Nama : Alya Khoirun Nisa
NPM: 2413031019
Berdasarkan jurnal “Exploring the Impact of Behavioral Factors on Accounting Systems and Financial Decision-Making” karya Muhammad Daham Sabbar dkk., aspek perilaku dalam akuntansi berperan penting karena menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan keuangan tidak sepenuhnya rasional. Faktor seperti bias kognitif (overconfidence, anchoring, confirmation bias), emosi, kepercayaan, serta budaya organisasi memengaruhi bagaimana akuntan dan manajer menafsirkan serta menggunakan informasi akuntansi. Dengan kata lain, akuntansi tidak hanya bersifat teknis tetapi juga sosial–psikologis, di mana perilaku individu dapat menentukan akurasi, relevansi, dan efektivitas laporan keuangan. Urgensinya terletak pada kebutuhan untuk merancang sistem akuntansi yang tidak hanya menyajikan data yang benar, tetapi juga meminimalkan distorsi perilaku dan mendukung pengambilan keputusan yang adaptif dan etis.
Dalam konteks proses standard-setting, jurnal ini menegaskan bahwa penyusunan standar akuntansi juga tidak terlepas dari dimensi perilaku dan ekonomi politik. Standar tidak dibuat secara netral; ia dipengaruhi oleh berbagai kepentingan ekonomi, politik, dan institusional dari pihak-pihak seperti regulator, auditor, investor, dan entitas bisnis. Dalam kerangka ekonomi politik akuntansi, standar dipandang sebagai hasil negosiasi antara kelompok dengan kepentingan berbeda, di mana kekuasaan dan legitimasi memainkan peran sentral. Oleh karena itu, pemahaman perilaku para aktor dan dinamika institusional menjadi penting untuk memastikan bahwa standar akuntansi tidak hanya berorientasi pada kepentingan korporasi, tetapi juga pada kepentingan publik dan transparansi ekonomi.
Dengan demikian, aspek perilaku dalam akuntansi menjadi landasan untuk memahami bahwa efektivitas akuntansi tidak hanya bergantung pada aturan formal, tetapi juga pada keselarasan antara perilaku manusia, sistem informasi, dan struktur kelembagaan. Pendekatan ini membantu menciptakan praktik akuntansi yang lebih realistis, berkeadilan, dan relevan terhadap dinamika sosial ekonomi modern.