Nama: Tiara Vita Loka
NPM: 2413031022
1. Basis Pengukuran yang Relevan
Dalam kasus ini, ada dua basis pengukuran yang relevan: biaya historis dan nilai wajar. Biaya historis mencatat mesin sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan, sehingga keandalannya tinggi karena berdasarkan bukti transaksi, namun kurang relevan karena tidak mencerminkan penurunan nilai akibat teknologi baru. Nilai wajar mencerminkan kondisi pasar saat ini, sehingga lebih relevan bagi pengguna laporan keuangan, tetapi keandalannya bisa menurun jika pasar tidak aktif atau penilaian bersifat subjektif.
2. Implikasi Akuntansi Model Revaluasi
Jika PT Surya Terang menggunakan model revaluasi, nilai mesin akan dicatat sebesar nilai wajar saat ini, yaitu Rp400.000.000. Penurunan nilai akan dicatat sebagai kerugian revaluasi, yang bisa mengurangi laba bersih atau masuk ke pendapatan komprehensif lain. Penyusutan masa depan dihitung dari nilai wajar baru, sehingga beban penyusutan tahunan berubah. Laporan posisi keuangan menjadi lebih mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya, tetapi laba rugi menjadi lebih fluktuatif.
3. Relevansi dan Keandalan
Pengukuran dengan nilai wajar lebih relevan dalam konteks ini karena mencerminkan nilai ekonomi mesin saat ini, sedangkan biaya historis tidak menunjukkan penurunan akibat teknologi baru. Namun, biaya historis lebih andal karena berbasis transaksi yang tercatat. Dengan demikian, penggunaan nilai wajar meningkatkan relevansi informasi tetapi memerlukan transparansi dan dokumentasi agar tetap dapat dipercaya.
NPM: 2413031022
1. Basis Pengukuran yang Relevan
Dalam kasus ini, ada dua basis pengukuran yang relevan: biaya historis dan nilai wajar. Biaya historis mencatat mesin sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan, sehingga keandalannya tinggi karena berdasarkan bukti transaksi, namun kurang relevan karena tidak mencerminkan penurunan nilai akibat teknologi baru. Nilai wajar mencerminkan kondisi pasar saat ini, sehingga lebih relevan bagi pengguna laporan keuangan, tetapi keandalannya bisa menurun jika pasar tidak aktif atau penilaian bersifat subjektif.
2. Implikasi Akuntansi Model Revaluasi
Jika PT Surya Terang menggunakan model revaluasi, nilai mesin akan dicatat sebesar nilai wajar saat ini, yaitu Rp400.000.000. Penurunan nilai akan dicatat sebagai kerugian revaluasi, yang bisa mengurangi laba bersih atau masuk ke pendapatan komprehensif lain. Penyusutan masa depan dihitung dari nilai wajar baru, sehingga beban penyusutan tahunan berubah. Laporan posisi keuangan menjadi lebih mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya, tetapi laba rugi menjadi lebih fluktuatif.
3. Relevansi dan Keandalan
Pengukuran dengan nilai wajar lebih relevan dalam konteks ini karena mencerminkan nilai ekonomi mesin saat ini, sedangkan biaya historis tidak menunjukkan penurunan akibat teknologi baru. Namun, biaya historis lebih andal karena berbasis transaksi yang tercatat. Dengan demikian, penggunaan nilai wajar meningkatkan relevansi informasi tetapi memerlukan transparansi dan dokumentasi agar tetap dapat dipercaya.