Posts made by Saskia Azizah

MKU Pancasila Sipil Ganjil 2024 -> Forum Analisis Jurnal

by Saskia Azizah -
Nama : Saskia Azizah
NPM : 2425011038
Kelas : B
ANALISIS JURNAL

FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA MENUJU BANGSA BERKARATER

Filsafat berasal dari kata "philosophy," yang berarti cinta akan kebijaksanaan, dengan etimologi dari "philos" (cinta) dan "sophia" (hikmat). Pancasila dianggap sebagai filsafat karena berfungsi sebagai acuan intelektual dan kognitif bagi cara berpikir bangsa, serta membentuk sistem pemikiran dalam usaha keilmuan.


Filsafat Pancasila adalah pandangan hidup dan dasar negara Indonesia yang memiliki tiga dasar utama: ontologis, epistemologis, dan aksiologis.

1. Ontologis: Pancasila berakar pada hakikat manusia, yang merupakan makhluk individu dan sosial. Manusia Indonesia dilihat sebagai subjek utama yang menjalankan nilai-nilai Pancasila, yaitu berketuhanan, berkemanusiaan yang adil dan beradab, berpersatuan, berkerakyatan yang bijaksana, dan berkeadilan sosial.


2. Epistemologis: Pancasila sebagai sistem pengetahuan berasal dari nilai-nilai luhur budaya bangsa yang digali dan dirumuskan oleh para pendiri bangsa (kausa materialis). Penyusunan sila-silanya bersifat hierarkis dan logis, membentuk satu kesatuan nilai.


3. Aksiologis: Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila tidak berdiri sendiri tetapi saling melengkapi, menciptakan kesatuan yang merefleksikan identitas dan budaya bangsa.



Menurut prinsip kausalitas Aristoteles, Pancasila memiliki:

Kausa Materialis: Nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia.

Kausa Formalis: Bentuk sah Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945.

Kausa Efisiensi: Upaya BPUPKI dan PPKI dalam menyusun Pancasila sebagai dasar negara.

Kausa Finalis: Tujuan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang merdeka.


Esensi lima sila Pancasila meliputi: ke-Tuhanan (hubungan manusia dengan Tuhan), kemanusiaan (keadilan sosial), persatuan (identitas bangsa), kerakyatan (kerja sama dan musyawarah), dan keadilan (hak setiap individu).

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan potensi anak demi kepentingan hidupnya sebagai individu dan warga masyarakat. Terdapat berbagai pandangan tentang perkembangan manusia dalam pendidikan:

Empirisme: Perkembangan bergantung pada pengalaman hidup (John Locke).

Nativisme: Perkembangan ditentukan oleh pembawaan sejak lahir (Schopenhauer).

Naturalisme: Anak lahir baik, dan pendidikan hanya perlu membiarkan perkembangan alamiah (J.J. Rousseau).

Konvergensi: Perkembangan dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan (William Stern).


Di Indonesia, pendidikan bertujuan mewariskan ilmu dan ideologi Pancasila sesuai dasar negara, serta mendukung keberlanjutan bangsa.

MKU Pancasila Sipil Ganjil 2024 -> Forum Analisis Soal

by Saskia Azizah -
Nama : Saskia Azizah
NPM : 2415011038
Kelas B

ANALISIS SOAL :

A.Menurut saya, pendidikan di tengah pandemi menghadapi banyak tantangan. Pembelajaran daring membuat siswa, guru, dan orangtua harus beradaptasi cepat. Banyak siswa kesulitan mengakses pendidikan karena keterbatasan fasilitas, sementara orangtua harus mendampingi anak belajar di rumah. Hal ini memperlebar kesenjangan pendidikan bagi siswa dari latar belakang ekonomi berbeda.

B. 1. Gotong Royong (Sila ke-3): Pemerintah, sekolah, dan masyarakat bekerja sama menyediakan akses belajar, misalnya bantuan kuota internet.
2. Keadilan Sosial (Sila ke-5): Bantuan pendidikan harus menjangkau semua, khususnya siswa kurang mampu.
3. Ketuhanan (Sila ke-1): Pendidikan tetap mencakup aspek moral melalui pelajaran agama secara daring.
4. Disiplin dan Tanggung Jawab (Sila ke-4): Siswa dilatih untuk disiplin dalam mengikuti jadwal belajar online.



C. Di lingkungan saya, ada program gotong royong untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan dana dalam membangun usaha air minum bersih. Ini mencerminkan gotong royong dan kepedulian (Sila ke-3), yang penting dalam situasi sulit seperti ini.

D.Pancasila menjadi panduan dalam cara berpikir, bersikap, dan bertindak. Nilai-nilainya mendorong masyarakat untuk hidup rukun, saling membantu, dan menghormati satu sama lain, sehingga tercipta masyarakat yang adil dan damai.

MKU Pancasila Sipil Ganjil 2024 -> Forum Analisis Soal

by Saskia Azizah -
Nama : Saskia Azizah
NPM : 2415011038
Kelas : B

Jawaban Analisis Soal :

1.Dari peristiwa ini ,Dari diri saya snediri berpendapat bahwa penolakan jenazah korban Covid-19, terutama tenaga medis, bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, yang menekankan penghormatan terhadap martabat manusia, termasuk yang telah meninggal. Ini menunjukkan kurangnya empati dan penghargaan atas jasa mereka. Tindakan ini juga melanggar sila ketiga, Persatuan Indonesia, karena menciptakan perpecahan di masyarakat.

