Posts made by Eris Ana Dita

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Eris Ana Dita -
Nama : Eris Ana Dita
Npm : 2413031017

Resume Jurnal Pertama
Jurnal ini berjudul Positive Accounting Theory Theoretical Perspectives on Accounting Policy Choice isi jurnal ini membahas teori akuntansi positif yang bertujuan menjelaskan dan memprediksi perilaku pelaku akuntansi dalam memilih kebijakan akuntansi yang menguntungkan kepentingan manajerial. Teori ini mengandalkan pendekatan empiris dan ekonomi, mendalilkan bahwa manajemen memilih kebijakan akuntansi berdasarkan motif seperti bonus, perjanjian hutang, dan biaya politik. Jurnal mengulas tiga hipotesis utama yaitu bonus plan, debt contract, dan political cost yang menunjukkan bahwa pilihan akuntansi sering dilakukan untuk mengelola laba demi keuntungan manajer dan perusahaan. Jurnal ini juga menanggapi kritik teori ini dan menegaskan relevansinya dalam riset akuntansi dan praktik manajerial saat ini. Menurut opini saya, jurnal ini memberikan pemahaman kuat mengenai bagaimana teori akuntansi tidak hanya mengikuti standar, tapi juga dipengaruhi oleh kepentingan praktis manajemen. Pendekatan empirisnya membuat teori ini sangat aplikatif dalam menganalisis keputusan akuntansi yang sering bersifat strategis dan pragmatis.

Resume Jurnal Kedua
Jurnal ini berjudul Perbandingan Pendekatan Teori Normatif dan Positif dalam Kebijakan Akuntansi pada PT Astra International Tbk Manufaktur dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Teknologi di Indonesia jurnal ini menganalisis perbedaan pendekatan teori normatif dan positif dalam kebijakan akuntansi dua perusahaan besar di Indonesia dari dua sektor berbeda: manufaktur dan teknologi. PT Astra International lebih mengutamakan teori normatif dengan fokus pada kepatuhan standar, transparansi, dan legitimasi sosial karena karakter industrinya yang padat modal dan berisiko tinggi. Sementara, PT Telekomunikasi Indonesia lebih fleksibel dan adaptif menggunakan pendekatan positif yang memungkinkan manajemen mengelola laba dan kebijakan akuntansi sesuai dinamika bisnis teknologi yang cepat berubah. Perbedaan ini juga dipengaruhi regulasi, karakter industri, motivasi manajerial, dan tujuan pelaporan CSR. Menurut opini saya, jurnal ini menunjukkan pentingnya teori akuntansi yang pluralistik, yakni menggabungkan kepatuhan normatif dan fleksibilitas positif sesuai konteks industri dan tujuan bisnis. Pendekatan semacam ini mencerminkan realitas bisnis kontemporer yang kompleks, di mana perusahaan harus seimbang antara transparansi dan kebutuhan strategis manajemen.

Dan menurut opini saya tentang kedua jurnal tersebut adalah saling melengkapi dalam memahami bahwa kebijakan akuntansi adalah hasil negosiasi antara prinsip ideal (normatif) dan tekanan sekaligus kepentingan praktis (positif). Pendekatan empiris dan studi kasus pada kedua jurnal menambah bobot keilmuan yang bisa diterapkan dalam analisis praktik akuntansi di Indonesia maupun global.

TA2025 -> CASE STUDY

by Eris Ana Dita -
Nama : Eris Ana Dita
Npm : 2413031017

1. Teori akuntansi positif (PAT) menjelaskan bahwa manajemen perusahaan memilih kebijakan akuntansi, seperti pengubahan metode depresiasi, untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, misalnya meningkatkan laba atau mengurangi beban pajak. Jadi, PT IndoEnergi mengubah kebijakan depresiasi karena ingin memaksimalkan nilai perusahaan dan keuntungan manajemen.

2. Di AS (GAAP) dan di bawah IFRS, perusahaan juga sering mengubah kebijakan akuntansi sesuai kondisi ekonomi selama dilakukan pengungkapan yang benar. Jadi, tindakan seperti PT IndoEnergi cukup umum dilakukan di berbagai negara, meski aturan dan batasannya bisa berbeda sesuai standar masing-masing.

