bisa digunakan jika ada pasar yang aktif untuk aset tersebut. Aset tak berwujud yang memiliki masa manfaat terbatas akan diamortisasi secara rutin selama masa manfaatnya, sedangkan aset yang memiliki masa manfaat tidak terbatas tidak perlu diamortisasi, namun harus dicek apakah nilainya turun setiap tahunnya. Dalam laporan keuangan, aset tak berwujud ditampilkan dalam bagian aset tidak lancar pada laporan posisi keuangan, dan detail seperti cara amortisasi, masa manfaat, nilai yang tercatat, serta penurunan nilai dijelaskan lebih lanjut dalam catatan atas laporan keuangan.