Buatlah resume singkat esensi isi dari kedua artikel di atas sertakan opini Anda.
ACTIVITY: RESUME
Nama : Anindia Maharani
Npm : 2413031042
Dua penelitian ini sama-sama menyoroti dampak positif dari pemakaian XBRL, semacam bahasa standar untuk laporan keuangan digital yang tujuannya bikin informasi jadi lebih terbuka dan gampang dimengerti.
Yang pertama, penelitian di Yordania, nunjukkin kalau perusahaan keuangan yang pakai XBRL itu jadi lebih transparan. Jadi, orang-orang yang berkepentingan, misalnya investor atau pemerintah, lebih gampang ngerti kondisi keuangan perusahaan.
Nah, kalau penelitian yang di Indonesia, hasilnya beda lagi. Di sana, perusahaan yang udah pakai XBRL itu kayaknya lebih disukai investor. Soalnya, investor jadi lebih percaya sama laporan keuangannya. Alhasil, perusahaan jadi lebih gampang cari modal dan biaya buat dapetin modal itu juga jadi lebih murah.
Pada intinya XBRL ini kayak alat yang bantu perusahaan buat bikin laporan keuangan yang jujur dan gampang dimengerti. Walaupun hasilnya bisa beda-beda tergantung situasinya, tapi tetep aja XBRL ini penting buat bikin pasar keuangan jadi lebih sehat dan efisien.
NPM: 2413031047
Kelas: 2024 B
1) Al-Okaily et al. (2024) — “Does XBRL adoption increase financial information transparency… (Jordan)”
Studi ini meneliti dampak adopsi XBRL pada transparansi informasi keuangan di perusahaan-perusahaan sektor keuangan Jordan. Metode: survei purposive kepada 124 responden (accounting managers, auditor, financial managers) dan analisis PLS-SEM. Hasil utama: adopsi XBRL secara signifikan meningkatkan relevansi, reliabilitas, dan transparansi disclosure digital; hipotesis diterima. Implikasi praktis: regulator dan perusahaan disarankan mendorong implementasi XBRL, pelatihan, dan harmonisasi standar untuk memaksimalkan manfaat. Keterbatasan yang diakui: sampel relatif kecil, cross-sectional, fokus hanya pada aktor tertentu (manajer/auditor), sehingga generalisasi terbatas.
Opini: paper ini kuat sebagai exploratory pada konteks emerging market — kontribusi penting karena mengangkat perspektif praktisi Jordan. Kekuatan: fokus konteks negara berkembang, penggunaan instrumen yang diuji validitasnya. Kelemahan: bergantung pada persepsi (survei) sehingga ada potensi bias persepsi; hasil perlu diuji lagi dengan data longitudinal atau data pasar nyata (mis. perubahan bid-ask, trading volume, biaya modal).
2) Tohang & Lusiana (2022) — “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity” (Indonesia)
Menguji hubungan pra-dan pasca-adopsi XBRL terhadap cost of equity untuk 59 perusahaan terdaftar (periode 2014–2017). Metode: analisis longitudinal / panel (pre/post mandate), regresi berganda, kontrol ukuran perusahaan, leverage, variabilitas return, market-to-book, dan industri. Hasil utama: adopsi XBRL dikaitkan dengan penurunan cost of equity, terutama untuk perusahaan besar; beberapa industri/karakteristik (leverage, MB rendah) mempengaruhi CoE. Penulis juga membahas bahwa pada fase awal adopsi ada risiko error/taxonomy extension yang bisa menambah kebingungan — sehingga regulasi dan quality control penting.
Opini: paper ini memberi bukti empiris berharga karena memakai desain pra-pasca (lebih kuat untuk inferensi efek). Kekuatan: fokus pada indikator pasar (CoE), metode longitudinal. Kelemahan: sampel relatif kecil (59 perusahaan) dan masa adopsi yang masih awal — jadi hasil mungkin sensitif pada periode transisi dan kualitas filing XBRL. Rekomendasi praktis dari makalah (juga saya setujui): perbaiki quality control taxonomy, publikasi guideline, dan dukungan regulator agar manfaat penuh XBRL terealisasi.
Kesimpulan dari kedua jurnal tersebut adalah:
Kedua studi saling melengkapi: Al-Okaily et al. menunjukkan XBRL meningkatkan transparansi informasi dari sisi pengguna/pelapor (survei), sedangkan Tohang & Lusiana menunjukkan implikasi pasar konkret (penurunan cost of equity) setelah adopsi.
Keduanya menegaskan bahwa manfaat XBRL bergantung pada kualitas implementasi (taxonomy, training, software, oversight). Bila implementasi buruk (banyak error/extension) manfaatnya bisa tertunda atau bahkan menimbulkan kebingungan.
NPM: 2413031058
Kedua artikel tersebut sama-sama menyoroti pentingnya digitalisasi pelaporan keuangan melalui penggunaan XBRL (eXtensible Business Reporting Language), namun dari sudut pandang dan konteks negara yang berbeda. Artikel pertama berfokus pada perusahaan keuangan di Yordania dan menyimpulkan bahwa adopsi XBRL secara signifikan meningkatkan transparansi informasi keuangan, akurasi data, serta efisiensi dalam proses pelaporan. XBRL mempermudah integrasi data antar sistem, mempercepat penyampaian laporan, dan membantu pihak internal maupun eksternal dalam pengambilan keputusan yang lebih akurat. Meski demikian, penelitian ini juga mengungkap hambatan seperti kurangnya pemahaman terhadap teknologi, minimnya pelatihan, serta infrastruktur digital yang belum sepenuhnya siap, terutama di negara berkembang. Dengan kata lain, manfaat XBRL sangat terasa, tetapi hanya optimal jika didukung kesiapan sumber daya dan kebijakan regulator.
Artikel kedua meneliti dampak XBRL dalam konteks perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan XBRL dapat menurunkan biaya ekuitas (cost of equity) perusahaan, khususnya bagi perusahaan besar yang lebih mampu memanfaatkan teknologi ini secara efektif. Penurunan biaya ekuitas terjadi karena meningkatnya kepercayaan investor, kemudahan menganalisis data keuangan, serta menurunnya risiko informasi. Namun, penelitian ini juga mencatat bahwa pada masa awal implementasi, XBRL justru menimbulkan ketidakpastian akibat kesalahan teknis, kualitas pelaporan yang belum merata, dan biaya adaptasi sistem yang cukup tinggi. Meskipun demikian, dalam jangka panjang, XBRL tetap dinilai memberi dampak positif terhadap kualitas pelaporan dan efisiensi pasar modal.
