Tuliskan disini summary video di atas, maksimal 250 kata. Tidak copy paste dari sumber manapun.
SUMMARY VIDEO
NPM : 2413031088
Resume video Perbedaan Tes, Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi dalam Pendidikan
Berdasarkan video pembelajaran tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam dunia pendidikan terdapat empat istilah evaluasi yang saling berkaitan namun memiliki batasan konseptual yang berbeda.
1. Tes (Test)
Tes didefinisikan sebagai instrumen atau alat yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai karakteristik siswa. Bentuknya dapat berupa serangkaian pertanyaan atau tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik (seperti soal pilihan ganda, essay, atau tes lisan).
2. Pengukuran (Measurement)
Pengukuran adalah proses pemberian angka atau skor terhadap hasil tes. Sifat dari pengukuran adalah kuantitatif. Pada tahap ini, kita hanya melihat data objektif berupa angka (skor) tanpa memberikan interpretasi nilai terlebih dahulu.
3. Penilaian (Assessment)
Penilaian merupakan proses penafsiran hasil pengukuran. Sifatnya adalah kualitatif. Di sini, hasil pengukuran (angka) dibandingkan dengan kriteria tertentu (seperti KKM atau Standar Kompetensi) untuk menentukan status atau kualitas capaian siswa, misalnya "Tuntas", "Belum Tuntas", atau "Sangat Baik".
4. Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi adalah tahapan tertinggi yang melibatkan pengambilan keputusan (judgment) berdasarkan data yang diperoleh dari tes, pengukuran, dan penilaian. Fokus evaluasi lebih luas, yakni untuk melihat efektivitas suatu program pembelajaran secara menyeluruh guna menentukan kebijakan atau perbaikan di masa mendatang.
Sintesis Kesimpulan:Hubungan keempatnya bersifat hierarkis. Tes adalah alatnya, Pengukuran menghasilkan datanya, Penilaian memberikan makna pada data tersebut, dan Evaluasi menggunakan seluruh informasi tersebut untuk dasar pengambilan keputusan edukatif.
NPM : 2413031087
Ketika saya menonton video itu, isi video tersebut menjelaskan empat istilah penting dalam dunia pendidikan yang sering kita anggap sama, padahal memiliki fungsi yang berbeda. Pertama ada istilah Tes, yang sebenarnya hanyalah "alat" untuk mengumpulkan soal atau pertanyaan yang diberikan kepada siswa guna mengetahui seberapa baik pemahaman mereka terhadap materi. Setelah tes selesai, kita masuk ke tahap Pengukuran. Di sini, kita memberikan nilai atau angka (data kuantitatif) yang berasal dari hasil tes, sehingga kemampuan siswa dapat terlihat dalam bentuk angka yang jelas.
Lalu, bagaimana dengan Penilaian atau assessment? Penilaian lebih merujuk pada cara kita menginterpretasikan angka tersebut. Kita membandingkan nilai siswa dengan standar tertentu (seperti KKM) untuk menentukan apakah mereka sudah mencapai kompetensi yang ditentukan secara kualitatif. Terakhir, kita sampai pada Evaluasi. Ini adalah tahap yang paling luas karena tujuannya tidak hanya untuk menilai satu siswa, tetapi untuk mengevaluasi keseluruhan program. Dari hasil evaluasi ini, guru dapat membuat keputusan penting: apakah metode pengajaran yang digunakan sudah efektif, bagian mana yang perlu diperbaiki dalam materi, atau apakah sistem yang ada perlu diubah sepenuhnya untuk kemajuan bersama.
NPM: 2413031083
Kelas: 2024 C
1. Tes merupakan alat ukur yang mengevaluasi, memiliki nilai kebenaran atau kesalahan, serta mampu menilai kemampuan siswa. Salah satu contohnya adalah soal pilihan ganda.
2. Pengukuran adalah proses untuk memberikan nilai dalam bentuk angka kepada hasil tes yang dikerjakan oleh siswa. Misalnya, Lili menjawab 45 soal dari 50 dengan benar, sehingga ia memperoleh nilai 90.
3. Penilaian adalah langkah untuk memberikan penilaian terhadap hasil dari pengukuran yang telah dilakukan. Misalnya, nilai Lili dikategorikan sebagai "Predikat A" atau "Sangat Baik".
4. Evaluasi adalah kegiatan yang berfokus pada analisis hasil belajar siswa. Selain itu, kita juga mengevaluasi program pengajaran yang ada. Karena Lili memperoleh nilai A, ia dinyatakan Lulus dan diizinkan untuk melanjutkan ke materi selanjutnya. Namun, dikarenakan rata-rata nilai kelas yang rendah, guru memutuskan untuk merubah metode pengajaran.
Kesimpulannya, tanpa alat tes, kita tidak dapat melakukan pengukuran. Dan jika pengukuran tidak dilakukan, penilaian pun tidak akan dapat dilaksanakan, dan seterusnya.
Npm: 2413031079
Video berdurasi sekitar 4 menit 38 detik yg berjudul "Pengertian Dasar Apa itu Tes, Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi" menjelaskan perbedaan antara tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi secara sederhana untuk pemahaman dasar.
Tes didefinisikan sebagai alat atau prosedur sistematis untuk mengumpulkan data kinerja siswa, seperti ujian tertulis atau lisan. Pengukuran melibatkan kuantifikasi hasil tes menggunakan skala numerik, misalnya nilai 80 dari 100. Penilaian adalah proses interpretasi data pengukuran untuk menentukan kualitas, seperti "baik" atau "cukup".
Evaluasi merupakan langkah akhir yang mengintegrasikan penilaian dengan tujuan pembelajaran untuk menilai efektivitas proses pengajaran secara keseluruhan. Video menekankan hubungan hierarkis agar pendidik dapat merancang asesmen yang tepat.
NPM: 2413031091
Kelas: 2024 C
Isi dari video tersebut membahas perbedaan penting antara tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi dalam dunia pendidikan.
