གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Tiara Vita Loka

TA2025 -> DISKUSI

Tiara Vita Loka གིས-
Nama: Tiara Vita Loka
NPM: 2413031022

Setelah menyimak video tersebut, saya berpendapat bahwa materi yang disampaikan sangat bermanfaat untuk memperdalam pemahaman mengenai konsep dasar akuntansi, khususnya yang berkaitan dengan kerangka konseptual dan pengukuran dalam pelaporan keuangan. Video ini membantu menjelaskan bagaimana suatu informasi keuangan disusun, mulai dari alasan pemilihan metode pengukuran hingga dampaknya terhadap relevansi dan keandalan laporan keuangan. Penjelasan yang diberikan membuat penonton lebih memahami bahwa angka-angka dalam laporan keuangan tidak muncul begitu saja, melainkan merupakan hasil dari pertimbangan profesional dan prinsip akuntansi yang berlaku. Selain itu, materi dalam video juga mendorong penonton untuk berpikir lebih kritis dalam menilai informasi keuangan, terutama dalam konteks pengambilan keputusan. Secara keseluruhan, video ini memberikan wawasan yang cukup mendalam dan dapat menjadi dasar yang baik bagi mahasiswa atau praktisi untuk memahami pentingnya kerangka konseptual dalam praktik akuntansi.

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

Tiara Vita Loka གིས-
Nama: Tiara Vita Loka
NPM: 241301022

Jurnal ini membahas kesenjangan antara teori dan praktik dalam akuntansi manajemen yang selama ini sering dikritik karena minim dampak nyata bagi praktisi. Penulis menyoroti bahwa riset akuntansi manajemen cenderung terfragmentasi antara literatur akademik yang rigor tetapi kurang aplikatif dan literatur preskriptif yang praktis namun lemah secara empiris. Kondisi ini menyebabkan rendahnya kontribusi penelitian terhadap pemecahan masalah nyata di organisasi.

Melalui pendekatan interventionist research, artikel ini menunjukkan bagaimana systematic literature review dapat digunakan untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Penulis mengadaptasi metodologi tinjauan sistematis yang umum digunakan dalam bidang kedokteran dan teknik agar relevan dengan konteks akuntansi manajemen. Tinjauan literatur tidak hanya bertujuan menemukan celah penelitian, tetapi juga mengorganisasi pengetahuan teoretis agar dapat membentuk intervensi praktis dalam organisasi.

Studi kasus pada sebuah perusahaan otomotif di Belanda digunakan untuk mengilustrasikan bagaimana teori akademik dan normatif dapat diterapkan dalam intervensi nyata, serta bagaimana efek tak terduga dari intervensi tersebut justru berkontribusi pada pengembangan dan penyempurnaan teori. Jurnal ini menyimpulkan bahwa literatur review yang berfokus pada masalah praktis dan diklasifikasikan berdasarkan tingkat bukti empiris dapat menghasilkan pragmatic science, sehingga akuntansi manajemen menjadi lebih relevan bagi praktik sekaligus memperkaya pengembangan teori .

TA2025 -> CASE STUDY 2

Tiara Vita Loka གིས-
Nama: Tiara Vita Loka
NPM: 2413031022

1. Perbandingan Pendekatan Tradisional dan AI dalam Penilaian Fair Value

Pendekatan tradisional untuk penilaian fair value mengandalkan penilaian profesional berdasarkan data pasar yang tersedia, metode perbandingan, dan pertimbangan subjektif yang dijelaskan secara transparan. Dari perspektif teori akuntansi, metode ini menekankan keandalan (reliability) dan faithful representation karena prosesnya dapat diaudit dan ditelusuri. Sebaliknya, pendekatan berbasis AI memanfaatkan analisis big data dan algoritma untuk menghasilkan estimasi nilai wajar secara cepat dan dalam skala besar. Pendekatan ini meningkatkan relevansi informasi dan efisiensi, tetapi menimbulkan tantangan pada aspek keandalan dan transparansi, karena mekanisme pengambilan keputusan AI sering berupa “black box” yang sulit dijelaskan secara rinci kepada auditor atau pengguna laporan keuangan.

2. Implikasi Epistemologis Penggunaan AI

Penggunaan AI dalam penentuan fair value menimbulkan pertanyaan epistemologis terkait sumber dan validitas pengetahuan akuntansi. Pengetahuan yang dihasilkan AI bergantung pada kualitas, kelengkapan, dan bias dari data yang dimasukkan serta asumsi algoritma. Hal ini berarti bahwa estimasi fair value bukan sepenuhnya berasal dari penilaian manusia yang dapat diverifikasi, melainkan dari model statistik dan machine learning yang kompleks. Implikasi epistemologisnya adalah adanya ketidakpastian mengenai bagaimana hasil penilaian diperoleh, sehingga auditor dan pengguna laporan harus kritis terhadap validitas, bias data, dan asumsi model, serta memastikan bahwa estimasi AI tetap mencerminkan realitas ekonomi aset.

3. Strategi Akuntabilitas dan Pelaporan

Untuk memastikan AI tetap sesuai dengan IFRS 13, perusahaan perlu mengembangkan strategi akuntabilitas yang mencakup dokumentasi lengkap algoritma, parameter yang digunakan, dan sumber data. Proses validasi internal dan pengujian back-testing terhadap hasil AI harus dilakukan secara rutin untuk menilai konsistensi dan akurasi estimasi. Pengungkapan transparan dalam catatan atas laporan keuangan juga penting, menjelaskan bahwa nilai wajar ditentukan menggunakan model AI, asumsi utama, batasan metode, dan potensi risiko ketidakpastian. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat memanfaatkan efisiensi dan relevansi AI, sekaligus menjaga keandalan informasi dan kepatuhan terhadap standar internasional.