Secara keseluruhan, kedua artikel menegaskan bahwa XBRL merupakan inovasi penting dalam sistem pelaporan keuangan modern karena mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan kepercayaan publik. Namun, keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh teknologi itu sendiri, tetapi juga oleh kesiapan manusia, kualitas regulasi, serta dukungan infrastruktur. Menurut saya, penerapan XBRL adalah langkah strategis untuk membangun ekosistem pelaporan keuangan yang lebih terbuka, kompetitif, dan sesuai dengan tuntutan era digital. Meski implementasinya memerlukan biaya, pelatihan, dan waktu, manfaat jangka panjangnya jauh lebih besar, terutama dalam mendorong kepercayaan investor, menciptakan pasar yang lebih efisien, dan meningkatkan integritas informasi keuangan. Dengan dukungan regulasi yang tepat dan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan profesional akuntansi, XBRL dapat menjadi fondasi kuat menuju pelaporan keuangan yang transparan, modern, dan berdaya saing global.
Npm : 2413031039
Kedua artikel tersebut membahas pentingnya digitalisasi pelaporan keuangan melalui penggunaan XBRL (eXtensible Business Reporting Language) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas informasi keuangan.
nama : adzra ati'iqah
npm : 2413031056
"Does XBRL adoption increase financial information transparency in digital
disclosure environment? Insights from emerging markets"
Meneliti pengaruh adopsi XBRL terhadap transparansi informasi keuangan pada perusahaan keuangan di Yordania. Survei terhadap 124 manajer keuangan, akuntan, dan auditor di perusahaan keuangan Yordania. Analisis menggunakan PLS-SEM.
Adopsi XBRL meningkatkan transparansi dan efisiensi pelaporan keuangan digital. Memberi data yang lebih relevan, akurat, dan mudah diakses. Meningkatkan kepercayaan investor dan kualitas keputusan manajemen. Disarankan agar negara berkembang seperti Yordania mempercepat penerapan XBRL untuk efisiensi dan keandalan pelaporan. XBRL terbukti memperbaiki transparansi, mengurangi kesalahan laporan, dan memperkuat kualitas pengambilan keputusan di sektor keuangan.
"Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity"
Menganalisis hubungan antara adopsi XBRL dan biaya ekuitas (cost of equity) pada perusahaan publik Indonesia. Meneliti 59 perusahaan terdaftar di BEI selama 2014–2017 (dua tahun sebelum dan sesudah adopsi XBRL) dengan analisis regresi berganda.
Adopsi XBRL menurunkan biaya ekuitas, terutama pada perusahaan besar. Peningkatan transparansi dan kualitas pelaporan membuat investor lebih percaya sehingga menurunkan tingkat pengembalian yang diminta. Variabel kontrol seperti ukuran perusahaan, leverage, dan variabilitas pengembalian juga memengaruhi hubungan tersebut.
Digitalisasi pelaporan melalui XBRL meningkatkan efisiensi informasi dan mengurangi biaya modal, menunjukkan manfaat signifikan bagi pelaporan keuangan di Indonesia.
NPM: 2413031061
Kedua jurnal tersebut membahas peran XBRL (eXtensible Business Reporting Language) dalam meningkatkan kualitas dan transparansi pelaporan keuangan di era digital. Jurnal pertama menyoroti bahwa penerapan XBRL di perusahaan keuangan Yordania mampu membuat laporan keuangan lebih jelas, andal, dan mudah diakses, sehingga mengurangi asimetri informasi dan meningkatkan efisiensi pelaporan. Jurnal kedua meneliti perusahaan di Bursa Efek Indonesia dan menemukan bahwa adopsi XBRL dapat menurunkan biaya ekuitas karena memperbaiki transparansi serta mempermudah akses dan analisis informasi oleh investor. Secara ringkas, keduanya menunjukkan bahwa digitalisasi pelaporan keuangan melalui XBRL memperkuat keterbukaan, efisiensi, dan kepercayaan dalam pasar keuangan.
Pendapat saya mengenai kedua jurnal tersebut adalah, Kedua jurnal menunjukkan bahwa penerapan XBRL penting untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kepercayaan dalam pelaporan keuangan. XBRL membuat data lebih akurat, mudah diakses, dan dapat dibandingkan, sehingga membantu pengambilan keputusan yang lebih baik. Secara keseluruhan, digitalisasi pelaporan keuangan dengan XBRL menjadi kebutuhan penting di era modern untuk memperkuat daya saing dan keandalan informasi keuangan.
NPM: 2413031060
1. Artikel “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity” (Tohang & Lusiana, 2022) Artikel ini membahas bagaimana penerapan sistem pelaporan keuangan digital bernama XBRL bisa memengaruhi biaya modal perusahaan di Indonesia. Penelitian dilakukan pada 59 perusahaan selama empat tahun (sebelum dan sesudah XBRL diterapkan). Hasilnya menunjukkan bahwa setelah memakai XBRL, biaya modal perusahaan menurun, terutama untuk perusahaan besar. Ini karena XBRL membuat laporan keuangan lebih mudah diakses, lebih rapi, dan lebih dipercaya oleh investor.
Opini saya:
Menurut saya, penerapan XBRL penting karena membantu perusahaan membuat laporan yang lebih cepat, akurat, dan transparan. Walau awalnya butuh penyesuaian, sistem ini bisa membuat keuangan perusahaan lebih efisien dan dipercaya publik.
2. Artikel “Does XBRL Adoption Increase Financial Information Transparency in Digital Disclosure Environment?” (Al-Okaily dkk., 2024) Penelitian ini dilakukan di Yordania dan melibatkan 124 orang dari perusahaan keuangan seperti manajer dan auditor.
Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah penggunaan XBRL bisa membuat laporan keuangan lebih terbuka dan transparan.
Hasilnya menunjukkan bahwa XBRL meningkatkan kejelasan, kecepatan, dan keakuratan laporan keuangan. Dengan sistem ini, data lebih mudah dibandingkan antarperusahaan dan kesalahan dapat berkurang.
Opini saya:
Saya setuju dengan hasil penelitian ini. XBRL sangat membantu perusahaan agar laporan keuangannya jelas dan terpercaya. Negara berkembang seperti Yordania dan Indonesia bisa lebih maju kalau menerapkan sistem ini dengan baik dan didukung tenaga kerja yang paham teknologi.
NPM: 2413031064
Penelitian pertama berjudul “Does XBRL Adoption Increase Financial Information Transparency in Digital Disclosure Environment?” karya Manaf Al-Okaily dan rekan (2024) membahas dampak penerapan XBRL terhadap transparansi pelaporan keuangan pada perusahaan keuangan di Yordania. Melalui survei terhadap 124 responden yang terdiri dari manajer keuangan, auditor, dan akuntan, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan XBRL mampu meningkatkan keterbukaan, keandalan, serta efisiensi informasi keuangan. Teknologi ini membantu mengurangi asimetri informasi, mempercepat proses pelaporan, dan memperkuat kualitas data yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Studi ini menegaskan bahwa adopsi XBRL tidak hanya berdampak pada aspek teknis pelaporan, tetapi juga pada peningkatan kepercayaan publik dan tata kelola perusahaan di sektor keuangan.