Tes dijelaskan sebagai alat atau instrumen yang digunakan untuk mengetahui kemampuan atau pengetahuan siswa, biasanya berupa soal atau tugas. Hasil dari tes kemudian masuk ke tahap pengukuran, yaitu proses memberi skor atau angka sehingga kemampuan siswa dapat dinyatakan secara kuantitatif.
Lebih luas lagi, ada evaluasi. Evaluasi tidak hanya menyoroti siswa, tetapi juga keseluruhan sistem pembelajaran: kurikulum, metode mengajar, hingga efektivitas program pendidikan. Evaluasi membantu menentukan apakah pendekatan yang digunakan sudah tepat atau perlu diperbaiki.
NPM: 2413031081
Dalam dunia pendidikan sering terjadi kerancuan antara istilah tes, pengukuran (measurement), penilaian (assessment), dan evaluasi. Keempatnya merupakan satu kesatuan hierarki yang tidak bisa dipisahkan namun memiliki peran yang spesifik.
1. Pengertian Tes
Tes dijelaskan sebagai alat atau instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai kemampuan siswa. Tes adalah seperangkat alat yang memiliki nilai benar atau salah. Guru menggunakan tes sebagai cara untuk "memancing" respon dari siswa guna mengetahui sejauh mana materi telah dikuasai. Bentuk tes bisa bermacam-macam, mulai dari pilihan ganda, esai, hingga tes lisan. Intinya, jika ada alat yang memiliki kunci jawaban (benar/salah), maka itu disebut tes.
2. Pengukuran (Measurement)
Setelah tes diberikan, langkah selanjutnya adalah pengukuran. Pengukuran adalah proses memberikan nilai kuantitatif dalam bentuk angka terhadap hasil tes yang dikerjakan oleh siswa. Di sini, guru tidak memberikan penilaian subjektif, melainkan murni angka berdasarkan jumlah jawaban yang benar.
• Contoh: Jika seorang siswa menjawab benar 8 dari 10 soal, maka skor atau pengukurannya adalah 80. Proses mengubah performa siswa menjadi angka-angka inilah yang disebut pengukuran.
3. Penilaian (Assessment)
Penilaian memiliki cakupan yang lebih luas dari sekadar angka. [] Penilaian adalah proses memberikan interpretasi atau judgement terhadap hasil pengukuran yang telah dilakukan sebelumnya. Penilaian menjawab pertanyaan: "Apa arti dari angka 80 tersebut?" Dalam konteks kurikulum, penilaian sering kali dikaitkan dengan standar ketuntasan (seperti KKM).
4. Evaluasi
Evaluasi berada di puncak hierarki. Evaluasi tidak hanya berbicara tentang hasil belajar siswa secara personal, tetapi merupakan tinjauan menyeluruh terhadap sebuah program pembelajaran. Guru atau sekolah melakukan evaluasi untuk melihat efektivitas sistem yang telah dijalankan.
NPM: 2413031078
1. Tes, merupakan seperangkat alat atau serangkaian pertanyaan yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang. Ciri khas dari tes adalah memiliki nilai benar atau salah yang harus dijawab oleh peserta didik. Sebagai contoh, guru ingin mengukur kemampuan matematika siswa pada bab tertentu. Guru tersebut membuat 10 soal, dapat berupa piihan ganda atau isian singkat. Inilah yang disebut tes.
2. Pengukuran, adalah proses memberikan angka (kuantitatif) terhadap hasil dari tes yang telah dikerjakan oleh siswa. Ini merupakan tahap mengubah jawaban menjadi skor. Contohnya, dari 10 soal tadi, siswa A menjawab benar 8 soal, maka skornya adalah 8. Siswa B menjawab benar 5 soal, maka skornya adalah 5. Proses pemberian angka 8 dan 5 ini disebut pengukuran.
3. Penilaian, adalah proses memberikan makna atau interpretasi terhadap pengukuran. Penilaian menjawab pertanyaan “bak/buruk”, “tuntas/tidak tuntas” berdasarkan standar atau kriteria yang telah ditetapkan. Misalnya, guru menetapkan standar bahwa nilai 7 ke atas adalah tuntas, dan nilai di bawah 7 adalah tidak tuntas.
4. Evaluasi, adalah proses yang lebih luas dari penilaian. Evaluasi tidak hanya melihat hasil belajar siswa, tetapi juga melihat keseluruhan program pembelajaran. Evaluasi mencari tahu faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan belajar. Sebagai contoh, ketika melihat banyak peserta didik tidak tuntas, evaluasi akan menanyakan; apakah strategi mengajar guru sudah efektif? apakah bahan ajar yang digunakan sudah sesuai? atau apakah faktor lingkungan atau waktu belajar mempengaruhi?
Kekeliruan yang sering terjadi, contohnya ketika seorang guru mengatakan, “anak ini matematikanya jelek” atau “anak ini tidak pintar” tanpa memberikan tes atau proses pengukuran terlebih dahulu. Guru tersebut mengambil Kesimpulan hanya berdasarkan perasaan atau pengamatan sepintas, tanpa melihat bukti berupa hasil kerja siswa. Hal ini dianggap keliru karena melompati langkah-langkah penting. Menurut konsep yang benar, prosesnya haruslah berurutan:
1. Tes: anak harus mengerjakan sesuatu (soal, tugas) dulu.
2. Pengukuran: hasil pekerjaan anak diberikan skor angka.
3. Penilaian; skor dibandingkan dengan kriteria (misalnya KKM) untuk menentukan tuntass/tidak.
4. Evaluasi; jika tidak tuntas, guru mengevaluasi apakah ada kesalahan dari metode mengajar atau faktor lain.
npm = 2413031085
Video tersebut membahas konsep dasar dalam penilaian pendidikan, yaitu tes, pengukuran, dan evaluasi. Tes dijelaskan sebagai alat atau instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai kemampuan atau hasil belajar seseorang. Sementara itu, pengukuran merupakan proses pemberian angka atau nilai terhadap hasil tes berdasarkan aturan tertentu, sehingga data yang diperoleh menjadi lebih objektif dan terstandar.