3. Teori akuntansi positif kuat untuk menjelaskan motivasi manajemen dalam memilih kebijakan yang menguntungkan, tapi memiliki keterbatasan. Misalnya, tidak selalu menggambarkan aspek etika dan budaya di berbagai negara, serta kurang mempertimbangkan pengaruh sosial dan kompleksitas global. Jadi, perlu pendekatan lain untuk memahami perilaku akuntansi secara lengkap

AKM A2025 -> Diskusi

by Eris Ana Dita -
Nama : Eris Ana Dita
Npm : 2413031017

1. Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas keuangan atau ekuitas pada entitas lain. Jenis instrumen keuangan meliputi kas dan setara kas, piutang, investasi, surat utang, saham, derivatif dan lainnya. Instrumen ini memiliki karakteristik berupa klaim atas kas, klaim atas aset, atau hak untuk menerima atau menyerahkan kas atau instrumen ekuitas.

2. Kas adalah aset likuid berupa uang tunai dan setara kas yang dimiliki perusahaan. Pengendalian internal terhadap kas penting untuk mencegah pencurian dan kesalahan. Contohnya termasuk pemisahan tugas (separation of duties), penyimpanan kas di tempat aman, rekonsiliasi kas secara rutin, otorisasi transaksi kas, serta penggunaan cek dan pelaporan transaksi kas secara transparan.

3. Kas disajikan sebagai aset lancar dalam laporan posisi keuangan (neraca) dan disajikan dalam nilai nominal yang dapat digunakan segera. Pengungkapan meliputi keterangan kas dan setara kas, pembatasan penggunaan kas jika ada, saldo kas pihak ketiga, dan metode pengukuran kas.

4. Piutang adalah klaim perusahaan atas pembayaran dari pihak lain, biasanya akibat penjualan kredit. Pengakuan piutang dilakukan saat entitas memiliki hak untuk menerima pembayaran dan jumlah piutang dapat diukur secara andal. Piutang diakui pada jumlah nilai kini kas yang diharapkan diterima.

5. Penilaian, Perhitungan Penurunan Nilai, Penyajian dan Pengungkapan Piutang Piutang dinilai berdasarkan nilai tercatat dikurangi penurunan nilai (allowance for doubtful accounts). Penurunan nilai dihitung berdasarkan estimasi piutang yang tidak tertagih. Penyajian piutang di laporan keuangan biasanya dalam aset lancar dengan nilai bersih setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai. Pengungkapan mencakup metode penilaian, kebijakan pengakuan penurunan nilai, dan informasi mengenai piutang bermasalah.

6. Analisis kas dan piutang melibatkan evaluasi likuiditas dan efisiensi pengelolaan. Untuk kas dapat dianalisis dengan cash ratio atau cash turnover, sedangkan piutang dianalisis melalui rasio perputaran piutang, periode penagihan rata-rata, dan tingkat kolektibilitas. Analisis membantu menilai kemampuan perusahaan dalam mengelola aset lancar dan likuiditas finansial.

TA2025 -> DISKUSI

by Eris Ana Dita -
Nama : Eris Ana Dita
Npm : 2413031017

Setelah menonton video di atas video tersebut menjelaskan dua cara mencatat aset perusahaan: menggunakan biaya historis atau nilai wajar.Biaya historis artinya mencatat aset berdasarkan harga saat membeli dulu. Sedangkan nilai wajar berarti mencatat aset sesuai harga pasar saat ini. Contohnya, jika sebuah gedung dibeli 20 tahun lalu dengan harga 5 juta dolar, sekarang jika nilainya di pasar sudah jadi 35 juta dolar, maka dengan nilai wajar, gedung tersebut dicatat pada angka 35 juta.

Perusahaan harus memilih salah satu cara dan konsisten menggunakannya untuk semua aset yang sejenis. Penilaian nilai wajar biasanya dilakukan oleh ahli dengan melihat harga pasar aset serupa.Metode nilai wajar cocok untuk aset seperti properti, merek dagang, dan beberapa kewajiban, tapi tidak bisa diterapkan untuk semua aset karena prosesnya rumit.

Intinya, perusahaan pakai biaya historis buat mencatat harga beli, atau nilai wajar untuk menunjukkan nilai pasar sekarang. Pilihan ini harus dipakai secara konsisten agar laporan keuangan lebih jelas dan akurat.