Posts made by Oktaa 2413046060

SBPBL4A -> Tugas Diskusi 4B -> Tugas Diskusi 4B -> Re: Tugas Diskusi 4B

by Oktaa 2413046060 -
Nama:Oktalia
Npm:2413046060

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah pendekatan interdisipliner dalam kajian sastra bandingan, khususnya yang menghubungkan sastra dengan bidang seni lain, yaitu seni rupa. Dalam konteks ini, puisi karya Sapardi Djoko Damono dibandingkan dengan lukisan karya Vincent van Gogh untuk melihat bagaimana tema yang sama—yakni alam—diungkapkan melalui dua medium yang berbeda. Pendekatan ini relevan karena sastra bandingan tidak hanya membandingkan karya sastra dari berbagai bahasa atau budaya, tetapi juga membuka kemungkinan analisis lintas seni (interart studies). Melalui pendekatan ini, peneliti dapat mengkaji persamaan dan perbedaan dalam cara representasi, seperti bagaimana imaji alam dalam puisi diwujudkan melalui bahasa dan simbol, sementara dalam lukisan direpresentasikan melalui warna, bentuk, dan komposisi visual. Dengan demikian, pendekatan interdisipliner memungkinkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap makna, ekspresi estetika, dan pengalaman artistik yang dihadirkan oleh kedua karya tersebut.

Kesimpulannya, pendekatan interdisipliner dalam sastra bandingan sangat tepat digunakan karena mampu menjembatani perbedaan medium antara sastra dan seni lukis, sehingga hubungan tematik dan estetika antara keduanya dapat dianalisis secara mendalam dan menyeluruh.

ANAWA 4B -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

by Oktaa 2413046060 -
Nama:Oktalia
Npm: 2413046060

•kohesi
Pengertian kohesi:
Kohesi dalam wacana adalah hubungan atau keterkaitan antarunsur bahasa, baik berupa kata, frasa, klausa, maupun kalimat, yang membentuk suatu teks sehingga menjadi padu dan utuh secara struktur. Kohesi berfungsi untuk menghubungkan bagian-bagian dalam wacana agar tidak terpisah-pisah, melainkan saling berkaitan dan mendukung satu sama lain. Hubungan ini bersifat formal atau gramatikal, artinya dapat dilihat langsung melalui penggunaan unsur-unsur kebahasaan tertentu.
Dalam kohesi, terdapat berbagai piranti atau penanda yang digunakan, seperti kata ganti (pronomina), kata hubung (konjungsi), pengulangan kata (repetisi), sinonim, antonim, maupun kata yang memiliki hubungan makna tertentu. Misalnya, penggunaan kata ganti “dia” untuk menggantikan nama seseorang yang telah disebutkan sebelumnya, atau penggunaan kata hubung seperti “dan”, “tetapi”, “sehingga”, dan “karena” untuk mengaitkan hubungan antar kalimat. Selain itu, pengulangan kata juga dapat digunakan untuk menegaskan suatu topik agar tetap terjaga dalam pembahasan.
Dengan adanya kohesi, sebuah wacana menjadi lebih runtut, jelas, dan mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar. Tanpa kohesi, teks akan terasa terputus-putus dan sulit dimengerti karena tidak ada penghubung yang jelas antar bagiannya. Oleh karena itu, kohesi merupakan salah satu unsur penting dalam pembentukan wacana yang baik dan efektif.

Contoh kohesi:
“anak anak itu bermain di taman.anak anak itu terlihat sangat gembira”

•koherensi
Pengertian:

Koherensi adalah keterkaitan makna antar kalimat atau gagasan dalam suatu wacana sehingga teks tersebut tersusun secara runtut, logis, dan mudah dipahami. Koherensi tidak hanya dilihat dari bentuk bahasa, tetapi lebih pada hubungan ide atau isi yang saling mendukung antara satu kalimat dengan kalimat lainnya. Dengan adanya koherensi, pembaca dapat mengikuti alur pikiran penulis dengan jelas tanpa merasa bingung.

Koherensi biasanya terbentuk melalui hubungan logis, seperti sebab-akibat, perbandingan, pertentangan, urutan waktu, atau penjelasan. Jika sebuah wacana memiliki koherensi yang baik, maka setiap kalimat akan saling berkaitan dan mendukung topik utama yang dibahas. Sebaliknya, tanpa koherensi, teks akan terasa acak dan sulit dipahami meskipun secara struktur bahasanya sudah bener.

jawaban tugas paragraf:

Dalam paragraf tersebut terdapat beberapa piranti kohesi yang menghubungkan antar kalimat sehingga menjadi padu. Salah satunya adalah penggunaan kata hubung “sehingga” yang menunjukkan hubungan sebab-akibat antara jalanan tergenang air dan kemacetan kendaraan. Selain itu, terdapat kata hubung “namun” yang menyatakan pertentangan antara usaha pengendara mencari jalan alternatif dengan kenyataan bahwa jalan lain juga banjir. Penggunaan kata “yang” juga berfungsi sebagai penghubung untuk memperjelas keterangan pada kata sebelumnya. Di samping itu, terdapat pengulangan makna seperti “jalanan”, “jalan alternatif”, dan “jalan lain” yang masih berada dalam satu topik, sehingga menjaga kesinambungan pembahasan.

Adapun hubungan koherensi antar kalimat dalam paragraf tersebut terlihat jelas dan runtut. Kalimat pertama menyampaikan peristiwa awal, yaitu hujan deras. Kalimat kedua menjelaskan akibat dari peristiwa tersebut, yaitu jalanan tergenang dan terjadi kemacetan. Kalimat ketiga menunjukkan reaksi atau tindakan para pengendara yang mencoba mencari solusi. Sementara itu, kalimat terakhir memberikan informasi tambahan yang bersifat pertentangan, yaitu usaha tersebut tidak sepenuhnya berhasil karena jalan lain juga banjir. Dengan demikian, hubungan antar kalimat membentuk alur sebab-akibat yang diikuti dengan upaya dan hambatan, sehingga paragraf tersebut memiliki koherensi yang baik.