Kiriman dibuat oleh Najwa Denita Syafitri

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Najwa Denita Syafitri -
Nama: Najwa Denita Syafitri
NPM: 2413031065

Video menjelaskan bahwa manajemen laba bisa dilakukan melalui pengaturan akrual (seperti penyusutan dan estimasi piutang) atau melalui perubahan aktivitas riil (misalnya mempercepat penjualan atau menunda biaya). Video juga mengingatkan bahwa tindakan ini dapat mengurangi transparansi sehingga investor harus lebih hati-hati membaca laporan keuangan. Sementara itu, jurnal meninjau 50 penelitian internasional tentang manajemen laba. Mayoritas penelitian menunjukkan bahwa manajemen biasanya melakukan manajemen laba secara oportunistik, misalnya untuk mendapatkan bonus, mempercantik laporan, atau menghindari pelanggaran perjanjian utang. Namun, sebagian kecil penelitian melihat bahwa manajemen laba juga bisa digunakan untuk memberikan sinyal positif kepada pasar tentang prospek perusahaan.
Menurut saya, kedua sumber ini memperlihatkan bahwa manajemen laba merupakan praktik yang kompleks: bisa merugikan, tetapi dalam beberapa situasi bisa menjadi alat komunikasi manajemen. Namun, tetap saja risiko misinformasi sangat besar. Karena itu, transparansi, pengawasan auditor, dan literasi keuangan investor perlu semakin ditingkatkan agar angka laba tidak digunakan secara manipulatif. Penelitian tentang perspektif sinyal juga penting agar pandangan terhadap manajemen laba tidak selalu dianggap negatif tanpa memahami konteksnya.

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Najwa Denita Syafitri -
Nama: Najwa Denita Syafitri
NPM: 2413031065

1. Jurnal 1
Jurnal ini menunjukkan bahwa penerapan XBRL benar-benar membuat laporan keuangan menjadi lebih transparan, lebih akurat, dan lebih mudah dianalisis.
XBRL membantu menyatukan format data sehingga investor, analis, dan regulator bisa membaca informasi keuangan dengan lebih cepat dan tanpa banyak kesalahan. Penelitian ini juga menekankan bahwa XBRL sangat membantu negara berkembang seperti Yordania untuk mengejar standar pelaporan global. Ditemukan bahwa XBRL meningkatkan transparansi, mempercepat pengolahan data, mempermudah pengambilan keputusan, membantu perbaikan kualitas laporan keuangan secara keseluruhan.

2. Jurnal 2
Jurnal ini membahas bagaimana penerapan XBRL di Indonesia berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan dan biaya modal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang menggunakan XBRL cenderung memiliki biaya modal yang lebih rendah, karena investor merasa informasi perusahaan lebih jelas, lebih bisa dipercaya, dan risiko informasinya lebih kecil.Jurnal juga menegaskan bahwa XBRL bukan sekadar teknologi pelaporan, tetapi alat yang mampu meningkatkan kepercayaan pasar dan transparansi di Indonesia. Jurnal menemukan XBRL meningkatkan kualitas laporan keuangan, mengurangi asimetri informasi antara perusahaan dan investor, berpotensi menurunkan biaya modal karena investor lebih percaya diri dengan data yang lebih rapi dan jelas.

Menurut saya, kedua jurnal ini memberikan gambaran kuat bahwa XBRL adalah langkah penting untuk masa depan pelaporan keuangan, baik di negara maju maupun berkembang. XBRL membuat data lebih terbuka dan mudah dipahami siapa pun. Negara berkembang seperti Yordania dan Indonesia sangat diuntungkan karena XBRL membantu mengejar ketertinggalan standar pelaporan global. Walaupun butuh biaya dan penyesuaian awal, manfaat jangka panjang seperti transparansi lebih tinggi, akses data yang lebih cepat, dan meningkatnya kepercayaan investor jauh lebih besar dibandingkan tantangannya.