Posts made by Melza Febrianti

SBPBL4A -> Tugas Diskusi 4B -> Tugas Diskusi 4B -> Re: Tugas Diskusi 4B

by Melza Febrianti -
Nama: Melza Febrianti
NPM: 2413046006

Cara Penelitian Ini (Lihat Sastra Perbandingan)
Penelitian pakai cara campur ilmu, nyatuin sastra (gambar alam di puisi Sapardi Djoko Damono) sama seni gambar (bentuk alam lukisan Vincent van Gogh). Di sastra perbandingan, ini berarti cek bareng motif dan rasa seni beda jenis, misalnya perumpamaan tiup angin di puisi Sapardi lawan kilau muter di Starry Night, lewat tanda kata-gambar dan cerita lisan seni.

Alasannya Cocok Buat Bedah Sastra dan Gambar
Cara ini bener-bener pas karena:
1. Nyambungin jenis beda: Puisi urut-kata, lukisan diam-bentuk; campur ilmu satuin kritik alam sastra sama bedah susun gambar.
2. Buka kesamaan inti: Alam jadi tanda sunyi, pas buat banding tema di sastra perbandingan (seperti Wellek atau Guillén).
3. Bikin cara lebih bagus: Hindari lemahnya satu ilmu doang, kasih pemahaman baru soal tukar budaya Indo-Eropa.
4. Ikut tren ilmu manusia: Bantu gali seni-sastra di zaman digital sekarang.

ANAWA 4B -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

by Melza Febrianti -
Nama: Melza Febrianti
Npm: 2413046006

A. Kohesi:
Kohesi pada wacana berarti ikatan bentuk bahasa antar elemen teks yang bikin tulisan terasa menyatu, pakai cara seperti penghubung kata, pengganti nama, atau kata berulang. Misalnya: "Adikku lagi belajar. Anak itu pintar sekali." "Anak itu" jadi alat kohesi karena ngeganti "adikku".

B. Koherensi:
Koherensi artinya keterpaduan isi dan alur pikiran di teks, sehingga gagasan antar kalimat saling topang dan enak dipahami. Contoh: "Belajar giat tiap hari hasilkan nilai bagus. Otak jadi cerdas dan percaya diri naik." Koheren soalnya belajar jadi penyebab keberhasilan.

Paragraf analisis:
Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.

1. piranti kohesi yang terdapat dalam paragraf:
Penghubung "sehingga" (klausa), "namun"(kontras), "air" hubung ke "hujan" (referensi), kata "jalan" di ulang (leksikal)

2. hubungan koherensi antar kalimat dalam paragraf:
Dimulai dari hujan (penyebab), ke banjir-macet (dampak), usaha cari jalan lain (tindakan), tapi gagal lagi banjir (kontras). Alurnya logis, gambarnya utuh soal kekacauan lalu lintas gara gara hujan.