Menurut pandangan saya, penelitian ini menegaskan pentingnya digitalisasi dalam dunia akuntansi, khususnya bagi negara berkembang seperti Indonesia. XBRL dapat menjadi sarana strategis untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas laporan keuangan jika diterapkan secara menyeluruh dan disertai kesiapan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi.
Sementara itu, penelitian kedua berjudul “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity” oleh Valentina Tohang dan Silvi Lusiana (2022) meneliti hubungan antara adopsi XBRL dengan biaya ekuitas (cost of equity) pada 59 perusahaan publik di Indonesia selama periode 2014–2017. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah penerapan XBRL, biaya ekuitas perusahaan menurun secara signifikan, terutama pada perusahaan berukuran besar. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kualitas laporan keuangan, berkurangnya ketidakpastian bagi investor, dan meningkatnya transparansi informasi. Namun, penelitian juga mencatat beberapa tantangan awal seperti kesalahan teknis serta keterbatasan dalam pemahaman penggunaan format XBRL di kalangan pelapor.
Dari penelitian tersebut, saya berpendapat bahwa penerapan XBRL di Indonesia memberikan dampak positif terhadap efisiensi pembiayaan dan peningkatan kepercayaan pasar modal. XBRL tidak hanya sekadar kewajiban administratif, tetapi juga merupakan langkah strategis menuju digitalisasi akuntansi yang mampu menekan risiko investasi dan memperkuat reputasi perusahaan di mata investor.
Secara keseluruhan, kedua penelitian tersebut memperlihatkan bahwa XBRL memiliki peran penting dalam mewujudkan pelaporan keuangan yang transparan, efisien, dan kredibel. Untuk memperoleh manfaat yang maksimal, implementasinya perlu diiringi dengan peningkatan literasi digital di bidang akuntansi serta dukungan kebijakan yang mendorong standardisasi dan pemanfaatan teknologi pelaporan secara menyeluruh.
NPM : 2413031068
Kelas : 2024B
Kedua artikel sama-sama menegaskan bahwa XBRL penting untuk modernisasi pelaporan keuangan, meskipun dibahas dari konteks negara yang berbeda. Studi di Yordania menunjukkan bahwa XBRL meningkatkan transparansi, akurasi data, dan efisiensi pelaporan, tetapi masih menghadapi hambatan seperti kurangnya pemahaman teknologi, minimnya pelatihan, dan infrastruktur yang belum siap.
Sementara itu, penelitian di Indonesia menemukan bahwa XBRL mampu menurunkan biaya ekuitas karena meningkatkan kepercayaan investor dan mempermudah analisis data. Namun, tahap awal implementasinya menimbulkan masalah teknis dan biaya adaptasi yang cukup besar. Meski begitu, dampak jangka panjangnya tetap positif bagi kualitas pelaporan dan efisiensi pasar.
Secara keseluruhan, XBRL dipandang sebagai langkah strategis untuk menciptakan pelaporan keuangan yang lebih transparan dan kompetitif. Keberhasilannya tetap bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, dukungan regulasi, dan infrastruktur yang memadai.
izin memperkenalkan diri
nama: Vina Rahmadani
npm: 2413031067
Kedua artikel membahas pengaruh adopsi Extensible Business Reporting Language (XBRL) terhadap pelaporan keuangan dan transparansi informasi.
1) artikel pertama: “Does XBRL Adoption Increase Financial Information Transparency in Digital Disclosure Environment?”
oleh Manaf Al-Okaily dan rekan (2024) meneliti perusahaan keuangan di Yordania dan menemukan bahwa XBRL meningkatkan transparansi, keandalan, serta efisiensi pelaporan keuangan di lingkungan digital. Melalui survei terhadap 124 manajer dan auditor, penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan XBRL mempercepat proses pelaporan, mengurangi kesalahan, serta memudahkan analisis dan pengambilan keputusan bagi pemangku kepentingan.
2) artikel kedua: “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity”
karya Valentina Tohang dan Silvi Lusiana (2022) meneliti dampak penerapan XBRL terhadap biaya ekuitas (cost of equity) pada 59 perusahaan publik Indonesia selama periode 2014–2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan XBRL berpengaruh signifikan dalam menurunkan biaya ekuitas, terutama pada perusahaan besar. Digitalisasi pelaporan melalui XBRL membuat data keuangan lebih mudah diakses, akurat, dan dapat dibandingkan, sehingga meningkatkan kualitas informasi dan kepercayaan investor.
Kedua studi menunjukkan bahwa XBRL menjadi inovasi penting dalam pelaporan keuangan modern. Teknologi ini mampu memperbaiki kualitas informasi, mengurangi asimetri informasi, dan mendukung efisiensi pasar. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, dukungan regulasi, serta kemampuan sumber daya manusia dalam memahami sistem digital ini.
Menurut saya, implementasi XBRL tidak hanya soal teknologi, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap transparansi dan tata kelola yang baik. Jika diterapkan secara optimal, XBRL dapat memperkuat kepercayaan publik dan meningkatkan daya saing perusahaan di era digital.
NPM : 2413031046
Kedua artikel tersebut membahas dua sisi penting dalam dunia pelaporan dan pengelolaan keuangan perusahaan, yaitu kualitas informasi dan mekanisme tata kelola. Artikel pertama meneliti bagaimana digitalisasi pelaporan melalui XBRL memengaruhi cost of equity pada perusahaan publik di Indonesia. Studi tersebut menunjukkan bahwa penerapan XBRL meningkatkan kualitas dan aksesibilitas informasi sehingga menurunkan asimetri informasi antara perusahaan dan investor. Telaah literatur dalam artikel secara konsisten menegaskan bahwa pelaporan berkualitaste, rmasuk yang dihasilkan melalui teknologi digital seperti XBRLm emiliki kemampuan untuk menurunkan risiko persepsi investor dan pada akhirnya mengurangi biaya ekuitas yang harus ditanggung perusahaan. Selain itu, penelitian menggunakan pendekatan event study dan membandingkan kondisi dua tahun sebelum dan sesudah adopsi, menegaskan bahwa perusahaan dengan ukuran lebih besar cenderung memperoleh manfaat lebih kuat setelah menerapkan XBRL karena struktur informasi mereka yang kompleks menjadi lebih mudah diolah oleh investor.
