Posts made by Nashita Shafiyah

AKM A2025 -> Diskusi

by Nashita Shafiyah -
Pengelolaan Laba dan Kualitas Laba: Pengelolaan laba dapat mengurangi kualitas laba karena membuat angka yang dilaporkan tidak mencerminkan kinerja ekonomi yang sebenarnya. Praktik ini bisa menyesatkan investor dan membuat mereka sulit membedakan antara laba yang dihasilkan dari operasional inti perusahaan dan laba yang hanya merupakan hasil manipulasi akuntansi.

Mengapa Angka Laba Harus Dilihat Kritis: Kita harus berhati-hati dengan angka laba karena laporan laba-rugi dibuat berdasarkan prinsip akrual, bukan kas, yang memungkinkan penggunaan estimasi dan asumsi. Meskipun prinsip akuntansi, seperti PSAK dan IFRS, bertujuan untuk memastikan informasi yang relevan dan andal, fleksibilitas dalam penerapannya bisa memberi celah bagi manajemen untuk memengaruhi laba yang dilaporkan. Oleh karena itu, pengguna laporan keuangan harus tetap kritis.

TA2025 -> CASE STUDY

by Nashita Shafiyah -
Nama : Nashita Shafiyah
NPM : 2413031009

1. Kritikan terhadap Keputusan PT Garuda Sejahtera
Keputusan PT Garuda Sejahtera untuk menggunakan nilai wajar (fair value) dalam menilai pesawatnya dapat dikritisi, terutama dalam konteks pasar Indonesia. Meskipun penggunaan nilai wajar sejalan dengan prinsip "substance over form" yang ada dalam IFRS dan bertujuan untuk menyediakan informasi yang relevan, validitasnya sangat bergantung pada keberadaan pasar aktif. Auditor perusahaan memberikan catatan penting bahwa pasar aktif untuk pesawat di Indonesia sangat terbatas. Hal ini membuat penentuan nilai wajar menjadi sangat subjektif dan berpotensi tidak andal, yang pada akhirnya dapat menyesatkan pengguna laporan keuangan. Dalam kasus ini, keputusan tersebut kurang dapat dibenarkan secara konseptual karena melanggar prinsip keterverifikasian (verifiability) dalam kerangka konseptual akuntansi, yang menyatakan bahwa informasi akuntansi harus dapat diverifikasi untuk memastikan ketepatan representasinya.

2. Perbandingan Kerangka Konseptual PSAK dan IFRS
Secara umum, kerangka konseptual PSAK di Indonesia sudah banyak mengadopsi prinsip-prinsip dalam IFRS, namun terdapat perbedaan dalam penekanan dan implementasi. Tujuan laporan keuangan keduanya sama, yaitu menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan ekonomi bagi investor dan pihak lain. Karakteristik kualitatif informasi yang ditekankan juga serupa, yaitu relevansi dan representasi tepat, ditambah dengan karakteristik penambah seperti keterbandingan dan keterverifikasian. Namun, dalam hal basis pengukuran, IFRS cenderung lebih fleksibel dan mendorong penggunaan nilai wajar untuk meningkatkan relevansi, sementara PSAK, meskipun mengadopsi prinsip ini, masih cenderung konservatif dan sering mengutamakan biaya historis karena kekhawatiran akan objektivitas di pasar yang kurang matang. Untuk asumsi entitas dan kelangsungan usaha, kedua kerangka ini memiliki pemahaman yang identik.

3. Argumentasi Adopsi IFRS Penuh di Indonesia
Saya tidak setuju bahwa Indonesia sebaiknya mengikuti sepenuhnya kerangka konseptual IFRS tanpa penyesuaian lokal. Meskipun adopsi penuh dapat meningkatkan keterbandingan laporan keuangan secara global dan menarik investasi asing, terdapat berbagai tantangan yang relevan dengan kondisi ekonomi, sosial, dan tingkat kematangan pasar di Indonesia. Penerapan nilai wajar secara menyeluruh tanpa adanya pasar aktif yang memadai dapat menghasilkan data yang tidak andal. Secara sosial, standar yang sangat kompleks mungkin membebani Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang tidak memiliki sumber daya yang cukup. Selain itu, tanpa infrastruktur pendukung yang matang seperti penilai aset independen yang andal, penerapan IFRS secara buta bisa menjadi "teori di atas kertas" yang sulit diimplementasikan. Oleh karena itu, pendekatan terbaik adalah mengadopsi IFRS dengan tetap melakukan penyesuaian lokal melalui PSAK, yang memungkinkan Indonesia untuk mendapatkan manfaat dari harmonisasi global sambil menjaga relevansi dan keandalan informasi akuntansi dalam konteks domestik.

