Posts made by Nashita Shafiyah

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Nashita Shafiyah -
Nama : Nashita Shafiyah
NPM : 2413031009

Positive Accounting Theory (PAT) hadir sebagai respons terhadap keterbatasan pendekatan normatif dalam akuntansi. Fokus utama PAT adalah menjelaskan serta memprediksi praktik akuntansi yang benar-benar terjadi di dunia nyata, bukan menetapkan aturan tentang bagaimana akuntansi seharusnya diterapkan. Melalui karya mereka pada tahun 1978 dan 1990, Watts dan Zimmerman memperkenalkan tiga hipotesis utama PAT, yaitu bonus plan, debt covenant, dan political cost. Ketiga hipotesis ini menggambarkan bagaimana manajer memilih metode akuntansi untuk memperoleh keuntungan atau mengurangi beban, misalnya dengan manajemen laba, penghindaran pajak, atau upaya menghindari pelanggaran perjanjian utang.

Berbagai penelitian mendukung keberadaan PAT. Healy (1985), Sweeney (1994), dan Jones (1991) membuktikan secara empiris bahwa manajer kerap melakukan pengaturan laba sesuai kepentingan pribadi maupun tekanan eksternal. Meski demikian, teori ini tidak luput dari kritik. Lawrence (1992) menilai bahwa PAT memiliki kelemahan metodologis, mengabaikan dimensi sosial dan individu, serta terlalu menekankan pada faktor ekonomi dalam menjelaskan perilaku pengambil keputusan. Kritik ini menegaskan bahwa PAT belum sepenuhnya mampu menangkap kompleksitas aspek sosial dan politik dalam penyusunan standar akuntansi.

Selain itu, konsep economic consequences yang dikemukakan Zeff (1978) menegaskan bahwa kebijakan akuntansi memiliki dampak luas, tidak hanya terhadap perusahaan, tetapi juga terhadap pemerintah dan kreditur. Oleh sebab itu, penyusunan standar akuntansi perlu mempertimbangkan keseimbangan antara efisiensi pasar dan kepentingan politik.

Secara keseluruhan, PAT menawarkan kerangka penting untuk memahami pola pemilihan metode akuntansi, memprediksi reaksi perusahaan terhadap penerapan standar baru, serta mengungkap peran biaya kontraktual. Walaupun terdapat kelemahan, PAT memberikan kontribusi signifikan dalam memperluas pemahaman tentang bagaimana kebijakan akuntansi memengaruhi perilaku ekonomi serta strategi manajerial.

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Nashita Shafiyah -
Nama : Nashita Shafiyah
NPM : 2413031009

Jurnal ini membahas mengenai elemen, struktur, serta kerangka konseptual dalam teori akuntansi dan keterkaitannya dengan pelaporan keuangan. Teori akuntansi berperan sebagai fondasi praktik pelaporan yang dapat dipercaya, dengan tujuan mempersempit jarak antara teori dan praktik akuntansi. Kajian ini mengulas berbagai pendekatan teori akuntansi, di antaranya pragmatis, sintaktis, semantik, normatif, positif, naturalistik, serta ilmiah. Elemen kunci dalam teori akuntansi mencakup kegunaan, relevansi, keterbandingan, konsistensi, serta asumsi dasar seperti entitas ekonomi, periode akuntansi, going concern, dan unit pengukuran.

Struktur teori akuntansi sendiri terdiri atas postulat, konsep, dan prinsip yang menjadi pijakan dalam penyusunan laporan keuangan. Kerangka konseptual yang lahir dari elemen dan struktur ini berfungsi untuk merumuskan sekaligus menafsirkan standar akuntansi sehingga laporan keuangan mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pemangku kepentingan, seperti investor, karyawan, kreditur, maupun pemerintah.

Jurnal ini juga menegaskan pentingnya konsistensi penerapan teori akuntansi agar dapat mencegah praktik manipulatif dalam penyajian laporan keuangan. Pemahaman terhadap teori akuntansi menjadi krusial dalam meningkatkan transparansi dan keakuratan informasi keuangan, serta memberikan arahan bagi akuntan profesional maupun manajemen dalam menghadapi tantangan keuangan dan audit.

Sebagai penutup, teori akuntansi bersama elemen dan kerangka konseptualnya merupakan landasan yang esensial untuk menghasilkan laporan keuangan yang kredibel, mampu mendukung proses pengambilan keputusan, serta meminimalkan risiko kesalahan dalam praktik korporasi.

AKM A2025 -> Diskusi

by Nashita Shafiyah -
Nama : Nashita Shafiyah
NPM : 2413031009

Berikut langkah-langkah dalam siklus akuntansi :

Langkah 1: Identifikasi dan Analisis Transaksi

Ini adalah langkah awal. Akuntan mengidentifikasi bukti transaksi keuangan (seperti invoice, kuitansi, nota) dan menganalisis dampaknya terhadap persamaan akuntansi (Aset = Kewajiban + Ekuitas).