Artikel kedua memfokuskan diri pada bagaimana corporate governance serta leverage mempengaruhi praktik tax avoidance. Artikel ini menunjukkan bahwa keberadaan mekanisme tata kelola seperti komisaris independen dan komite audit memainkan peran penting dalam menekan perilaku agresif manajemen dalam penghindaran pajak. Temuan dalam artikel menegaskan bahwa semakin besar proporsi komisaris independen, semakin rendah kecenderungan perusahaan melakukan tax avoidance karena fungsi pengawasan berjalan lebih efektif. Sebaliknya, leverage dapat mendorong perusahaan melakukan tax avoidance, karena beban utang yang tinggi menciptakan dorongan bagi perusahaan untuk menurunkan beban pajak demi menjaga arus kas dan stabilitas keuangan. Namun, efek leverage dapat berubah apabila tata kelola perusahaan kuat, karena pengawasan dapat menahan kecenderungan manajemen mengambil langkah agresif tersebut.
Menurut pandangan saya, kedua artikel ini memperlihatkan benang merah yang sama: baik digitalisasi pelaporan maupun tata kelola perusahaan adalah fondasi utama terciptanya praktik keuangan yang transparan dan dapat dipercaya. XBRL berperan memperkuat transparansi struktural melalui perbaikan kualitas data, sementara mekanisme tata kelola berperan memperkuat transparansi perilaku dengan membatasi tindakan oportunistik manajemen. Keduanya saling melengkapi dan menggambarkan bahwa reformasi pelaporan tidak cukup hanya berbasis teknologi; ia memerlukan sistem pengawasan internal yang efektif. Tantangan bagi perusahaan di Indonesia adalah memastikan bahwa adopsi teknologi maupun implementasi tata kelola tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menembus praktik manajerial dan budaya organisasi. Jika kedua aspek tersebut dapat berjalan beriringan, kualitas informasi keuangan Indonesia dapat meningkat signifikan dan kepercayaan investor baik domestik maupun asing dapat diperkuat.
Kelas : 2024 B
NPM : 2413031057
Kedua jurnal yang dianalisis memiliki fokus yang berbeda namun saling melengkapi dalam memahami perkembangan akuntansi saat ini. Jurnal pertama, yang berjudul “Teori Akuntansi: Konsep dan Pentingnya”, menjelaskan bahwa teori akuntansi adalah dasar utama untuk seluruh praktik akuntansi. Teori ini tidak hanya membantu menjelaskan alasan penggunaan metode tertentu, tetapi juga memberikan kerangka konseptual untuk mengobservasi, mencatat, mengklasifikasikan, dan menyajikan informasi keuangan. Melalui teori, akuntansi berkembang dari sekadar mencatat transaksi menjadi sebuah sistem informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan bisnis dengan lebih baik. Penulis menekankan bahwa akuntansi modern sangat dipengaruhi oleh perubahan teknologi dan kebutuhan dalam bisnis, sehingga teori akuntansi menjadi penting sebagai panduan menghadapi perubahan tersebut. Selain itu, teori ini juga mendukung terciptanya standar dan praktik akuntansi yang seragam, terkoordinasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, jurnal kedua yang memiliki judul “Apakah Penerapan XBRL Meningkatkan Transparansi Informasi Keuangan? ” membahas peran teknologi digital, khususnya XBRL (eXtensible Business Reporting Language), dalam memperkuat transparansi informasi keuangan. XBRL memungkinkan penyajian data keuangan dalam format yang terstruktur, dapat dibaca oleh komputer, dan diproses secara otomatis. Dalam era pengungkapan digital, penggunaan XBRL membuat informasi keuangan lebih mudah untuk diakses, dibandingkan, dan dianalisis oleh para investor, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya. Penelitian dalam jurnal ini menunjukkan bahwa di negara-negara berkembang, penerapan XBRL adalah langkah penting untuk mengurangi ketidakselarasan informasi, meningkatkan kredibilitas laporan keuangan, dan memperkuat kepercayaan pasar. Dengan demikian, teknologi laporan modern ini dianggap mampu mengatasi berbagai masalah transparansi yang sering ditemukan dalam praktik pelaporan tradisional.
Jika isi kedua jurnal tersebut digabungkan, keduanya sama-sama menekankan bahwa akuntansi zaman sekarang tidak hanya berfokus pada pencatatan transaksi, tetapi juga pada cara informasi keuangan dibangun lewat dasar teori yang solid dan disampaikan melalui teknologi yang sesuai. Teori akuntansi memberi arahan, panduan, dan kerangka kerja untuk memastikan bahwa informasi yang dihasilkan relevan dan dapat dipercaya, sementara teknologi seperti XBRL memastikan penyampaian informasi tersebut berlangsung secara efektif, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan era digital.
Secara keseluruhan, kedua jurnal ini mengungkapkan bahwa kualitas informasi akuntansi sangat bergantung pada dua faktor: pemahaman yang kuat terhadap konsep teoritis dan penerapan teknologi pelaporan yang modern. Keduanya menjadi elemen penting dalam menciptakan laporan keuangan yang transparan, mudah dipahami, dan mendukung pengambilan keputusan di lingkungan bisnis yang semakin rumit. Dengan teori sebagai fondasi dan teknologi sebagai alat penyampaian, akuntansi modern siap menghadapi tantangan era digital serta memenuhi kebutuhan semua pemangku kepentingan dengan lebih efisien.
izin memperkenalkan diri
Nama: Asnia Sundari
NPM: 2413031040
sebelumnya terima kasih atas artikel yang diberikan, berikut resume singkat dari kedua artikel di atas.
Artikel pertama menyoroti bahwa adopsi XBRL oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia bertujuan meningkatkan transparansi, mengurangi error, dan menurunkan cost of equity. Studi empiris menunjukkan bahwa setelah adopsi XBRL, biaya ekuitas perusahaan justru menurun, terutama pada perusahaan besar yang memiliki proses pelaporan lebih matang. Ini menunjukkan bahwa digitalisasi pelaporan benar-benar membantu investor memproses informasi lebih efisien (reducing information-processing costs).
Artikel kedua berfokus pada isu keberlanjutan. Penulis menawarkan suatu alignment approach untuk menyelaraskan berbagai panduan SDGs (misalnya GRI dan IIRC), agar perusahaan dapat melaporkan kinerja keberlanjutannya secara lebih terstruktur dan konsisten. Artikel ini menekankan bahwa perusahaan sering mengalami kebingungan karena banyaknya pedoman ESG. Dengan alignment framework tersebut, perusahaan dapat lebih mudah memenuhi tuntutan stakeholder global yang semakin peduli pada corporate sustainability performance.
Dalam kedua artikel tersebut ditegaskan bahwa high-quality reporting matters, baik dalam konteks keuangan maupun keberlanjutan. Menurut saya, kedua kajian ini menunjukkan arah yang sama, yakni perusahaan modern tidak bisa lagi hanya fokus pada laba, tetapi juga pada transparency, accountability, and sustainability. Digital reporting seperti XBRL memperkuat aspek efisiensi informasi, sementara alignment SDGs memperkuat aspek legitimasi dan kepercayaan publik. Jika digabungkan, keduanya membentuk fondasi pelaporan korporat yang lebih relevan di era ESG saat ini.
