Nama : Nayla Andara
NPM: 2413031018
1. Instrumen Keuangan (Financial Instrumen) didefinisikan sebagai kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada suatu entitas dan liabilitas keuangan atau kepentingan ekuitas pada entitas lain. jenis-jenis instrumen keuangan yang umum meliputi antara lain:
-Instrumen Kas: Uang tunai atau setara kas yang mudah dipergunakan dan biasanya diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan.
-Saham: Surat berharga yang menunjukkan kepemilikan atas suatu perusahaan.
-Obligasi: Surat utang yang diterbitkan oleh peminjam kepada investor dengan janji pembayaran bunga dan pelunasan pokok.
-Pinjaman: Kontrak utang yang dibuat oleh bank atau lembaga keuangan kepada perusahaan atau individu.
-Obligasi Konversi: Obligasi yang dapat dikonversi menjadi saham pada waktu tertentu.
-Konversi Utang: Pinjaman yang dapat dikonversi menjadi ekuitas dalam perusahaan.
-Instrumen Derivatif: Instrumen yang nilainya berasal dari aset lain, seperti opsi, futures, dan swap.
Instrumen keuangan juga dapat diklasifikasikan berdasarkan sifatnya menjadi instrumen berbasis utang (debt-based) dan instrumen berbasis ekuitas (equity-based).
2. kas merupakan aset yg paling likuid, adalah media standar pertukaran dan dasar untuk mengukur dan mencatat item-item lain. perusahaan umumnya mengklasifikasikan kas sebagai aset lancar. Pengendalian internal terhadap kas adalah berbagai metode, prosedur, kebijakan, serta mekanisme yang dirancang untuk melindungi kas dari pemborosan, penyelewengan, dan ketidakefisienan. Tujuan pengendalian internal kas adalah untuk menjamin ketelitian pencatatan kas, keamanan fisik kas, efisiensi operasional, serta kepatuhan terhadap kebijakan manajemen yang berlaku.
3. singkatnya:
Kas disajikan sebagai aset lancar di neraca.
-Laporan arus kas memperlihatkan masuk dan keluarnya kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
-Pengungkapan mencakup saldo kas akhir dan kas yang dibatasi penggunaannya.
hal ini bertujuan memberikan gambaran yang jelas tentang posisi kas perusahaan kepada pengguna laporan keuangan
4. Piutang adalah hak suatu entitas untuk menagih sejumlah uang dari pihak lain sebagai akibat penjualan barang atau jasa secara kredit atau transaksi lainnya.
5. perusahaan menilai dan melaporkan piutang jangka pendek pada nilai realisasi kas (cash realizable value) jumlah neto yang diharapkan akan diterima dalam bentuk kas. menentukan nilai realisasi kas membutuhkan estimasi piutang tidak tertagihnya dan retur atau potongan yang diberikan
Piutang dinilai sebesar nilai yang diharapkan dapat diterima, yaitu nilai pokok piutang dikurangi estimasi kerugian piutang tak tertagih.
-Perhitungan penurunan nilai (kerugian piutang)
Terdapat dua metode utama:
Metode penghapusan langsung untuk piutang tidak tertagih (direct write-off method): Beban kerugian dicatat saat piutang dinyatakan tidak tertagih secara nyata.
Metode penyisihan (allowance method): Estimasi kerugian dihitung berdasarkan persentase penjualan kredit atau analisis umur piutang (umur piutang semakin lama, risiko tidak tertagih semakin tinggi).
-Penyajian piutang dalam laporan keuangan: Piutang disajikan pada neraca sebagai aset lancar dengan nilai bersih setelah dikurangi cadangan kerugian piutang.
-Pengungkapan dalam laporan keuangan:Harus mengungkapkan metode penilaian dan estimasi kerugian piutang yang digunakan, serta jumlah piutang bruto, cadangan kerugian piutang, dan nilai piutang bersih.
6. Analisis kas dan piutang dilakukan untuk menilai likuiditas dan efektivitas pengelolaan aset lancar perusahaan:
-Analisis Kas: Mengukur ketersediaan kas untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Dilakukan dengan menghitung rasio kas (kas terhadap hutang lancar) dan memantau arus kas masuk dan keluar agar perusahaan dapat mengelola likuiditasnya dengan baik.
-Analisis Piutang: Fokus pada perputaran piutang dan periode penagihan piutang. Perputaran piutang dihitung dengan membagi penjualan kredit dengan rata-rata piutang, menunjukkan berapa kali piutang berhasil dikonversi menjadi kas dalam periode tertentu. Periode pengumpulan piutang dihitung untuk mengukur efektivitas penagihan dan meminimalkan risiko piutang tak tertagih.