2. Solusi dan saran saya sebagai mahasiswa yakni perlunya edukasi dari antarmasyarakat maupun publik tentang prosedur pemakaman yang aman, penegakan hukum terkait pelanggaran aturan pemakaman, penguatan pendidikan karakter di sekolah, serta peran aktif antar masyarakat dalam memberikan pemahaman dan saling menyadarkan tentang pentingnya menghormati jenazah. Penolakan jenazah bukan hanya melanggar kemanusiaan, tetapi juga mencederai prinsip dasar Pancasila dalam menjaga harmoni sosial dan empati terhadap sesama.

3. penolakan ini sangat melanggar sila pancasila kedua yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, karena setiap orang, meski sudah meninggal, tetap harus dihormati. Jenazah, terutama tenaga medis yang berjasa selama pandemi, bukan hanya sekadar tubuh tanpa nyawa, tetapi simbol kontribusi mereka.

Tindakan ini menunjukkan ketidakadilan dan kurangnya penghargaan terhadap kemanusiaan. Alasan bahwa jenazah sudah tidak hidup lagi tidak bisa dijadikan alasan untuk menolak pemakaman, karena mereka tetap harus diperlakukan dengan hormat sesuai nilai-nilai Pancasila.

MKU Pancasila Sipil Ganjil 2024 -> Forum Analisis Jurnal

by Saskia Azizah -
Nama : Saskia Azizah
NPM : 2415011038
Kelas : B
pertemuan 9

Filsafat ilmu dalam jurnal ini dijadikan sebagai dasar sebuah ilmu pengetahuan
(science of knowledge) dapat mengembangkan Pancasila dengan
tiga cara, yakni yang pertama ontologi,kedua epistemologi dan yang ketiga aksiologi.

1. secara ontologi Pancasila pada hakekatnya adalah sebuah sistem
nilai atau prinsip yang mendasari bentuk negara Indonesia. Sebagai
nilai atau prinsip dasar, di dalamnya terkandung makna-makna
kebijaksanaan reflektif yang menyiratkan idealisasi pada hal yang
dianggap baik, benar, indah dan bermanfaat bagi manusia.

2. Filsafat ilmu sebagai dasar sebuah ilmu pengetahuan
(science of knowledge) dapat mengembangkan Pancasila dengan
tiga cara, yakni ontologi, epistemologi dan aksiologi. Pertama,
secara ontologi, Pancasila pada hakekatnya adalah sebuah sistem
nilai atau prinsip yang mendasari bentuk negara Indonesia. Sebagai
nilai atau prinsip dasar, di dalamnya terkandung makna-makna
kebijaksanaan reflektif yang menyiratkan idealisasi pada hal yang
dianggap baik, benar, indah dan bermanfaat bagi manusia.

3. secara aksiologi, Pancasila sebagai pandangan
hidup mempunyai nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam silasilanya, yakni nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan dan
kerakyatan serta keadilan sosial. Nilai-nilai luhur tersebut sudah
seharusnya mampu diserap oleh masyarakat Indonesia.

berbicara tentang nilai nilai dicatat dijurnal tersebut bahwa filosofis nilai nilai pancasila diharapkan bisa memberikan pengetahuan baru dan pengembangan baru terhadap nilai nilai luhur pancasila.Dengan
didasari oleh nilai-nilai luhur Pancasila diharapkan dapat
menggugah manusia-manusia Indonesia untuk kembali setia dan
konsisten meresapi dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Karena
itu, sudah menjadi tanggung jawab sebagai seorang ilmuwan untuk
mampu membantu dan menerapkan ajaran nilai-nilai dalam
Pancasila. Pancasila bagian dari falsafah bangsa Indonesia yang
sudah semestinya memiliki nilai-nilai etis dan luhur untuk selalu
diimplementasikan di dalam perguruan tinggi sehingga ajaran dan
nilai-nilai Pancasila tidak menjadi sebuah simbol saja serta
dijadikan sebagai alat kepentingan politik.

Kesimpulan :
Kesimpulannya, filsafat ilmu berperan penting dalam pengembangan Pancasila melalui tiga pendekatan utama: ontologi, epistemologi, dan aksiologi.

Secara ontologi, Pancasila dipahami sebagai sistem nilai yang mendasari negara Indonesia, yang mencerminkan prinsip-prinsip kebijaksanaan yang ideal untuk kebaikan, kebenaran, keindahan, dan manfaat bagi manusia.

Secara aksiologi, nilai-nilai Pancasila, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, harus diserap dan diimplementasikan oleh masyarakat.

Penyerapan dan pengamalan nilai-nilai luhur ini menjadi tanggung jawab ilmuwan dan seluruh masyarakat agar Pancasila tidak hanya menjadi simbol, melainkan pedoman etis yang nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam institusi pendidikan tinggi.


Filsafat Pancasila diharapkan dapat menggugah kesadaran untuk meresapi dan menerapkan nilai-nilai tersebut secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.