Selanjutnya, evaluasi diartikan sebagai proses yang lebih luas, yaitu menafsirkan hasil pengukuran untuk mengambil keputusan. Evaluasi tidak hanya melihat angka, tetapi juga mempertimbangkan apakah tujuan pembelajaran telah tercapai dan bagaimana kualitas hasil tersebut. Dengan kata lain, evaluasi menjadi dasar dalam menentukan langkah selanjutnya, seperti perbaikan pembelajaran atau penilaian keberhasilan peserta didik.
Video ini juga menekankan bahwa ketiga konsep tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Tes digunakan untuk memperoleh data, pengukuran mengubah data menjadi angka, dan evaluasi memberikan makna terhadap angka tersebut. Selain itu, dijelaskan pula pentingnya prosedur pelaksanaan tes yang baik, mulai dari kesiapan peserta, kemampuan penguji, hingga kelayakan sarana dan prasarana, agar hasil yang diperoleh valid dan dapat dipercaya.
Secara keseluruhan, video ini bertujuan memberikan pemahaman bahwa proses penilaian dalam pendidikan harus dilakukan secara sistematis, objektif, dan terencana agar dapat menghasilkan informasi yang akurat untuk pengambilan keputusan.
NPM : 2413031086
Video tersebut membahas tentang konsep dasar tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi dalam pendidikan. Dijelaskan bahwa keempat istilah ini sering digunakan secara bersamaan, tetapi sebenarnya memiliki arti dan fungsi yang berbeda. Tes merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data, biasanya berupa soal atau tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Dari hasil tes inilah kemudian dilakukan pengukuran. Pengukuran adalah proses untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam bentuk angka atau skor. Hasil pengukuran ini masih bersifat mentah karena hanya menunjukkan kuantitas tanpa memberikan makna lebih lanjut. Oleh karena itu, diperlukan penilaian. Penilaian adalah proses mengolah dan menafsirkan hasil pengukuran sehingga dapat diketahui kualitas hasil belajar, misalnya apakah siswa termasuk kategori baik, cukup, atau kurang. Dalam vidio menjelaskan, evaluasi merupakan tahap yang paling luas karena mencakup pengukuran dan penilaian. Evaluasi digunakan untuk mengambil keputusan terkait pembelajaran, seperti menentukan keberhasilan siswa, efektivitas metode mengajar, serta perbaikan proses pembelajaran ke depan. Dalam video juga dijelaskan bahwa evaluasi sangat penting karena dapat memberikan umpan balik bagi guru dan siswa.
Kesimpulannya, tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam pendidikan. Keempatnya saling berkaitan dan memiliki peran penting dalam mengetahui serta meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.
NPM : 2413031089
Video tersebut menjelaskan konsep dasar dalam evaluasi pembelajaran yang mencakup tiga komponen utama, yaitu tes, pengukuran, dan evaluasi. Tes merupakan alat atau instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai kemampuan peserta didik, sedangkan pengukuran adalah proses pemberian angka atau nilai terhadap hasil tes tersebut sehingga bersifat kuantitatif. Selanjutnya, evaluasi merupakan proses menafsirkan hasil pengukuran untuk menentukan nilai atau makna serta sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pembelajaran. Video ini juga menjelaskan beberapa istilah penting seperti tester (pelaksana tes), testee (peserta tes), indikator sebagai acuan pencapaian, serta instrumen sebagai alat ukur yang digunakan. Selain itu, dibahas pula pentingnya persiapan pelaksanaan tes, baik dari sisi peserta yang harus dalam kondisi siap maupun dari sisi pelaksana yang harus memahami prosedur dengan baik. Sarana dan prasarana juga harus mendukung agar pelaksanaan tes berjalan optimal. Secara keseluruhan, video ini menekankan bahwa ketiga komponen tersebut saling berkaitan dan berperan penting dalam memperoleh data yang akurat guna meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
NPM : 2413031093
1. Materi ini menjelaskan konsep dasar dalam penilaian pendidikan yang meliputi tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi yang masih sering disalahartikan oleh guru. Kesalahan yang kerap terjadi adalah memberikan penilaian terhadap siswa tanpa melalui tahapan yang benar, seperti tanpa adanya tes dan proses pengukuran terlebih dahulu.
2. Tes merupakan alat untuk mengetahui kemampuan siswa yang terdiri dari soal-soal dengan jawaban benar atau salah. Setelah siswa mengerjakan tes, hasilnya dinyatakan dalam bentuk angka, dan proses pemberian skor tersebut disebut sebagai pengukuran.
3. Penilaian adalah proses menafsirkan hasil pengukuran untuk menentukan tingkat pencapaian siswa, misalnya apakah sudah tuntas atau belum sesuai kriteria. Sementara itu, evaluasi adalah proses yang lebih menyeluruh karena tidak hanya melihat hasil belajar siswa, tetapi juga menilai proses pembelajaran, seperti metode, media, dan faktor lain yang memengaruhi keberhasilan belajar.
Nama: Melinda Dwi Safitri
NPM: 2413031092
Kelas: 2024 C
Video berjudul “Pengertian Dasar Apa itu Tes, Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi” menjelaskan empat konsep penting dalam pendidikan yang sering dianggap sama, padahal sebenarnya memiliki perbedaan yang cukup jelas. Keempat konsep tersebut adalah tes, pengukuran, penilaian atau asesmen, dan evaluasi, yang saling berkaitan dalam suatu urutan proses.
Tes dapat dipahami sebagai alat atau instrumen yang digunakan untuk mengetahui kemampuan peserta didik. Biasanya tes berbentuk soal dengan jawaban benar atau salah, sehingga berfungsi untuk mengumpulkan data awal tentang sejauh mana siswa memahami materi. Dari hasil tes tersebut kemudian dilakukan pengukuran, yaitu proses pemberian nilai dalam bentuk angka. Misalnya, jika siswa menjawab benar 8 dari 10 soal, maka skor 8 itulah hasil pengukurannya. Namun, angka ini sebenarnya belum memiliki arti jika tidak ditafsirkan lebih lanjut.