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Nashita Shafiyah -
Nama : Nashita Shafiyah
NPM : 2413031009

Penelitian ini menyajikan tinjauan mendalam terhadap berbagai literatur yang berfokus pada batasan-batasan yang melekat pada Kerangka Kerja Konseptual (Conceptual Framework/CFW) untuk Pelaporan Keuangan. Jurnal ini berargumen bahwa proses globalisasi telah menjadi pendorong utama di balik upaya harmonisasi standar pelaporan keuangan. Sebagai respons, dua badan standar akuntansi paling berpengaruh di dunia, yaitu Financial Accounting Standards Board (FASB) dari Amerika Serikat dan International Accounting Standards Board (IASB) secara global, telah berkolaborasi untuk menyusun satu set standar akuntansi yang seragam. Salah satu hasil dari proyek bersama ini adalah pembentukan Kerangka Kerja Konseptual Bersama.

Jurnal ini berfungsi sebagai panduan yang membantu para pembaca memahami tujuan dan karakteristik dasar dari informasi akuntansi keuangan, sekaligus menggarisbawahi berbagai keterbatasannya. Meskipun FASB dan IASB telah mencapai kesepakatan umum tentang tujuan utama pelaporan keuangan—yaitu memberikan informasi yang berguna bagi investor, pemberi pinjaman, dan pengguna lain—dokumen ini menyoroti bahwa kerangka kerja mereka dibangun di atas dua konsep pelaporan yang berbeda. Salah satu batasan utama yang diidentifikasi adalah bahwa laporan keuangan tujuan umum tidak dapat menyediakan semua informasi yang dibutuhkan pengguna. Oleh karena itu, pengguna harus melengkapinya dengan informasi dari sumber lain, seperti kondisi ekonomi dan politik.

Penelitian ini juga mengungkapkan adanya kesenjangan signifikan dalam literatur yang ada. Mayoritas penelitian empiris yang tersedia cenderung berfokus pada standar akuntansi AS (US GAAP), yang meninggalkan keterbatasan dalam Kerangka Kerja Konseptual untuk Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) kurang dieksplorasi. Kesimpulan ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan lebih banyak penelitian empiris, terutama yang berfokus pada IFRS, guna memahami sepenuhnya bagaimana batasan-batasan ini memengaruhi kualitas dan kegunaan laporan keuangan di seluruh dunia.

TA2025 -> DISKUSI

by Nashita Shafiyah -
Nama : Nashita Shafiyah
NPM : 2413031009

Yang saya simak dalam video tersebut adalah :

Kerangka Konseptual Akuntansi yang dikembangkan oleh FASB berfungsi sebagai fondasi dalam penyusunan standar akuntansi yang konsisten dan dapat dipercaya. Tujuan utamanya adalah menyediakan informasi yang relevan, jujur, dapat dibandingkan, diverifikasi, tepat waktu, serta mudah dipahami oleh para pengguna laporan keuangan. Dengan adanya panduan ini, elemen-elemen utama seperti aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban dapat dipahami dengan jelas, sehingga meminimalkan kesalahpahaman dalam praktik pelaporan.

Selain itu, kerangka ini juga mengatur bagaimana elemen-elemen tersebut diukur dan diakui, baik melalui biaya historis maupun nilai wajar, sehingga laporan keuangan lebih mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya. Kerangka konseptual tidak hanya membantu pembuat standar, tetapi juga menjadi pedoman penting bagi akuntan, auditor, dan pihak-pihak yang menggunakan laporan keuangan untuk mengambil keputusan. Dengan demikian, kerangka ini memperkuat transparansi dan akurasi dalam pelaporan, serta mendukung terciptanya kepercayaan di dunia keuangan dan bisnis.