Sekian, terima kasih, Pak/Bu..
NPM: 2413031065
1. Jurnal 1
Jurnal ini menunjukkan bahwa penerapan XBRL benar-benar membuat laporan keuangan menjadi lebih transparan, lebih akurat, dan lebih mudah dianalisis.
XBRL membantu menyatukan format data sehingga investor, analis, dan regulator bisa membaca informasi keuangan dengan lebih cepat dan tanpa banyak kesalahan. Penelitian ini juga menekankan bahwa XBRL sangat membantu negara berkembang seperti Yordania untuk mengejar standar pelaporan global. Ditemukan bahwa XBRL meningkatkan transparansi, mempercepat pengolahan data, mempermudah pengambilan keputusan, membantu perbaikan kualitas laporan keuangan secara keseluruhan.
2. Jurnal 2
Jurnal ini membahas bagaimana penerapan XBRL di Indonesia berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan dan biaya modal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang menggunakan XBRL cenderung memiliki biaya modal yang lebih rendah, karena investor merasa informasi perusahaan lebih jelas, lebih bisa dipercaya, dan risiko informasinya lebih kecil.Jurnal juga menegaskan bahwa XBRL bukan sekadar teknologi pelaporan, tetapi alat yang mampu meningkatkan kepercayaan pasar dan transparansi di Indonesia. Jurnal menemukan XBRL meningkatkan kualitas laporan keuangan, mengurangi asimetri informasi antara perusahaan dan investor, berpotensi menurunkan biaya modal karena investor lebih percaya diri dengan data yang lebih rapi dan jelas.
Menurut saya, kedua jurnal ini memberikan gambaran kuat bahwa XBRL adalah langkah penting untuk masa depan pelaporan keuangan, baik di negara maju maupun berkembang. XBRL membuat data lebih terbuka dan mudah dipahami siapa pun. Negara berkembang seperti Yordania dan Indonesia sangat diuntungkan karena XBRL membantu mengejar ketertinggalan standar pelaporan global. Walaupun butuh biaya dan penyesuaian awal, manfaat jangka panjang seperti transparansi lebih tinggi, akses data yang lebih cepat, dan meningkatnya kepercayaan investor jauh lebih besar dibandingkan tantangannya.
NPM: 2413031037
Kelas: 2024 B
Artikel 1 (XBRL & Transparansi di Yordania)
Artikel pertama meneliti bagaimana penerapan XBRL memengaruhi transparansi informasi keuangan pada perusahaan keuangan di Yordania. Melalui survei terhadap 124 profesional akuntansi dan keuangan, penelitian ini menemukan bahwa adopsi XBRL secara signifikan meningkatkan keterbukaan, keandalan, serta keterbandingan laporan keuangan. Teknologi ini mempercepat proses pelaporan, mengurangi asimetri informasi, dan membantu pengambil keputusan memperoleh data yang lebih relevan dan akurat. Menurut saya studi ini menekankan bahwa negara berkembang seperti Yordania sangat membutuhkan standardisasi pelaporan digital untuk meningkatkan efisiensi, kualitas data, dan keselarasan dengan praktik internasional.
Artikel 2 (XBRL & Cost of Equity di Indonesia)
Artikel kedua menilai pengaruh penerapan XBRL terhadap biaya ekuitas perusahaan publik di Indonesia dengan menganalisis 59 perusahaan selama periode sebelum dan sesudah adopsi XBRL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan XBRL berkontribusi menurunkan cost of equity, terutama pada perusahaan besar yang memiliki sistem pelaporan yang lebih mapan. Penurunan biaya modal ini terjadi karena informasi keuangan menjadi lebih mudah diproses, lebih transparan, dan lebih dapat dibandingkan, sehingga mengurangi tingkat ketidakpastian investor. Menurut saya studi ini memperkuat bukti bahwa digitalisasi pelaporan melalui XBRL dapat meningkatkan kualitas informasi dan menumbuhkan kepercayaan pasar.
NPM: 2413031051
Kedua artikel tersebut pada dasarnya saling melengkapi dalam membahas transparansi pelaporan keuangan dan kualitas informasi yang diterima pengguna laporan. Artikel pertama menjelaskan bahwa adopsi XBRL secara signifikan meningkatkan transparansi informasi keuangan melalui sistem pelaporan digital yang terstandar, akurat, dan mudah dianalisis. Dengan XBRL, setiap data diberi tag khusus sehingga laporan lebih mudah dibandingkan, mengurangi kesalahan, menurunkan asimetri informasi, serta mempercepat proses pelaporan dan pengambilan keputusan. Sementara itu, artikel kedua menyoroti isu manajemen laba yang sering dilakukan perusahaan, baik melalui akrual maupun manipulasi aktivitas riil, demi memenuhi target tertentu seperti bonus manajemen, perjanjian utang, atau strategi pajak. Meskipun manajemen laba kadang dipakai sebagai sinyal informasi, praktik ini cenderung merugikan karena mengurangi keandalan laporan keuangan. Menghubungkan kedua artikel, menurut saya XBRL dapat menjadi solusi penting untuk menekan peluang terjadinya manajemen laba oportunistik karena membuat data lebih transparan, konsisten, dan mudah ditelusuri. Dengan demikian, penerapan teknologi pelaporan modern seperti XBRL bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat integritas laporan keuangan sehingga kepercayaan investor dan pemangku kepentingan dapat meningkat.
Nama : Dini Hanifa
Npm : 2413031055
Dua artikel yang dianalisis, “Does XBRL adoption increase financial information transparency" oleh Al-Okaily et al. dan "Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity” oleh Tohang & Lusiana, memberikan wawasan komplementer mengenai dampak adopsi XBRL dalam konteks transparansi informasi keuangan dan biaya ekuitas di Indonesia dan Jordan.
Al-Okaily et al. menunjukkan bahwa adopsi XBRL secara signifikan meningkatkan transparansi, relevansi, dan reliabilitas pengungkapan informasi keuangan di perusahaan sektor keuangan Jordan. Penelitian ini menggunakan survei terhadap 124 responden, dan meskipun menemukan hasil yang positif, penulis mencatat keberadaan keterbatasan pada ukuran sampel dan fokus yang sempit. Sementara itu, Tohang & Lusiana membahas efek adopsi XBRL terhadap biaya ekuitas di Indonesia, menemukan bahwa adopsi tersebut berasosiasi dengan penurunan biaya ekuitas, terutama di perusahaan besar. Penelitian ini bersifat longitudinal dan menyarankan perlunya kontrol kualitas yang lebih baik pada tahap awal adopsi.