Di sinilah peran penilaian atau asesmen, yaitu memberikan makna terhadap hasil pengukuran. Nilai yang diperoleh siswa kemudian dibandingkan dengan kriteria tertentu, seperti standar ketuntasan belajar, sehingga dapat diketahui apakah siswa tersebut sudah mencapai kompetensi atau belum. Penilaian ini lebih berfokus pada capaian individu peserta didik.
Sementara itu, evaluasi memiliki cakupan yang lebih luas karena tidak hanya melihat hasil belajar siswa, tetapi juga menilai keseluruhan proses pembelajaran. Melalui evaluasi, guru dapat mengetahui apakah metode yang digunakan sudah efektif, apakah materi mudah dipahami, serta faktor lain yang memengaruhi hasil belajar.
Secara keseluruhan, keempat konsep ini saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Tes menjadi dasar pengukuran, pengukuran menjadi dasar penilaian, dan penilaian menjadi landasan dalam melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses pembelajaran.
NPM: 2413031080
Kelas: C
Video tersebut membahas konsep dasar dalam evaluasi pembelajaran yang terdiri dari tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi. Keempat istilah ini saling berkaitan dan digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik secara menyeluruh.
Tes dijelaskan sebagai alat yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang kemampuan siswa, biasanya dalam bentuk soal atau tugas.
Setelah tes dilakukan, langkah berikutnya adalah pengukuran, yaitu proses memberikan skor atau nilai terhadap hasil yang diperoleh siswa. Hasil pengukuran ini masih berupa angka dan belum memiliki makna.
Selanjutnya adalah penilaian, yaitu proses menafsirkan atau memberi arti terhadap nilai tersebut. Pada tahap ini, guru tidak hanya melihat angka, tetapi juga menentukan kualitas hasil belajar, misalnya apakah termasuk kategori baik, cukup, atau kurang.
Tahap terakhir adalah evaluasi, yang merupakan proses paling luas. Evaluasi mencakup seluruh proses sebelumnya dan digunakan untuk mengambil keputusan, seperti menilai keberhasilan pembelajaran atau menentukan perbaikan yang perlu dilakukan.
Npm: 2413031073
Video berjudul “Pengertian Dasar Apa itu Tes, Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi” membahas empat istilah penting dalam dunia pendidikan yang sering dianggap sama, padahal sebenarnya berbeda. Keempatnya adalah tes, pengukuran, penilaian (asesmen), dan evaluasi, yang saling berhubungan dan biasanya dilakukan secara berurutan. Tes adalah alat yang digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa. Biasanya berupa soal-soal yang memiliki jawaban benar atau salah. Dari tes ini, guru bisa mendapatkan gambaran awal tentang sejauh mana siswa memahami materi yang diajarkan.
Setelah tes dilakukan, langkah berikutnya adalah pengukuran. Pengukuran berarti mengubah hasil tes menjadi angka. Misalnya, jika siswa menjawab 8 dari 10 soal dengan benar, maka nilainya adalah 8. Namun, angka ini belum memiliki arti yang jelas jika belum dianalisis lebih lanjut. Di sinilah penilaian atau asesmen berperan. Penilaian adalah proses memberi makna pada angka tersebut. Nilai siswa dibandingkan dengan standar tertentu, misalnya batas kelulusan, sehingga bisa diketahui apakah siswa sudah mencapai target pembelajaran atau belum. Fokusnya lebih pada pencapaian masing-masing siswa.
Sementara itu, evaluasi memiliki cakupan yang lebih luas. Evaluasi tidak hanya melihat hasil belajar siswa, tetapi juga menilai keseluruhan proses pembelajaran. Melalui evaluasi, guru bisa mengetahui apakah metode mengajar sudah efektif, apakah materi mudah dipahami, dan apa saja yang perlu diperbaiki. Jadi, keempat konsep ini saling berkaitan. Tes digunakan untuk mengumpulkan data, pengukuran mengubahnya menjadi angka, penilaian memberi arti pada angka tersebut, dan evaluasi digunakan untuk menilai keseluruhan proses pembelajaran.
NPM: 2453031008
Kelas: 2024 C
Video tersebut membahas tentang perbedaan dan hubungan antara tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi dalam proses pembelajaran. Keempat istilah ini sering dianggap sama, padahal sebenarnya punya fungsi masing-masing dan saling berkaitan dalam satu alur yang runtut. Prosesnya dimulai dari tes, yaitu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dari siswa. Tes biasanya berupa soal atau tugas dengan jawaban yang jelas benar atau salah. Dari sini, guru mendapatkan data awal tentang kemampuan siswa. Kalau tes yang digunakan tidak valid, maka data yang dihasilkan juga tidak bisa dijadikan dasar yang kuat.
Setelah data diperoleh, tahap berikutnya adalah pengukuran. Pada tahap ini, guru memberikan skor atau angka terhadap hasil tes siswa. Pengukuran bersifat objektif karena hanya berfokus pada pemberian nilai tanpa memberikan arti lebih jauh. Hasilnya masih berupa angka mentah yang belum menjelaskan kemampuan siswa secara menyeluruh. Selanjutnya masuk ke tahap penilaian atau asesmen. Di sini, hasil pengukuran mulai diinterpretasikan dengan membandingkannya pada standar tertentu, seperti Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penilaian membantu guru menentukan apakah siswa sudah mencapai kompetensi atau masih perlu bimbingan.
Tahap terakhir adalah evaluasi, yang memiliki cakupan paling luas. Evaluasi tidak hanya melihat hasil belajar siswa, tetapi juga menilai keseluruhan proses pembelajaran, termasuk metode, media, dan kurikulum yang digunakan. Dari evaluasi inilah guru bisa mengambil keputusan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas pembelajaran ke depan.
