Nama: Ira Rahma Nurhidayah
NPM: 2413046092
Prodi: Pendidikan Bahasa Lampung
Seorang peneliti membandingkan puisi karya Sapardi Djoko Damono dengan lukisan Vincent van Gogh untuk melihat hubungan antara deskripsi alam dalam puisi dengan visualisasi alam dalam seni lukis. Penelitian tersebut menggunakan pendekatan interdisipliner antara sastra dan seni rupa.
Pertanyaan:
Berdasarkan konsep bidang kajian sastra bandingan, jelaskan pendekatan yang digunakan dalam penelitian tersebut dan alasan mengapa pendekatan tersebut relevan untuk mengkaji hubungan antara karya sastra dan seni lukis.
Jawaban:
Penelitian tersebut menggunakan pendekatan sastra bandingan interdisipliner, yaitu pendekatan yang tidak hanya membandingkan karya sastra dengan karya sastra lain, tetapi juga mengaitkan sastra dengan bidang seni yang berbeda, dalam hal ini seni lukis. Dalam kajian sastra bandingan, pendekatan ini sering disebut sebagai perbandingan lintas seni (interart studies), karena melibatkan dua medium ekspresi yang berbeda: bahasa (puisi) dan visual (lukisan).
Dalam penelitian yang membandingkan puisi karya Sapardi Djoko Damono dengan lukisan Vincent van Gogh, pendekatan ini berfokus pada bagaimana kedua seniman tersebut merepresentasikan alam melalui cara yang berbeda, tetapi memiliki kemungkinan kesamaan dalam makna, suasana, atau simbol. Puisi menggambarkan alam melalui diksi, majas, dan imaji verbal, sedangkan lukisan menghadirkan alam melalui warna, garis, komposisi, dan tekstur.
Pendekatan interdisipliner ini relevan digunakan karena beberapa alasan. Pertama, baik sastra maupun seni lukis sama-sama merupakan bentuk ekspresi artistik yang merefleksikan pengalaman manusia terhadap alam. Dengan membandingkan keduanya, peneliti dapat menemukan keterkaitan makna yang mungkin tidak terlihat jika hanya dianalisis dalam satu disiplin saja. Kedua, pendekatan ini memungkinkan analisis yang lebih mendalam terhadap konsep imaji—dalam puisi sebagai imaji verbal, dan dalam lukisan sebagai imaji visual—sehingga hubungan antara deskripsi dan visualisasi alam dapat dipahami secara lebih komprehensif.
Selain itu, pendekatan ini juga membantu mengungkap bagaimana latar budaya, pengalaman pribadi, dan gaya masing-masing seniman memengaruhi cara mereka memaknai alam. Misalnya, Sapardi cenderung menghadirkan alam secara sederhana, reflektif, dan penuh nuansa batin, sedangkan Van Gogh sering menampilkan alam dengan warna yang ekspresif dan emosional. Perbandingan ini menunjukkan bahwa meskipun mediumnya berbeda, keduanya sama-sama berupaya menyampaikan pengalaman estetis dan emosional terhadap alam.
Dengan demikian, pendekatan sastra bandingan interdisipliner sangat tepat digunakan dalam penelitian tersebut karena mampu menjembatani perbedaan medium sekaligus mengungkap persamaan dan perbedaan cara pandang terhadap objek yang sama, yaitu alam. Pendekatan ini memperkaya pemahaman tidak hanya terhadap karya sastra, tetapi juga terhadap karya seni rupa secara bersamaan.