TA2025 -> CASE STUDY 1

Tiara Vita Loka གིས-
Nama: Tiara Vita Loka
NPM: 2413031022

1. Pengaruh Blockchain terhadap Reliabilitas dan Transparansi

Penggunaan teknologi blockchain oleh PT Hijau Lestari berpotensi meningkatkan reliabilitas dan transparansi dalam sustainability reporting. Blockchain memungkinkan pencatatan data secara permanen, terverifikasi, dan tidak dapat diubah, sehingga data terkait jejak karbon, sumber bahan baku, dan praktik keberlanjutan lainnya menjadi lebih andal. Dari perspektif teori akuntansi, hal ini memperkuat prinsip faithful representation karena informasi dapat diverifikasi secara independen oleh stakeholder, mengurangi risiko manipulasi atau laporan yang bias. Transparansi meningkat karena pihak terkait dapat menelusuri transaksi dan kegiatan rantai pasok secara real time, sesuai dengan prinsip laporan keberlanjutan berbasis GRI.

2. Tantangan Implementasi Blockchain

Penerapan blockchain menghadirkan tantangan regulasi dan operasional. Di Indonesia, regulasi terkait pelaporan digital dan akuntansi berbasis blockchain masih berkembang, sehingga perusahaan perlu memastikan kepatuhan terhadap peraturan lokal dan standar akuntansi yang relevan. Di tingkat global, perbedaan regulasi mengenai pelaporan ESG dan verifikasi digital dapat menyulitkan penyajian laporan yang konsisten dan diakui secara internasional. Selain itu, implementasi memerlukan investasi teknologi, adaptasi proses internal, pelatihan SDM, dan penerimaan stakeholder, termasuk auditor dan investor, yang harus diyakinkan mengenai kredibilitas sistem.

3. Rekomendasi Strategis

Strategi implementasi yang efektif mencakup integrasi blockchain dengan sistem pelaporan internal dan standar GRI sehingga data keberlanjutan dapat tercatat secara otomatis dan terverifikasi. Perusahaan perlu menyusun protokol audit digital untuk memeriksa keakuratan dan konsistensi informasi. Selain itu, pengungkapan transparan terkait metodologi dan penggunaan teknologi sangat penting agar stakeholder memahami kredibilitas dan keterbatasan sistem. Pendekatan ini memastikan laporan keberlanjutan tetap relevan, andal, dan diterima secara luas, sekaligus memanfaatkan blockchain untuk memperkuat integritas dan kepercayaan publik terhadap informasi yang disajikan.

TA2025 -> CASE STUDY

Tiara Vita Loka གིས-
Nama: Tiara Vita Loka
NPM: 2413031022

1. Dalam konteks PT Delta Finansial, penerapan teori akuntansi tradisional menghadapi tantangan signifikan karena sistem otomatisasi dan blockchain mengubah cara transaksi dicatat dan diverifikasi. Teori akuntansi konvensional didesain untuk interaksi manusia dengan dokumentasi fisik dan judgment profesional, sedangkan algoritma AI dan blockchain dapat menghasilkan data real-time dan otomatis, tetapi juga menimbulkan risiko bahwa asumsi, estimasi, atau bias tersembunyi dalam algoritma memengaruhi laporan keuangan. Digitalisasi menciptakan peluang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan integritas data melalui verifikasi otomatis, namun di sisi lain memungkinkan manipulasi yang lebih tersamar, misalnya delay pengakuan beban atau manipulasi estimasi berbasis model algoritmik, yang sulit dideteksi oleh audit tradisional.

2. Risiko etika muncul ketika keputusan profesional yang sebelumnya bergantung pada pertimbangan manusia digantikan oleh AI. Akuntan menghadapi dilema ketika algoritma memberikan hasil yang optimal secara numerik tetapi tidak mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya atau digunakan untuk menyesuaikan laba demi menarik investor. Profesional akuntansi tetap harus mempertahankan integritas, objektivitas, dan prinsip pengungkapan yang jujur, serta menolak tekanan untuk memanipulasi hasil, dengan memastikan bahwa sistem otomatisasi hanya menjadi alat bantu, bukan pengganti judgment etis.

3. Untuk menanggapi kompleksitas ini, perusahaan dan auditor publik perlu menyesuaikan praktik audit dan pengawasan. Audit harus mencakup review algoritma, validasi data blockchain, dan pengujian kontrol internal digital untuk mendeteksi potensi bias atau manipulasi. Selain itu, standar pelaporan keuangan saat ini, meskipun fleksibel, belum sepenuhnya adaptif untuk kompleksitas keuangan digital dan globalisasi; misalnya, IFRS dan PSAK mengatur pengungkapan transaksi dan estimasi, tetapi tidak memberikan panduan khusus untuk audit berbasis AI atau blockchain. Oleh karena itu, perusahaan dan regulator perlu mengembangkan pedoman tambahan yang menekankan transparansi algoritma, audit berbasis risiko teknologi, dan pengungkapan informasi digital agar laporan keuangan tetap relevan, dapat diandalkan, dan sesuai dengan praktik global.