Nama : Nuraini Naibaho
Npm : 2134031076
Kelas : 24 C
Berdasarkan video yang berjudul Tes, Pengukuran, dan Evaluasi, dijelaskan bahwa ketiga istilah tersebut memiliki peran penting dalam proses penilaian pembelajaran. Tes berfungsi sebagai sarana untuk memperoleh informasi mengenai kemampuan peserta didik, kemudian hasilnya diproses melalui pengukuran dengan cara memberikan nilai dalam bentuk angka. Setelah itu, dilakukan evaluasi untuk menafsirkan hasil pengukuran sehingga dapat dijadikan dasar dalam mengambil keputusan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam dunia pendidikan, tes, pengukuran, dan evaluasi merupakan satu rangkaian yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Ketiganya berperan dalam menentukan keberhasilan pembelajaran, di mana tes sebagai alat pengumpul data, pengukuran sebagai proses pemberian nilai, dan evaluasi sebagai dasar dalam menetapkan langkah atau tindak lanjut yang sesuai.
NPM : 2413031077
Kelas :C
Berdasarkan video, dapat kita ketahui bahwa dalam dunia pendidikan terdapat empat konsep utama yang saling berkaitan, yaitu tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi. Tes merupakan suatu alat atau instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai kemampuan, pengetahuan, maupun karakteristik peserta didik. Bentuk tes dapat berupa berbagai jenis soal atau tugas, seperti pilihan ganda, esai, maupun tes lisan yang harus dikerjakan oleh siswa. Setelah tes dilakukan, tahap selanjutnya adalah pengukuran, yaitu proses pemberian skor atau angka terhadap hasil pekerjaan siswa. Pada tahap ini, data yang diperoleh masih bersifat kuantitatif dan objektif, sehingga belum mengandung makna tertentu. Selanjutnya, hasil pengukuran tersebut diolah dalam proses penilaian, yaitu kegiatan menafsirkan atau menginterpretasikan data angka dengan membandingkannya terhadap kriteria yang telah ditetapkan, seperti Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atau standar kompetensi. Melalui penilaian, dapat diketahui tingkat pencapaian siswa, apakah termasuk kategori tuntas, belum tuntas, atau sangat baik. Tahap terakhir adalah evaluasi, yang merupakan proses pengambilan keputusan secara menyeluruh berdasarkan hasil dari tes, pengukuran, dan penilaian. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran serta menjadi dasar dalam menentukan perbaikan atau kebijakan pendidikan di masa yang akan datang. Dengan demikian, keempat konsep tersebut memiliki hubungan yang bersifat hierarkis dan saling melengkapi dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran.
2413031098
Dari yang sudah saya lihat video tersebut membahas tentang konsep dasar dalam evaluasi pembelajaran, terutama mengenai perbedaan antara tes, pengukuran, dan evaluasi. Tes dipahami sebagai alat yang digunakan untuk memperoleh informasi terkait kemampuan atau hasil belajar peserta didik. Selanjutnya, pengukuran merupakan proses pemberian skor atau nilai terhadap hasil tes tersebut sehingga tingkat pencapaian dapat diketahui secara angka. Sementara itu, evaluasi memiliki cakupan yang lebih luas, yaitu proses menafsirkan hasil pengukuran untuk menentukan kualitas pembelajaran sekaligus sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.
Selain itu, menurut saya video tersebut juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan tes terdapat beberapa unsur penting, seperti pihak yang memberikan tes (tester), peserta yang mengikuti tes (testee), serta instrumen yang digunakan sebagai alat ukur. Pelaksanaan tes tidak boleh dilakukan secara sembarangan, melainkan harus memenuhi beberapa persyaratan, seperti kesiapan peserta, pemahaman prosedur oleh pelaksana, serta tersedianya sarana dan prasarana yang memadai agar hasil yang diperoleh benar-benar valid dan dapat dipercaya. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan evaluasi tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh proses pelaksanaannya.
NPM: 2413031075
Video tersebut menjelaskan perbedaan mendasar antara tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi dalam konteks pendidikan. Tes dipahami sebagai alat untuk mengumpulkan data mengenai kemampuan siswa, seperti melalui soal atau tugas. Hasil dari tes kemudian diolah melalui proses pengukuran, yaitu pemberian skor atau angka sehingga data menjadi bersifat kuantitatif.
Namun, angka tersebut belum memiliki makna tanpa adanya penilaian. Penilaian merupakan proses interpretasi terhadap hasil pengukuran untuk menentukan sejauh mana siswa telah mencapai kompetensi yang ditetapkan, baik dalam bentuk deskripsi kualitatif maupun kuantitatif. Sementara itu, evaluasi memiliki cakupan yang lebih luas, karena tidak hanya berfokus pada hasil belajar siswa, tetapi juga mencakup penilaian terhadap kurikulum, metode pembelajaran, serta efektivitas program pendidikan secara keseluruhan.
Keempat konsep ini saling berkaitan namun memiliki fungsi yang berbeda. Tes menghasilkan data, pengukuran mengubahnya menjadi angka, penilaian memberi makna, dan evaluasi digunakan untuk melihat gambaran menyeluruh guna perbaikan sistem. Pemahaman yang tepat terhadap perbedaan ini penting agar guru tidak hanya berfokus pada hasil tes semata, tetapi juga mampu melakukan penilaian dan evaluasi yang mendalam demi meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
2413031090
Video tersebut menjelaskan bahwa dalam dunia pendidikan ada empat istilah yang sering digunakan, yaitu tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi. Meskipun terdengar mirip, sebenarnya keempatnya memiliki makna yang berbeda, tetapi saling berhubungan dalam proses pembelajaran.
Tes merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa. Biasanya berupa soal, baik pilihan ganda, esai, maupun praktik. Jadi, tes ini hanya berfungsi sebagai sarana untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar siswa.
Setelah tes dilakukan, langkah berikutnya adalah pengukuran. Pengukuran adalah proses memberikan angka terhadap hasil tes yang telah dikerjakan siswa. Misalnya, siswa yang menjawab benar sebagian besar soal akan mendapatkan nilai tertentu, seperti 80 atau 90. Jadi, pengukuran ini menghasilkan data berupa angka.
