Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat siang Ibu dan Teman-teman sekalian...
Nama: Najwa Denita Syafitiri
NPM: 2413031065
1. Anggaran tradisional lebih fokus pada jumlah dan penggunaan dana, sedangkan NPM lebih menekankan pada hasil dan manfaat dari anggaran yang digunakan. Jadi, keberhasilan program tidak cukup dilihat dari banyaknya anggaran yang terserap, tetapi juga dari pencapaian hasilnya. Indrawati (2010) menyebutkan bahwa NPM mendorong anggaran berbasis kinerja yang lebih memperhatikan efisiensi dan efektivitas. Mulyono dan Hertianti (2019) juga menunjukkan bahwa penyerapan anggaran yang tinggi belum tentu berarti target program tercapai. Dengan demikian, yang penting bukan hanya anggaran terserap, tetapi juga hasil yang diperoleh sesuai tujuan.
2. Zero-Based Budgeting (ZBB) bisa membantu memperbaiki kekurangan anggaran tradisional karena setiap kegiatan harus diperiksa kembali sebelum diberikan dana. Yang dilihat adalah seberapa penting kegiatannya, berapa biaya yang dibutuhkan, dan apa manfaatnya. Nurunnabilah dan Ahmad (2025) menjelaskan bahwa setiap pengeluaran harus memiliki alasan yang jelas sejak awal. Pelaksanaannya bisa dimulai dengan melihat program yang ada, kemudian menentukan tujuan, biaya, dan manfaatnya. Setelah itu, program yang paling dibutuhkan dapat diprioritaskan, sedangkan kegiatan yang kurang penting bisa dikurangi atau ditinjau kembali.
Nama: Najwa Denita Syafitiri
NPM: 2413031065
1. Anggaran tradisional lebih fokus pada jumlah dan penggunaan dana, sedangkan NPM lebih menekankan pada hasil dan manfaat dari anggaran yang digunakan. Jadi, keberhasilan program tidak cukup dilihat dari banyaknya anggaran yang terserap, tetapi juga dari pencapaian hasilnya. Indrawati (2010) menyebutkan bahwa NPM mendorong anggaran berbasis kinerja yang lebih memperhatikan efisiensi dan efektivitas. Mulyono dan Hertianti (2019) juga menunjukkan bahwa penyerapan anggaran yang tinggi belum tentu berarti target program tercapai. Dengan demikian, yang penting bukan hanya anggaran terserap, tetapi juga hasil yang diperoleh sesuai tujuan.
2. Zero-Based Budgeting (ZBB) bisa membantu memperbaiki kekurangan anggaran tradisional karena setiap kegiatan harus diperiksa kembali sebelum diberikan dana. Yang dilihat adalah seberapa penting kegiatannya, berapa biaya yang dibutuhkan, dan apa manfaatnya. Nurunnabilah dan Ahmad (2025) menjelaskan bahwa setiap pengeluaran harus memiliki alasan yang jelas sejak awal. Pelaksanaannya bisa dimulai dengan melihat program yang ada, kemudian menentukan tujuan, biaya, dan manfaatnya. Setelah itu, program yang paling dibutuhkan dapat diprioritaskan, sedangkan kegiatan yang kurang penting bisa dikurangi atau ditinjau kembali.