Posts made by Nayla Andara

TA2025 -> DISKUSI

by Nayla Andara -
Nama: Nayla Andara
NPM: 2413031018

Setelah menyimak video "Reporting on SDGs" dari Askel Sustainability Solutions, saya memahami bahwa video ini menggarisbawahi pentingnya 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) bagi dunia bisnis. Video ini menjelaskan bagaimana perusahaan dapat mengintegrasikan SDGs ke dalam strategi dan operasional mereka serta melaporkan kemajuan tersebut secara transparan.

Dari video ini saya menangkap bahwa melaporkan kinerja terkait SDGs tidak hanya bermanfaat untuk transparansi dan reputasi perusahaan, tetapi juga membantu mendorong perubahan positif yang berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Hal ini relevan untuk membangun bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab di era kini. Secara singkat, video ini memberikan gambaran penting tentang peran bisnis dalam mencapai keberlanjutan global melalui implementasi dan pelaporan SDGs, yang menjadi tugas bersama untuk masa depan yang lebih baik bagi semua. Sebagai mahasiswa, informasi ini memotivasi saya untuk lebih memahami kaitan antara bisnis dan pembangunan berkelanjutan dalam studi dan praktik saya nantinya.

AKM A2025 -> Diskusi

by Nayla Andara -
Nama: Nayla Andara
NPM : 2413031018

Dalam laporan keuangan, pencatatan, penilaian, dan penyajian aset tidak berwujud diatur berdasarkan standar akuntansi yang berlaku, seperti PSAK 48 di Indonesia dan IFRS secara umum.

Pencatatan Pengakuan:

Aset tidak berwujud diakui jika memenuhi dua syarat utama: pertama, perusahaan potensial memperoleh manfaat ekonomi di masa depan dari aset tersebut; kedua, biaya perolehannya dapat diukur secara handal. Pengakuan dilakukan pada saat aset diperoleh dan memenuhi kriteria tersebut. Biaya perolehan meliputi harga beli ditambah semua biaya langsung yang diperlukan buat menyiapkan aset agar siap digunakan.

Penilaian (Pengukuran):

Setelah diakui, aset tidak berwujud harus dinilai berdasarkan biaya perolehannya. Jika aset memiliki manfaat ekonomi tak terbatas, biasanya tidak diamortisasi, tetapi harus diuji penurunan nilai secara periodik. Untuk aset berumur terbatas, harus diamortisasi selama masa manfaatnya dengan metode garis lurus atau metode lain yang sesuai, dan nilai tercatat dikurangi amortisasi.

Penyajian (Pelaporan)

Dalam laporan keuangan, aset tidak berwujud disajikan di bagian aktiva dengan nilai tercatat setelah dikurangi akumulasi amortisasi dan penurunan nilai. Informasi mengenai aset ini harus diungkapkan secara lengkap dalam catatan atas laporan keuangan, termasuk kebijakan amortisasi dan penurunan nilai serta nilai buku yang tersisa.

Secara umum, perlakuan akuntansi aset tidak berwujud bertujuan untuk mencerminkan nilai ekonomi yang sebenarnya, mendukung transparansi dan keandalan laporan keuangan, serta membantu pihak eksternal dalam pengambilan keputusan bisnis.

AKM A2025 -> Diskusi

by Nayla Andara -
Nama: Nayla Andara
NPM: 2413031018

Perbedaan utama antara aset tetap dan properti investasi terletak pada tujuan dan penggunaan aset tersebut. Aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan untuk keperluan operasional, produksi, atau penyediaan jasa dalam jangka panjang. Contohnya adalah tanah, bangunan, mesin, dan peralatan yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari perusahaan. Aset tetap biasanya disusutkan karena dipakai secara aktif dalam operasi bisnis dan memiliki umur manfaat terbatas.

Di sisi lain, properti investasi adalah properti berupa tanah atau bangunan yang dimiliki untuk menghasilkan pendapatan sewa, kenaikan nilai, atau keduanya, dan tidak digunakan dalam operasi utama perusahaan. Properti investasi tidak disusutkan jika menggunakan model nilai wajar, melainkan dinilai berdasarkan nilai pasar yang tercermin setiap periode pelaporan.

Jika diminta memilih antara membeli aset tetap atau properti investasi, pilihan akan bergantung pada tujuan investasi. Jika tujuan utama adalah memperoleh pendapatan dari operasional bisnis, aset tetap lebih sesuai karena berfungsi langsung dalam proses produksi atau pelayanan. Namun, jika fokusnya adalah mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai properti dan pendapatan sewa jangka panjang, properti investasi menjadi pilihan yang lebih menguntungkan. Pilihan ini sejalan dengan prinsip alokasi sumber daya dalam manajemen aset yang optimal sesuai strategi perusahaan.

Jadi, kesimpulannya adalah aset tetap dimanfaatkan dalam aktivitas utama perusahaan, sedangkan properti investasi ditujukan untuk investasi pendapatan pasif dan pertumbuhan nilai aset. Pemilihan di antara keduanya perlu disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan keuangan perusahaan.