Selanjutnya adalah penilaian. Penilaian tidak hanya melihat angka, tetapi juga memberikan makna terhadap angka tersebut. Misalnya, nilai 80 bisa dikategorikan sebagai baik atau tuntas, tergantung pada standar yang digunakan. Dengan penilaian, guru dapat memahami sejauh mana kemampuan siswa.
Tahap terakhir adalah evaluasi. Evaluasi merupakan proses yang lebih luas karena melibatkan pengambilan keputusan berdasarkan hasil penilaian. Misalnya, jika banyak siswa mendapatkan nilai rendah, maka guru perlu memperbaiki metode pembelajaran atau memberikan remedial. Evaluasi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Secara keseluruhan, keempat konsep ini berjalan secara berurutan, dimulai dari tes, kemudian pengukuran, dilanjutkan penilaian, dan diakhiri dengan evaluasi. Semua proses tersebut bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa sekaligus memperbaiki proses pembelajaran agar menjadi lebih baik.
Npm : 2413031070
Video tersebut membahas secara sistematis perbedaan antara tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi dalam konteks pendidikan. Tes merupakan tahap awal yang berfungsi sebagai alat atau metode untuk mengumpulkan data tentang kemampuan atau hasil belajar peserta didik, misalnya melalui soal ujian, kuis, atau tugas praktik. Data yang diperoleh dari tes kemudian masuk ke tahap pengukuran, yaitu proses pemberian angka atau skor secara kuantitatif terhadap hasil yang dicapai. Pengukuran menghasilkan nilai numerik yang bersifat objektif, seperti skor 70, 80, atau 90.
Selanjutnya, penilaian dilakukan dengan menginterpretasikan atau memberi makna pada hasil pengukuran tersebut. Pada tahap ini, nilai angka tidak hanya dilihat sebagai data, tetapi juga dikategorikan atau dijelaskan kualitasnya, misalnya menjadi kategori baik, cukup, atau kurang. Penilaian membantu guru memahami tingkat pencapaian peserta didik secara lebih menyeluruh.
Tahap terakhir adalah evaluasi, yang merupakan proses paling luas dan komprehensif. Evaluasi menggunakan hasil penilaian sebagai dasar untuk mengambil keputusan atau menentukan tindak lanjut. Misalnya, guru dapat memperbaiki metode pembelajaran, memberikan remedial bagi siswa yang belum tuntas, atau bahkan menyusun kebijakan pendidikan yang lebih efektif. Dengan demikian, keempat konsep tersebut saling berkaitan dan membentuk suatu rangkaian proses yang utuh, dimulai dari pengumpulan data hingga pengambilan keputusan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
NPM : 2413031071
Video yang berjudul Pengertian Dasar Apa itu Tes, Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi membahas tentang konsep dasar tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi dengan bahasa yang cukup mudah dipahami, khususnya untuk mahasiswa. Tes itu bisa dianggap sebagai kumpulan soal atau tugas yang diberikan dosen untuk melihat sejauh mana kita sudah menguasai materi. Setelah itu, hasil tes tersebut diukur dengan angka atau skor, sehingga prosesnya disebut pengukuran, misalnya dari 0–100 atau nilai A–E.
Dan untuk penilaian, prosesnya beda karena di sini skor hasil pengukuran ditafsirkan berdasarkan kriteria tertentu, misalnya KKM atau norma kelas. Penilaian bertujuan menentukan apakah siswa sudah mencapai standar atau belum, bukan hanya soal angka. Terakhir, evaluasi itu ruang lingkupnya paling luas, karena mencakup perencanaan tes, pelaksanaan, pengukuran, penilaian, sampai pengambilan keputusan untuk memperbaiki pembelajaran. Jadi, tes dan pengukuran itu bagian dari rangkaian besar yang akhirnya disebut evaluasi pembelajaran.
Npm : 2413031094
Kelas : 2024 C
Video yang dibahas ini intinya ngejelasin cara biar kita bisa lebih gampang ngerangkum isi video YouTube, apalagi kalau videonya panjang dan lumayan ribet dipahami. Jadi, daripada kita harus nonton berkali-kali, ada cara yang lebih simpel buat ambil inti pembahasannya aja.
Di awal, dijelasin kalau sekarang banyak banget materi pembelajaran yang bentuknya video, tapi kadang malah bikin kita capek sendiri karena durasinya lama. Nah, solusi yang ditawarin di video ini adalah dengan memanfaatkan tools atau website yang bisa mengubah isi video jadi teks. Caranya juga ga ribet, cukup copy link video YouTube, terus tempelin ke website tersebut, nanti otomatis keluar transkrip dari video itu.
Dari transkrip itu, kita jadi lebih gampang buat baca dan nyari poin-poin penting. Jadi ga perlu lagi nonton dari awal sampai akhir kalau cuma butuh inti materinya. Selain itu, ada juga fitur terjemahan, jadi kalau videonya pakai bahasa asing, bisa langsung diubah ke Bahasa Indonesia. Ini jelas ngebantu banget buat yang kurang paham bahasa asing.
Menurutku, cara ini cukup efektif buat dipakai, apalagi buat ngerjain tugas atau belajar cepat. Kita bisa lebih hemat waktu dan tetap dapet isi penting dari video tersebut. Intinya, video ini ngajarin cara belajar yang lebih praktis dengan memanfaatkan teknologi yang ada sekarang.
Npm :2453031007
Materi dalam video tersebut menguraikan empat konsep utama dalam dunia pendidikan, yaitu tes, pengukuran, penilaian (assessment), dan evaluasi. Keempat istilah ini sering kali dianggap sama, padahal sebenarnya memiliki peran yang berbeda namun saling berkaitan dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Memahami perbedaan dan hubungan di antara keempat konsep ini menjadi penting agar guru dapat merancang, melaksanakan, dan memperbaiki kegiatan belajar mengajar secara lebih sistematis dan efektif.
