Posts made by Eris Ana Dita

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Eris Ana Dita -
Nama : Eris Ana Dita
Npm : 2413031017

Jurnal "Historical Costs Versus Fair Value in Financial Accounting membahas dua konsep utama pengukuran aset dan kewajiban dalam akuntansi keuangan, yaitu biaya historis (historical costs) dan pengukuran nilai wajar (fair value). Pengukuran diperlukan pada dua momen penting, yaitu saat pengakuan awal dan saat tanggal neraca. IFRS umumnya menggunakan nilai wajar saat tanggal neraca, sementara pengakuan awal masih didominasi biaya historis.

Nilai wajar dipandang lebih relevan dalam mencerminkan kondisi ekonomi saat ini dan memberikan informasi yang lebih objektif dan dapat dibandingkan dibandingkan biaya historis yang berbasis pada harga perolehan. Namun, pengukuran nilai wajar juga membawa risiko, terutama ketika nilai wajar tidak dapat diobservasi dari pasar aktif dan harus memperhitungkan subyektivitas manajemen.

Jurnal ini juga mengkaji dampak krisis keuangan terhadap pendekatan pengukuran, di mana terdapat kecenderungan penangguhan penggunaan nilai wajar karena ketidakpastian pasar dan kesulitan dalam menilai nilai wajar aset. Penulis menyimpulkan bahwa kombinasi antara pengukuran nilai wajar dan pengukuran spesifik entitas dapat memberikan informasi akuntansi yang lebih akurat dan mengurangi risiko distribusi laba yang tidak realistis.

Kesimpulan utama adalah tidak ada satu pendekatan pengukuran yang sempurna; nilai wajar sesuai untuk instrumen keuangan, tetapi untuk aset non-keuangan pengukuran spesifik entitas mungkin lebih tepat. Dalam kondisi krisis, penggunaan nilai wajar perlu dipertimbangkan kembali untuk menghindari dampak negatif pada pelaporan keuangan.

TA2025 -> CASE STUDY

by Eris Ana Dita -
Nama : Eris Ana Dita
Npm : 2413031017

1. Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Fair Value dibandingkan Historical Cost Penggunaan nilai wajar (fair value) pada aset tetap memberikan informasi yang lebih relevan karena mencerminkan nilai pasar saat ini dan prospek perusahaan yang sebenarnya, terutama di pasar properti yang fluktuatif. Namun, nilai wajar bisa kurang andal karena tergantung pada penilaian subjektif pihak ketiga dan bisa menyebabkan nilai aset yang tidak stabil. Sebaliknya, biaya historis (historical cost) lebih objektif dan stabil karena berdasarkan harga beli asli, tetapi kurang relevan karena tidak mencerminkan nilai pasar saat ini.

2. Relevansi dan Keandalan Informasi Nilai Wajar dalam Konteks Indonesia dan IFRS Di Indonesia dan menurut IFRS, nilai wajar meningkatkan relevansi laporan keuangan dengan memberikan gambaran nilai pasar sebenarnya. Namun, keandalannya harus dijaga dengan pengungkapan lengkap tentang asumsi dan metode penilaian. Dengan demikian, nilai wajar bisa dipakai tanpa mengorbankan keandalan jika standar penilaian dan transparansi diikuti.

3. Rekomendasi Kebijakan DSAK IAI Terkait Penggunaan Nilai Wajar dalam Pelaporan Aset Tetap di Sektor Properti Rekomendasi kebijakan DSAK IAI adalah membolehkan penggunaan nilai wajar sebagai opsi untuk aset properti dengan syarat penilaian dilakukan oleh appraiser profesional dan ada pengungkapan yang detail tentang metode dan asumsi penilaian. Kebijakan ini harus membantu menjaga keseimbangan agar laporan keuangan tetap relevan dan andal, serta mengikuti prinsip pelaporan keuangan yang baik.

AKM A2025 -> Diskusi

by Eris Ana Dita -
Nama : Eris Ana Dita
Npm : 2413031017

Nilai waktu dari uang adalah konsep keuangan yang menyatakan bahwa sejumlah uang yang dimiliki saat ini memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan jumlah uang yang sama di masa depan. Hal ini dikarenakan uang saat ini memiliki potensi untuk diinvestasikan sehingga dapat bertambah nilainya di masa depan, serta adanya risiko inflasi yang dapat mengurangi daya beli uang pada masa depan. Dengan kata lain, menerima sejumlah uang sekarang lebih berharga dibandingkan menerima jumlah serupa di waktu yang akan datang.

Konsep ini juga dikenal sebagai nilai diskonto kini (present value) dan menjelaskan bahwa nilai uang berubah seiring waktu, tergantung pada peluang investasi dan tingkat inflasi. Rumus dasar untuk menghitung nilai waktu dari uang meliputi perhitungan nilai masa depan (future value) dan nilai sekarang (present value) dengan mempertimbangkan tingkat bunga dan periode waktu tertentu.

Sebagai contoh, uang Rp20.000.000 yang disimpan di bank dengan bunga 5% per tahun selama 3 tahun akan menjadi Rp23.152.500. Secara praktis, nilai waktu uang menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan investasi dan keuangan, termasuk perencanaan tabungan, pinjaman, dan evaluasi proyek investasi

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Eris Ana Dita -
Nama : Eris Ana Dita
Npm : 2413031017

Jurnal ini mengkaji peran teori pengukuran dalam menjelaskan dan mendukung tujuan laporan keuangan. Penulis menegaskan bahwa tujuan laporan keuangan saat ini tidak sepenuhnya kompatibel dengan prinsip-prinsip pengukuran dalam ilmu sosial, sehingga tujuan tersebut tidak dapat dianggap sebagai tujuan pengukuran yang sesungguhnya. Dalam akuntansi, pengukuran dianggap sebagai proses penting dalam penyusunan laporan keuangan, namun akuntansi belum memiliki teori pengukuran yang kuat dan terintegrasi dengan tujuan pengukuran tersebut.

Teori pengukuran representasional, yang merupakan teori modern dalam ilmu sosial, menuntut bahwa pengukuran harus didasari oleh pemahaman yang jelas tentang objek pengukuran dan skala pengukuran yang spesifik. Di sisi lain, akuntansi cenderung mengabaikan hal ini, sehingga muncul ketidaksesuaian antara praktik akuntansi dan teori pengukuran ilmiah. Beberapa tujuan laporan keuangan seperti memberikan informasi untuk pengambilan keputusan ekonomi dan evaluasi kinerja manajemen, meskipun penting, ternyata sulit dipenuhi berdasarkan prinsip-prinsip pengukuran representasional karena sifat estimasi, ketidakpastian, dan ketergantungan pada asumsi masa depan.

Penulis menyimpulkan bahwa akuntansi harus meninjau ulang peran pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan dan mengembangkan teori pengukuran yang sesuai agar tujuan laporan keuangan dapat lebih terdefinisi dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.