Nama: Nabilla Meisya Putri
Npm: 2413046070
Kelas: 4B PBL
1. Kohesi dalam wacana
Pengertian kohesi
Kohesi adalah hubungan atau keterkaitan antar kata, frase, atau kalimat dalam sebuah wacana yang bercirikan bahasa. Artinya, kalimat-kalimat dalam sebuah teks saling terhubung karena adanya kata penghubung, kata ganti, penggabungan kata, atau kata penunjuk. Kohesi membuat sebuah tulisan terasa menyatu dan tidak terpisah-pisah.
Contohnya:
Rina membeli sebuah buku baru. Buku itu sangat menarik untuk dibaca.
Maksudnya, kata “buku itu” Merujuk pada “sebuah buku baru” pada kalimat sebelumnya. Kata tersebut menjadi penghubung antara kalimat pertama dan kalimat kedua sehingga keduanya saling berkaitan.
Kohesi membuat hubungan antar kalimat menjadi jelas dalam bahasa, misalnya dengan menggunakan kata penghubung, kata ganti, atau pengulangan kata.
2. Koherensi dalam wacana
Pengertian koherensi
Koherensi adalah keterkaitan makna atau hubungan logistik antar kalimat dalam sebuah wacana. Walaupun kalimatnya berbeda-beda, isi atau ide yang disampaikan tetap tersusun secara masuk akal dan mudah dipahami. Koherensi membuat teks sebuah terasa nyambung secara makna.
Contohnya:
Pagi ini hujan turun sangat deras. Jalanan menjadi basah dan licin. Banyak pengendara motor harus berjalan lebih hati-hati.
Maksudnya, kalimat-kalimat tersebut memiliki hubungan yang logis. Hujan deras menyebabkan jalan menjadi basah, dan karena jalan basah maka pengendara harus lebih berhati-hati.
Jadi, kohesi adalah hubungan antar kalimat yang terlihat dari penggunaan unsur bahasa seperti kata ganti atau kata hubung.
Koherensi adalah hubungan antar kalimat yang terlihat dari keselarasan makna atau alur logistik dalam wacana.
Paragraf:
Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang udara sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.
1. Mengidentifikasi piranti kohesi
Piranti kohesi adalah unsur atau alat bahasa yang digunakan untuk menghubungkan kata, frasa, atau dalam sebuah wacana sehingga teks menjadi padu dan saling berkaitan. Piranti kohesi membantu pembaca memahami bahwa kalimat-kalimat dalam teks tersebut masih membahas hal yang sama. Piranti kohesi dapat berupa kata penghubung, kata ganti, atau pengulangan kata yang membuat hubungan antar kalimat menjadi jelas.
Identifikasi piranti kohesi:
•sehingga
Merupakan kata penghubung (konjungsi) yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat. Kata ini menjelaskan bahwa hujan deras menyebabkan jalanan tergenang udara dan akhirnya banyak kendaraan terjebak macet.
•para pengendara
Merupakan kata yang masih berkaitan dengan kata “kendaraan” pada kalimat sebelumnya. Hal ini menunjukkan hubungan makna karena pengendara adalah orang yang menggunakan kendaraan.
•namun
Merupakan kata penghubung (konjungsi) yang menunjukkan pertentangan. Kata ini menjelaskan bahwa meskipun pengendara mencari jalan lain, ternyata sebagian jalan lain juga mengalami banjir.
•jalanan di kota – jalan lain
Merupakan pengulangan kata (reiterasi) pada kata “jalan”. Pengulangan ini membantu pembaca memahami bahwa pembahasan masih berkaitan dengan kondisi jalan akibat hujan.
2. Hubungan koherensi antar kalimat dalam paragraf tersebut
Kalimat 1 → Menjelaskan peristiwa awal, yaitu hujan turun sangat deras.
Kalimat 2 → Menjelaskan akibat dari hujan tersebut, yaitu jalanan menjadi tergenang udara dan menyebabkan kemacetan.
Kalimat 3 → Menjelaskan tindakan para pengendara yang mencoba mencari jalan lain untuk menghindari kemacetan.
Kalimat 4 → Menjelaskan bahwa usaha tersebut tidak sepenuhnya berhasil karena jalan lain juga mengalami banjir.
Jadi, hubungan koherensinya adalah hubungan sebab-akibat dan urutan peristiwa yang logistik: hujan deras menyebabkan banjir, banjir menyebabkan kemacetan, pengendara mencari jalan alternatif, tetapi jalan lain juga terkena banjir sehingga masalah belum teratasi.