གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Resti Gustin

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

Resti Gustin གིས-
NAMA : Resti Gustin
NPM : 2413031020

Approaches and criticisms of positive accounting theory and its economic consequences

Jurnal tersebut membahas teori akuntansi positif (Positive Accounting Theory/PAT) yang bertujuan menjelaskan dan memprediksi praktik akuntansi berdasarkan perilaku manajer dan kondisi perusahaan. Teori ini, yang dikembangkan oleh Watts dan Zimmerman sejak tahun 1978 dan 1990, menggeser paradigma akuntansi dari normatif ke positif dengan fokus pada empiris dan fenomena nyata. PAT menggunakan tiga hipotesis utama: hipotesis bonus plan (manajer memanipulasi laba untuk bonus), hipotesis debt covenant (manajer mempengaruhi pelaporan keuangan untuk memenuhi persyaratan utang), dan hipotesis political cost (perusahaan melaporkan laba konservatif untuk mengurangi biaya politik seperti pajak).

Jurnal juga memaparkan kritik terhadap PAT dari aspek metodologi, filsafat, dan pendekatan ekonomi, seperti kelemahan dalam menangani keputusan kolektif dan asumsi maksimisasi individu yang terlalu sederhana. Selanjutnya, konsep konsekuensi ekonomi dijelaskan sebagai dampak kebijakan akuntansi terhadap keputusan bisnis, pemerintah, dan kreditur, yang menambah kompleksitas dalam penetapan standar akuntansi.

Kesimpulannya, PAT tidak memberikan aturan baku, tetapi menyediakan kerangka untuk memahami dan memprediksi pilihan kebijakan akuntansi berdasarkan perilaku manajemen dan hubungan kontraktual. PAT secara signifikan berkontribusi dalam penelitian akuntansi dengan menekankan analisis empiris yang membantu menjelaskan fenomena akuntansi dunia nyata dan dampak ekonominya.

TA2025 -> DISKUSI

Resti Gustin གིས-
NAMA : Resti Gustin
NPM : 2413031020

Kesimpulan isi video tersebut adalah:

Teori akuntansi adalah kumpulan asumsi, kerangka, dan metode yang menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan yang akurat dan dapat dipercaya. Studi teori akuntansi mencakup pemahaman tentang sejarah dan bagaimana praktik akuntansi berubah sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Semua teori ini berpegang pada kerangka konseptual yang disusun oleh lembaga seperti Financial Accounting Standards Board (FASB), yang bertujuan untuk menciptakan standar akuntansi yang konsisten dan dapat dibandingkan. Dengan begitu, laporan keuangan bisa memberikan informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Teori akuntansi juga bersifat dinamis, harus terus berkembang mengikuti perubahan cara bisnis, teknologi baru, dan celah dalam sistem pelaporan. Organisasi internasional dan para profesional akuntan (CPA) memiliki peran besar dalam mengembangkan serta menerapkan standar akuntansi berdasarkan teori ini.

AKM A2025 -> Diskusi

Resti Gustin གིས-
NAMA : Resti Gustin
NPM : 2413031020

Menurut saya, mengembangkan kerangka kerja definisional dalam akuntansi sangatlah penting karena dapat memberikan keseragaman pemahaman mengenai unsur-unsur dasar seperti aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban. Tanpa definisi yang jelas, setiap orang bisa menafsirkan berbeda sehingga laporan keuangan menjadi tidak konsisten. Dengan adanya kerangka ini, standar akuntansi dapat disusun secara lebih terarah, laporan keuangan menjadi lebih relevan, andal, serta mudah dibandingkan antar perusahaan maupun periode. Selain itu, kerangka definisional juga berfungsi untuk mencegah manipulasi data keuangan, mendukung pengembangan ilmu akuntansi, serta mewujudkan keseragaman praktik akuntansi di tingkat global. Dengan demikian, kerangka kerja ini menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan dan kredibilitas akuntansi.

TA2025 -> DISKUSI

Resti Gustin གིས-
Nama: Resti Gustin

NPM  : 2413031020

Berdasarkan video tersebut, dapat di

simpulkan akuntansi memiliki sejarah panjang sejak abad ke-15. Luca Pacioli menulis Summa de Arithmetica pada tahun 1494 yang menjadi dasar sistem akuntansi berpasangan dan menjadi fondasi praktik akuntansi modern.

Seiring waktu, prinsip akuntansi mulai dibentuk secara normatif atau berdasarkan kesepakatan umum. Tahun 1959 dibentuk Accounting Principles Board (APB) oleh AICPA untuk merumuskan praktik akuntansi yang lebih baik, menandai lahirnya era akuntansi positif yang fokus menjelaskan praktik nyata dan menekankan konsep decision-usefulness agar laporan keuangan berguna bagi pengambilan keputusan.

Perkembangan terbaru mencakup penggunaan standar internasional IFRS untuk menyatukan praktik akuntansi di seluruh dunia serta proyek kerangka konseptual baru untuk meningkatkan kualitas dan konsistensi laporan keuangan.

Di video juga menjelaskan prinsip-prinsip penting seperti basis akrual, prinsip matching, pengakuan pendapatan saat diperoleh, keterbukaan informasi (full disclosure), serta relevansi dan keandalan laporan keuangan.

Secara keseluruhan, akuntansi digambarkan sebagai ilmu yang berkembang dari pencatatan sederhana menjadi sistem modern yang terstruktur dengan standar internasional untuk mendukung transparansi dan pengambilan keputusan yang tepat.