Contoh: Perusahaan membeli perlengkapan secara kredit. Transaksi ini akan menambah aset (Perlengkapan) dan menambah kewajiban (Utang Usaha).

Langkah 2: Pencatatan dalam Jurnal (Journalizing)

Setelah dianalisis, transaksi dicatat ke dalam Buku Harian (Jurnal). Pencatatan ini menggunakan metode berpasangan (double-entry bookkeeping), di mana setiap transaksi mempengaruhi minimal dua akun (debit dan kredit yang jumlahnya seimbang).

Contoh: Transaksi pembelian perlengkapan tadi akan dijurnal:
Debit: Perlengkapan
Kredit: Utang Usaha

Langkah 3: Pemindahbukuan ke Buku Besar (Posting to Ledger)

Informasi dari jurnal kemudian dikelompokkan dan dipindahkan (diposting) ke dalam akun-akun yang sesuai dalam Buku Besar (Ledger). Setiap akun dalam buku besar (seperti Kas, Piutang, Utang, Modal) merangkum semua transaksi yang memengaruhinya.

Contoh: Semua transaksi yang melibatkan akun "Kas" akan dikumpulkan di satu akun buku besar "Kas" untuk mengetahui saldo akhirnya.

Langkah 4: Penyusunan Neraca Saldo (Trial Balance)

Pada akhir periode (biasanya bulanan atau triwulanan), saldo dari semua akun dalam buku besar diambil dan dicantumkan dalam sebuah daftar yang disebut Neraca Saldo. Tujuannya adalah untuk memastikan keseimbangan antara total saldo debit dan total saldo kredit. Jika tidak seimbang, berarti ada kesalahan dalam pencatatan.

Langkah 5: Membuat Jurnal Penyesuaian (Adjusting Entries)

Terdapat transaksi yang belum tercatat atau perlu penyesuaian pada akhir periode agar laporan keuangan mencerminkan kondisi yang sesungguhnya. Jurnal penyesuaian dibuat untuk:

Beban yang masih harus dibayar (misal: gaji karyawan yang belum dibayar)
Pendapatan yang masih harus diterima (misal: jasa yang sudah diberikan tapi belum ditagih)
Penyusutan aset tetap
Pemakaian perlengkapan
Pendapatan diterima di muka yang sudah menjadi hak perusahaan
Jurnal ini dicatat di jurnal umum dan kemudian diposting ke buku besar.

Langkah 6: Menyusun Neraca Lajur (Worksheet) - Opsional

Neraca lajur adalah lembar kerja yang membantu mempermudah proses penyusunan laporan keuangan dan jurnal penutup. Ini adalah alat bantu (bukan laporan resmi) yang berisi kolom-kolom untuk Neraca Saldo, Jurnal Penyesuaian, Neraca Saldo setelah Disesuaikan, Laba/Rugi, dan Neraca. Langkah ini bersifat opsional tetapi sangat membantu, terutama untuk perusahaan yang masih manual.

Langkah 7: Penyusunan Laporan Keuangan (Financial Statements)

Setelah semua penyesuaian dilakukan, laporan keuangan formal dapat disusun. Laporan keuangan utama terdiri dari:
Laporan Laba Rugi: Menunjukkan kinerja perusahaan (pendapatan dan beban).
Laporan Perubahan Ekuitas: Menunjukkan perubahan modal pemilik.
Neraca: Menunjukkan posisi keuangan (aset, kewajiban, ekuitas) pada tanggal tertentu.
Laporan Arus Kas: Menunjukkan sumber dan penggunaan kas.

Langkah 8: Membuat Jurnal Penutup (Closing Entries)

Jurnal penutup dibuat pada akhir tahun akuntansi untuk:
Menutup akun-akun nominal (akun pendapatan dan beban) ke akun Ikhtisar Laba Rugi.
Memindahkan saldo laba/rugi dari Ikhtisar Laba Rugi ke akun Modal.
Menutup akun Prive (jika ada) ke akun Modal.
Tujuan jurnal penutup adalah untuk menyiapkan akun-akun nominal agar bersaldo nol dan siap digunakan untuk pencatatan periode akuntansi berikutnya. Hanya akun Neraca (Aset, Kewajiban, Modal) yang masih memiliki saldo.

Langkah 9: Penyusunan Neraca Saldo setelah Penutupan (Post-Closing Trial Balance)

Langkah terakhir adalah membuat neraca saldo kembali setelah proses penutupan. Neraca saldo ini hanya berisi akun-akun riil/neraca saja (Aset, Kewajiban, Modal) untuk memastikan bahwa buku besar tetap dalam keadaan seimbang setelah penutupan dan siap untuk periode akuntansi baru.