Kedua studi menekankan bahwa keberhasilan XBRL sangat tergantung pada kualitas implementasi. Jika adopsi tidak dikelola dengan baik, manfaat yang diharapkan bisa terganggu atau bahkan berbalik menjadi kebingungan informasi. Opini saya, kedua artikel ini diakui sebagai kontribusi penting dalam literatur akuntansi, terutama dalam konteks pasar yang sedang berkembang. Penguatan kebijakan dan pelatihan untuk mendukung penggunaan XBRL sangat diperlukan agar manfaat penuh dapat direalisasikan dalam pelaporan keuangan.
NPM: 2413031063
Kelas: B
Artikel tersebut mengkaji bagaimana penerapan XBRL mempengaruhi biaya ekuitas pada perusahaan-perusahaan di Indonesia. Temuannya menunjukkan bahwa pada awal penggunaan, XBRL justru membuat biaya ekuitas naik karena laporan yang dihasilkan masih belum stabil dan pengguna informasi belum sepenuhnya siap. Kondisi ini membuat investor merasakan ketidakpastian sehingga mereka menuntut tingkat pengembalian yang lebih tinggi. Walaupun demikian, penelitian juga menyatakan bahwa XBRL dapat menurunkan biaya ekuitas jika kualitas laporan dan kesiapan perusahaan meningkat. Menurut saya, hal ini dapat dimengerti karena setiap perubahan sistem membutuhkan waktu untuk penyesuaian. Namun saya percaya bahwa dengan perbaikan bertahap, XBRL akan mampu meningkatkan transparansi dan membantu memperkuat kepercayaan investor.
NPM: 2413031043
Artikel pertama membahas pentingnya teori akuntansi sebagai landasan logis yang menjelaskan praktik akuntansi, membantu akuntan memahami alasan di balik metode yang digunakan, serta menjadi pedoman dalam mengembangkan praktik baru yang relevan dengan perubahan lingkungan bisnis. Teori akuntansi dipaparkan sebagai kerangka konseptual yang terdiri dari asumsi dasar, prinsip, dan teknik yang membentuk proses pelaporan keuangan agar lebih konsisten, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan. Artikel kedua menyoroti fungsi teori akuntansi dalam mendukung pengambilan keputusan, menjelaskan bahwa teori ini tidak hanya memberikan rasionalisasi bagi praktik yang ada, tetapi juga berperan dalam menilai relevansi dan kegunaan informasi bagi penggunanya, termasuk investor dan kreditor. Kedua artikel sama-sama menekankan bahwa meskipun teori akuntansi memiliki banyak manfaat, seperti mengurangi ambiguitas dan meningkatkan kualitas keputusan. Teori ini tetap memiliki keterbatasan karena dipengaruhi oleh faktor sosial, politik, dan budaya yang menyebabkan variasi penerapannya di berbagai negara. Menurut opini saya, kedua artikel ini saling melengkapi karena sama-sama menegaskan bahwa teori akuntansi sangat penting sebagai fondasi pemahaman dan praktik akuntansi modern, namun dunia bisnis yang terus berubah menuntut teori akuntansi untuk terus berkembang. Walaupun tidak ada satu teori pun yang sempurna, keberadaan teori tetap esensial agar praktik akuntansi tidak hanya bersifat mekanis, tetapi juga berlandaskan logika, relevansi, dan akuntabilitas.
Nama: Rahma Dwi Gishela
NPM: 2413031038
1) Al-Okaily et al. (2024) – Jordan
Penelitian ini menganalisis apakah penerapan XBRL dapat meningkatkan transparansi laporan keuangan pada perusahaan sektor keuangan di Yordania. Dengan survei kepada 124 manajer dan auditor serta analisis PLS-SEM, studi ini menemukan bahwa XBRL secara signifikan meningkatkan relevansi, keandalan, dan transparansi informasi keuangan. Peneliti merekomendasikan pelatihan dan harmonisasi standar untuk memaksimalkan manfaatnya. Keterbatasannya: sampel kecil, data cross-sectional, dan terlalu fokus pada persepsi manajer sehingga generalisasinya terbatas.
Opini: Kuat untuk konteks negara berkembang dan eksploratif, tetapi masih bergantung pada persepsi sehingga butuh verifikasi dengan data pasar atau studi longitudinal.
2) Tohang & Lusiana (2022) – Indonesia
Studi ini menilai efek adopsi XBRL terhadap cost of equity perusahaan di Indonesia dengan desain pra–pasca dan regresi panel. Menggunakan sampel 59 perusahaan (2014–2017), temuan utamanya adalah bahwa XBRL berhubungan dengan penurunan cost of equity, terutama pada perusahaan besar. Penulis mencatat bahwa fase awal adopsi rentan error taxonomy, sehingga regulasi dan kontrol kualitas sangat penting.
Opini: Lebih kuat dari sisi empiris karena memakai data pasar dan desain longitudinal, namun keterbatasannya adalah ukuran sampel yang kecil dan periode transisi yang mungkin memengaruhi hasil.
Nama : Maya Khoyrotun Nisa
Npm : 2413031045
Artikel pertama berjudul "Does XBRL adoption increase financial information transparency in digital disclosure environment? Insights from emerging markets" oleh Al-Okaily et al. (2024) dari International Journal of Information Management Data Insights mengeksplorasi dampak adopsi XBRL pada transparansi informasi keuangan di perusahaan keuangan Yordania. Penelitian ini menggunakan metode survei terhadap 124 responden (manajer akuntansi, auditor, dan manajer keuangan) dengan analisis PLS-SEM, menemukan hubungan positif signifikan (path coefficient 0.920, p<0.001) antara adopsi XBRL dan peningkatan transparansi, relevansi, serta keandalan laporan keuangan digital. XBRL mengurangi asimetri informasi, mempermudah analisis data, dan mendukung pengambilan keputusan di pasar berkembang seperti Yordania, di mana Amman Stock Exchange mulai menerapkannya sejak 2016 meski adopsi masih rendah.
Artikel kedua oleh Tohang & Lusiana (2022) menganalisis pengaruh adopsi wajib XBRL sejak 2015 terhadap biaya modal ekuitas (COE) pada 59 perusahaan terbuka di Indonesia periode 2014-2017 menggunakan regresi berganda. Hasil menunjukkan XBRL secara signifikan menurunkan COE, terutama pada perusahaan besar, dengan moderasi dari ukuran perusahaan, leverage, dan sektor berisiko tinggi seperti pertanian atau pertambangan. Penelitian ini menyoroti manfaat XBRL dalam meningkatkan kualitas pelaporan, mengurangi biaya modal, dan menarik investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Opini: Kedua studi saling melengkapi dengan bukti empiris kuat bahwa XBRL meningkatkan transparansi dan efisiensi pelaporan keuangan di negara berkembang, meski konteks berbeda: transparansi langsung di Yordania versus dampak tidak langsung pada COE di Indonesia. Pendekatan PLS-SEM dan regresi mendukung validitas, tetapi keterbatasan seperti sampel kecil dan data cross-sectional menunjukkan perlunya studi longitudinal untuk mengukur efek jangka panjang, terutama di Indonesia pasca-pandemi. Sebagai rekomendasi, OJK dan regulator ASEAN sebaiknya percepat mandat XBRL penuh dengan pelatihan, sejalan minat akademik pengguna pada standar akuntansi modern seperti IFRS, untuk kurangi asimetri informasi dan dorong investasi berkelanjutan.
