Nama: Nurida Elsa
NPM: 2413031012
1. Metode nilai wajar mampu menggambarkan nilai pasar terkini dari aset tetap, yang sangat penting bagi perusahaan properti seperti PT Nusantara Properti di mana harga aset sangat berubah-ubah. Dengan menggunakan nilai wajar, laporan keuangan bisa menjadi lebih bermakna dan memberikan gambaran nyata tentang nilai aset saat ini kepada para investor. Namun, penilaian ini sering bergantung pada perkiraan dan asumsi subyektif dari penilai eksternal, sehingga menimbulkan keraguan tentang keandalan data yang digunakan. Sementara itu, metode biaya historis memberikan nilai yang lebih stabil dan mudah diaudit karena didasarkan pada harga asli saat pembelian, tetapi nilai ini mungkin tidak mencerminkan kondisi pasar saat ini sehingga relevansinya kurang.
2. Dalam kerangka standar akuntansi di Indonesia yang mengikuti IFRS, penggunaan nilai wajar pada aset tetap, khususnya properti, bisa meningkatkan relevansi laporan keuangan bagi para pengguna seperti investor dan kreditur. IFRS sendiri mendorong penggunaan nilai wajar karena dianggap memberikan gambaran nilai ekonomi yang sebenarnya. Namun demikian, penting untuk memastikan bahwa proses penilaian dilakukan oleh pihak yang independen dan kompeten dengan metode yang jelas serta data pasar yang dapat dipercaya agar keandalan informasi tetap terjaga. Jadi, nilai wajar justru dapat meningkatkan relevansi sekaligus keandalan jika prosedur penilaiannya dilakukan dengan baik.
3. Sebagai anggota DSAK IAI, kebijakan yang direkomendasikan adalah memperbolehkan penggunaan nilai wajar untuk aset tetap di sektor properti dengan syarat ketat, seperti penilai harus independen dan memiliki keahlian, metode penilaian harus standar dan transparan, serta harus ada pengungkapan lengkap tentang asumsi dan risiko terkait dalam laporan keuangan. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara prinsip relevansi dan keandalan informasi serta memenuhi kebutuhan pengguna laporan keuangan untuk memperoleh informasi nilai aset yang akurat di pasar yang sangat fluktuatif.
Singkatnya, nilai wajar dapat memberikan informasi yang lebih baik dan relevan di laporan keuangan PT Nusantara Properti jika diikuti dengan standar penilaian yang ketat dan keterbukaan informasi, sementara metode biaya historis tetap berguna sebagai opsi yang lebih stabil saat data pasar sulit diperoleh atau pasar sedang tidak likuid.
NPM: 2413031012
1. Metode nilai wajar mampu menggambarkan nilai pasar terkini dari aset tetap, yang sangat penting bagi perusahaan properti seperti PT Nusantara Properti di mana harga aset sangat berubah-ubah. Dengan menggunakan nilai wajar, laporan keuangan bisa menjadi lebih bermakna dan memberikan gambaran nyata tentang nilai aset saat ini kepada para investor. Namun, penilaian ini sering bergantung pada perkiraan dan asumsi subyektif dari penilai eksternal, sehingga menimbulkan keraguan tentang keandalan data yang digunakan. Sementara itu, metode biaya historis memberikan nilai yang lebih stabil dan mudah diaudit karena didasarkan pada harga asli saat pembelian, tetapi nilai ini mungkin tidak mencerminkan kondisi pasar saat ini sehingga relevansinya kurang.
2. Dalam kerangka standar akuntansi di Indonesia yang mengikuti IFRS, penggunaan nilai wajar pada aset tetap, khususnya properti, bisa meningkatkan relevansi laporan keuangan bagi para pengguna seperti investor dan kreditur. IFRS sendiri mendorong penggunaan nilai wajar karena dianggap memberikan gambaran nilai ekonomi yang sebenarnya. Namun demikian, penting untuk memastikan bahwa proses penilaian dilakukan oleh pihak yang independen dan kompeten dengan metode yang jelas serta data pasar yang dapat dipercaya agar keandalan informasi tetap terjaga. Jadi, nilai wajar justru dapat meningkatkan relevansi sekaligus keandalan jika prosedur penilaiannya dilakukan dengan baik.
3. Sebagai anggota DSAK IAI, kebijakan yang direkomendasikan adalah memperbolehkan penggunaan nilai wajar untuk aset tetap di sektor properti dengan syarat ketat, seperti penilai harus independen dan memiliki keahlian, metode penilaian harus standar dan transparan, serta harus ada pengungkapan lengkap tentang asumsi dan risiko terkait dalam laporan keuangan. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara prinsip relevansi dan keandalan informasi serta memenuhi kebutuhan pengguna laporan keuangan untuk memperoleh informasi nilai aset yang akurat di pasar yang sangat fluktuatif.
Singkatnya, nilai wajar dapat memberikan informasi yang lebih baik dan relevan di laporan keuangan PT Nusantara Properti jika diikuti dengan standar penilaian yang ketat dan keterbukaan informasi, sementara metode biaya historis tetap berguna sebagai opsi yang lebih stabil saat data pasar sulit diperoleh atau pasar sedang tidak likuid.