Konsep pertama adalah tes. Tes merupakan alat atau instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang kemampuan siswa melalui serangkaian pertanyaan, tugas, atau soal. Tes dapat berbentuk pilihan ganda, esai, praktik, maupun lisan, tergantung pada kompetensi yang ingin diukur. Melalui tes, guru dapat memperoleh data awal mengenai sejauh mana siswa memahami materi yang telah diajarkan. Dengan demikian, tes berfungsi sebagai sarana pengumpulan data yang menjadi dasar bagi proses selanjutnya.
Selanjutnya adalah pengukuran. Pengukuran merupakan proses pemberian angka atau skor terhadap hasil tes yang telah dikerjakan siswa. Hasil pekerjaan siswa yang semula bersifat kualitatif kemudian diubah menjadi data kuantitatif, sehingga lebih mudah untuk dianalisis. Misalnya, jawaban benar diberi skor tertentu, lalu dijumlahkan untuk mendapatkan nilai akhir. Melalui pengukuran, guru dapat membandingkan tingkat kemampuan antar siswa maupun melihat perkembangan belajar dari waktu ke waktu secara lebih objektif.
Tahap berikutnya adalah penilaian atau assessment. Pada tahap ini, data hasil pengukuran tidak hanya disajikan dalam bentuk angka, tetapi juga ditafsirkan maknanya. Guru akan membandingkan nilai yang diperoleh siswa dengan kriteria tertentu, seperti Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atau standar kompetensi yang telah ditetapkan. Dari proses ini dapat diketahui apakah siswa telah mencapai tujuan pembelajaran atau masih memerlukan perbaikan. Penilaian juga dapat memberikan umpan balik yang berguna bagi siswa agar mereka mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam belajarnya.
Terakhir adalah evaluasi, yang memiliki cakupan paling luas. Evaluasi tidak hanya menilai hasil belajar siswa, tetapi juga mencakup seluruh komponen dalam proses pembelajaran, seperti metode pengajaran, media yang digunakan, materi yang disampaikan, hingga strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Melalui evaluasi, guru dapat menilai apakah proses pembelajaran sudah berjalan efektif atau belum. Jika ditemukan kekurangan, maka guru dapat melakukan perbaikan atau penyesuaian agar kualitas pembelajaran di masa mendatang menjadi lebih baik.
Secara keseluruhan, keempat konsep ini membentuk satu rangkaian yang saling berhubungan. Tes digunakan untuk mengumpulkan data, pengukuran mengubah data menjadi angka, penilaian menafsirkan angka tersebut, dan evaluasi menggunakan hasil penilaian untuk memperbaiki proses pembelajaran. Dengan memahami dan menerapkan keempatnya secara tepat, kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih terarah, objektif, dan berkelanjutan.
NPM : 2413031072
Video ini menjelaskan empat komponen utama dalam proses belajar yang saling terkait: ujian, pengukuran, penilaian, dan evaluasi. Penjelasan dimulai dengan ujian, yang diartikan sebagai alat atau metode untuk menilai kemampuan siswa, di mana jawaban yang diberikan bisa dinyatakan benar atau salah.
Selanjutnya adalah pengukuran, yakni kegiatan memberikan angka secara kuantitatif berdasarkan hasil ujian tersebut. Setelah nilai diperoleh, proses kemudian beralih ke tahap penilaian. Di tahap ini, hasil pengukuran diberikan makna atau analisis kualitatif, seperti menentukan apakah nilai seorang siswa sudah memenuhi standar ketuntasan yang ditetapkan atau belum.
Akhirnya, evaluasi muncul sebagai tahap yang paling komprehensif. Evaluasi tidak hanya berfokus pada pencapaian masing-masing siswa, tetapi juga menilai efektivitas keseluruhan sistem pembelajaran, termasuk metode yang digunakan oleh pengajar dan relevansi bahan ajar dalam kurikulum. Dalam urutan yang terstruktur, keempat komponen tersebut saling berkaitan: ujian menjadi dasar untuk pengukuran, pengukuran memberikan data untuk penilaian, dan pengumpulan data itu menjadi dasar bagi evaluasi dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan mutu pendidikan di masa mendatang.
NPM : 2413031095
Dalam video tersebut membahas perbedaan antara tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi dalam konteks pendidikan. Tes adalah alat atau prosedur spesifik untuk mengumpulkan data kinerja siswa, seperti soal pilihan ganda atau esai. Pengukuran merupakan proses kuantitatif untuk mengukur hasil tes secara numerik, misalnya memberikan skor 80 dari 100. Penilaian melibatkan interpretasi kualitatif dari data pengukuran guna menentukan tingkat pencapaian, seperti menyatakan "baik" atau "perlu perbaikan". Evaluasi adalah proses komprehensif yang mencakup pengukuran dan penilaian untuk menilai efektivitas program pembelajaran secara keseluruhan. Penjelasan dalam video disajikan dengan sederhana beserta contoh, sehingga mudah dipahami.
NPM: 2413031084
Kelas: 2024 C
Setelah menyimak video ini, pembahasan pertama berkaitan dengan tes. Tes didefinisikan sebagai sekumpulan alat yang digunakan untuk menilai kemampuan siswa dan memiliki jawaban yang benar atau salah. Bentuk tes bisa berupa soal pilihan ganda, isian singkat, dan bentuk lainnya. Sebagai contoh, guru dapat menyusun sepuluh soal matematika untuk menilai kemampuan siswa dalam satu materi tertentu. Setelah siswa menyelesaikan tes tersebut, hasil jawaban mereka akan digunakan untuk langkah berikutnya, yaitu pengukuran.
Pengukuran adalah proses memberikan skor atau nilai terhadap hasil tes yang dikerjakan oleh siswa. Pengukuran bersifat kuantitatif karena hasilnya berupa angka. Contohnya, jika terdapat sepuluh soal dan setiap jawaban yang benar bernilai satu poin, maka siswa yang menjawab delapan soal dengan benar akan mendapatkan skor delapan, sedangkan siswa yang menjawab lima soal dengan benar akan mendapatkan skor lima. Dengan cara ini, pengukuran hanya memberikan hasil dalam bentuk angka tanpa memutuskan tentang kemampuan siswa.