Npm : 2413031041
Artikel pertama berfokus pada perusahaan keuangan di Yordania dan menyimpulkan bahwa adopsi XBRL secara signifikan meningkatkan transparansi informasi keuangan, akurasi data, serta efisiensi dalam proses pelaporan. Artikel kedua meneliti dampak XBRL dalam konteks perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan XBRL dapat menurunkan biaya ekuitas (cost of equity) perusahaan, khususnya bagi perusahaan besar yang lebih mampu memanfaatkan teknologi ini secara efektif. Penurunan biaya ekuitas terjadi karena meningkatnya kepercayaan investor, kemudahan menganalisis data keuangan, serta menurunnya risiko informasi. Namun, penelitian ini juga mencatat bahwa pada masa awal implementasi, XBRL justru menimbulkan ketidakpastian akibat kesalahan teknis, kualitas pelaporan yang belum merata, dan biaya adaptasi sistem yang cukup tinggi. Meskipun demikian, dalam jangka panjang, XBRL tetap dinilai memberi dampak positif terhadap kualitas pelaporan dan efisiensi pasar modal.
NAMA :REVALINA
NPM :2413031053
International Journal of Information Management Data Insights
Jurnal ini membahas apakah penerapan XBRL dapat memperbaiki transparansi informasi keuangan dalam konteks pengungkapan digital, terutama pada perusahaan keuangan di Yordania. Penulis memulai dari isu utama dalam pelaporan keuangan digital: data keuangan yang terfragmentasi dalam berbagai format sulit untuk diintegrasikan, menghasilkan asimetri informasi dan mengurangi manfaat laporan bagi investor dan pemangku kepentingan. XBRL dianggap sebagai standar internasional yang dapat mengatur dan "menandai" setiap komponen laporan keuangan sehingga lebih mudah untuk dianalisis, dibanding hanya menggunakan file PDF atau Word yang biasa digunakan.
Secara metodologis, penelitian ini melibatkan survei kepada 124 responden (manajer akuntansi, manajer keuangan, dan auditor) di perusahaan-perusahaan keuangan Yordania yang telah memahami XBRL. Instrumen kuesioner ini mengukur dua konstruk utama: tingkat penerapan XBRL dan tingkat keterbukaan informasi keuangan. Data dianalisis menggunakan PLS-SEM, dan berbagai pengujian reliabilitas serta validitas (loading faktor, keandalan komposit, AVE, HTMT, Fornell-Larcker) menunjukkan bahwa alat ukur ini dapat digunakan. Hasil analisis struktural menunjukkan koefisien jalur yang positif dan signifikan antara adopsi XBRL dan transparansi informasi, sehingga hipotesis utama bahwa XBRL meningkatkan transparansi dalam konteks pengungkapan digital diterima.
Temuan utama dari jurnal ini adalah bahwa penerapan XBRL oleh perusahaan-perusahaan keuangan di Yordania meningkatkan relevansi, kehandalan, dan transparansi pengungkapan laporan keuangan. Standarisasi data dan prosedur penandaan mempermudah integrasi, perbandingan antar perusahaan, dan analisis oleh investor, analis, serta regulator; sekaligus mengurangi kesalahan, waktu pembuatan laporan, dan potensi asimetri informasi. Penulis juga menyoroti bahwa XBRL meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas keputusan, karena data yang lebih terformat membantu sistem intelijen bisnis dan analitik yang lebih efektif.
Sumbangan utama artikel ini adalah menyajikan bukti empiris dari negara berkembang yang selama ini kurang diteliti, sehingga memperkaya literatur XBRL yang didominasi oleh penelitian di negara maju. Jurnal ini mengindikasikan bahwa keuntungan XBRL transparansi yang lebih baik, pengurangan asimetri informasi, dan efisiensi dalam pelaporan juga berlaku di pasar berkembang seperti Yordania, sambil mengidentifikasi kendala seperti minimnya ahli, perangkat lunak, dan pemahaman di kalangan pemangku kepentingan.
Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity
Jurnal ini menganalisis dampak digitalisasi laporan keuangan melalui XBRL terhadap biaya modal ekuitas perusahaan publik di Indonesia. Peneliti mengambil sampel 59 emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode empat tahun (2014–2017), mencakup dua tahun sebelum dan dua tahun setelah penerapan wajib XBRL, kemudian mengevaluasi perbedaan cost of equity melalui regresi berganda dengan mengontrol ukuran perusahaan, leverage, variabilitas return, rasio market-to-book, dan sektor industri.
Data empiris menunjukkan bahwa, bertentangan dengan hipotesis awal yang memperkirakan peningkatan cost of equity di fase awal adopsi, pemanfaatan XBRL malah berkorelasi signifikan dengan penurunan cost of equity; dampak penurunan ini lebih besar pada perusahaan dengan ukuran besar. Penurunan biaya ekuitas dijelaskan oleh peningkatan kualitas dan transparansi laporan: XBRL mengurangi kesalahan manusia, meningkatkan relevansi, keterbandingan, dan kemudahan pemrosesan informasi, sehingga biaya pemrosesan informasi investor menurun, asimetri informasi berkurang, dan risiko yang dipersepsikan menurun.
Studi ini juga menunjukkan bahwa perusahaan kecil, perusahaan dengan rasio utang yang tinggi, rasio market-to-book rendah, serta beberapa sektor (pertanian, industri dasar & kimia, pertambangan, berbagai, dan properti) menghadapi biaya ekuitas yang lebih tinggi, sementara volatilitas pengembalian tidak terbukti berpengaruh signifikan karena faktor perilaku lebih mendominasi daripada fundamental di pasar saham Indonesia. Temuan ini mendukung perspektif teori kontingensi: keuntungan XBRL atas cost of equity tergantung pada konteks regulasi dan institusional di setiap negara; dalam konteks Indonesia, perpaduan konvergensi IFRS dan penguatan regulasi transparansi OJK telah membuat penerapan XBRL sejak awal cenderung menurunkan biaya ekuitas.
npm : 2413031059
Dua penelitian menyoroti manfaat XBRL (eXtensible Business Reporting Language) dalam meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, meski dengan konteks dan fokus yang berbeda. Penelitian di Yordania menunjukkan bahwa adopsi XBRL meningkatkan transparansi, akurasi data, dan efisiensi pelaporan bagi perusahaan keuangan, sehingga mempermudah pengambilan keputusan oleh investor dan regulator. Penelitian di Indonesia menemukan bahwa penerapan XBRL menurunkan biaya ekuitas perusahaan, khususnya bagi perusahaan besar, karena meningkatkan kepercayaan investor dan mengurangi risiko informasi. Kedua studi menekankan bahwa keberhasilan XBRL sangat bergantung pada kualitas implementasi, kesiapan sumber daya manusia, dukungan regulasi, dan infrastruktur teknologi. Secara keseluruhan, XBRL merupakan alat strategis yang dapat mendorong pelaporan keuangan lebih transparan, akuntabel, efisien, dan dapat meningkatkan integritas informasi, sekaligus memperkuat kepercayaan investor dan efisiensi pasar modal.
