NAMA : Resti Gustin
NPM : 2413031020
Setelah menonton video tersebut, bisa dipahami bahwa dalam pencatatan aset dan kewajiban perusahaan di neraca ada dua metode utama, yaitu biaya historis (historical cost) dan nilai wajar (fair value). Biaya historis mencatat aset berdasarkan harga perolehan awalnya, sementara nilai wajar mencatat aset berdasarkan harga pasar saat ini. Misalnya, jika sebuah perusahaan membeli gedung kantor 20 tahun yang lalu seharga 5 juta dolar, tapi sekarang nilainya sudah 35 juta dolar karena kenaikan pasar properti, perusahaan bisa memilih mencatatnya pada nilai historis 5 juta atau nilai wajarnya 35 juta. Namun, perusahaan harus konsisten dalam metode yang dipilih dan menerapkannya pada seluruh aset sejenis, tidak boleh berganti metode secara acak. Penentuan nilai wajar sering kali membutuhkan penilaian ahli yang menggunakan transaksi aset sejenis di pasar sebagai referensi. Nilai wajar biasanya digunakan untuk aset seperti properti, merek dagang, kewajiban seperti hutang dan pensiun, meskipun tidak semua kategori aset mengizinkan penggunaan nilai wajar.
Jadi intinya, video menjelaskan perbedaan antara biaya historis dan nilai wajar dalam akuntansi serta bagaimana penggunaannya dalam pencatatan aset di neraca perusahaan.
NPM : 2413031020
Setelah menonton video tersebut, bisa dipahami bahwa dalam pencatatan aset dan kewajiban perusahaan di neraca ada dua metode utama, yaitu biaya historis (historical cost) dan nilai wajar (fair value). Biaya historis mencatat aset berdasarkan harga perolehan awalnya, sementara nilai wajar mencatat aset berdasarkan harga pasar saat ini. Misalnya, jika sebuah perusahaan membeli gedung kantor 20 tahun yang lalu seharga 5 juta dolar, tapi sekarang nilainya sudah 35 juta dolar karena kenaikan pasar properti, perusahaan bisa memilih mencatatnya pada nilai historis 5 juta atau nilai wajarnya 35 juta. Namun, perusahaan harus konsisten dalam metode yang dipilih dan menerapkannya pada seluruh aset sejenis, tidak boleh berganti metode secara acak. Penentuan nilai wajar sering kali membutuhkan penilaian ahli yang menggunakan transaksi aset sejenis di pasar sebagai referensi. Nilai wajar biasanya digunakan untuk aset seperti properti, merek dagang, kewajiban seperti hutang dan pensiun, meskipun tidak semua kategori aset mengizinkan penggunaan nilai wajar.
Jadi intinya, video menjelaskan perbedaan antara biaya historis dan nilai wajar dalam akuntansi serta bagaimana penggunaannya dalam pencatatan aset di neraca perusahaan.