Tahapan selanjutnya adalah penilaian. Penilaian merupakan proses untuk memberikan keputusan berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan. Dalam proses penilaian, guru menentukan apakah siswa dianggap tuntas atau tidak tuntas sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Sebagai contoh, jika batas ketuntasan ditentukan di atas nilai tujuh, siswa yang mendapatkan nilai delapan akan dianggap tuntas, sedangkan siswa yang memperoleh nilai lima dianggap tidak tuntas. Fokus utama dari penilaian adalah untuk mengetahui sejauh mana pencapaian kompetensi belajar siswa.
Selanjutnya evaluasi memiliki jangkauan yang lebih luas dibandingkan penilaian karena tidak hanya melihat hasil belajar siswa, tetapi juga menilai keseluruhan proses pembelajaran. Dalam evaluasi, guru dapat menganalisis apakah metode pengajaran yang digunakan sudah efektif, apakah materi ajar mudah dipahami siswa, serta faktor-faktor lain yang memengaruhi keberhasilan belajar. Tujuan evaluasi adalah untuk memberikan refleksi dan umpan balik sehingga proses pembelajaran dapat ditingkatkan di masa depan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi adalah proses yang saling terkait dan perlu dilaksanakan secara berurutan. Tanpa adanya tes, guru tidak bisa melakukan pengukuran. Tanpa pengukuran, penilaian tidak dapat dilakukan secara akurat. Sama halnya, tanpa penilaian, evaluasi tidak akan berjalan secara optimal. Oleh karena itu, guru harus merancang alat tes yang baik, melaksanakan pengukuran dengan objektif, memberikan penilaian sesuai dengan standar, dan melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta untuk memahami kemampuan siswa dengan adil dan tepat.
NPM : 2453031006
Video tersebut membahas konsep dasar dalam evaluasi pembelajaran yang terdiri dari tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi. Keempat istilah ini saling berkaitan dan digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik secara menyeluruh. Tes dijelaskan sebagai alat yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang kemampuan siswa, biasanya dalam bentuk soal atau tugas. Setelah tes dilakukan, langkah berikutnya adalah pengukuran, yaitu proses memberikan skor atau nilai terhadap hasil yang diperoleh siswa. Hasil pengukuran ini masih berupa angka dan belum memiliki makna. Selanjutnya adalah penilaian, yaitu proses menafsirkan atau memberi arti terhadap nilai tersebut. Pada tahap ini, guru tidak hanya melihat angka, tetapi juga menentukan kualitas hasil belajar, misalnya apakah termasuk kategori baik, cukup, atau kurang.
Tahap terakhir adalah evaluasi, yang merupakan proses paling luas. Evaluasi mencakup seluruh proses sebelumnya dan digunakan untuk mengambil keputusan, seperti menilai keberhasilan pembelajaran atau menentukan perbaikan yang perlu dilakukan.
NPM: 2313031007
Tes adalah langkah awal berupa alat atau soal untuk mengukur kemampuan siswa, pengukuran mengubah hasil tes menjadi angka, penilaian memberikan interpretasi seperti “baik” atau “kurang” berdasarkan skor, dan evaluasi mencakup analisis menyeluruh terhadap hasil belajar serta prosesnya. Semua langkah ini saling terkait dan harus dilakukan berurutan agar penilaian siswa adil dan bermakna.
Dalam pendidikan, tes berfungsi sebagai cara mengumpulkan data kemampuan siswa, pengukuran menjadikan data itu kuantitatif, penilaian menentukan status kompetensi siswa, dan evaluasi menilai efektivitas pembelajaran secara keseluruhan. Tanpa proses yang runtut ini, kita riskan salah menilai siswa tanpa dasar yang kuat.
Secara sederhana, tes mengukur apa yang siswa tahu, pengukuran menghitungnya dalam angka, penilaian menjelaskan artinya, dan evaluasi melihat gambaran besar termasuk cara mengajar dan materi. Proses ini harus dilakukan dengan hati-hati agar penilaian terhadap siswa tidak asal-asalan.
Tes memberikan bukti kemampuan siswa melalui soal-soal, pengukuran mengukurnya dengan skor, penilaian mengklasifikasikan hasilnya, dan evaluasi mengecek keberhasilan belajar plus proses di baliknya. Guru perlu memastikan setiap tahap dilakukan agar tidak salah menilai potensi siswa.
NPM : 2413031074
Kelas : 2024C
Dalam video tersebut menjelaskan perbedaan dari pengertian-pengertian dasar yaitu Tes, Pengukuran, Penilaian dan Evaluasi
1. Tes, yaitu seperangkat alat untuk mengukur kemampuan siswa yang mempunyai nilai benar atau salah yang harus dijawab oleh siswa.
2. Pengukuran, adalah memberikan penilaian dalam bentuk kuatitatif angka terhadap alat tes yang dikerjakan oleh siswa.
3. Penilaian, adalah suatu proses untuk memberikan judgement terhadap proses pengukuran yang tadi dilakukan.
4. Evaluasi, tidak hanya bicara fokus apa yang terjadi pada hasil belajar siswa. Tetapi, juga mengevaluasi program pembelajaranya
Poin pentingnya yaitu; Jika tidak memiliki alat tes, maka tidak bisa melakukan pengukuran. Jika tidak melakukan pengukuran, maka tidak bisa melalukan penilaian, dan jika tidak melakukan penilaian maka tidak bisa melakukan evaluasi. Jadi, haruslah guru membuat alat tes yang baik, lalu dari tes yang bail tadi dilakukan pengukuran. Setelah diukur kemudian penelian, setelah itu barulah tau bagaimana kemampuan anak, dan berikutnyadengan evaluasi bisa diambil feedback atau melalukan revleksi tentang bagaimana kemampuan kita mengajar.