Npm: 2413031054
Kedua jurnal tersebut membahas tentang kontribusi Extensible Business Reporting Language (XBRL) dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan di era digital. XBRL secara umum dianggap sebagai standar pelaporan berbasis teknologi yang dapat memperbaiki transparansi, perbandingan, dan keandalan informasi keuangan. Penelitian di negara berkembang menunjukkan bahwa penerapan XBRL bisa mengurangi ketidakcocokan informasi antara perusahaan dan pemangku kepentingan, karena data keuangan menjadi lebih terstruktur, mudah dijangkau, dan cepat untuk dianalisis. Selain itu, adopsi XBRL tidak hanya mendongkrak transparansi tetapi juga memberikan dampak ekonomi dengan menurunkan biaya ekuitas perusahaan, terutama bagi perusahaan besar, karena investor menganggap risiko informasi menjadi lebih rendah dan kualitas laporan makin baik. Dengan demikian, XBRL tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk digitalisasi laporan keuangan, tetapi juga sebagai suatu cara untuk meningkatkan efisiensi pasar dan kualitas pengambilan keputusan.
Menurut pendapat saya, bahwa kedua jurnal tersebut menunjukkan bahwa XBRL memberikan keuntungan strategis baik dari perspektif akuntansi maupun keuangan. XBRL tidak hanya memperbaiki cara penyajian laporan keuangan, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kepercayaan investor dan biaya pendanaan perusahaan. Namun, manfaat tersebut tidak akan muncul secara otomatis tanpa adanya persiapan yang cukup. Implementasi XBRL membutuhkan dukungan regulasi yang kuat, infrastruktur teknologi yang memadai, dan kemampuan sumber daya manusia yang baik. Jika diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan, XBRL berpotensi menjadi dasar yang penting dalam menciptakan laporan keuangan yang transparan, efisien, dan relevan bagi pasar modal, khususnya di negara berkembang.
2413031066
Kedua penelitian tersebut sama-sama menegaskan bahwa penggunaan XBRL sebuah standar pelaporan keuangan digital memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterbukaan dan kemudahan pemahaman informasi keuangan.
Pada penelitian di Yordania, ditemukan bahwa perusahaan sektor keuangan yang menerapkan XBRL menunjukkan tingkat transparansi yang lebih tinggi. Hal ini membuat para pemangku kepentingan, seperti investor maupun regulator, menjadi lebih mudah menilai kondisi keuangan perusahaan.
Sementara itu, penelitian di Indonesia memberikan hasil berbeda. Penerapan XBRL ternyata meningkatkan kepercayaan investor terhadap laporan keuangan perusahaan. Dampaknya, perusahaan yang menggunakan XBRL cenderung lebih diminati investor, sehingga proses mendapatkan pendanaan menjadi lebih mudah dan biaya modalnya juga lebih rendah.
Secara keseluruhan, XBRL berfungsi sebagai alat yang membantu perusahaan menyajikan laporan keuangan yang lebih akurat, jelas, dan mudah diakses. Meski efeknya dapat bervariasi antarnegara, teknologi ini tetap memiliki peran penting dalam menciptakan pasar keuangan yang lebih transparan, terpercaya, dan efisien.
NAMA :Inaya Salwa Iasya
NPM :2413031053
NPM: 2413031050
Menurut saya, kedua artikel ini saling melengkapi dan memberikan gambaran yang utuh tentang manfaat XBRL. Artikel pertama menunjukkan dampak ekonomis langsung berupa penurunan biaya ekuitas, sementara artikel kedua menyoroti dampak kualitas informasi melalui peningkatan transparansi. Ini menunjukkan bahwa manfaat XBRL tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis bagi perusahaan dan pasar modal. Namun, efektivitas XBRL tetap sangat bergantung pada kesiapan SDM, infrastruktur teknologi, dan dukungan regulator. Tanpa implementasi yang matang, manfaat XBRL bisa tidak optimal, terutama bagi perusahaan kecil. Secara keseluruhan, XBRL layak dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kredibilitas dan efisiensi pelaporan keuangan di era digital.
2413031062
Kedua artikel menyoroti pentingnya adopsi XBRL dan pengaruhnya terhadap transparansi informasi serta biaya ekuitas di lingkungan bisnis Yordania dan Indonesia. Artikel pertama menemukan bahwa penggunaan XBRL mampu meningkatkan transparansi laporan keuangan pada perusahaan keuangan di Yordania, yang pada akhirnya memperkuat keandalan dan kegunaan informasi bagi para pemangku kepentingan. Berbeda dengan itu, artikel kedua menunjukkan bahwa di Indonesia, adopsi XBRL justru berpotensi menaikkan biaya ekuitas, terutama pada perusahaan kecil, meskipun secara konseptual XBRL dirancang untuk meningkatkan kualitas pelaporan. Perbedaan hasil ini mengindikasikan bahwa dampak XBRL sangat bergantung pada kondisi lokal dan kesiapan implementasi, sehingga perusahaan di negara berkembang perlu memperhatikan aspek adaptasi dan pelaksanaan agar teknologi tersebut memberikan manfaat yang diharapkan.
Npm: 2413031052
Dua penelitian membahas manfaat penerapan XBRL sebagai standar pelaporan keuangan digital yang bertujuan meningkatkan transparansi dan kemudahan pemahaman informasi. Penelitian di Yordania menunjukkan bahwa penggunaan XBRL pada perusahaan keuangan meningkatkan transparansi sehingga memudahkan investor dan pemerintah dalam memahami kondisi keuangan perusahaan. Sementara itu, penelitian di Indonesia menemukan bahwa perusahaan yang menerapkan XBRL lebih dipercaya investor, sehingga lebih mudah memperoleh pendanaan dengan biaya modal yang lebih rendah. Secara umum, XBRL berperan penting dalam mendorong laporan keuangan yang lebih andal serta mendukung terciptanya pasar keuangan yang sehat dan efisien.