Kiriman dibuat oleh Anggit Yunizar

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Anggit Yunizar -
Nama : Anggit Yunizar
NPM : 2413031046

Kedua artikel tersebut membahas dua sisi penting dalam dunia pelaporan dan pengelolaan keuangan perusahaan, yaitu kualitas informasi dan mekanisme tata kelola. Artikel pertama meneliti bagaimana digitalisasi pelaporan melalui XBRL memengaruhi cost of equity pada perusahaan publik di Indonesia. Studi tersebut menunjukkan bahwa penerapan XBRL meningkatkan kualitas dan aksesibilitas informasi sehingga menurunkan asimetri informasi antara perusahaan dan investor. Telaah literatur dalam artikel secara konsisten menegaskan bahwa pelaporan berkualitaste, rmasuk yang dihasilkan melalui teknologi digital seperti XBRLm emiliki kemampuan untuk menurunkan risiko persepsi investor dan pada akhirnya mengurangi biaya ekuitas yang harus ditanggung perusahaan. Selain itu, penelitian menggunakan pendekatan event study dan membandingkan kondisi dua tahun sebelum dan sesudah adopsi, menegaskan bahwa perusahaan dengan ukuran lebih besar cenderung memperoleh manfaat lebih kuat setelah menerapkan XBRL karena struktur informasi mereka yang kompleks menjadi lebih mudah diolah oleh investor.
Artikel kedua memfokuskan diri pada bagaimana corporate governance serta leverage mempengaruhi praktik tax avoidance. Artikel ini menunjukkan bahwa keberadaan mekanisme tata kelola seperti komisaris independen dan komite audit memainkan peran penting dalam menekan perilaku agresif manajemen dalam penghindaran pajak. Temuan dalam artikel menegaskan bahwa semakin besar proporsi komisaris independen, semakin rendah kecenderungan perusahaan melakukan tax avoidance karena fungsi pengawasan berjalan lebih efektif. Sebaliknya, leverage dapat mendorong perusahaan melakukan tax avoidance, karena beban utang yang tinggi menciptakan dorongan bagi perusahaan untuk menurunkan beban pajak demi menjaga arus kas dan stabilitas keuangan. Namun, efek leverage dapat berubah apabila tata kelola perusahaan kuat, karena pengawasan dapat menahan kecenderungan manajemen mengambil langkah agresif tersebut.
Menurut pandangan saya, kedua artikel ini memperlihatkan benang merah yang sama: baik digitalisasi pelaporan maupun tata kelola perusahaan adalah fondasi utama terciptanya praktik keuangan yang transparan dan dapat dipercaya. XBRL berperan memperkuat transparansi struktural melalui perbaikan kualitas data, sementara mekanisme tata kelola berperan memperkuat transparansi perilaku dengan membatasi tindakan oportunistik manajemen. Keduanya saling melengkapi dan menggambarkan bahwa reformasi pelaporan tidak cukup hanya berbasis teknologi; ia memerlukan sistem pengawasan internal yang efektif. Tantangan bagi perusahaan di Indonesia adalah memastikan bahwa adopsi teknologi maupun implementasi tata kelola tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menembus praktik manajerial dan budaya organisasi. Jika kedua aspek tersebut dapat berjalan beriringan, kualitas informasi keuangan Indonesia dapat meningkat signifikan dan kepercayaan investor baik domestik maupun asing dapat diperkuat.
Assalamualaikum wr.wb
izin memperkenalkan diri
Nama: Anggit Yunizar
Npm: 2413031046
kelompok 5
izin mengumpulkan makalah, ppt, notulensi dan rekap hasil post test ibu